Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
selalu rumit


__ADS_3

hanya butuh dua puluh empat jam Dave beserta anak buah king lainnya berhasil meringkus Viktor disebuah hunian seseorang yang berprofesi sebagai dokter karena Viktor pun mengalami luka tembak dibagian perut nya


Dave benar-benar membumi hanguskan para anak buah Viktor yang melawan saat tuannya hendak dibawa dengan mudah Dave melumpuhkan segalanya bahkan dokter yang menangani Viktor tidak bisa berbuat banyak hanya diam dan terlihat ketakutan


kini Dave akan membawa Viktor menuju markas utama king yang mana Valera sudah menunggu kedatangannya, sedangkan Zizi beserta Thomas dan beberapa beberapa anak buah yang lainnya ditugaskan untuk menjaga Zumba dirumah sakit


tepat pada pukul dua siang hari suara deru baling-baling helikopter yang mirip dengan helikopter tempur telah mendarat sempurna di atas gedung markas nan tinggi dan gagah itu, Dave menyeret kasar tubuh Viktor


" markas king " gumam Viktor saat ia menaiki markas king dan melihat beberapa potret sang lady dengan beberapa petinggi king lainnya bahkan potret Valera saat sedang bersama dengan Macky pun terpajang rapi disana


hingga Dave menyeret Viktor kesebuah ruangan yang harus melewati lorong panjang dengan penerangan yang minim akan tetapi gaya dan kesan arsitektur sejarah pada bangunan itu sungguh kental


seorang wanita yang sedang duduk di kursi kebesarannya dengan aura pemimpin yang tinggi serta sorot matanya yang tajam seksama siap menerkam mangsanya


" nona " sopan Dave dan Valera hanya memberikan kode agar Viktor ditempatkan berada dihadapannya dan Dave mengerti akan hal itu


" Viktor " ucap Valera dengan suara indah dan bak melodi yang menggoda membuat bulu kuduk Viktor meremang seketika " atas dasar apa kau melakukannya " ucap Valera lagi


" melakukan apa ? " bingung Viktor seakan ia terhipnotis dengan aura yang Valera keluarkan Valera terkekeh dengan jawaban yang diberikan oleh Viktor


" menyerang salah satu anak buah ku, bahkan meledakkan dan menghancurkan wine dari perusahaan milikku sungguh perbuatan yang cukup mengesankan " puji Valera dengan senyum misteriusnya


" anak buahmu ? siapa yang kau maksud ? " ucap Viktor lagi menatap Valera dengan lekat-lekat


" apa kau tak mengenali diriku ? ohh ya aku lupa kau hanya seorang pengusaha kecil ilegal saja tapi kau bermain bermain-main dengan senjata dan membuat keonaran di wilayahku, jika belum mampu untuk apa kau bersikap layaknya mafia profesional " tekan Valera dengan menatap tajam kearah Viktor


" kau ! " tunjuk Viktor marah karena dirinya merasa direndahkan oleh seorang wanita


" jangan bertindak gegabah ini tempatku, markas ku dan ini wilayahku berani melawan aku tak segan untuk menebas habis kepala mu " ancam Valera dengan datar dan dingin " zumba ? apa kau lupa dengan nama itu ? " sinis Valera lagi dan detik kemudian Viktor baru teringat akan zumba dan wine yang berhasil ia ledakkan pada saat itu


" zumba ? ya hahaha aku ingat lalu apa hubungannya dengan mu " ucap sinis Viktor dan Valera tersenyum tipis dan terlihat menyeringai


" dia orang ku ! dan kau telah membuat rugi besar usahaku " tajam Valera dan Viktor terkejut


" hahaha ya aku melakukanya karena dirinya wine yang aku produksi menurun drastis " lancang Viktor dan Valera diam saja dan masih terlihat bersikap tenang


" rupanya kau tidak mengenal baik king Viktor baiklah, aku tidak mau berlama-lama di tempat itu aku akan melengserkan semua usaha ilegal mu tanpa sisa dan kau akan hidup menjadi seorang gelandangan yang menyedihkan " sinis Valera dengan mengejek


" siapa kau berani-beraninya mengancam ku ! hanya seorang wanita seolah-olah kau bersikap paling layak " teriak Viktor marah dan Valera hanya tersenyum melihatnya


BRAKKKKKK


Dave menendang punggung Viktor karena ia telah bermain berbicara kurang ajar di depan nonanya sekaligus lady dari king, Viktor meringis kesakitan akibat ulah Dave lalu luka yang telah dijahit di perutnya kini kembali terbuka dan mengeluarkan sedikit darah


" AGHHH " teriak Viktor lagi


" berani sekali kau berteriak tak tau malu di tempat ku " teriak Valera dengan mata yang melotot menatap Viktor dengan tajam


PLAKKK

__ADS_1


PLAKKK


Valera menampar pipi Viktor agar ia sadar sedang berada di mana ia saat ini, Viktor menatap Valera dengan nyalang dan ingin menyerang Valera akan tetapi Valera terlebih dahulu memberikan tendangan serta pukulan mematikannya


BUGHHHHHH


BRAKKKKKK


AGHHH


Viktor tersungkur karena ulah Valera, bahkan ia terlihat merintih kesakitan di sekujur tubuhnya Valera menatap datar kepada Viktor saat ini,


" rasanya aku ingin sekali membunuh mu tapi aku sadar aku tidak dapat apapun dari membunuhmu tapi bukankah aku sudah katakan jika aku akan melengserkan semua usaha mu tanpa sisa, dan nikmatilah hidup menjadi gelandangan di luar sana " tajam Valera lalu berlalu pergi dari ruangan itu meninggalkan Viktor dan Dave yang akan mengurus sisanya


*****


saat ini Zizi sedang bersama dengan Thomas untuk menjaga keadaan zumba yang masih saja sama sejak kemarin para anak buah king ikut mengamankan rumah sakit itu dari pihak lain yang memanfaatkan keadaan


tak lama Vyan datang bersama dengan Leonel membawa paper bag berukuran sedang, Zizi dan Thomas dibuat tercengang melihatnya tak lama mereka menunduk hormat kepada Vyan


" tuan Vyan " sapa Zizi dan Thomas secara bersamaan


" bagaimana keadaan nya " tanya Vyan dengan datar dan langsung duduk di kursi panjang khas rumah sakit


" keadaan nya tetap sama cukup serius dan memprihatinkan " ucap Thomas dengan tertunduk


" semoga dia bisa melewati masa sulit nya " saut Vyan dengan nada yang mulai bersahabat " hmm ini aku bawakan makanan dan beberapa cemilan untuk kalian, makanlah " seru Vyan dengan menyodorkan paper bag itu kepada Thomas


kenapa aku baru menyadari jika tuan Vyan sangatlah tampan dan lebih berkarisma. batin Zizi tanpa sadar ia mengagumi sosok Vyan


Zizi mencuri pandang terhadap Vyan akan tetapi vyan menyadarinya dan ia diam saja seakan ia tak perduli dengan yang Zizi lakukan Thomas yang menyadari Zizi bertingkah seperti itu membuat sejuta pertanyaan dalam benaknya


" ehemm.. " ucap seseorang mengejutkan keempat orang disana


" nona " sapa Thomas Leonel dan Zizi secara bersamaan dan Valera diam saja dengan wajah datar lalu ia memilih duduk di kursi yang berseberangan dengan keempat orang itu


" apa semuanya baik-baik saja " tanya Valera datar


" kondisinya masih tetap sama nona " kini Zizi membuka suara dan vyan hanya diam mendengar suara Zizi yang baru mengeluarkan suaranya itu


" apa dokter itu merawat zumba dengan baik, hmm maksud ku mengontrol keadaanya " ucap Valera dengan menatap Zizi


" dokter melakukan nya dengan sangat baik nona " saut Zizi sopan dan Valera mengangguk saja tanpa mau bertanya lagi,


kabar tentang zumba yang mengalami insiden sudah terdengar di telinga Matt, Edgar dan Hugo bahkan Edgar dan Hugo memutuskan untuk neninggalkan Indonesia sedangkan Matt langsung menuju Paris karena dirinya sedang berada di luar kota


" Vale apa kau sudah makan ? " tanya Vyan bersuara dan Valera hanya menggeleng lemah " wajah mu nampak pucat Vale perhatikan kesehatan mu " ucap Vyan lagi kini keempat orang itu memperhatikan wajah Valera yang memang tampak lebih pucat


" hmm aku mengerti " saut Valera lirih membuat keempat orang itu menatap bingung kepada Valera

__ADS_1


" ada apa ? " tanya Vyan yang kini beranjak dari kursinya dan mendekati adik perempuannya " Vale ? " ucap vyan dengan nada tegas nya


" aku tidak apa-apa kak, aku hanya lapar " cicit Valera dan vyan tercengang akan hal itu


" ayo aku temani kau makan " saut Vyan


" tidak perlu kakak tunggu saja disini, aku tau kau baru saja tiba bukan ? " ucap Valera yang menyadarkan kepalanya ke pundak vyan semua itu tak luput dari pandangan ketiga lainnya


" Leonel kau temani adikku untuk makan disekitar sini " titah vyan dan Leonel mengangguk patuh " makanlah terlebih dahulu dan aku akan menunggumu disini, lebih perhatikan lagi kondisimu Vale " ucap Vyan dan Valera mengangguk lalu ia beranjak dari kursinya dan mulai berjalan dengan langkah gontai


sepanjang perjalanan hanya ada keheningan di antara Leonel dan Valera semua itu membuat asisten kakaknya menjadi canggung seketika


" hmm Nona di sekitar sini ada sebuah restoran terdekat, apa nona ingin makan disana ? " tanya sopan Leonel


" ya terserah kau saja Leonel aku menurut " ucap Valera dan Leonel mengangguk saja


lima belas menit berlalu akhirnya Valera dan Leonel tiba direstoran yang dimaksud tidak terlalu besar dan mewah tapi itu tak membuat Valera protes sedikitpun


Leonel menarik kursi untuk nonanya, dan Valera duduk lalu mengucapkan terimakasih, sedangkan Leonel ia memilih berdiri di belakang Valera


" duduklah " seru Valera dan Leonel hanya mengangguk patuh sebenarnya ia merasa canggung dengan situasi seperti ini, apalagi perasaanya terhadap adik dari tuannya tak bisa ia hilangkan dengan mudah


Valera memesan beberapa menu makanan sehat untuk dirinya dan Leonel tentu saja ia merasa tak pantas makan satu meja dengan nonanya itu.


" makanlah dan jangan sungkan " ucap Valera lagi sebelum ia mengambil menu makanan kesukaannya dan Leonel tersenyum manis menanggapinya


*****


" APA !!! jadi lelaki itu kemarin bertemu dengan wanitaku dan makan siang bersama begitu maksud mu " pekik Remigio hingga suaranya menggelegar diruangan miliknya untung saja ruangan itu kedap suara, saat ini Remigio sedang menerima panggilan dari seseorang


" ya seperti ucapan anda tuan, " saut orang itu lagi


Remigio tampak menahan amarah karena lelaki itu secara terang-terangan mencari perhatian terhadap Valera, tangan nya terkepal sempurna Remigio tak boleh salah memilih langkah identitas Asyur masih sangat terkunci dan terkesan misterius sangat sulit untuk diterobos oleh pasukan IT milik Remigio,


" benar-benar mengejutkan ! apa yang ia inginkan sebenarnya " gumam Remigio lagi lalu ia memutuskan untuk mengakhiri panggilan itu dengan kasar


saat sedang menatap potret Valera yang ia pajang di meja kerjanya seketika pintu ruangan miliknya terbuka membuat pandangan pria berwajah tegas itu teralihkan


" maaf tuan, diluar ada tuan Revan ingin bertemu " ucap James dan Remigio diam saja tak bersuara bahkan ia terlihat enggan bertemu dengan seorang parasit


" owhh tidak sopan membiarkan tamu menunggu lama tuan Adomson " celetuk Revan lalu berjalan dan masuk ke dalam ruangan Remigio lalu duduk di sofa dengan gaya angkuh nya Remigio menatap Revan dengan tatapan tajamnya karena ia tak suka jika orang asing berlaku tak sopan di tempatnya


" kendalikan sikap mu Revan kau persis seperti sampah yang tak berpendidikan dan berlagak seperti penguasa " tajam Remigio yang enggan beranjak dari kursi kebesarannya dan terus menatap Revan dengan lekat-lekat


" cihh jangan terlalu banyak bicara Remigio, telinga ku sakit mendengarnya " kesal Revan " tujuan ku kesini hanya untuk menawarkan kerja sama saja dengan perusahaan mu ini, mengingat perusahaan Harson akan menerima kerja sama dengan ku bukankah ini sangat menguntungkan untuk kita jika menjalin kerja sama juga ? terlebih aku bisa melihat wajah cantik bak bidadari milik nona Harson " ejek Revan dan Remigio menggelap marah


" kondisikan bicaramu Revan !! " teriak marah Remigio " sebaiknya kau pergi dari sini aku tak Sudi jika tempatku di datangi oleh orang seperti mu " marah Remigio lagi lalu ia beranjak dari kursinya dan menyerat kasar Revan akan tetapi Revan melawan dan memukul perut Remigio dengan sikut miliknya


BUGHHHHHH

__ADS_1


" berani sekali kau berlaku seperti itu terhadapku " pekik Revan akan tetapi Remigio tersenyum sinis lalu tanpa banyak berkata Remigio menendang Revan dengan keras hingga ia tersungkur dan menabrak pintu kokoh itu


" menyingkirlah dari sini bajingan !! " bengis Remigio lagi dan tak lama James masuk melihat kekacauan ini dengan segera ia memapah Revan dan membawanya keluar agar singa jantan didalam tak mengamuk lebih liar lagi


__ADS_2