Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
Tak beri ampun !


__ADS_3

" ada apa nona " tanya Dave yang bingung dan tiba-tiba sang lady nya marah dan nampak menahan emosi yang akan memuncak


" wanita itu ! benar-benar membuat ku kehilangan kesabaran nya, siapkan semuanya aku sendiri yang akan memenggal kepalanya " pekik Valera lantang dan sontak semuanya terkejut, wanita mana yang Valera maksud, tanpa banyak tanya semua bergerak cepat persenjataan, amunisi, serta berbagai senjata lainnya turut disiapkan, Valera bergegas menuju ruang pribadinya untuk mengganti pakaian tempurnya, amarah nya tak bisa lagi di kondisikan dan sekarang mereka mulai mengincar rumah utama dimana keluarganya tinggal,


keempat predator bahkan sudah menyiapkan berbagai senjata andalan nya begitupun dengan para anak buah king lainnya, untuk dipakai sang lady karena keempat predator tidak ditugaskan untuk berjaga di markas utama.


****


" ada apa ini " panik nyonya sofhia kepada tuan ramius karena mendengar suara letusan senjata api dari jarak kejauhan, bahkan para penjaga diluar berhamburan mengkondisikan keamanan, tuan ramius pun ikut panik bahkan vyan Asnee dan George ikut berlari untuk melihat apa yang terjadi


" Pram ! " teriak vyan lantang dan tak lama Pram datang dengan membawa senjata di kedua tangannya, nyonya sofhia serta tuan ramius tentu saja panik dengan kehadiran Pram yang membawa senjata dikedua tangannya


" maaf tuan, ada sekolompok orang yang sedang membuat kegaduhan di luar " ucap Pram dengan nafas tersengal " sebaiknya kalian segera memasuki ruangan khusus yang sudah disiapkan oleh nona Valera demi keamanan bersama " ucap Pram dan vyan seketika melirik kedua orang tuanya lalu menatap George dan Asnee


" ayo kalian harus segera masuk, aku akan membantu yang lainnya " ucap vyan dan keduanya mengangguk patuh lalu mereka berjalan dengan langkah cepat ditemani oleh vyan karena ia ingin memastikan keselamatan keluarganya sendiri, dengan sensor sidik jarinya dan mengaktifkan sistem pelindung untuk sebuah ruangan yang akan ditempati keluarganya


semua akses dan senjata otomatis telah diaktifkan dengan keseluruhan, sekeliling mansion telah terpasang pelindung dan kawat penyengat pun telah aktif, namun semua senjata itu belum beroperasional.


baku tembak terdengar saling bersautan disana, Pram serta anak buah yang lainnya terus menggempur dengan senjata di genggaman nya, vyan ia segera mengambil senjata kesayangan nya IP1a kembar dengan nama miliknya di bagian penggenggam


semuanya sudah berhamburan menjauh ke luar mansion, gerbang dalam ditutup secara otomatis vyan dengan wajah bengisnya menembak dengan brutal pihak musuh yang melakukan penyerangan tak terduga


" jangan biarkan mereka memasuki mansion ! " teriak Vyan lantang


DODODODOR !!! DODODODOR


tembakan demi tembakan terdengar saling membalas disana, mayat mulai bergelimpangan dan darah mulai berceceran di sekitar mansion, untung saja Valera membuat pelindung dalam


BUGHHHHHH


AGHHH !!


Pram tersungkur karena terkena hantaman tiba-tiba seorang wanita disana, Pram meringis karena ulahnya lalu ia mencoba berdiri dan pada akhirnya ia melihat seorang wanita yang sedang tersenyum mengejek pada nya


siapa wanita ini. batin Pram


" cihh. Lemah ! " desis Esme dengan senyum mengejek dan Pram sontak tak terima lalu ia mulai menyerang Esme dengan tangan kosong


anak buah king masih saja mempertahan diri dengan sebuah senjata yang berada dalam genggamannya


DORRR


vyan menembak pihak musuh tanpa ampun entah mereka bodoh atau mereka lemah ! semuanya sangat mudah ditangani


pihak musuh dan anak buah king saling tembak menembak, saling memberikan rentetan pelurunya, dan saling menghindar kala dimana mereka menjadi sasaran peluru lawan.


deru baling-baling helipad terdengar disana membuat perhatian semua orang beralih dan menatap ke atas langit pihak Valera membagi dua kelompok untuk menjaga salah satu markas utama karena ia takut akan serangan tak terduga


amarah Valera menggelap ketika melihat para jajaran nya ada yang terluka bahkan vyan ia sedang terlibat baku tembak dan Pram ia sedang melawan Asnee


" dasar sialan ! akan ku bunuh kau sekarang juga ! " geram Valera lalu ia mulai meluncurkan peluru nya kearah pihak musuh tanpa jeda bahkan B dan K ikut menembakkan peluru ke arah musuh


DODODODOR DODODORDODOR !!


suara senjata yang cukup asing membuat semua orang terdiam bahkan vyan ikut tersenyum kala kedatangan adiknya dan yang lainnya


Dave dan Thomas sudah turun dan ikut memberikan rentetan peluru kepada anak buah Esme, begitupun dengan kelima pasukan Phoenix


Valera melompat dari helipad miliknya di ketinggian rendah lalu merenggangkan otot-otot nya dan tersenyum sinis melihat Esme dan Pram sudah hampir babak belur dihajar habis-habisan oleh Esme


" mari kita bermain " smirk Valera dan Esme pun hanya menyeringai tipis, kedua wanita yang memakai baju tempurnya saling menyerang dan memukul, Esme yang berambisi menyerang tubuh Valera dengan brutal begitupun dengan Valera karena amarah nya sudah mencapai puncak kesabarannya


BUGHHHHHH


AGHHH !


BUGHHHHHH

__ADS_1


BRAKKKKKK


Valera melakukan gerakan cepat kepada Esme ia memukul telah wajah dan perut sang lawan hingga Esme tersungkur dan terpental kebelakang hingga tubuhnya menerjang sebuah pot bunga


Dave menembak dengan senjata jenis IP3 dimana peluru-pelurunya keluar lebih banyak serta beracun


DODODORDODODOR !!


" yuhuuuuu, ini sangat menyenangkan " teriak Thomas yang ikut memberikan rentetan pelurunya


DODODODOR !


BLUMMMMN


DUARRRR !!


pihak Esme melepas sebuah bom kepada jajaran Valera yang pada akhirnya mereka tewas dengan tragis B dan K yang melihat itu kalap lalu mereka bersamaan melempar bom dikedua tangannya


BLUMMM


DUARRRR DUARRRR


ledakan sebanyak dua kali itu terdengar dasyat Bahkan pijakan tanah ikut bergoyang, tubuh para korban hancur tak berbentuk darah memuncrat sangat mengerikan bahkan potongan tubuh manusia ikut berserakan


Dave dan Thomas kini mereka memegangi senjata dengan jenis turbo E1 dimana perlunya bisa sampai menembus tiga sampai empat korbannya


DODODODOR !! DODODORDODODOR


AGHHH !


Dave dan Thomas tersenyum menyeringai, vyan yang melihat itu tak mau kalah ia menembak bahkan menerjang dengan sangat brutal seperti tak terkendalikan


pihak Esme Sudah hampir tak tersisa, bahkan Valera masih saja bertarung sengit dengan Esme


DODODORDODODOR !!


korban yang tewas berserakan memenuhi wilayah mansion, bahkan disana pun terdapat beberapa korban anak buah king, mengerikan ! itulah gambaran nya


saat semuanya sudah bernafas dengan lega, suara sesuatu terdengar nyaring dan


Titttttt


SHOTTT


" menunduk pekik vyan " saat ia melihat senjata otomatis dari jarak jauh mulai meluncurkan senjatanya pada tamu yang tak diundang di sebrang sana, praktis semuanya menunduk terkecuali Valera dan Esme yang sedang asyik bertarung


DODODODOR


DUARRRR


naas ! bukan lagi sebuah peluru kecil tapi yang diluncurkan nya peluru berjenis besar sama persis seperti bom, mereka hancur berkeping-keping bahkan kawasan mansion utama sudah rusak dan hancur


semuanya menatap tak percaya dengan peluru itu, mengerikan ! sangat mengerikan


BUGHHHHHH


AGHHH


Valera memukul rahang Esme keatas hingga wanita itu memekik kesakitan dan mengeluarkan banyak darah di hidung dan mulutnya, Valera menyeringai karena melihat darah jiwa iblis nya sudah menggelora tak karuan, Valera mendatangi Esme yang masih kesakitan hingga


BRAKKKKKK


Esme terjengkal kebelakang dan menghantam sesuatu disana, ia menatap tajam kepada Valera


" kau bukanlah tandinganku ! kau terlalu percaya diri untuk melawan ku Esme, bagaimana ? kau menyerah " sinis Valera dengan seringai iblis nya dan Esme justru mendelik sinis


" aku tidak akan menyerah untuk wanita seperti mu, dasar parasit ! " pekik Esme lantang dan sontak perkataan itu membuat semuanya terkejut Esme sudah memancing jiwa iblis yang bersemayam dalam diri seorang lady

__ADS_1


Valera tertawa bagaikan alunan Dewi sang kematian dan seketika tubuhnya Esme memegang sempurna ia sedikit terkejut dengan aura dominan yang dikeluarkannya


" parasit ? hahaha menggelikan.. apa perlu aku bawakan kaca yang besar untuk dirimu berkaca ! cih dasar wanita tak tau malu " ucap Valera geram dengan sorot mata yang sangat tajam " jangan pernah bermain denganku Esme jika ingin nyawa mu bebas tapi sekarang aku menginginkan nyawamu ! " ucap Valera lantang dan sontak membuat Esme geram


tanpa basa-basi Esme maju dan menyerang Valera dengan sisa tenaganya Valera membalas setiap gerakannya bahkan jika ia mau dalam sekali pukulan pun Esme bisa saja ambruk, tapi ia ingin bermain dengan sebuah emosi yang terdapat dalam diri Esme


Esme menerjang dan Valera menangkisnya lalu Esme mencekal tangan Valera dengan erat tapi detik kemudian Valera menggerakkan dirinya hingga bertolak belakang


DORR


entah sejak kapan Valera mulai mengeluarkan senjatanya hingga ia melepaskan satu pelurunya tepat dibagian tangan kanannya


" kurang ajar ! " teriak Esme marah dan Valera hanya tersenyum mengejek lalu dengan santai ia berjalan dan melangkah maju ke depan


" aku sudah memperingatkan mu untuk tidak mengusik hidupku, tapi kau justru semakin berani dengan mengirim orang-orang mu untuk mengacaukan wilayah kekuasaan ku, dan sekarang aku menginginkan nyawamu " desis Valera tajam dan tubuh Esme memegang seketika tapi detik kemudian ia tertawa merasa lucu


" bermimpi lah jika kau ingin melenyapkan ku, satu buah peluru ini tidak ada rasanya ! mari kita bertarung " smrik Esme dan Valera tersenyum sinis, Esme bangkit dan kini gerakan beladiri nya lebih gesit membuat Valera sedikit kewalahan


sedangkan diluar anak buah king masih saja melawan pihak bantuan dari Esme membuat Dave dan vyan geram bahkan Thomas sedang bertarung dengan pria bertato tanpa mengunakan senjata kali ini Thomas lebih brutal, entahlah mungkin jiwa petarung yang selalu diajarkan selama ia beratih tiba-tiba muncul, B dan K masih asyik dengan senjata dikedua tangannya untuk menshot para musuhnya tanpa ampun


BUGHHHHHH


AGHHH !


Dave meringis kesakitan saat seorang wanita berambut emas dengan pakaian seperti petarung pada jaman Persia, Dave memicingkan matanya seketika sedangkan pasukan Phoenix kini mengambil alih dengan dengan vyan dan anak buahnya untuk menumpas semua tamu yang datang tanpa di undang itu


" apakah kau salah satu petinggi king, cihh.. lemah " ucap angkuh wanita itu membutuhkan Dave tersenyum manis menanggapinya tanpa aba-aba Dave mulai menyerang dengan gerakan yang hampir serupa dengan sang lady wanita itu terus menangkis dan mengincar titik pusat tertentu tapi Dave sudah mengetahui trik itu ia tak perduli yang terpenting adalah kefokusan nya


BUGHHHHHH


KRAKKKK


AGHHH !


Dave tidak mau mengulur waktunya, ia memukul tengkuk wanita itu dengan gerakan memutar sama persis yang Valera lakukan, dengan begitu ia mudah untuk mematahkan salah satu tangannya dengan enteng


" AGHHH !! sialan kau, berani sekali kau mematahkan tangan ku ! " teriak wanita itu dan Dave menyunggingkan senyuman nya


" good bye " gumam Dave dan


DODODODOR


wanita itu tewas seketika dengan peluru yang melubangi kepala, jantung, serta perutnya. Dave tertawa jahat


" merepotkan ! " desis Dave lalu ia melihat situasi di sekelilingnya dimana sang lady masih semangat dengan bertarungnya dan begitupun dengan Thomas, vyan dan pasukan Phoenix masih terus menembakan pelurunya bahkan senjata otomatis ikut membantu dan kini semua anak buah Esme mati mengenaskan dimana kawat penyegat itu aktif tanpa aba-aba


vyan dan lainnya bingung seketika karena masih ingin bermain tapi mereka sudah tak bernyawa, mayat bergelimpangan dimana-mana vyan mendelik bahkan menginjak salah satu korban nya, dan alangkah terkejutnya saat ia menemukan tato dengan kata ORTAXS


apa-apaan ini, tidak mungkin Remigio mengirimkan anak buahnya untuk mengacaukan mansion keluarga harson. batin vyan bergumam


situasi kini sudah tenang dan aman hanya suara pertarungan antara Valera dan Esme


mereka tampak tak lelah sedikit pun bahkan Thomas langsung terduduk saat sudah mengalahkan pria menjijikan itu, dan Dave hanya terkekeh melihat tingkah Thomas


BUGHHHHHH


satu pukulan mendarat diperut Valera, lengah ? itulah Valera kecolongan dengan gerakan Esme membuat ia tertawa penuh arti Valera bangkit dan


BRAKKKKKK


KRAKKKK


AGHHH


SRAKKKK


suara itu sontak membuat semua orang menoleh ke arah dua wanita yang sedang asyik bertarung, raut wajah Esme sungguh kesakitan dan valera menatapnya tanpa ekspresi, orang-orang diam tanpa suara bahkan pasukan Phoenix membeku di tempatnya kini, posisi Esme tak menguntungkan karena sang iblis sudah siap untuk melakukan aksinya

__ADS_1


" sweatheart ! "


__ADS_2