
Valera dan Remigio sama-sama sudah menghabiskan makan malam nya lalu Remigio mulai menuangkan wine itu kedalam gelas Valera dan dirinya
beberapa desert penutup hidangan tersedia rapi disana, Valera lalu mulai menyeruput wine itu secara perlahan dan menyesapnya serta menikmati setiap tetesan rasa yang khas disana
tatapan Valera tak luput dari Remigio tak ada senyuman atau raut apapun yang ada hanya ekspresi datar yang Valera tampilkan, Remigio terkekeh oleh tingkah Valera
aku merasa kehilangan dirimu yang dulu sweatheart, kau yang selalu tersenyum manis saat menatap wajahku kau yang selalu berbicara lembut saat berbincang padaku tapi kini aku tak lagi merasa kan hal itu kau selalu menampilkan wajah tanpa ekspresi mu itu. batin Remigio
Valera lalu mengarahkan pandangan ke segala ruangan, dimana tempat itu sepi Valera baru menyadarinya dan ia sangat yakin jika remigio sudah membooking tempat itu hanya untuk sebuah makan malam
" Remi apa hanya kita disini " ucap Valera mulai membuka suara dan Remigio hanya tersenyum manis lalu mengangguk mantap " kenapa ? " lagi-lagi Valera bertanya
" karena aku ingin kau merasa nyaman dan tidak terganggu oleh apapun " ucap remigio simpul dan Valera hanya terdiam
Remigio tersenyum saat melihat ekspresi dan tingkah calon istrinya itu masih saja datar dan dingin apa mungkin karena kejadian tempo lalu Valera berubah lima puluh persen dari biasanya Remigio memaklumi itu semua dan kini ia tengah meyakinkan kembali hati Valera bahwa semuanya baik-baik saja
" sweatheart, kau tau aku mencintaimu sangat mencintaimu aku takut kau pergi meninggalkan ku, aku takut kau menjauh dari ku itu semua yang aku takutkan " ucap remigio dengan menatap wajah cantik Valera dan Valera pun ikut menatap Remigio " apa kau percaya padaku ? " tanya Remigio lagi
'' cinta memang butuh pembuktian Remi, jika kau bertanya apa aku mencintaimu ? maka jawabannya adalah iya aku mencintaimu tapi apa kau tau apa yang menjadi keraguan di hatiku akan dirimu " ucap Valera dan Remigio menggeleng kepalanya pelan mencoba mencerna setiap kata-kata uang Valera lontarkan " ada banyak rahasia yang kau sembunyikan dariku termasuk para jajaran mu yang memberontak dan siap menyerang ku kapan saja " ucap Valera dengan tatapan yang sulit diartikan tentu saja Remigio sangat terkejut apa Valera sudah mengetahui segalanya dengan permasalahan ORTAXS dan semua pro kontra nya Remigio mencoba menatap mata milik Valera dan Valera pun membalas nya dengan menatap balik " jangan berkilah Remi, aku sangat tau ! kita sama-sama mafia sama-sama pemimpin dari sebuah organisasi dan sama-sama mempunyai berbagai macam taktik dan cara untuk mereka yang memberontak " ucap Valera lagi dengan meneguk wine nya kembali begitupun dengan Remigio
" sweatheart, aku tidak bermaksud untuk menyembunyikan rahasia apapun darimu tapi biarlah aku yang menangani semuanya sampai tuntas, percayakan semua itu kepadaku " ucap remigio dengan nada lembutnya dan Valera hanya tersenyum tipis menanggapi perkataan Remigio
'' aku selalu percaya padamu Remi, kau tidak akan mengecewakan aku bukan ? karena kau mencintaiku benar ? " ucap Valera menimpali perkataan Remigio tak kalah lembut dan Remigio langsung mengangguk tanpa ragu '' maka mari buktikan cintamu sebesar apa Remi, perjalanan akan dimulai kau akan diuji disatu sisi kau seorang pemimpin yang di tuntut bertanggung jawab dan bijak tentu saja para jajaran mu ORTAXS menentang hubungan kita benar ? dan satu sisi kau mencoba mempertahankan cintamu padaku yang jelas-jelas orang yang sudah membunuh jajaran mu sendiri, bukankah kalian memiliki kode etik begitu pun dengan diriku " ucap Valera sempurna dengan mencomot cake dihadapannya dan Remigio diam saja memperhatikan Valera dalam diam perkataan Valera memang benar Remigio akan di uji dengan dua pihak yang berbeda
'' ya aku tau itu, aku sudah mengadakan rapat dengan mereka untuk membicarakan tentang Esme dan Jill, dan kau benar mereka justru menyalahkan mu tanpa mau mendengarkan penjelasan yang sebenarnya terlebih aksi Jill yang menculik George dan hancurnya bangunan milik Jill di California akibat pertempurannya dengan pihak mu, Tapi disini akulah pemimpinnya keputusan ku adalah mutlak tapi jika mereka memberontak maka aku sendiri yang akan turun tangan dan kau tak perlu khawatir lagi " ucap remigio dengan tenang dan Valera pun menyikapi nya dengan tenang
" baiklah aku percayakan padamu sepenuhnya tentang masalah ini, tapi jangan pernah merasa keberatan jika salah satu jajaran mu membuat onar dan melakukan kesalahan seperti yang sudah-sudah aku tak segan membumi hanguskan mereka dan akan ku pastikan aku memiliki kepalanya '' ucap Valera dengan tersenyum manis sungguh ucapan sadis itu hanya ditimpali senyuman penuh pesona oleh Remigio
'' seperti yang kau inginkan sweatheart, jika mereka berani mengusik mu atau wilayah mu aku serahkan itu semua padamu saja " ucap remigio yang meraih tangan Valera lalu mengecup basah disana membuat Valera tertegun seketika " aku mencintaimu " ucap remigio yang mengakhiri pembicaraan itu dan Valera tentu saja ia bersemu merah membuat Remigio gemas dibuatnya
Remigio sangat menikmati waktunya ketika ia sedang menatap wajah Valera yang penuh dengan sejuta pesona sedangkan Valera hanya bersantai ria sambil terus mencomot cake dihadapannya yang hampir tandas itu
sedangkan wine di gelasnya sudah habis dan Valera ingin menuangkan nya kembali tapi Remigio menahan tangannya seketika
'' sudah cukup, tidak ada tambahan lagi " tegas Remigio membuat Valera mengerucutkan bibirnya seketika " aku hanya ingin yang terbaik untuk wanitaku apa aku salah ? '' tanya Remigio dengan nada menggoda nya dan Valera hanya tersenyum tipis
DORR
uhukkk
" shit " umpat Remigio karena peluru itu melesat dan menggores bagian lengan nya Valera terkejut bahkan ia tersedak dengan tembakan dadakan itu, Valera terbelalak karena mendapati jas putih remigio mengeluarkan cairan merah
" Remi kau terluka " panik Valera yang beranjak dan langsung memegang jangan Remigio sorot mata Remigio tajam seketika mata nya mengedarkan ke segala arah lagi-lagi pandanganya menangkap sosok pria berpakaian seperti pelayan yang siap meluncurkan tembakan kedua
DORRR
PRANGGG
Remigio dengan cepat menangkap tubuh Valera dan berguling bersama ke arah kanan untuk menghindari peluru itu alhasil peluru itu mengenai gelas kristal di meja sana Valera tentu saja terkejut dengan gerakan tiba-tiba dari Remigio
" sepertinya ada yang ingin bermain " smrik Valera dan Remigio hanya terkekeh lalu ia mencuri ciuman di bibir Valera sebagai amunisi tambahan untuk melawan mereka " kau ! kenapa malah mencium ku " ucap Valera ketus
__ADS_1
" tenaga ekstra " smrik Remigio yang bangkit lalu mengambil senjata di balik pinggangnya
DODODODOR !!
Remigio memberikan rentetan pelurunya kepada pria tadi dengan sigap pria itu berlari kencang demi menghindari peluru dari Remigio Valera yang melihat itu hanya diam sambil memperhatikan keadaan sekitar begitupun dengan pria itu
DODODORDODODOR !!
" shitt " kesal remigio karena tak satupun pelurunya yang mengenai tubuh pria itu,
ada apa ini, kenapa tidak ada keributan sama sekali ketika ada suara serentetan tembakan seperti ini, apa mereka tuli ? setidaknya mereka menjerit ketakutan untuk memecah fokus mereka yang ingin menganggu ku . batin Remigio aneh
" sweatheart, ayo kita tinggalkan tempat ini " ajak Remigio dan valera mengangguk saja tapi sebelum itu Valera mencomot pisau daging yang tadi digunakan untuk berjaga-jaga ia yakin jika pergerakan nya diketahui oleh pihak musuh
DODODODOR !
Valera dan Remigio menghindar dengan berlawanan arah, terlihat jelas raut wajah Remigio sudah memerah menahan amarahnya Begitupun dengan Valera ia marah karena ada yang berani mengganggu waktu romantis nya itu
sial siapa mereka ? apa mungkin musuh ku atau musuh Remigio , bikin susah saja . batin Valera menggerutu
JLEBBB
AGHHH !!
tepat mengenai sasaran Valera melemparkan pisau dagingnya tepat ke pangkal paha pria itu walaupun tidak terlalu dalam tapi cukup melukai mangsanya Remigio yang melihat itu segera mengkondisikan senjatanya
DORRR !
AGHHH
" Remi sepertinya tempat ini sudah terkepung " ucap Valera asal dan Remigio membenarkan ucapan Valera tapi yang menjadi aneh siapa orang yang berani mengacaukan nya
" kau benar sweatheart, tetap berada disisi ku jangan menjauh sedikitpun aku tidak ingin kau terluka " ucap remigio kepada Valera dan Valera hanya mengangguk saja
" apa kau tak membawa orang mu ? " tanya Valera dan remigio hanya menggeleng lalu tak lama ia merogoh ponselnya untuk menghubungi leo tapi belum saja terhubung Remigio mendapatkan serangan dadakan
BUGHHHHHH
PRANGGG
Remigio ditendang dibagian punggungnya hingga ia terpental cukup jauh dari Valera dan Valera yang melihat itu sungguh terkejut hingga tangan kekar mencengkram kuat lengan Valera
" singkirkan tangan kotor mu itu ! " pekik Valera tajam dengan sorot mata yang sangat tajam dan orang itu hanya terkekeh dengan gertakan seorang wanita
Remigio bangkit dengan perlahan, tendangan yang diberikan lawan cukup membuat punggungnya sakit Remigio menggeram marah kala melihat seseorang menyentuh tangan Valera emosi nya naik turun seketika tapi aneh Valera Hana memberontak tanpa mau melakukan sesuatu
" berani sekali kalian menyentuh wanitaku ! " pekik Remigio Lantang Valera hanya diam saja ia menyerahkan semuanya kepada Remigio saat akan menodongkan senjatanya segerombolan orang masuk dan mulai mengepung Remigio dan Valera
sial, ternyata mereka telah memata-matai ku sampai tempat ini pun mereka mengetahuinya . batin Remigio
Valera yang melihat itu hanya tersenyum sinis ia mulai mengamati pergerakan para pengganggu yang telah menganggu waktu berharganya itu
__ADS_1
" ohh tuan Remigio ternyata kami tiba di waktu yang salah, apa ini sebuah lamaran romantis ? " tanya salah satunya dengan senyum sinis Remigio hanya acuh dan justru bersikap tenang dan Valera mulai jengah dengan keadaan
" lepaskan tangan ku ! " geram Valera tapi itu tak kunjung lepas alhasil valera memutar tangan pria itu dan mematahkan nya dengan mudah
KRAKKKK
AGHHH
orang itu berteriak kesakitan dan semua orang yang berada disana terlonjak kaget, Valera lalu mengambil senjata dari lawan dan mulai memanfaatkan keadaan
DODODORDODODOR ! DODODODOR
Valera menembak kan senjata itu kepada para pengganggu Remigio yang melihat itu tak mau kalah ia mulai membidik lawan dengan tepat sasaran
DODODORDODODOR !
DODODODOR !
AGHHH
Valera menghempaskan tubuh pria itu dengan kasar tapi saat Valera hendak melangkah si pria justru menarik gaunnya sampai sobek hingga memperlihatkan kedua paha Valera yang mulus tanpa cacat
SRETTTTT
" wahh pemandangan yang luar biasa " ucapnya disela kesakitan karena tangannya yang dipatahkan oleh Valera
BUGHHHHHH
Valera menendang wajah pria itu dengan ujung hills nya amarah mulai meliputi dirinya, Valera tak kehilangan akal ia justru melilitkan gaun nya yang sobek itu dengan sempurna
DODODODOR !!
suara tembakan itu masih terdengar disana, Valera dengan cepat berlari dan menerjang seorang pria yang hendak menembak Remigio
BUGHHHHHH
AGHHH
" dasar lemah " sinis Valera dan
DORR
pria itu tewas seketika,Remigio masih asyik berlari kesana kemari untuk mengindari peluru yang ingin bersarang di tubuhnya, Valera mulai bingung senjata yang tidak memadai dan dirinya hanya bersama dengan Remigio
Valera berlari ke sisi kiri dan mulai menekan tombol darurat yang mirip seperti alrm kebakaran, alhasil suara itu mengundang warga sipil yang berlalu lalang baik pihak musuh dan Remigio dibuat kaget apa mungkin gedung ini sudah direncanakan
" sweatheart , disamping mu " teriak Remigio lantang baru saja akan menghindar satu pukulan mendarat di tengkuk Valera membuat si mpunya mulai kehilangan keseimbangan dan rasa pusing mulai menghampiri dirinya
" DASAR WANITA SIALAN ! " pekik geram seorang pria yang tadi memukul Valera, Remigio yang mendengar itu tentu saja geram dan ingin menghajar mulut pria itu yang sudah berbicara lantang pada kekasihnya, tapi bagaimana caranya ? ia pun mulai terkepung bahkan Remigio mulai mengumpat tak karuan, Remigio mulai mengatur nafasnya dan ia justru melihat Valera yang masih terduduk di lantai tapi ia melihat Valera yang memberikan kode lewat kedipan mata nya
PRANGGG
__ADS_1