
DODODODOR !!
DUARRRR
" wow " kagum Elion saat melepaskan peluru terakhir dalam senjata jenis revolver bergagang panjang, bahkan nama Green tertulis di ujung nya itu. " hmm mengangumkan ! " puji Elion tapi Green diam saja justru ia masih tetap fokus pada kendali mobilnya karena masih ada dua mobil yang tersisa.
" Elion, kau buka saja pintu belakang agar kau lebih asyik membidik mereka, " saut Green dan Elion mengkerutkan dahinya seketika, lalu tak lama ia mengangguk mantap.
Green segera mengangtifkan tombol tersembunyi dan seketika muncul seperti tabir penyekatan pada bagian belakang dan depan agar fokus sang supir tak terkecoh mobil yang digunakan Green tak jauh Hebat dari buatan modifikasi Sang Lady.
DODODORDODODOR !!
DODODODOR !!
Elion segera memposisikan dirinya dan beralih menuju belakang hingga ia terkejut karena banyaknya senjata Langka disana, tanpa basa-basi Elion segera mengambil salah salah satunya.
KLIK
pintu itu terbuka lebar bahkan Elion dibuat terkejut seketika.
SHOT !!
DUARRRR
lagi-lagi Elion dibuat kagum akan aksi senjata langka ini. Elion tersenyum senang tapi tiba-tiba senyum nya memudar saat salah satu dari mereka siap meluncurkan senjata yang persis seperti roket.
" wow. Green menghindar ! " pekik Elion lalu ia merunduk seketika.
DUARRRR
DUARRRR
DUARRRR
Green yang sudah mengetahui segera menghindar dan memilih jalan permukiman penduduk, ledakan itu mengundang perhatian warga setempat.
nafas Elion terengah-engah begitupun dengan Jack. Dengan cepat Elion menutup kembali pintu mobil itu dan beralih ke depan. Green melajukan mobilnya dengan sangat cepat karena ia panik dan memilih jalur permukiman kemungkinan besar para aparat akan turun tangan untuk mengetahui apa yang terjadi.
green mematikan seluruh alat komunikasi maupun sinyal agar tak terdeteksi oleh pihak manapun, kini mereka harus memutar arah karena ulah para tikus menjijikan itu.
Tak lama suara sirene khas polisi terdengar riuh, Elion dan Jack saling memandang dan menoleh ke arah belakang, Green dengan cepat memanipulasi mobil yang mereka tumpangi layaknya mobil pribadi lainnya, bahkan semua alat persenjataan tertutup dengan sendirinya dengan keamanan tingkat tinggi yang melindunginya.
" para bajingan itu benar-benar membuat ku susah ! " geram Elion dan Jack hanya tersenyum sinis. " Green apa kita akan aman ? aku harap begitu dan CCTV yang terpasang di sepanjang jalan tadi tidak merekam mobil ini " ucap Elion dan Green hanya tersenyum kecil.
" kau tenang saja Elion apa kau lupa siapa lady mu " tandas Green dengan sedikit angkuh dan Elion hanya diam saja ia tahu siapa ladynya itu.
Akhirnya mobil yang mereka tumpangi kini sudah memasuki pelataran markas besar king, jantung Jack berdebar tak karuan. Sisa-sisa pertempuran tadi malam masih saja tersisa bahkan gerbang utama yang jebol dan hancur pun masih bisa terlihat.
Elion menarik paksa tubuh Jack dengan cara menyeretnya membuat Jack mengerang sakit karena tangan yang terborgol itu seakan mencekik pergelangan tangan miliknya.
Jack ditatap tajam oleh para anak buah king bahkan Matt dan Edgar yang berada di markas karena mendapatkan kabar buruk ini tak bisa membendung rasa marahnya terhadap sang pelaku.
BUGHHHHHH
BUGHHHHHH
__ADS_1
Edgar menghajar tubuh Jack dengan sangat keras dan kuat, Matt dan Elion membiarkan itu semua terjadi.
" Kau !! dasar keparat ! " pekik Edgar.
BRAKKKKKK
uhukkk
Jack terpental karena Edgar menendang nya bagaikan bola hingga ia membentur dinding kokoh bangunan markas, Jack meringis dan menatap tajam kearah Edgar lalu ia mengusap kasar darah yang keluar dari mulutnya bahkan sudut bibirnya robek seketika.
" cih.. kau fikir aku takut ? tapi sayangnya tidak. Hahaha " ucap Jack membuat Edgar naik darah seketika. Jack berusaha bangkit walaupun ia kesulitan lagi-lagi Edgar menendang tubuh Jack hingga ia terjatuh untuk kesekian kalinya.
Edgar menghajar Jack membabi buta hingga Jack lemas dengan wajah babak belurnya,Matt segera menangkap tubuh Edgar yang sudah hilang kendali dan Elion segera membawa Jack untuk keruangan bawah tanah dimana para tawanan king ditahan oleh sang Lady.
*****
Tiga hari sudah berlalu, Zizi dan Dave keadaan mereka sudah mulai membaik sedangkan Hugo dan Zumba masih harus ditangani, luka bakar yang mereka alami lebih besar dari yang Zizi dan Dave alami.
Valera mengutus dokter terbaik untuk merawat dan memberi penanganan pada jajarannya yang terluka bahkan Vyan hampir setiap hari menemani Zizi selama perawatan.
Hari ini Valera mendapatkan sebuah undangan makan malam yang dilakukan oleh Hans tentu saja Valera menerimanya dengan baik begitupun dengan Remigio.
Valera bahkan telah menghubungi dokter kulit terbaik untuk menangani para jajaran nya yang terluka, dokter itu dengan senang hati melakukan yang terbaik karena bayaran yang diberikan oleh Valera tak main-main.
rumah sakit itu dijaga ketat oleh para anak buah king di setiap sudut dan titik yang ada, Elion dan Lotus bergantian menjenguk para teman-teman nya itu.
hingga malam hari pun tiba Valera dan Remigio tampak sudah bersiap begitupun dengan George. Restoran bintang tujuh di kota Paris menjadi pilihan Hans untuk mengundang Lady dari king sekaligus berteman baik dengan sepasang suami istri itu.
George tampak diam sepanjang perjalanan ia bukan anak bodoh yang tidak mengetahui segalanya dan George memilih untuk diam seperti tak terjadi apa-apa.
pasangan itu disambut baik oleh para staff hotel Mereka menunduk penuh hormat kepada Valera dan juga Remigio. George ? ia hanya tersenyum kecil saat melihat kilatan paparazi yang membuat Valera dan Remigio terkejut bukan main.
" kenapa ada mereka ? " desis Valera dan Remigio menggeleng pelan.
" biarkan saja sweatheart, asal tak menganggu kita saja " ucap Remigio dan Valera hanya mengangguk kecil, hingga langkah mereka menuju sebuah lift untuk sampai pada lantai sebelas yang sudah di tunggu oleh Hans dan juga Lettan disana.
" apa mamih akan memberikan ku pada pria itu. batin George sendu
Ting
suara dentingan pada lift seakan membuyarkan lamunan George, tangan mungilnya terus menggenggam erat tangan Valera membuat Valera tersenyum hangat pada George.
hingga mereka disambut oleh beberapa pelayan berseragam, baik wanita maupun lelaki mereka menunduk penuh hormat.
Lettan pun menyambut kedatangan mereka dengan senyum yang mereka, begitupun dengan Valera dan Remigio tapi tidak dengan George ia hanya diam saja dan menampilkan ekspresi acuhnya membuat Lettan tersenyum geli.
" tuan Hans sudah menunggu di dalam " ramah Lettan dan Valera mengangguk paham lalu mereka semua masuk dan terlihat seorang pria berpakaian ala bangsawan sedang tersenyum bahagia. Remigio menyambut jabatan tangan dari Hans dengan senyum tipisnya begitupun dengan Valera.
" George ? " ucap Valera lembut dan George pun seakan mengerti ia langsung memberi salam yang begitu elegan dengan senyum tipisnya.
" silahkan duduk " ucap Hans mempersilahkan tamunya untuk duduk.
di meja makan sudah tertata rapi menu hidangan yang tentunya menggugah selera dengan aroma yang khas. George tampak berbinar saat melihat beberapa kue pie dan lainnya dimeja itu, tentu saja Hans merasa senang karena George bisa tersenyum saat bersamanya.
" mamih aku ingin itu, boleh ? " ucap George dengan mata berbinar nya dan Valera tersenyum lembut.
__ADS_1
" biar aku saja yang ambil kan " ucap Hans Maxwell dan Valera mengangguk kecil, lalu ia memberikannya kepada George dan lelaki kecil itu menerimanya dengan senyum terkembang miliknya.
semua orang mulai makan dengan tenang dan lahap bahkan Valera pun menambah beberapa menu dalam hidangan tersebut membuat Remigio sedikit heran, George tampak asyik dengan menu di piringnya begitupun yang lainnya.
" Remi.. aku ingin itu " ucap Valera dan Remigio menatap sang istri lalu mengangguk kecil dan tersenyum, sebuah hidangan lezat khas Inggris berada tepat di meja.
apakah istriku sedang mengandung ? jika iya, aku sangat bahagia dan ia terlihat begitu lahap. batin Remigio senang.
Hingga menu spesial masuk dan dibawa oleh seorang pelayan wanita ia membawa sup ikan khas negeri China, Hans menyuruh nya untuk meletakan di atas meja Valera tampak berbinar saat melihat olahan itu tapi tidak dengan George.
pria kecil itu merasa ada hal lain dalam sup ikan yang baru saja tersaji, mata kecilnya menatap pelayan wanita itu dengan intens dari atas hingga bawah.
Lettan yang melihat tuan mudanya seperti itu ikut menatap ke arah si pelayan dan kali ini wanita itu menunduk gugup dan langsung pamit undur diri.
" ini adalah menu kesukaan mendiang istriku. maaf jika aku sedikit lancang " ucap Hans dan Remigio maupun Valera tak mempermasalahkannya. Lagi-lagi Valera tergoda akan bau yang dikeluarkan oleh sup ikan itu.
" kau mau ? " tawar Remigio dan Valera mengangguk cepat dengan senyum manisnya. Hans Maxwell begitu sangat bahagia karena tamunya tak mempermasalahkan hidangan yang baru saja tersaji.
" mamih kau tak bisa memakannya ! karena sup itu beracun dan akan membahayakan calon adikku " ucap George dengan marah membuat semua orang terkejut bahkan Remigio sampai menjatuhkan sendok miliknya.
Valera dan lainya menatap George begitu pun dengan Hans Maxwell, ucapan George bagaikan bom waktu yang membuat keempat orang itu seperti terkena serangan jantung.
" George ? bagiamana bisa ? " tanya Valera lembut.
" mamih aku tak bohong ! aku bisa merasakan jika sup itu berbahaya " tegas George dan lagi-lagi membuat Valera tercengang.
" berbahaya ? hmm itu berarti Nona Valera sendang mengandung ? tapi ini sup ikan dan itu sangat bagus tidak berbahaya seperti yang aku ucapkan nak. Bahkan mendiang istriku pun memakan sup ini saat ia mengandung anak kami " jelas Hans dan George diam saja.
suasana mendadak sepi dan sunyi bahkan Remigio merasa jika ucapan George benar soal mengandung tapi tentang racun bahkan Remigio tidak tau sama sekali.
" kau memang benar paman ! sup itu bagus untuk siapapun. Tapi seseorang menaruh racun didalamnya, jika tidak percaya panggil pelayan wanita yang tadi " ucap George dan Hans langsung menyuruh Lettan untuk memanggil kembali pelayan tadi.
tak lama Lettan datang membawa pelayan tadi dengan wajah tertunduk. George menatap tajam kepada pelayan itu.
" bibi, bolehkan aku meminta sesuatu ? " tanya George dengan ramah dan polos.
" apa itu tuan muda ? " tanya pelayan itu dengan sopan dan ramah.
" bisakah kau mencicipi sup ikan itu " ucap George membuat wanita itu langsung terkejut bukan main, matanya terbelalak lebar dan jantungnya berdebar tak karuan. " ada apa bibi ? hanya mencicipi saja tidak lebih " ucap George lagi.
" Ta..tapi itu tidak mungkin tuan muda hidangan ini tidak boleh dimakan oleh siapa pun karena kami sebagai pelayan merasa tak pantas " ucap pelayan wanita itu akan tetapi George terus membujuk di pelayan wanita hingga wanita itu mulai mununjuk kan rasa kesalnya tapi sebisa mungkin ia tahan.
" makan " tegas Valera menatap tajam tanpa berkedip karena ia merasa ada hal lain dalam diri si pelayan wanita itu.
" tidak ! " tegasnya membuat semua orang tersenyum sinis dan George ia tak perduli.
PRANGGG
mangkuk kaca yang berisi sup ikan itu tumpah dan pecah bahkan isinya berserakan membuat semua orang menatap dalam diam, sang pelaku yang tak lain George hanya tersenyum polos.
" maaf mamih, tapi sup itu benar-benar tak layak ! racun telah tercampur di dalam nya jika mamih tidak percaya pada ucapan ku mamih bisa mengambil Sempel makanan itu " ucap polos George dan Valera hanya mengangguk saja.
BRAKKKKKK
lagi-lagi semua orang terkejut saat di pelayan wanita itu menggebrak meja dengan sangat kasar hingga matanya melotot lebar karena geram dan marah, Hans beranjak dan mulai menunjukkan mata tajamnya yang siap menghunus mangsanya.
__ADS_1
" berani sekali kau mengacaukan acara ku ini " geram Hans Maxwell kepada si pelayan wanita itu dan tanpa basa-basi beberapa orang mulai masuk dan menodongkan senjata nya kearah para tamu.
wanita itu tersenyum sinis saat kawannya mulai datang, Valera dan Remigio masih diam dengan wajah tenang nya mereka tak tau dengan apa yang terjadi di sini, sedangkan Lettan mulai mengacungkan senjatanya ke tubuh wanita pelayan itu dan Hans Maxwell tentu saja ia menerka-nerka siapa dalang di balik semua ini.