Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
MRS . OTO


__ADS_3

Indonesia, waktu setempat


kini Andre sudah siuman, dan para dokter menangani Andre dengan baik saat ini Andre hanya ditemani oleh Parto karena dua kawannya masih ada urusan yang harus diselesaikan


" bagaimana keadaan mu setelah tertembak ? " ucap Parto polos


" apa kau ingin merasakannya ? " ucap pelan Andre dan Parto seketika menggeleng cepat dan membayangkan hal-hal yang menyeramkan lalu pandangannya beralih pada jarum infus yang tertancap di tangan kiri Andre dan beberapa alat medis lainnya membuat Parto bergidik ngeri


" tidak ! aku tidak mau " ucap Parto lagi dan Andre hanya mendengus kesal " siapa orang yang menembak mu kala itu, aku masih saja penasaran " celetuk Parto lagi


" entahlah, akupun tak tau kejadian waktu itu sangat cepat, wajah nya pun tak terlihat tapi dari perawakannya ia seorang lelaki " saut Andre lagi " apakah ada pihak polisi yang datang kemari ? " tanya Andre yang baru menyadari jika kejadian itu di tempat keramaian


" belum, tapi aku sudah memberikan keterangan sedikit, dan mereka akan meminta keterangan lagi padamu saat kau sadar, kita bisa melakukan drama " ucap santai Parto yang Andre hanya mengangguk saja


Juan sudah mengetahui jika Andre sengaja ditembak oleh orang yang tak dikenal, oleh karena itu ia segera memberi tahukan sebuah email pada sang lady untuk memberi tahu jika terjadi sesuatu kepada Andre


berselang satu jam pesan email milik Juan terbalas langsung dari sang lady jika ia menyebutkan jika akan ada orang yang akan datang ke Indonesia untuk membantu jajarannya menemukan siapa orang yang telah menembak Andre


*****


" kode yang kau kirim kemarin berasal dari Amerika, tapi setelah ku selidiki lebih lanjut kode tersebut telah berpindah negara dan sekarang berada di Paris " pesan Greta lagi


Valera yang membaca pesan dari Greta seketika mengkerutkan dahinya mencoba mencerna apa yang baru saja ia baca, kenapa harus Amerika lagi ? benar-benar rumit dan semakin rumit


Valera mencoba membuka laptop nya mencari kode itu dengan pengetahuannya sendiri, lalu ia memasukan beberapa sandi yang sulit dan cukup rumit hingga kata-kata loading tertera jelas disana


Valera mengetuk-ngetukan jarinya diatasi meja seakan ia sedang menunggu hasil yang cukup menegangkan


hingga nama seseorang muncul disana, Valera menyipitkan matanya seketika nama yang asing tapi tunggu wajah ini, sepertinya familiar


aku seperti pernah melihatnya tapi dimana. batin Valera lagi


hingga suara ketukan membuat konsentrasi dirinya buyar Valera segera menutup laptopnya dan beranjak untuk membuka pintu dan melihat siapa gerangan


" mamih " seru George tersenyum dan Valera tersenyum " apa mamih sedang sibuk ? jika tidak maukah kita keluar bersama dan mengajak kak Daniel bersama " usul George dan Valera diam saja, Valera telah memutuskan untuk Daniel tetap berdiam diri di mansion tapi kali ini Valera berubah fikiran bukankah Daniel menjadi incaran pihak lain tidak ada salahnya jika Valera mengajak Daniel ikut serta dan melihat apakah ada pihak yang mencurigakan


" baiklah " ucap Valera tersenyum dan George berteriak antusias


Valera mengunakan mobil yang dimodifikasi tingkat tinggi dengan berbagai senjata yang memindai dan cukup, mobil mewah berwarna biru ini adalah mobil kesayangannya dimana sistem dan fiturnya sangat canggih


Valera memutuskan untuk makan siang diluar mengingat ia belum mengisi perutnya hingga mereka sampai di restoran milik Diego dan lavanya


entah menatap Valera memilihi restoran ini, Valera memesan nomor meja yang terbuka untuk melancarkan rencana nya jika memang Daniel sedang diawasi


" pesan lah " ucap Valera lembut George dan Daniel mengangguk pelan lalu mereka mulai memesan berapa menu hidangan lezat dan termasuk sosis Mozarella kesukaan George


sepuluh menit berlalu pesanan mereka sudah datang dan ketiganya segera menyantap menu itu Valera dengan santai mengawasi lokasi sekitar

__ADS_1


mata tajamnya seakan sedang menyelidiki sesuatu ditempat itu


sepertinya tidak ada yang mencurigakan. batin Valera


tiga puluh menit berlalu akhirnya mereka telah menyelesaikan makan siangnya Valera memberikan kartu tanpa batas nya kepada kasir hari ini baik Diego maupun Lavanya tidak terlihat.


Daniel terus menggenggam tangan George karena hari ini Asnee tidak ikut serta karena permintaan Valera


hingga mata tajam Valera melihat pergerakan aneh dari satu orang lelaki yang tepat berada di dekat mobilnya, ia seperti memberikan sebuah kode dan tak lama Valera melihat pergerakan yang lainnya.


sial ternyata mereka masih saja mengincar Daniel ! . batin Valera geram


Valera mencoba untuk tenang karena saat ini ia sedang bersama seorang anak kecil dan lelaki remaja


" Daniel jangan terlalu jauh dariku, " seru Valera dan Daniel bingung lalu detik kemudian ia paham akan situasinya yang kini sedang tidak baik-baik saja Daniel gugup tapi ia mencoba untuk tetap tenang ternyata Daniel melihat seorang gadis yang selalu mengganggunya saat di asrama


" gadis itu " gumam Daniel dan Valera langsung menatap arah pandang Daniel, Valera yakin jika gadis itu ikut terlibat terlihat dari sorot matanya yang sangat tajam


Valera berjalan dan terus mengamati sekitar Hinga dirinya Daniel dan George masuk kedalam mobil, tak lama Valera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dalam. benar saja dua buah mobil sedan sedang mengikutinya


Daniel langsung melihat ke arah belakang sedangkan George asik memainkan tabletnya


" kak, apa mereka sedang mengejar kita " ucap Daniel dan Valera mengangguk yakin " lalu bagaimana ? " ucap Daniel lagi kini George ikut menatap dan melihat kearah belakang, lalu ia mulai memakai sabuk pengamannya


" George jika kau mendengar suara tembakan segera menunduk " ucap Valera dan George mengangguk paham dan mengerti kini Valera melanjutkan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan saat dipersimpangan Valera hampir ditabrak oleh satu buah mobil lain dari pihak kiri


" Daniel dibawah kursimu terdapat senjata yang bisa kau pergunakan jika kau butuh " ucap Valera yang masih fokus dengan kendali setir nya " jika kau merasa bisa maka gunakan saja " ucap Valera dengan tegas dan Daniel mengangguk paham


kini tiga buah mobil sedang sedang mengejar mobil mewah milik Valera, ditambah kondisi jalanan yang lumayan ramai membuat Valera tak bisa berbuat lebih banyak karena jika ia melepaskan senjata otomatis yang berasal dari mobil nya akan terjadi keributan ditengah-tengah warga sipil


Valera membanting setir kearah kanan dimana jalanan itu menuju ke lokasi markas, Valera menyeringai menakutkan


mobil sedang itu terus mengejar Valera tanpa menyadari jika mereka mulai memasuki kandang singa yang siap kapan saja menerkam


" Oky, let's play " gumam Valera dengan seringai iblis nya, Valera menekan tombol berwana hijau dimana senjata otomatis yang akan dikeluarkan dari body mobil dalam kondisi siap lalu Valera melihat kearah belakang dimana tiga buah mobil asing masih terus mengejarnya


DODODODOR !!


Valera memberikan tembakan peringatan walupun peluru itu tidak mengenai pengemudinya tapi apa yang dilakukan Valera sukses membuat mereka terkejut dan membuat laju mobilnya menjadi oleng


hingga Valera tiba di halaman markas dan seketika anak buah king yang mendengar suara tembakan itu langsung bersiaga dan memblokir jalur keluar dan evakuasi


" kalian tetap didalam " ucap Valera lagi Daniel dan George mengangguk patuh kini Valera keluar dengan wajah dan aura yang dingin para anak buah king sudah mengepung mobil asing itu para penghuni markas seketika berhamburan keluar untuk melihat apa yang terjadi


" OUT " pekik Valera lantang ia bisa melihat jika para penghuni mobil sedan itu berjumlah lumayan " keluar atau peluru-peluru dari anak buah ku yang akan memberondong kalian semua " teriak Valera lagi, dalam hitungan detik mereka keluar dengan wajah yang mulai ketakutan Valera tersenyum sinis ia melihat delapan orang lelaki tak jauh dari hadapannya " lepaskan pakaian mereka " titah valera lagi membuat kedelapan pria itu membelalakkan matanya, para anak buah king langsung melakukan tugasnya dan terlihat para lelaki itu memberontak tak karuan sehingga membuat para anak buah king mau tidak mau memberi kan sedikit pelajaran


" nona " seru Dave yang berada dibelakang Valera

__ADS_1


" Dave tolong bawa George dan Daniel masuk kedalam, mereka tidak boleh melihat ini terlebih George " ucap Valera datar dan Dave mengangguk


setelah George dan Daniel masuk Valera lalu berjalan dengan perlahan kearah mereka dan mulai berjalan memutari sembari menatap dengan intens


" siapa yang menyuruh kalian " ucap Valera yang kini sudah tepat di wajah salah satu dari mereka, pria itu bungkam dan memilih diam tak berani menatap " jawab atau kau akan mendapat hadiah yang tak akan pernah kau bayangkan seumur hidupmu " ucap Valera dingin


Valera memicingkan matanya saat melihat pria itu ketakutan dan gugup lalu ketujuh dari mereka mulai menjauh seakan-akan mereka akan mengetahui apa yang terjadi, Valera memberi kode kepada anak buahnya untuk ikut menjauh begitupun dengan valera


" mengapa kau diam " bingung Valera, dan lelaki itu terlihat sangat ketakutan " jawab " teriak Valera lagi pada saat lelaki itu akan menjawab seketika


DUARRRR


lelaki itu meledak dengan tubuhnya yang bercerai berai hingga potongan-potongan daging berhamburan tak tentu arah Valera dan lainnnya sungguh terkejut begitu pun dengan para penghuni markas, Valera mengkerutkan dahinya seketika noda darah lelaki itu mengenai dress nya


ternyata pemimpin dari mereka sudah merencanakan hal ini, meletakkan dan menanam kan bom dengan sengaja ditubuh para anak buahnya, menjijikan . batin Valera lagi


" wow, bom ternyata ! sungguh pemandangan yang indah " ucap Valera dengan terkekeh membuat semua orang mengekrutkan dahinya seketika


kini mereka tersisa tujuh orang Valera yakin jika masing-masing di tubuh mereka telah terpasang bom waktu seperti orang sebelumya Valera merasa kepalanya sedikit berdenyut bagaimana caranya untuk mengintrogasi tanpa harus membuat tubuh mereka meledak seperti kejadian beberapa menit yang lalu


Zizi yang melihat nonanya bingung seketika menghampiri nya


" kau tak apa nona ? " ucap Zizi ikut cemas dan Valera menggeleng


" bagaimana caranya mengintrogasi mereka tanpa harus tubuh mereka meledak, aku yakin jika mereka diawasi termasuk kita " ucap pelan Valera dengan memicingkan matanya menatap ketujuh pria itu dengan intens, Zizi pun ikut bingung dibuatnya ini bukan perihal yang baik


lalu Valera teringat sesuatu dengan cepat ia berlari secepat mungkin membuat semua orang menatap heran tak lama Valera kembali dengan sebuah kertas dan bolpoin ditangannya lalu ia mulai menuliskan sesuatu


" siapa yang menyuruh kalian ? jika kalian bisa menjawab aku pastikan nyawa kalian semua selamat tanpa harus meledak " tulis Valera lagi dan seketika ketujuh pria itu tertegun lalu Valera menyodorkan kertas dan bolpoin kearah salah satunya


pria yang menerima kertas itu seketika gugup dan takut bercampur menjadi satu, lalu ia menatap kearah kawan-kawan nya yang diam tertunduk


" kami hanya memanggilnya dengan Mrs. OTO " *tulis pria bertubuh jangkung dan Valera mengkerutkan dahinya seketika


nama asing lagi sepertinya akhir-akhir ini aku akan berurusan dengan orang yang tak kenal. batin Valera*


" *berasal dari mana Mrs. OTO itu ! " tulis Valera lagi


" Amerika " singkat pria itu dan lagi-lagi Valera menghembuskan nafasnya kasar


" baiklah terimakasih atas informasinya kali ini kalian aku bebaskan tapi tidak untuk yang kedua kalinya " tulis Valera dengan sorot mata yang tajam dan seketika ketujuh pria itu mengangguk dan menunduk hormat kepada Valera dan tak lama mereka meninggalkan tempat itu dengan cepat*


setelah kepergian mereka kini Valera memasuki markas dan duduk di diruangan favoritnya dimana kini para jajaran king ikut berkumpul menjadi satu


" lagi-lagi Amerika ! memuakkan '' gerutu Valera lagi dan membuat semua para jajarannya terkekeh apa sang nona lupa jika calon suaminya berasal dari Amerika bahkan ia pemimpin ORTAXS ! jangan bilang jika nonanya lupa


Valera terus saja menggerutu tidak jelas bahkan ia mengumpat MRS OTO habis-habisan rupanya api amarahnya belum puas tersalurkan sehingga membuat sang lady tak henti-hentinya nya mengoceh tak karuan

__ADS_1


__ADS_2