Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
keributan


__ADS_3

sudah beberapa hari Valera berada di Jerman bersama dengan Remigio, kini kondisi psikologi George mulai membaik dari sebelumnya membuat Valera senang bukan main,


" Remi " panggil tiba-tiba Valera dengan membawa secangkir teh hangat karena cuaca kali ini sangatlah dingin, rencana liburan yang George inginkan terpaksa dibatalkan karena cuaca yang buruk


" terimakasih, sweatheart " ucap Remigio dengan tersenyum lalu membawa Valera untuk duduk disampingnya itu


" apa ada kendala dengan perusahaan mu ? " tanya Valera


" tidak ada, semuanya baik-baik saja. Aku selalu memantaunya dari sini lagipula James dan Leo sangat kompeten jika berurusan dengan pekerjaan " jelas Remi dengan lembut membuat Valera mendesah lega " dimana George ? " tanya Remigio lagi


" dia sedang berada di kamar dan asyik bermain tablet " jelas Valera


" aku senang kondisi George jauh lebih baik,.pengobatan yang diberikan Florenze, cukup efektif " ucap remigio dengan senyum mengembang nya


" ya akupun demikian, ternyata pengobatannya lebih cepat dari yang aku bayangkan " saut Valera tersenyum hangat


Valera dan Remigio melanjutkan pembicaraan kecil seputar mereka berdua, hingga bunyi bel terdengar di pendengaran mereka, Valera beranjak untuk melihat siapa yang bertamu


Valera mengerutkan dahinya saat seorang wanita muda, memakai dress floral berwarna tosca dengan menenteng sebuah tas kecil sedang menatap Valera tanpa ekspresi


" maaf anda siapa ? " tanya Valera bersikap ramah dan menyapa tamu asingnya ini


wanita itu tak menjawab ia bahkan sengaja menabrakkan dirinya ke tubuh Valera hingga terhuyung beberapa langkah kebelakang


" dasar tak sopan " geram Valera, hingga menghentikkan langkah si wanita itu, lalu ia menatap sinis kearah Valera " kau siapa ? datang bertamu dan bersikap tak sopan di rumah orang dasar wanita tak punya tatak krama " pekik Valera geram, hingga suaranya membuat Remigio terperanjat


wanita itu hanya tersenyum sinis melihat Valera yang marah bercampur kesal, hingga suara Remigio mengejutkan mereka berdua


" sweatheart, ada apa ? " tanya Remigio dengan bingung


" entahlah, akupun tak tau " ucap Valera kesal, lalu Remigio menatap kearah wanita yang sedang berdiri dengan angkuh " dasar wanita gila " ucap Valera lagi membuat wanita itu menatap nyalang kepada Valera


PLAKKK


wanita itu menampar Valera dengan sangat keras hingga Valera tak sempat mengelak dan ia tak menyangka akan mendapat perlakuan seperti itu, Remigio mendorong tubuh wanita itu kasar hingga ia terjatuh ke lantai


" apa yang kau lakukan terhadap wanitaku " tajam Remigio dengan dingin dan datar membuat wanita itu terkesiap


Valera masih bingung dengan sikap wanita asing itu bahkan ia bertanya-tanya siapa wanita yang bertamu kerumahnya dengan tidak sopan, Remigio mengelus pipi Valera yang memerah dengan perlahan


" Remi pipiku sakit " rengek Valera dengan manja kepada Remigio bahkan ia tak menghiraukan wanita asing itu dirumahnya, jengah akan kemesraan yang ditunjukkan di depan matanya membuat wanita itu mendesis geram


" jangan pernah menggoda lelaki ku " beo wanita itu membuat Remigio dan Valera melirik secara bersamaan


" lelaki mana yang kau maksud ? " ucap Valera menanggapi perkataan wanita asing yang sedang menatapnya tajam


" Florenze ! aku sering melihatnya keluar masuk dari rumah ini, atau jangan-jangan kau menggoda Florenze dengan menjual tubuhmu " ucap wanita itu lagi tanpa mengulik perkataannya


PLAKKK


kali ini Valera balas menampar perkataan tak sopan wanita itu hingga ia meringis kesakitan tamparan Valera membuat sudut bibirnya mengeluarkan sedikit darah karena kuatnya tamparan itu, nafas Valera naik turun saat wanita itu mengatakan jika ia menjual tubuhnya sendiri kepada Florenze


" jaga ucapan mu nona, kau bisa ku tuntut kejalur hukum " tajam Valera lagi dengan sedikit mengancam


" aku tak takut dengan ancaman mu ! " tantang wanita itu, lagi


" keluar kau dari rumah ku sekarang " pekik Valera marah tapi wanita itu enggan mendengar perkataan Valera membuat Valera menyeret tubuh wanita itu dengan kasar dan mendorongnya keras hingga ia terjatuh, satpam yang berjaga segera mendekat kearah tuannya nya itu

__ADS_1


" kenapa kau membiarkan kotoran masuk ke mansion ku " dingin Valera kepada lelaki yang bertugas menjaga keamanan di sekitar, lelaki itu gugup


" maaf nona, wanita ini bilang ia adalah tamu anda jadi saya menginjinkan nya masuk " gugup lelaki itu membuat Valera mendesah kesal


" DASAR KURANG AJAR " teriak lantang wanita itu " berani-beraninya kau memperlakukan hal seperti ini padaku, kau tidak tau siapa aku " pekiknya lagi


" cihh.. aku tak perduli dengan dirimu " sinis Valera " sekarang kau pergi dari sini , dan kau hanya mengotori mansion ku saja " ucap Valera lagi tapi wanita itu bersiap untuk menyerang Valera tapi dengan sigap Remigio mencengkram erat tangan wanita itu hingga ia memutarnya kebelakang


" setelah kau membuat keributan disini, kau pun berani menampar wanitaku, dan sekarang kau bahkan ingin melukai wanitaku, tak akan kubiarkan ! kau akan merasakan mimpi buruk yang tidak akan pernah kau bayangkan selama hidupmu " ucap Remigio dengan nada sedikit mengancam dan ia memberi kode kepada pengawal yang berjaga untuk membawa wanita ini pergi menjauh dari mansion


setelah itu valera berjalan masuk kedalam rumah,diikuti oleh Remigio dibelakangnya lalu Remigio mendudukkan Valera di sofa untuk mengobati luka akibat terkena tamparan wanita itu, Valera diam saja saat Remigio mengoles kan salep kepada pipi nya


****


" Apa ! " pekik Florenze dihadapan Valera dan Remigio " seorang wanita " bingungnya lagi, dan Valera mendelik sinis dengan ekspresi Florenze


" kenapa ? apa kau tak ingat wanita yang mana " sentak Valera dengan tatapan tajamnya membuat Florenze mendengus kesal


" wanita ? apa kemungkinan putrinya tuan Mehmed " ucap Florenze dengan wajah bingung


" Mehmed ! seorang pria yang datang kerumah mu saat itu " kini Remigio bersuara dan Florenze mengangguk cepat


" tapi bukankah dia mengatakan kalau putrinya sakit " kini Valera uang ikut bingung


" trauma hanya itu, selebihnya aku tak tau bahkan ia masih bisa berkeliaran keluar rumah " ucap Florenze lagi


" apa kau yakin dia mengalami trauma ? " kini Remigio yang ikut bingung


" ya karena aku seorang dokter jadi aku tau mana yang sakit dan tidak ! Cesena memang mengalami trauma " saut Florenze lagi


" AGHHH pasti dia menempati seseorang atau bahkan ia mengikutiku " pekik Florenze frustasi " menyebalkan, tidak putrinya tidak ayahnya sama-sama membuat kepalaku pusing " ucap Florenze lagi dengan mata yang terpejam nya


" lalu kenapa kau tidak membuka hatimu untuknya " celetuk Valera membuat Florenze membuka matanya dengan kasar


" jangan gila Vale, aku tak menyukainya " tegas Florenze membuat Valera terkekeh kemudian


" lalu mengapa lelaki tua itu memaksamu untuk menikahi putrinya ? tidak mungkin jika ini sebuah kebetulan bukan " ucap Valera lagi dan Florenze hanya diam memikirkan ucapan Valera beberapa saat


" aku tidak tau pasti, yang aku tau karena Cesena yang memaksa ayahnya untuk menikah dengan ku " ucap Florenze lagi dan Valera hanya mengangguk-angguk kecil saja pada saat mereka sedang asyik berbincang suara kegaduhan terdengar di halaman mansion minimalis itu dengan cepat Florenze melihat ke arah jendela utama hingga matanya terbelalak kaget saat melihat Cesena datang bersama dengan ayahnya tuan Mehmed dan beberapa anak buahnya yang lain, lalu Florenze pun dibuat panik saat pengawal yang bertugas menjadi keamanan sudah terkapar tak berdaya


" Vale, tuan mehmed datang " pekik Florenze panik hingga membuat Valera berlari ke lantai atas untuk memastikan keselamatan George hingga Valera menarik salah satu maid yang bertugas untuk ikut menjaga George lalu Valera menghidupkan alat peredam suara agar George tak bisa mendengar suara kegaduhan di lantai bawah


BRAKKKKKK


Remigio dan Florenze terkejut karena suara gebrakan pintu yang sangat kasar, Cesena menatap tajam kearah Remigio


" Flo, untuk apa kau disini " ucap Cesena


" tidak ada urusannya dengan mu " ketus Florenze lalu ia duduk kembali


" berani sekali kau berkata seperti itu kepada putriku " bentak tuan Mehmed kepada Florenze akan tetapi Florenze diam saja


" Anda tidak sopan tuan datang dan membuat keributan dirumah orang lain " tajam Remigio dengan aura yang dingin membuat Cesena sedikit ketakutan hingga ia menarik baju sang ayah


" cihh.. jangan ikut campur ! mana wanita sialan itu. Berani sekali ia menampar putriku " bentak tuan Mehmed membuat amarah Remigio memuncak karena ia tak suka mendengar wanitanya disebut wanita sialan oleh orang lain


BUGHHHHHH

__ADS_1


" ayah " teriak Cesena panik hingga dua anak buahnya membantu tuannya itu untuk berdiri


Remigio menghajar wajah tuan Mehmed dengan gerakan halus hingga ia tak mengetahui jika Remigio hendak memukulnya Florenze terkejut seketika tapi diam saja


" AGHHH hajar dia " teriak lantang tuan Mehmed kepada dua anak buahnya


Remigio kini menghadapi anak buah tuan Mehmed yang tidak ada artinya apa-apa hingga ia memilih untuk bermain sedikit lebih lama karena Remigio merasa ototnya sudah lama tak dilatih


Cesena dan tuan Mehmed dibuat diam seketika begitupun dengan Florenze tak lama Valera menuruni anak tangga hingga tatapannya menuju kearah Remigio yang sedang berkelahi secara jantan


" ayah wanita itu berada di sana " ucap Cesena setengah berteriak hingga sang tuan Mehmed langsung berlari ke arah Valera tapi


BRAKKKKKK


Florenze menendang terlebih dahulu punggung tuan Mehmed hingga wajahnya membentur anak tangga yang terbuat dari marmer itu, Cesena langsung berlari ke tempat ayahnya dan menatap tajam kearah Valera dan Florenze


" Flo, berani sekali kau melukai ayahku " bentak Cesena akan tetapi Florenze diam saja begitupun dengan Valera hingga Cesena tak menyadari jika Valera sudah berada di sampingnya


" datang membuat keributan tidak sopan " desis Valera tepat di telinga Cesena hingga si mpunya memutar tubuhnya seketika


" kau " tunjuk Cesena marah hingga ingin menerjang Valera tapi Valera terlebih dulu mencengkram tangannya lalu menjambak kasar rambutnya hingga Cesena merintih kesakitan


" jangan membuat diriku menambah daftar trauma mu nona Cesena yang terhormat ! kau wanita yang mengalami trauma ? lalu bagaimana bisa kau bertindak seperti ini " ucap Valera dengan menekan kuat cengkramanya pada rambut Cesena


BUGHHHHHH


BUGHHHHHH


AGHHH


Remigio tersenyum saat dua anak buah tuan Mehmed sudah terkapar lemah tak berdaya hingga membuat tuan Mehmed terkejut bukan kepalang


" sakit.. lepaskan aku " runtuh Cesena dengan memohon kepada Valera


" Vale " ucap Florenze dengan menggeleng kepalanya lemah, dan


BRAKKKKKK


Cesena tersungkur karena kuatnya dorongan yang Valera lakukan hingga dahinya membentur tiang tangga yang kokoh itu,


" Cesena " pekik tuan Mehmed saat Cesena terluka dibagian dahinya " kau tak apa ? " ucap tuan Mehmed lagi


" ayah kepala ku pusing sekali " rintih Cesena lagu hingga membuat panik tuan Mehmed Valera menatap datar dan terkesan tak perduli dengan keadaan ia memilih duduk manis di sofa mahalnya itu begitupun dengan Remigio


" Flo, cepat lakukan sesuatu " panik tuan Mehmed membuat Florenze melangkah dengan malas ke arah Cesena


" kau tak apa ? " ucap Florenze lagi dan Cesena hanya diam sembari memegang kepalanya yang berdenyut, Florenze langsung memapah Cesena untuk duduk di kursi dengan tenang


" cihh menyusahkan saja " gerutu Valera dengan nada sinis tapi Florenze diam saja bahkan ia berjalan menuju dapur untuk membawa segelas air putih, sebagai dokter ia harus bersikap profesional kepada setiap pasiennya dan Cesena masih terdaftar sebagai pasiennya


" ini semua gara-gara kau " tunjuk tuan Mehmed kepada Valera hingga Valera menatap tajam kearah tuan Mehmed


" jaga nada bicara mu ketika berbicara dengan ku kau tak lihat sedang berada di tempat siapa ! apa kau ingin melihat aku menendang putrimu keluar dari mansion ku " tajam Valera menatap tuan Mehmed tanpa berkedip


" awas saja jika terjadi sesuatu kepada putriku , aku akan menuntut mu " gertak tuan Mehmed tapi Valera acuh saja


" silahkan aku menunggu nya " tantang Valera tapa rasa takut sedikitpun

__ADS_1


__ADS_2