Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
mimpi buruk dan amarah


__ADS_3

BRAKKKKKK


Valera memberikan tendangan maut terakhir kalinya hingga Bianca terlempar cukup jauh dan membentur benda disekitarnya


uhukkk


darah lagi-lagi keluar dari mulutnya tak berhenti sampai disitu Valera langsung mencengkram erat tangannya hingga Bianca merasa ketakutan menguasai dirinya sekarang, Valera menatap bagaikan mangsa yang menggiurkan


" tangan ini sudah berani menyentuh putraku, " dingin Valera


KRAKKKK


AGHHH


Bianca berteriak histeris kala Valera memutar tangannya hingga suara retakan terdengar sempurna disana, Remigio terhenyak kala melihat perlakukan kejam dari wanitanya Zizi menatap datar kearah Remigio lagi lalu Remigio menatap balik tapi detik kemudian ingatannya melanglang buana


wanita ini, bukankah ia yang membantu ku kala itu. batin Remigio yang baru tersadar


Zizi tersenyum tipis saat ia melihat ekspresi Remigio seakan ia tahu apa yang sedang Remigio fikirkan


AGHHH


teriakan Bianca kembali terdengar dan mengalihkan perhatian keduanya, lagi-lagi Remigio tertegun karena Valera sengaja menginjak tangan yang sudah dipatahkan sebelumnya


dengan wajah bengisnya Valera dengan mudah melakukan hal itu, sudah tidak ada lagi senyum manis yang terbit di sudut bibirnya sudah tidak ada lagi tatapan melembut dari sorot matanya yang ada semuanya berubah dingin total


" AGHHH..sa..kit.. hikss..hikss lepaskan sakit " runtih Bianca memilukan karena Valera tak kunjung usai menyiksanya


" hahaha .. apa ini sakit ? ohh aku tak tau jika ini sangat sakit tapi entah mengapa aku tak ingin mengakhirinya " ucap Valera dingin dan terkesan seperti wanita psikopat pada umumnya Remigio mendadak bulu kuduknya meremang seketika saat bersamaan ponsel milik Zizi bergetar dan menandakan sebuah notifikasi baru saja di terima,


" nona kita harus segera kerumah sakit kondisi George cukup memprihatinkan bisa dibilang ia sedang kritis " ucap hati-hati Zizi membuat Valera terpaku ditempatnya tatapan matanya kian memancarkan api amarah yang sudah tak bisa lagi dikendalikan Valera berteriak marah kala mendengar Zizi mengatakan itu


" sweatheart kendalikan dirimu, George lebih membutuhkan mu " ucap Remigio dengan lembut bahkan Valera seakan tuli oleh suara Remigio ia semakin menambah tekanan nya pada tangan Bianca hingga membuat si mpunya merintih hebat dan mengerang luar biasa sakitnya


DUAKKK


dengan sekali sentak Valera menerjang wajah Bianca yang menjijikan itu hingga ia tergeletak tak sadarkan diri, dengan nafas yang masih memburu Valera mencoba untuk menenangkan dirinya Remigio langsung mendekap tubuh Valera dengan lembut


" sudah lah Ayo, biar mereka yang mengurusnya " ucap remigio menatap wajah Valera yang masih diselimuti api kemarahan nya yang bagaikan iblis mematikan


" Zizi bawa ia, aku tau dirinya belum mati aku tak ingin ia mati dengan cepat " titah Valera tegas dan Zizi mengangguk patuh ia segera memerintahkan para pengawal yang mengikuti dirinya untuk membawa tubuh tak berdaya milik Bianca untuk menuju markas utama yang hampir usai direnovasi ulang itu


sedangkan Valera bersama dengan Remigio menuju rumah sakit, dalam perjalanan Valera tampak diam entah apa yang merasuki Bianca hingga ia tega menyiksa anak berusia lima tahun yang tidak tau apa-apa Valera mengutuk Bianca dengan sumpah serapah dalam hatinya George dijadikan alat untuk melampiaskan amarah dari seorang Bianca


hingga empat puluh menit berlalu Remigio memarkirkan mobilnya disebuah rumah sakit ternama di negara itu, ia bisa melihat mobil Dave yang terparkir tak jauh dari mobilnya Valera segera memasuki gedung itu dengan langkah tergesa tak lupa ia segera menghubungi Dave untuk menanyakan dimana ruangan George dirawat


Remigio terus menggenggam tangan Valera dengan erat seakan mengatakan jika semua nya baik-baik saja hingga mereka memasuki sebuah lift untuk sampai ke lantai lima ruangan khusus anak


Remigio merapikan rambut Valera yang berantakan dengan tangan nya, Valera yang tak menyadari akan penampilannya kini hanya bersikap acuh saja


" sweatheart, lihatlah penampilan mu sungguh berantakan " ucap remigio lagi dan Valera hanya berdehem kecil hingga pintu lift terbuka sempurna mereka segera menuju ruangan George dirawat

__ADS_1


Dave sedang duduk di luar dengan dua orang pengawal yang menemaninya, hingga sang lady tepat berada dihadapanya membuat ketiga orang itu langsung berdiri dan mengangguk hormat


" bagaimana Dave ? " tanya Valera yang cemas


" kondisinya sedang tidak baik-baik saja nona, George mengalami keretakan pada tulang di bagian dadanya dan lengan bagian kiri akibat terkena pukulan benda tumpul, bahkan luka lebam pun George alami nona " ucap Dave menjelaskan terlihat Valera nampak syok dan terkejut, keretakan tulang ? bagaikan disambar petir siang bolong Valera langsung terduduk di kursi dan Remigio segera menenangkan kekasihnya itu,


" Bianca ! aku akan membuat hidupmu lebih menderita hingga kau memilih kematian untuk hidup mu sendiri " ucap Valera dengan datar dan dingin Remigio mengelus punggung Valera dengan lembut


" apa George sudah bisa dilihat ? " tanya Valera dengan tatapan sendu dan Dave menggeleng


" belum nona dokter mengatakan jika George belum bisa di kunjungi oleh siapapun kecuali dokter dan suster yang mengawasi nya " ucap Dave lagi dan Valera mengangguk mengerti


ia mengusap wajahnya kasar hingga airmata kesedihan lolos begitu saja dan meluncur bebas dikedua pipinya dengan sigap Remigio mengusap airmata itu


" Remi aku takut terjadi sesuatu dengan George, kau tau aku sangat menyayanginya bahkan aku tak pernah membiarkan ia terluka sedikitpun tapi sekarang bahkan wanita itu yang membuat George seperti ini " Isak Valera memeluk erat Remigio bahkan Dave dan dua pengawal lainnya hanya bisa menunduk kan kepalanya saja


" jangan berfikir yang tidak-tidak sweatheart, aku yakin George anak yang kuat ia pasti bisa melewati hal ini percayakan padaku " ucap Remigio menenangkan Valera yang masih menangis terisak


Valera hanya bisa menangis terisak kala Dave mengatakan tentang kondisi George yang memprihatinkan tak pernah ia bayangkan jika George akan mengalami hal seperti ini


*****


keesokan harinya kondisi George masih tetap sama, belum ada tanda-tanda jika ia akan tersadar Valera sudah sangat cerewet menanyakan hal ini pada dokter yang memantau kondisi George dan mereka hanya mengatakan jika George baik-baik saja dan dalam pengaruh obat bius


kabar George kritis sampai ke telinga para B.woman mereka terkejut dan syok dengan kabar yang baru saja mereka dapatkan bahkan tuan ramius dan nyonya Sofhia ikut terkejut akan berita ini


" sweatheart, apa kau sudah makan ? " tanya Remigio yang duduk disamping Valera dan Valera hanya menggeleng pelan, ya karena Remigio baru saja tiba karena pekerjaan yang menantikan


Dave dan dua orang pengawal lainnya masih dalam kondisi yang sama, untung saja perut mereka sudah terisi dengan baik sebelumnya karena Valera yang menyuruh mereka untuk makan terlebih dahulu


sedangkan kondisi Asnee kini baik-baik saja dan sudah berada di markas king bersama dengan Thomas, rencana mereka akan pergi kerumah sakit sore nanti


" bagaimana bisa George mengalami hal seperti itu ? " bingung Thomas karena ia mendapat kabar jika George mengalami kekerasan fisik sehingga membuat ia kritis


" wanita itu ! ya wanita itu pasti yang melakukannya " ujar Asnee tajam dan Thomas hanya mengangguk membenarkan ucapan Asnee


pada saat kondisi Bianca memprihatinkan Zizi membawanya ke markas besar sesuai perintah sang lady, bahkan kehadiran Bianca di ruang bawah tanah membuat Aldebaran terkejut begitupun dengan kedua kakaknya mereka benar-benar tak tau apa yang dilakukan Bianca hingga membuat nya ditawan seperti itu


bahkan Aldebaran berteriak lantang saat melihat kondisi putrinya cukup mengenaskan, ia berteriak dan mengamuk kepada para pengawal yang berjaga akan tetapi mereka menghiraukannya dan mengabaikan teriakan Aldebaran yang menganggu gendang telinga


alhasil Aldebaran langsung terdiam dirasa semuanya tak ada artinya bahkan tenggorokannya pun terasa kering karena terlalu banyak berteriak .


Valera dan Remigio sudah menyelesaikan makan siang nya dan mereka kembali menuju ruang rawat George, saat mereka tiba di lantai lima Valera memicingkan matanya saat dokter itu berbicara serius kepada Dave


" ada apa ? " tanya Valera dengan jantung yang berdebar-debar membuat Dave dan dokter itu menoleh kearah Valera


" maaf nyonya, jika saya akan menyampaikan kabar yang tidak begitu baik " ucap dokter itu hati-hati dan Valera diam saja menyimak begitupun dengan Remigio


" katakan ! " dingin Valera membuat nyali dokter itu seketika menciut dan berubah menjadi gugup seketika


" kemungkinan besar jika pasien akan mengalami trauma setelah insiden yang ia alami " ucap dokter itu dan lagi-lagi valera dibuat terkejut, trauma ? ya mengapa Valera tidak memikirkan hal itu, kekerasan fisik yang dialami oleh anak berusia lima tahun itu bisa pasti akan mengalami trauma dan mengguncang jiwanya

__ADS_1


" lalu ? " jawab Valera yang duduk di kursi panjang khas rumah sakit


" kita lihat saja setelah pasien sadar, apakah gejala trauma itu ada atau tidak " ucap dokter dan Valera maupun Remigio mengangguk dan berterimakasih kepada dokter yang mengawasi kesehatan George yang bisa dibilang hampir setiap jam itu


Remigio memilih duduk di samping Valera yang terlihat termenung itu, Dave hanya bisa diam saat melihat sang lady yang mengalami syok itu


saat mereka semua larut dalam lamunannya suara jatuh nya benda dan tangisan membuyarkan lamunan mereka, Valera dengan sigap langsung masuk dan melihat kondisi George dan benar saja George sudah sadar akan tetapi ia menangis ketakutan


" George " lirih Valera yang melihat putra angkatnya seperti mengalami trauma yang dikatakan oleh dokter beberapa saat yang lalu


" hiks...hiks.. sakit " rintih George sembari menangis membuat Valera langsung mendekat kearah George akan tetapi pria kecil itu hanya menggeleng ketakutan tak lama dokter muncul dengan beberapa suster dibelakang


" aku akan memeriksa kondisi nya terlebih dahulu " ucap dokter dan Valera mengangguk saja


entah apa yang dilakukan oleh dokter sehingga membuat George langsung tenang dan kemudian tertidur kembali membuat Valera memicingkan matanya seketika


" kau menyuntikan obat penenang pada putraku " ucap dingin Valera seketika orang-orang yang berada di ruangan itu mendadak gugup


" jika tidak seperti itu pasien akan terus menangis dan pada akhirnya ia akan memberontak " ucap dokter dengan kepala menunduk


" apakah tidak ada cara lain ! selain kau menyuntikkan obat penenang itu ! bagaimana jika putraku ketergantungan dengan obat itu " pekik Valera marah dan semuanya hanya bisa diam lalu Remigio menenangkan Valera dan memberikan pengertian yang baik sehingga Valera memilih untuk keluar dari ruangan itu


*****


BRAKKKKKK


Valera menerjang tempat dimana Bianca berada, wanita itu membuka matanya sedikit demi sedikit tubuhnya penuh dengan luka lebam bahkan luka dari sayatan dibiarkan begitu saja mengering dengan sendiri nya


Bianca terlonjak kaget kedatangan Valera yang tiba-tiba bagaikan hantu disiang bolong bahkan Aldebaran, beserta kedua kakaknya ikut melihat dan mendengar dengan apa yang dilakukan Valera


" bangun dasar wanita sialan " pekik Valera marah dan Bianca semakin ketakutan begitu saja nyali yang di asah seberani mungkin tiba-tiba menciut dan hilang dengan apa yang ia alami saat ini


PLAKKK


PLAKKK


" apa yang kau lakukan dengan putriku " teriak Aldebaran yang berada di samping ruangannya Valera tak menghiraukan teriakan Aldebaran ia kini fokus kepada bianca yang sudah membuat George mengalami apa yang seharusnya tidak ia alami


" AGHHH kau harus mati " teriak Valera tak terkendali, bahkan kini Dave dan lainnya hanya bisa melihat kemurkaan sang lady di balik layar


DUAKKK


DUAKKK


BUGHHHHHH


Valera melepaskan semua amarah yang sedang meliputi dirinya hingga Bianca benar-benar tidak berdaya, jeritan Aldebaran Chaiton dan Chaiden seakan menulikan pendengaran Valera


" aku... mohon maafkan aku, bunuh lah aku " ucap Bianca lemah bahkan matanya hampir menutup dengan cepat Valera mengambil air dan menyiramkannya secara kasar kepada Bianca hingga wanita itu membuka matanya kasar dengan nafas terengah-engah


Aldebaran yang melihat itu hanya bisa berteriak kencang bahkan mengucap sumpah serapah kepada Valera, terganggu dengan jeritan Aldebaran kini Valera membuka pintu milik Aldebaran dengan kasar hingga menimbulkan suara dentuman menggelegar

__ADS_1


" dasar tua Bangka tak tau malu, setelah kau melakukan kesalahan dan lebih tepat nya penghianatan serta percobaan pembunuhan atas keluargaku, maka keturunan mu melakukan hal yang sama dengan mu termasuk putra sulungmu karena dirinya orang- orang ku merenggang nyawa karena kebodohannya dan kini putrimu mencoba untuk membunuh putraku, maka dari itu aku sendiri yang akan membunuhnya tidak ada kata ampun bagi pengusik sampah seperti kalian dan aku tak sudi melihat kau dan putrimu masih bisa bernafas di muka bumi ini, aku adalah mimpi buruk mu Aldebaran " ucap sengit Valera membuat jantung Aldebaran derdetak lebih kencang, apa Valera sudah mengetahui jika Aldebaran mempunyai niat untuk membunuh kedua orang tua sang lady tapi jangan harap sebelum itu terjadi Valera sendiri yang akan menjadi malaikat kematian bagi keluarga Aldebaran sendiri


__ADS_2