
Ruang, penyekapan bawah tanah.
Valera datang bersama dengan nyonya Mecca karena ia pun ingin tau apa yang terjadi sebenarnya pada masa lalu.
valera duduk di sebuah kursi kayu yang sebelumnya telah ia bersihkan menggunakan tisu yang ia bawa.
Allarik dan Wilson duduk di kursi dengan jarak yang cukup jauh, keduanya saling menatap tajam dengan nafas yang terlihat begitu menderu.
" hehehe.. jadi apa dia putrimu Mecca ? " tanya Allarik dengan ketus menatap Valera dan nyonya Mecca dengan tatapan sinis nya.
" menurut mu ? " ucap nyonya Mecca terkesan acuh.
" jangan banyak berkata-kata karena kedatangan ku kemari untuk memberikan beberapa pertanyaan yang wajib kalian jawab " ucap Valera dengan tegas hingga Wilson terkekeh mendengarnya begitupun dengan Allarik.
" kau fikir dirimu siapa, hingga kami harus menjawab setiap pertanyaan mu " kekeh Allarik merasa itu adalah hal yang sangat konyol saat ini.
" jika tidak bisa menjawab atau kalian menyangkalnya maka.." seringai Valera muncul saat ini hingga manik hazel itu mengeluarkan aura yang begitu menakutkan tajam bagaikan sebuah belati yang siap menghunus kapan pun, Allarik seketika tertegun kembali saat melihat sorot manik itu, Tak lama Edgar muncul dengan membawa sebuah cambukan yang terlihat masih baru dan begitu mengkilat, sontak Wilson dan Allarik terbelalak lebar.
" jangan main-main !! " teriak Wilson lantang hingga tubuhnya hendak memberontak dan menimbulkan suara yang nyaring dari pergerakannya.
Edgar maju dengan wajah datar, dirinya tak suka jika ada yang berteriak tak sopan dengan pemimpinnya, Wilson seketika gugup menatap wajah Edgar yang minim ekspresi itu.
CETARRR
AGHHH
" ohh.. ini baru latihan... jadi fikirkan baik-baik " ucap Valera tegas dan penuh penekanan.
" Aku tak percaya jika dia putrimu Mecca ! " tekan Allarik dan nyonya Mecca seketika tertawa renyah menertawakan kebodohan Allarik yang menduga jika Valera adalah putrinya.
Allarik yang melihat nyonya Mecca tertawa mendadak kesal dan geram sekaligus karena Allarik merasa nyonya Mecca sedang mempermainkan nya.
" kapan aku mengatakan jika wanita yang berada di sampingku ini adalah putriku ? " ucap nyonya Mecca berwajah polos dengan senyum tipis menghiasi wajahnya saat ini. " aku yakin kalian akan terkena serangan jantung saat mengetahui identitas dari wanita ini " lanjut nyonya Mecca.
" ckckck.. sombong " gerutu Allarik menatap tak suka pada nyonya Mecca dan Valera.
" Baiklah, cukup bergurau nya nyonya " ucap valera dan nyonya Mecca mengangguk seraya tersenyum manis " Allarik walhema seorang lelaki miskin yang ditemukan oleh Marcell Harson disebuah desa dekat pesisir pantai yang dulunya berprofesi sebagai seorang nelayan " ucap Valera datar dan Allarik terkejut karena Valera mengetahui asal-usul nya dulu " sungguh beruntung nasib mu kala itu tuan Allarik karena kau bertemu dengan beliau dan membawamu ke kehidupan yang lebih baik, tapi sayang kau tak tau balas Budi " ucap Valera berwajah serius. " kau diasuh, dididik oleh tuan Marcell hingga kau menjadi orang yang serba bisa pada saat itu, karena hasil didikan beliau dan kau pun diangkat menjadi orang kepercayaan nya di tingkat dua, memberikanmu kepercayaan penuh hingga takdir yang diterima tuan Marcell tak berbuah manis kala kebaikan dirinya dikhianati begitu saja " ucap Valera tersirat kemarahan dalam tatapannya.
" siapa kau !! " sentak Allarik.
" berikan aset-aset milik tuan Marcell yang berhasil kau rampas dengan tak tau malu " tegas Valera.
" siapa kau !! " teriak Allarik marah.
CETARRR
AGHHH
" bicara yang benar dan sopan tuan Allarik. " smirk Edgar dan Allarik merintih kesakitan kala cambukan itu mengenai bagian perutnya, Wilson yang melihat itu menelan Saliva nya susah payah, lelaki yang membawa cambuk bagaikan sosok iblis dihadapannya kini.
__ADS_1
" bagaimana rasanya ? '' ucap Valera tersenyum polos " sakit ? tentu saja.. Maka kau harus menjawab semua pertanyaan ku dengan jujur '' ucap Valera lagi masih terkesan santai.
" siapa kau ? '' kini justru Wilson lah yang balik bertanya dan Valera langsung menoleh kearah lelaki itu dengan tertawa sumbang khas seorang pemimpin yang berwajah angkuh.
" tuan Wilson andaman seorang mafia bodoh yang bergabung dengan king pada saat kepemimpinan tuan Marcel pada saat itu, seseorang yang mengaku jika dirinya seorang penguasa, membuat beberapa kerja sama dengan para teman mafianya hanya untuk menumbangkan kakek ku '' ucap Valera dan Wilson cukup terkejut begitupun dengan nyonya Mecca.
kakek ? apa jangan-jangan wanita dihadapannya itu adalah pemimpin king yang sekarang, dulu saat Marcell masih hidup dirinya akan menyerahkan king kepada cucu perempuan nya, dan kini ? seketika Allarik dan Wilson terkejut dengan mata yang terbelalak lebar seperti sedang terkena serangan jantung.
" jadi...jadi kau ? '' ucap Wilson tak percaya dan Valera justru menatap aneh pada Wilson. " kau cucu perempuan Marcell ? '' ucap nya begitu saja.
" pertanyaan ku yang pertama. Siapa saja selain kalian yang berhasil menguasai aset-aset milik Kakekku " tajam Valera dengan penuh penakanan.
Wilson dan Allarik seketika terdiam ditempatnya, manik mereka masih menatap Valera dengan tatapan yang sulit diartikan tapi Valera merasa jengah dan kesal karena sedari tadi ditatap secara terus menerus, akhirnya Valera memberikan kode pada Edgar untuk melakukan tugasnya.
CETARRR
AGHHH
CETARRR
AGHHH
" aku.. aku tak tau sungguh '' rintih Allarik dengan wajah yang meringis karena Edgar mencambuknya sekali lagi.
" masih tak ingin menjawab ? hmm bagaimana dengan mu tuan Wilson ! '' tekan Valera akan tetapi Wilson menggeleng lemah dan itu membuat Valera geram bukan main.
" Edgar kau bisa melanjutkan nya ! '' tegas Valera dan Edgar mengangguk dengan penuh kepuasan.
CETARRR
CETARRR
" oke !! hentikan... aku akan memberitahukan apa yang ku ketahui '' ucap wilson akhirnya menyerah dan Valera tersenyum miring.
nafas kedua lelaki yang kini menjadi korban itu cukup tersengal bahkan tubuhnya sedikit bergetar karena merasakan sakit yang luar biasa akibat cambukan yang mereka dapatkan.
" aset-aset apa yang kau maksud ? '' ucap Wilson lagi " kau tak bisa mengambilnya begitu saja '' ucap Wilson lagi.
CETARRR
" ahhh..hentikan.. bedebah kalian semua '' teriak Wilson meraung penuh kesakitan.
nyonya Mecca tau jika Wilson dan Allarik mengetahui sesuatu, terlihat dari sorot mata keduanya yang terlihat penuh misteri. Allarik menarik nafas dalam ia tak ingin apa yang telah ia pertahankan diambil kembali oleh Valera begitu saja.
keduanya memilih bungkam dan berbicara bertele-tele hingga membuat sang Lady muak dan geram, Valera menarik langsung cambuk yang berada di tangan Edgar.
seringainya kali ini lebih jelas dan menakutkan, Valera menatap Wilson dan Allarik secara bergantian.
" terimalah hadiah yang kuberikan untuk kalian berdua " smirk Valera.
__ADS_1
CETARRR
CETARRR
CETARRR
CETARRR
valera begitu menggila mencambuk Allarik dan Wilson secara bersamaan tubuh keduanya terlihat lemas dan mengeluarkan darah dari tubuh mereka yang penuh luka.
BUGHHHHHH
Allarik terjatuh dari kursi kayu yang menjerat dirinya hingga kepalanya terbentur begitu keras Wilson yang melihat itu hanya bisa diam dengan perasaan yang campur aduk.
" masih memilih bungkam ? " tanya Valera.
" Josephine memiliki aset milik Marcell berupa perusahaan gudang anggur beserta perkebunannya di Selandia. " ucap Wilson pelan dan Valera mendengar jelas perkataan itu. " Aneth memiliki aset berupa pabrik persenjataan milik Marcell di Swedia. Mehmet memiliki pabrik penyimpanan sabu dan ganja di turki.. Hanya itu yang aku tau '' ucap Wilson yang pada akhirnya jatuh tak sadarkan diri dengan tubuh yang berkeringat hebat disana.
******
Ruang tertutup, kediaman nyonya Mecca.
valera dan keenam jajarannya melakukan panggilan video dengan para tetua king bersama dengan nyonya Mecca.
valera duduk dengan tenang walaupun wajahnya menampilkan raut yang tampak serius, nyonya Mecca melakukan tugasnya dimana ia segera menghubungi rekan-rekan nya.
" ada apa Mecca ? apa ada perkembangan ? " ucap Zorfan saat panggilan Vidio mereka terhubung satu sama lain.
" Allarik dan Wilson telah dilumpuhkan mereka ada disini menjadi penghuni ruang bawah tanah milik ku " ucap nyonya Mecca. Zorfan, Jiro dan Loose terbelalak kaget mendengar pengakuan Mecca.
valera menatap satu persatu wajah-wajah tua yang berada di layar monitor milik nyonya Mecca, tatapannya tak seperti biasa sorot matanya tajam seperti sedang memindai sesuatu.
Teruslah berpura-pura, karena sebentar lagi aku akan membongkar semuanya. Batin Valera tersenyum sinis.
Nyonya Mecca memutar rekaman cctv yang ia simpan diruang bawah tanah atas pengintrogasian Allarik dan Wilson, ketiga rekannya melihat rekaman cctv itu dengan wajah serius.
valera diam memperhatikan para ekspresi berbeda dihadapannya, terkejut ? syok ? bahkan tegang pun beradu menjadi satu, Valera mengetuk-ngetuk jarinya diatas meja, hingga suara ketukannya mendapatkan lirikan dari semua orang.
" Josephine, Aneth, Mehmet " gumam Zorfan saat mendengar pengakuan dari Wilson tentang hal ini. " jadi kau akan memulai dari mana ? " tanya Zorfan lagi.
" Entahlah aku tak tau " ucap Valera ambigu dan Zorfan hanya menautkan satu alisnya.
jawaban Valera yang terkesan tak peduli mendapatkan tatapan penuh tanda tanya dari nyonya Mecca, ada apa dengan Valera nyonya Mecca merasakan hal lain disini.
Dave melirik ladynya sekilas ia yakin banyak sekali rencana yang tersusun di kepala sang lady saat ini.
Paman Jiro menatap Valera dari layar monitor yang terhubung dengannya, Valera pun balas menatap paman Jiro dengan tatapan tak biasa membuat paman Jiro merasa tak nyaman.
dua jam berlalu setelah melakukan panggilan Vidio, Valera memanggil jajarannya untuk masuk kedalam ruangan yang ditempati oleh nya, hanya menunggu sepuluh menit mereka kini telah berkumpul di kamar sang Lady.
__ADS_1
" Lady " ucap mereka serempak dan Valera menoleh sekilas lalu tersenyum tipis.
" siapkan keberangkatan kita menuju Selandia !! Josephine aku seperti mengenali nama itu '' ucap Valera dan keenam jajarannya saling pandang secara bersamaan. '' oh ya jangan lupa, Dave kau hubungi beberapa anggota black road untuk mengawasi mansion ini '' ucap Valera dan Dave hanya mengangguk patuh walaupun sebenarnya ia sungguh penasaran. " persiapkan diri kalian untuk misi selanjutnya !! '' tegas valera. Dave, Elion, Edgar, Hugo, Matt dan zumba mengangguk patuh dengan sigap sempurna, mereka rasanya tak sabar untuk melakukan perang selanjutnya.