Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
tidak mau bermurah hati !


__ADS_3

" kau akan menyesal telah melakukan semua ini padaku " teriak wanita itu dengan tidak tau malunya bahkan ia tak perduli dengan tatapan orang disekitarnya


" kau yang akan menyesal dengan apa yang telah kau perbuat ! " desis Valera menatap tajam wanita yang kini sedang berontak ketika Doni menyeretnya keluar, lalu Valera mengalihkan perhatiannya pada George yang berada dalam dekapan Remigio sedangkan Asnee hanya menunduk karena merasa gagal dalam melindungi George dan mereka segera mesuk ke ruangan milik Valera yang kini menjadi milik Maya sedangkan Asnee dirinya menunggu di luar bersama dengan rud


Remigio duduk dengan George yang berada di pangkuannya


" ya tuhan George " ucap Valera yang membelai pipi George yang tampak membiru


" Its oky I'm fine '' ucap George lagi membuat Valera dan Remigio tertegun akan perkataannya Its Oky ? bagaimana bisa itu dikatakan baik baik saja


maya segera menyodorkan kotak P3K dan Valera dengan sigap mengobati serta mengoleskan salep untuk mengurangi lebam pada pipi George


George tampak tenang dan tak menunjukan ekspresi apapun Remigio yang melihat itu menjadi bingung terlebih Valera


'' George katakan jika ini sakit " ucap Valera tapi George menggeleng cepat


'' tidak ! ini tidak sakit bukankah lelaki harus kuat ? mamih tenang saja ini menjadi pelajaran untuk ku. Jika aku sudah dewasa nanti aku akan menjadi pria yang kuat dan tak mudah ditindas " celoteh George lagi dan Valera hanya tersenyum menanggapinya sungguh George tumbuh menjadi anak yang cerdas di usia dini


setelah menghubungi seseorang disebrang sana hanya jarak dua jam perusahan yang di pimpin oleh Cahyo Indragupta turun drastis bahkan dikabarkan diambang kebangkrutan, Valera mendapat notifikasi dari seseorang di ponselnya dan tak lama senyum tersungging terbit di bibirnya bahkan berita itu sampai tersiar dan tersebar dengan begitu cepat bagaikan virus


" apa yang terjadi sweatheart ? " tanya Remigio penasaran karena sedari tadi Valera terus menerus tersenyum bahkan senyuman itu bagaikan sebuah misteri


" tidak Remi hanya menyelesaikan sesuatu yang memang harus diselesaikan " ucap Valera sembari menyodorkan ponselnya untuk Remigio lihat


Remigio mengambilnya dan membaca nya dengan teliti lalu detik kemudian dirinya menjadi bingung karena berita itu hanya tentang bisnis yang bangkrut


" apa ini " tanya Remigio bingung


" sebuah perusahan yang sebentar lagi akan bangkrut hanya itu saja tidak ada yang lain " ucap Valera santai


" apa ini ada kaitannya dengan wanita tadi " Picing Remigio dan detik kemudian Valera menatap Remigio dengan dalam


" aku harus memberi mereka pelajaran tepat di jantung nya ! kau seorang mafia tapi hal begini saja kau tidak tau " cibir Valera mendengus kesal membuat Remigio melebarkan matanya


" sweatheart kau sungguh cerdas " ucap remigio lembut


" terimakasih atas pujiannya tuan Adomson " ucap Valera dengan terkekeh


****


disebuah ruang yang tidak terlalu besar tapi sangat nyaman dua orang berbeda genre sedang duduk dan terlibat pembicaraan serius


seorang lelaki berperawakan tegap dan gagah serta wajahnya yang khas berwajah Eropa itu sedang menatap lekat lekat wajah wanita yang tepat berada disampingnya kini


" jadi apa keputusan mu ? " ucap Joni


" aku tidak tau kak, hati ku sedang bingung dan ragu tapi Malvin ia ingin sekali bertemu dengan ayahnya " sendu Diandra " aku egois, aku salah telah memisahkan mereka bahkan dia tak tau jika aku sedang mengandung saat itu " ucap Diandra lagi dan joni hanya mendengarkan nya saja sejujurnya Joni pun tak tega apalagi Malvin ia sangat membutuhkan figur ayah tapi selama masih ada Joni ia selalu melakukan hal yang terbaik untuk Diandra maupun Malvin


" aku selalu mendukung keputusan mu Diandra jika kau ingin pergi maka pergilah, dan temui dia serta pertemukan dia dengan Malvin, kau tidak usah takut dengan masa lalu aku akan selalu melindungi kalian tidak akan ku biarkan mereka menyakitimu lagi " ucap Joni dengan suara lembut namun penuh penekanan saat ia bertemu untuk pertama kalinya dengan Diandra hatinya terenyuh saat mendengar segala kisah tentang hidup nya hatinya tergerak untuk mengulurkan tangannya pada Diandra serta menjadikan nya adik seperti adik kandungnya sendiri bahkan marga Joni pun kini ada pada nama belakang Diandra.

__ADS_1


" terimakasih kak, terimakasih atas kebaikan hati mu untuk ku dan Malvin selama ini aku tidak akan pernah bisa untuk membalas semua jasamu sungguh, kau orang baik yang dikirim tuhan untuk menjadi malaikat ku " tangis Diandra pecah kala mengingat hidupnya yang tragis dulu


" sudah jangan menangis jadi kapan kau akan berangkat ? aku akan menyiapkan nya semua untuk kalian " ucap Joni lagi


" secepatnya kak, " ucap Diandra semangat dan kini hanya tersenyum manis


" uncle " teriak Malvin dari ambang pintu kamar milik nya ia segera berlari dan memeluk nya dengan erat " aku merindukan mu uncle " ucap Malvin dengan gemas


" uncle pun merindukan mu " ucap Joni dengan mengacak-ngacak rambutnya pelan


" mommy kenapa tidak membangunkan aku jika uncle Joni datang kemari " ucap Malvin dengan wajah cemberutnya membuat Diandra terkekeh


" sayang kau kan sedang tidur bagaimana bisa mommy membangunkan mu " ucap Diandra lagi dan Malvin hanya cemberut lalu memeluk uncle Joni bagaikan bayi koala


Joni tertawa kala melihat perlakukan manis dari Malvin, Joni seperti mimpi bagaimana bisa Malvin kini sudah tumbuh besar rasanya baru kemarin Malvin dilahirkan bahkan Joni yang menemani Diandra melahirkan dan joni lah yang melakukan semuanya untuk Diandra yang seharusnya menjadi tugas seorang suami


bayi merah nan kecil itu kini tumbuh menjadi anak cerdas dan tampan bahkan sekarang Malvin sudah bisa menggunakan komputer persis seperti ahli nya saja


seperti biasa Joni selalu menyempatkan diri untuk mengajak Malvin bermain dan jalan jalan ke luar sana disela kesibukannya yang menjadi seorang tentara Diandra pun tak keberatan jika mereka selalu menghabiskan waktu bersama seharian penuh


terkadang Joni selalu mendapat predikat hot Daddy jika sudah mengajak Malvin untuk pergi tapi ia tak ambil pusing biarkan saja mereka ingin berbicara apa yang terpenting dirinya menghabiskan waktu bersama dengan Malvin


terlebih dahulu Joni membawa Malvin ke pusat perbelanjaan anak yang terkenal di Amerika seperti pakaian, mainan, sepatu dan yang lainnya


entahlah Joni selalu senang jika sudah berbelanja segala kebutuhan Malvin terlebih pakaian


setelah ke toko pusat perbelanjaan anak Joni mengajak Malvin ke arena bermain anak serta membeli beberapa barang lainnya untuk keperluan Malvin ya karena selama ini kebutuhan Malvin selalu Joni yang menanggungnya


Diandra ? ya Diandra awalnya bekerja di salah satu perusahaan ternama di Amerika karena ada sesuatu kejadian memutuskan untuk dirinya hengkang dari perusahaan itu


rencana Diandra akan mengirim lamaran kerja ke salah satu perusahaan besar di Amerika ia tak mungkin terus menerus bergantung pada Joni


waktu sudah semakin petang Joni dan Malvin memutuskan untuk pulang kerumahnya dengan barang belanjaan yang sangat banyak di tangan Joni


Malvin sedang asyik memakan ice krim di tangannya sedangkan Joni ia hanya fokus menyetir mobilnya hingga beberapa saat mereka sudah sampai di rumah sederhana yang ditempati oleh Diandra dan Malvin


Malvin segera turun dan mencari ibunya,sedangkan Diandra yang sedang menyiapkan bahan untuk makan malam terkejut karena pelukkan kecil di kakinya


" Malvin ? kalian sudah pulang ? " tanya Diandra lagi


" sudah mom aku puas bermain dengan uncle Joni " senang Malvin lagi dan Diandra hanya tersenyum


lalu Diandra membuatkan sesuatu untuk Joni dan membawanya ke ruang keluarga terlihat Joni sedang merebahkan kepalanya ke sandaran sofa disana


" kak Joni ? " panggilan Diandra dan Joni segera membuka kan matanya perlahan " kau lelah ? jika kau ingin istirahat pergi lah ke kamar tamu kak " ucap Diandra lagi dan joni hanya tersenyum manis


" hmm apa yang kau bawa ? " tanya Joni lagi


" teh melati untuk merilekskan tubuh kak Joni karena sudah seharian kakak mengajak Malvin pergi " ucap Diandra lagi dan joni langsung mengambilnya dan meminumnya

__ADS_1


" terimakasih, Diandra aku mau istirahat di kamar tamu aku ingin tidur sebentar nanti kau bangunkan aku jika sudah waktunya untuk makan malam " ucap Joni dengan lembut dan Diandra hanya mengangguk patuh lalu Joni melangkahkan kakinya menuju kamar tamu yang dekat dengan kamar Malvin disampingnya


****


Australia waktu setempat


" bagaimana apa yang kau dapatkan ? " tanya Everest kepada seorang hacker Handal yang disuruhnya untuk meretas sistem keamanan king


" maaf tuan aku hanya bisa meretas sistem ketiganya saja, mereka sangat cerdik dan pintar tuan bahkan sistem ketiga itu tidak ada informasi sama sekali alias kosong tuan " jelas nya dengan gugup dan Everest hanya menghisap rokoknya dalam dalam lalu pandangannya beralih kepada pria yang berada di hadapannya


" aku tidak mau tau kau harus bisa mendapatkan informasi tentang mereka ! jika tidak - " Everest memperagakannya tangannya di leher membuat hacker itu gemetar ketakutan bagaimana ? dan dengan cara apa dia melakukannya


" akan ku usahakan tuan " ucap hacker itu dan mencoba mengusir rasa kegugupannya dan Everest hanya tersenyum miring lalu meninggalkan pria hacker itu seorang diri


hacker itu bernafas lega kala Everest sudah keluar dari ruangan itu ras takut dan gugup menyelimuti dirinya


***


Indonesia waktu setempat


seorang lelaki asing memaksa untuk memasuki kawasan rumah Valera ia bahkan berontak dan berteriak tak karuan, Valera yang kebetulan sedang menonton televisi bersama dengan Remigio akhirnya terganggu seketika


" ada apa diluar sana ! " kesal Valera lalu beranjak dari duduknya membiarkan remigio disana


Valera membukanya pintu utama dan melihat apa yang terjadi, lalu matanya memicing kala melihat sosok lelaki paruh baya yang wajahnya sedang menjadi topik pembicaraan di berita


" suruh dia masuk " teriak Valera kepada pengawal yang berjaga


pengawal itu membiarkan pria asing ini masuk dengan langkah tegas dan sorot mata yang tajam pria itu dengan cepat mendatangi Valera


" ada apa ? " tanya Valera polos


" ada apa ? apa masalah mu sehingga kau membuat perusahaan ku bangkrut bahkan aku tak mengenalmu dan aku pun tak mempunyai masalah dengan mu " pekik pria itu dengan marah dan Valera yang mendengar itu hanya memicingkan matanya sebelah,


" lalu ? " ucap Valera jawaban apa yang diberikan Valera, sungguh menyebalkan bukan ? ia bertingkah layaknya tak tau apapun


" kau yang menghancurkannya ! aku tau itu karena aku pun mempunyai orang-orang yang hebat untuk mencari seseorang bahkan sampai ia bersembunyi di lubang semut pun ! kembalikan perusahan dan buat perusahaan ku seperti sedia kala ! apa kau gila ? aku tidak mengenalmu tapi kau justru membuat perusahaan ku jatuh " geram pria paruh baya itu dan Valera hanya tersenyum miring


" benarkah ? kau Cahyo Indragupta bukan wow suatu kehormatan atas kedatangan mu ke kediaman ku tuan Cahyo, aku memang tak mempunyai urusan dengan mu tapi dengan putrimu " tekan Valera dengan sorot mata yang tajam


" putriku ? apa maksud nya " ucap bingung pria paruh baya itu


" putrimu telah berani menampar putraku ! aku tidak akan melepaskan orang yang telah menyakiti keluarga ku ! putrimu itu terlalu bersikap arogan tuan jika aku tak memberi pelajaran untuknya bisa bisa dia berbuat semena-mena di masa mendatang " ucap Valera dingin


" tapi mengapa harus dengan perusahaan ku " teriak pria itu marah hingga ketenangan Remigio terusik dan akhirnya ia memilih untuk menyusul calon istrinya bahkan Cahyo terkejut dengan wajah Remigio, siapa yang tidak tau Remigio ia dikenal pembisnis handal bahkan hotel milik remigio di Indonesia pun melaju pesat


" jika aku tidak menghancurkan titik pusatnya aku yakin putrimu akan berbuat sesuatu yang merugikan diriku, camkan itu tuan Cahyo aku tidak akan mau bermurah hati " ucap Valera angkuh lalu ia memanggil pengawal untuk menyeret Cahyo Indragupta keluar dari rumahnya


dan Remigio yang melihat itu tersenyum sinis ia sangat menikmati sikap calon istrinya itu

__ADS_1


__ADS_2