
dua hari kemudian Valera dan Remigio masih di sebuah rumah sewa yang cukup besar, tapi Valera yakin jika ini bukan rumah sewa semata terbukti Valera beberapa kali melihat pergerakan asing melalui ponsel pintar miliknya, tapi saat ia melihat sang suami wajahnya hanya santai-santai saja tak menunjukkan reaksi apapun.
cuaca saat ini di argentina cukup baik, Valera sangat menikmati beberapa hari tinggal di rumah ini karena pemandangannya sangat tenang dan menyejukkan.
tepat di sebuah ruangan yang luas terdapat sofa yang indah nan empuk disitulah semua orang berkumpul untuk membicarakan beberapa perkara termasuk musuh yang telah menewaskan paman Yu.
tampak terlihat raut paman Jiro hanya tertunduk sendu seperti mengenang sesuatu, Valera tau jika kepergian paman Yu meninggalkan luka bagi para sahabatnya itu, nyonya Mecca hanya duduk dengan tangan yang saling menggenggam.
" Maaf jika aku harus mengatakan hal ini, " ucap Valera membuka suara sehingga orang-orang yang berada di sana langsung menoleh kearah Valera yang duduk disamping Remigio. " Aku tak tau apa rencana kita selanjutnya, jujur aku bingung dan tiba-tiba aku tak bisa berfikir jernih apalagi berkonsentrasi dengan baik " ucap Valera dengan lirih. " kematian paman Yu cukup membuatku terkejut. Lalu katakan padaku apa ada musuh lain yang harus diwaspadai ? " tanya Valera menatap keempat para tetua king terdahulu.
paman Jiro menatap lurus ke dinding, begitupun dengan yang lainnya mereka lebih suka menatap objek benda mati daripada harus menatap wajah Valera. Remigio menyipitkan matanya sesaat.
Jika harus dijabarkan musuh Marcell Harson tidaklah sedikit masih banyak lagi di luaran sana, terbukti pembunuhan pemimpin King terdahulu tidak hanya tunggal akan tetapi mereka saling berhubungan satu sama lain.
" Brankas ? Dimana Yu mengamankan aset-aset itu ? " ucap paman Jiro dengan wajah heran, lalu paman Jiro menatap Bie salah satu pengawal paman Yu yang tersisa. " kau tau sesuatu ? " tanya paman Jiro menatap Bie tanpa berkedip dan semua orang kini menatap wanita berambut cepak itu.
" Jika keseluruhannya aku sungguh tak tau. Tapi Pengawal yang mengantar tuan Yu ke tempat itu pasti mengetahui sesuatu. '' ucap Bie dengan penuh keyakinan.
" pengawal yang mana ? " tanya nyonya Mecca menyauti ucapan wanita berambut cepak itu.
" tentunya pengawal tuan Yu nyonya. Orang itu berada di rumah sakit Karena mengalami penembakan saat hari dimana paman Yu diserang " ucap Bie lagi.
" rumah sakit mana ? " Picing Valera, dan Bie mengatakan jika rumah sakit itu cukup jauh dari Mansion paman Yu saat itu pihak bantuan datang dan membawa orang-orang yang terluka di rumah sakit yang cukup baik,
Remigio memutuskan untuk menyuruh anak buahnya untuk memindahkan orang itu kerumah sakit Paris untuk menghindari hal-hal yang tak di inginkan. Valera mengangguk setuju dan membiarkan sang suami yang mencari solusinya kali ini.
" Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang ? pasti mereka mengincar kita juga Jiro! '' ucap Loose dengan wajah panik. Jiro diam seperti memikirkan sesuatu.
" Ya kemungkinan mereka pun mengincar kita karena aset itu ! Aku yakin mereka sedang mencarinya " ucap lama Jiro hingga membuat Valera pusing demikian.
" jangan bermain teka-teki paman. Mereka ! siapa mereka yang kau maksud ? aku sungguh tak mengerti " ketus Valera dan paman Jiro diam saja.
" ini masih berkaitan dengan Frazzes willyam. Kemungkinan adalah antek-anteknya yang lain " ucap paman Jiro.
" baiklah, jika itu penuturan paman. Lalu siapa kali ini yang paman curigai ? " Picing Valera lagi.
" tentu saja adik dari Frazzes sekaligus paman dari Ellara. " ucap paman Jiro lirih.
" adik ? hmm masih berkaitan. Dasar tak tau malu. " desis Valera kesal. " Harta dan harta yang menjadi topik utamanya, kekuasaan membuat mereka gelap mata akan ku pastikan mereka semua mati dengan harta yang dimilikinya " geram Valera dan Remigio terkekeh kecil mendengar ocehan sang istri yang sungguh menggelikan. Valera diam saja saat mendengar kekehan suaminya itu.
semua orang merasa terhibur dengan celetukan menyakitkan dari Valera, bahkan nyonya Mecca tersenyum tipis saat melihat tingkah Valera yang hampir mirip dengan mendiang sahabatnya itu.
sosok Marcell Harson yang baik dan selalu membantu para sahabatnya saat kesusahan bahkan orang lain sekalipun, bahkan tanpa sepengetahuan orang-orang Marcell Harson membantu membangun tempat ibadah bagi orang-orang tertentu, bukan hanya itu bahkan beberapa kali Marcell harson menyumbangkan sebagian harta kecilnya di beberapa panti asuhan yang membutuhkan.
Tapi entah mengapa banyak sekali orang-orang disana yang ingin menjatuhkan nya, mencelakainya dan berakhir sosok mendiang Harson tewas dibunuh oleh kelompok lain.
Markas utama.
Kericuhan terjadi di markas besar King, bagaimana bisa terjadi karena sinyal kuat milik king menangkap pergerakan asing dari radius 5 km,untung saja saat itu Thomas sedang menatap serius layar komputernya yang berada di ruang kendali.
" Apa lagi ini ? '' Picing Thomas saat melihat pergerakan helikopter yang terbang disekitar wilayah king, Mata Thomas terbelalak saat melihat beberapa motor trail berusaha menembus hutan yang dijaga ketat oleh anak buah king, Thomas melihat jika mereka saling melawan dan melepaskan selongsong senjata.
TET.... TET....TET....
Suara itu mengudang resah semua penghuni markas king, Alarm peringatan jika musuh mendekat ke area terlarang. Kebetulan pada saat itu beberapa jajaran king berada di markas utama termasuk Zizi bahkan Elena dan Ed pun berada di sana.
__ADS_1
Zizi berlari menuju ruang kendali menggunakan lift, dan Elena melihat situasi dari arah balkon tempat ia bersantai dengan Ed. Thomas terkejut saat pintu ruang kendali di buka paksa.
" Apa yang terjadi ? " pekik Zizi menatap layar monitor yang menandai orang-orang asing di sana.
" penyerangan ! " ucap Thomas tegas dan Zizi menatap Thomas dengan datar.
" Pindai mereka, hidupkan senjata otomatis. Kau diam disini biar kami yang mengurusnya " tegas Zizi terdengar seperti sebuah perintah.
" tapi kandungan mu ? " cemas Thomas.
" jangan khawatir Aku pasti baik-baik saja, pastikan semuanya terkendali jangan biarkan mereka masuk dengan mudah " ucap Zizi dan Thomas mengangguk, Zizi keluar dengan wajah datar dan dingin kini Thomas menatap beberapa layar monitor tangan-tangan nya harus bekerja cepat dan otaknya harus berfikir dua kali lipat.
DODODODOR !!
DODODODOR !!
suara senjata Laras panjang tentu saja mengudang anak buah king yang berada di dalam, mereka bersiaga dan mengunci gerbang secara otomatis dari pos tempat peristirahatan mereka.
Elena, Ed, zumba, Edgar bahkan Hugo datang dengan wajah bengisnya dan membawa senjatanya masing-masing ditangan. Para anak buah king menunduk hormat pada para petinggi king itu.
" Elena kau tetap berada di sini, bersama dengan ku. Biarkan mereka yang keluar untuk melakukan serangan balik. " ucap Zizi tiba-tiba dari arah belakang dan Elena mengangguk mantap tak lama suara Helikopter terdengar melengking di sana,
" shitt " ucap Zizi " Elena cepat naik '' ucap Zizi saat melihat helikopter naungan king yang dikendalikan oleh salah satu anak buah nya itu, Elena mengangguk mantap dan segera naik.
sedangkan yang lainnya segera keluar menggunakan mobil yang mirip dengan mobil perang itu.
" tetap berjaga disini dan pastikan para tikus itu tak memasuki area ! " tegas Edgar dan para anak buah king mengangguk dengan tegas.
sedangkan di luar sana, para musuh yang menggunakan motor trail semakin bertambah banyak, akan tetapi banyak dari mereka yang tumbang karena serangan anak buah king.
DODODODOR !!!
DODODORDODODOR !!
DODODODOR !!!
DUARRRR.!!!
serangan balik diberikan oleh para pemotor trail, sehingga tak sedikit dari anak buah king yang tumbang dan terkapar, beberapa para pemotor berhasil melewati tahap pertama tapi kesenangan mereka tak berlangsung lama dan tiba-tiba.
SHOTTT
JLEBBB
DODODORDODODOR !!!
Edgar sang psikopat menembak terlebih dahulu musuh yang terlihat, mereka tumbang dari motornya dan menimbulkan gesekan ngilu dari motor trail yang saling bertabrakan.
dua mobil tempur king datang dan bersiap dari arah kiri dan kanan, Hugo yang betugas untuk mengemudi dan Edgar yang bertugas untuk menyerang balik.
DODODODOR !!!
TRANGGG !!
mobil yang Hugo dan Ed kendalikan di bidik dari arah depan oleh motor trail yang lebih besar, Edgar mengumpat kasar dan hendak turun dari mobil tempurnya. Tapi tiba-tiba.
__ADS_1
JLEBBB
DUARRRR.
" merunduk !!! " pekik zumba saat melihat mobil tempur mereka hendak diledakkan, untung saja mereka segera menghindar dari ledakan yang cukup mematikan itu.
" AGHHH sialan kalian semua !! " marah Edgar saat pelipisnya tak sengaja terbentur dengan mobil tempur bagian belakang yang ia tumpangi. " Tak akan kubiarkan ! " seringai Edgar tengil, Edgar mengambil alih dengan kemudi mobil tempur milik king seketika.
SWOSSSS !!
DODODODOR !!!
DUARRRR !!
Edgar dengan bengis meledakan mereka yang terlihat oleh pandangan matanya, zumba memicingkan matanya seketika. Hingga suara ledakan besar mengalihkan perhatian mereka.
sebuah helikopter meledak di udara dengan sangat hebat hingga menimbulkan api di langit King, mata semua orang terbelalak saat melihat itu semua. Terlebih Ed yang melihat Elena menggelantung indah di helikopter dengan wajah datarnya.
" ohh astaga para wanita itu " keluh Hugo saat melihat Elena dan Zizi mengabiskan musuhnya tanpa ampun walaupun keadaan mereka berada di atas, tak ada rasa ketakutan sedikitpun dari mereka para wanita.
" Awas !! " pekik salah satu anak buah king saat melihat sebuah bom berbetuk bola hendak melukai sekumpulan para petinggi king. Sontak mereka berpencar tak tentu arah.
DUARRRR !!!
Tubuh para petinggi king itu berhamburan dengan tubuh yang bergulung-gulung ketanah, Thomas yang melihat itu semua dari layar monitornya hanya bisa meringis tertahan, Elena dan Zizi pun tak kalah terkejut.
Elena menyerang mereka dari arah atas bersamaan dengan Zizi, kedua wanita itu bersemangat sekaligus marah saat melihat para kawan nya hampir tewas karena sebuah bom bola.
DODODODOR !!
DODODORDODODOR !!
" yuhuuiii " pekik Zizi senang saat melihat musuh-musuh itu tumbang satu demi satu hingga tak tersisa satu orang pun, tubuh para lelaki asing tergelatak begitu saja dengan kondisi yang tak layak, sungguh disayangkan.
Ed bangkit secara perlahan baju serta tubuhnya kotor bahkan terdapat beberapa luka di lengannya begitu pun dengan yang lainnya Edgar menggerutu tak karuan, ia bangkit dengan wajah yang memerah menahan amarah nya.
" kau hendak kemana ? " ucap zumba dengan pelan.
" hendak mencari mereka yang masih hidup, aku tak terima lihatlah pelipis ku berdarah dan baju serta tubuhku kotor " ucap Edgar merasa tak terima, lalu ia berjalan tanpa memperdulikan rekan-rekan nya, sedangkan Zizi dan Elena menyusuri tempat dengan berkeliling markas king untuk memantau sesuatu atau melihat pergerakan lainnya yang terlihat mencurigakan.
Mata Edgar berbinar kala melihat salah satu seorang pria yang masih bernafas bahkan ia sedang merintih kesakitan karena terkena dampak ledakan, Edgar berdiri angkuh dihadapan lelaki itu.
BUGHHHHHH
" eghhh " lenguh lelaki itu saat dadanya di injak kuat oleh Edgar hingga ia merasakan sesak nafas sesaat, matanya sayu menatap Edgar yang terlihat sedang menyeringai.
BUGHHHHHH
Edgar menendang tubuh itu sekali lagi bahkan ia terlihat tak peeduli dengan luka-luka di tubuh lelaki muda itu, rintihan kecil seakan tak mengusik gendang telinga Edgar.
" sa..kit.. to..long aku " runtuhnya dengan mata terpejam.
" baiklah " ucap Edgar enteng dan seketika " AGHHH " teriak lelaki itu saat Edgar mencucuk bola mata lelaki itu dengan belati yang selalu tersemat di balik pinggangnya. Darah segar muncrat dan mengenai baju serta wajah Edgar. Para kawan nya yang melihat itu semua mendadak diam karena mereka tahu jika Edgar seorang psikopat berwajah tampan.
Edgar tertawa puas saat melihat mainan nya tak lagi bergerak dan pada akhirnya lelaki itu tewas dengan tragis, Edgar mendesah ketus dan membiarkan tubuh itu tergelatak begitu saja.
__ADS_1