
valera baru saja menyelesaikan urusannya dengan Hans Maxwell tentang dua orang musuh dari ayah biologisnya George.
Voltur kini dibawa ke negara lain untuk ditawan dan di siksa di bawah kekuasaan Hans Maxwell di England, bahkan Caya mayatnya menjadi santapan hewan buas milk Hugo.
Ellara kini sudah tidak tinggal di markas sebagai tawanan, Valera sudah menepati janjinya untuk mempertemukan dirinya dan juga ibu kandungnya terbukti kini hidup Ellara jauh lebih baik, di sebuah hunian tempat tinggal yang tidak terlalu besar tapi itu semua cukup untuk keduanya.
Bahkan Ellara tak perduli akan Frazzes willyam hingga ia menyerahkan segalanya tentang Frazzes untuk dihukum kepada Valera. Tapi sang ibu menginginkan hukuman mati untuk Frazzes.
Arnof kini lebih gencar untuk mendekati Ellara dan wanita itu menerima ajakan pertemanan dari pria yang masih bagian dari king, bahkan sang ibu merasa jika Arnof adalah sosok yang mampu membuat Ellara jauh lebih baik.
Tak terasa usia kandungan Valera sudah masuk enam bulan, Valera yang tampak berisi dengan perut yang membuncit kini sedikit sulit untuk bisa bergerak dengan bebas, ditambah Remigio selalu mewanti-wanti pada Bruce dan Frank untuk menjaga Valera.
Ya Dave dan lainnya kini bergotong royong untuk membantu pekerjaan sang Lady di dunia ilegal nya, dan Zizi tampak antusias menyambut kelahiran sang pewaris di masa mendatang.
Para jajaran kini sungguh merasa bahagia, mereka kini merasakan sebuah keluarga yang sangat berarti bahkan beberapa anggota B.woman berada di markas utama untuk membantu yang lainnya dan sisanya tetap berada di Lamora.
" nona, kemarin ada sebuah panggilan dari nona Maya " ucap Thomas dan Valera mengeryitkan dahinya seketika.
" lalu ? " ucap Valera.
" ia mengatakan jika adiknya bersedia untuk menempuh pendidikan di negara ini " ucap Thomas lagi dan Valera mengangguk mengerti, Ya kini Thomas mengambil alih informasi dari sambungan telepon yang berada di markas jadi jika ponsel sang lady tak bisa dihubungi maka mereka akan menghubungi ke nomor yang lainnya.
" Aldo ? Ya pilihan yang tepat. ohh ya Thomas. Daniel sedang menikmati liburan akhir sekolahnya begitupun dengan Aldo. Tolong kau urus semuanya tentang anak-anak remaja itu, kau minta tolong lah pada Greta atau Elena untuk membantu mu " pinta Valera ramah dan Thomas mengangguk sopan '' terimakasih, dan maaf merepotkan mu " ucap valera lagi.
" jangan berterimakasih nona, ini sudah bagian dari tugas kami. " ucap Thomas dan Valera hanya tersenyum tipis lalu Thomas pamit undur diri.
valera lalu menyeruput teh Jasmine miliknya lalu sebuah ketukan terdengar di balik pintu, Valera mempersilahkan orang itu untuk masuk. Ternyata Dave yang berada di sana.
" Kamarilah Dave " seru Valera lalu beranjak dari kursi kebesarannya dan kini menuju kesebuah sofa panjang agar mereka lebih leluasa untuk berbincang.
" nona " sapa Dave dan Valera hanya tersenyum tipis.
" Ada apa Dave ? hmm apakah ada masalah ? " ucap Valera dan Dave merasa kikuk lalu pandangannya tertunduk membuat Valera bingung dan mengeryitkan dahinya seketika.
" hmm saya hanya mau meminta solusi dan saran dari nona " ucap Dave merasa gugup
" solusi, saran ? '' ulang Valera dan Dave tampak gugup dan tak berani menatap kearah sang Lady. " jangan bertele-tele Dave, aku tau kau bukan orang seperti itu. Katakan intinya dan aku akan memberikan mu saran dan solusi yang kau mau " ucap Valera tegas dan Dave mengangguk walau gugup.
" aku ingin menikahi Gloria, nona " ucap Dave tegas dan lugas. Sesaat Valera terdiam sejenak, menikahi Gloria ? itu artinya hubungan mereka semakin serius. " Tapi aku merasa tak percaya diri untuk meminta restu kepada orangtuanya nona, aku takut mereka menolak ku karena aku bukan pria kaya seperti pada umunya. " jelas Dave lagi.
Valera mengetahui maksud dari ucapan Dave, senyum simpul terbit di wajah sang Lady. Lalu Valera menatap lekat-lekat wajah Dave.
__ADS_1
" Seorang lelaki harus menunjukkan jika kau mampu Dave. Apalagi jika kau benar-benar mencintai nya " ucap Valera dengan bijak " jika kau berfikir seperti itu maka kau kalah sebelum bertarung. " ucap Valera menohok dan membuat Dave tersentak dan berfikir sejenak. Benar apa yang di katakan oleh Nona nya dia harus bisa berusaha dan dipandang mampu oleh kedua orang tuanya Gloria. " apa kau paham apa maksud dari ucapan ku Dave ? " ucap valera.
" Ya nona, saya mengerti. Aku mencintainya dan aku akan siap melakukan apapun untuk dirinya. Dan langkah pertama aku harus bertemu dengan orang tuanya untuk mengutarakan niat baikku jika aku ingin menikahi putrinya " ucap Dave lagi dan Valera hanya mengangguk pasti.
Tak lama suara ketukkan terdengar lagi dan Valera mempersilahkan orang itu untuk masuk dan ternyata Elena. Dave dan Valera saling pandang satu sama lain.
Elena masuk dengan wajah gugup sekaligus kikuknya, Lalu Valera mempersilahkan ia untuk duduk, dan Elena mengangguk kecil.
" Ada apa ? " tanya Valera lagi.
" Aku.. hmm nona, Ed ingin bertemu dengan anda untuk membicarakan sesuatu hal yang sangat penting. Dan kini ia berada di bawah " jelas Elena lagi dan Valera terkait bukan main.
valera lalu menghubungi seseorang di bawah sana untuk membawa tamunya masuk dan mengantarkan nya keruangan sang Lady.
tak lama ketukan pintu terdengar lagi dan masuklah Ed. jantung Elena berdebar tak karuan pandangannya jatuh pada sosok lelaki yang baru saja tiba.
valera bisa melihat jika ada suatu yang ingin dikatakan oleh keduanya, tapi apa ? entahlah.
" selamat sore nona " ucap Ed sopan dan Valera hanya mengangguk saja. " maaf jika kedatangan ku mengangguk waktu nona. Hanya saja ada pembicaraan serius yang harus aku katakan. " ucap Ed berwajah serius dan Valera hanya menatap dalam Ed.
" baiklah jika begitu nona, terimakasih atas saran dan solusinya " ucap Dave dan Valera hanya mengangguk saja. setelah kepergian Dave. Ed dan Elena tampak canggung dan Valera menggelengkan kepalanya pelan.
" katakan ! " tegas Valera tanpa mau basa-basi. Ed terlihat menarik nafas dalam-dalam lalu menggenggam tangan Elena di bagian sang Lady. Valera hanya memperhatikan keduanya satu sama lain.
" Lalu ? '' ucap Valera acuh.
" Aku harap nona merestui pernikahan kami " ucap Ed lagi.
" Kapan ? " tanya Valera dan keduanya bingung seketika '' kapan kalian akan merencakan semuanya ? " kesal Valera.
" Jadi nona menyetujuinya " ucap Elena lagi tapi Valera diam saja. Ed dan Elena saling pandang saat Valera diam dan menyeruput teh dalam gelasnya.
" menyetujuinya ? tentu saja tidak " ucap Valera dengan datar membuat Ed terkesiap seketika " Kau bagian dari musuhku ! Mrs OTO adalah tuan mu bagiamana pun kau juga pernah terlibat untuk mengusik ku serta king. " jelas Valera dan Ed diam saja " tapi aku juga tak mau menjadi egois kau mencintai Elena begitupun sebaliknya, lalu aku harus apa ? ketika kalian sudah sama-sama jatuh cinta ? '' ucap Valera lagi.
Elena hanya menundukkan kepalanya saja benar apa yang dikatakan oleh Valera jika Ed adalah musuhnya, inilah yang ia takutkan,yaitu penolakan sang lady.
" tenang saja Elena tidak perlu gugup seperti itu '' ucap Valera dengan menatap wajah Elena lekat-lekat
" aku bukan lagi bagian dari mereka '' tegas Ed dan Valera hanya tersenyum tipis.
'' benarkah begitu ? " seringai Valera tiba-tiba muncul membuat Ed semakin waspada kepada wanita yang bergelar lady ini, sedangkan Elena hanya bisa diam tanpa mau berbicara. " itu bagimu saja Ed, tapi tidak dengan mereka ! kau boleh mengatakan hal itu, lalu bagaimana dengan yang lainnya " ucap valera dengan penuh penekanan.
__ADS_1
Ed sesaat terdiam dengan perkataan Valera, benar ! itu sangat benar buktinya Ketty dan nyonya Leah hampir merenggut nyawa Elena, lalu bagaimana dengan anak buah Mrs OTO yang lainnya belum lagi anak lelaki dari Mrs OTO dan nyonya Leah jika ia tau Ed yakin akan terjadi lagi pertempuran yang melebihi tuannya itu.
" lalu, apa yang harus aku lakukan. Aku mencintai Elena akan tetapi kau tidak merestuinya, Kau jangan egois nona. Elena berhak hidup bahagia. " ucap Ed dengan marah dan Elena terkejut bukan main,
BRAKKKKKK
valera menggebrak meja di hadapannya dengan sangat keras hingga beberapa barang di atasnya bergerak dengan kasar karena ulah Valera.
" Apa kau tidak memahami ucapan ku ini ? Dimana otak dan akal mu. Kau bilang aku egois ? begitu " ucap Valera dengan nafas menderu nya, Ed menatap tajam Valera Valera dan Valera menatap tak kalah tajam pada Ed '' Elena ? kau bilang dia tidak bahagia, apakah selama ini kau mengikuti ku merasa tidak bahagia Elena ? " tanya Valera dan kini ia menatap Elena lekat-lekat.
" Tidak lady. Aku saat bahagia bisa mengikuti anda dan juga bergabung dengan king. sungguh selama aku mengenal mu kau lah yang terbaik dalam segala hal, tidak pernah membeda-bedakan kami para jajaran mu. Bahkan aku memiliki apartemen mewah dan beberapa mobil pemberian mu. Seluruh fasilitas dari jajaran king lady lah yang menanggungnya. Jadi bohong jika aku merasa tidak bahagia lady " ucap Elena tegas dan lugas tanpa berkedip. Ed dan Valera diam mendengar perkataan Elena.
" Aku tidak akan menghalangi kalian untuk menikah dan hidup bersama, aku pun wanita yang mempunyai cinta pada seseorang yang harus diperjuangkan. Begitu pun kalian. Aku hanya bisa memberi restu dan doa untuk keputusan mu Elena " ucap Valera datar.
Elena dan Ed saling pandang satu sama lain, ucapan Valera terkesan dingin dan datar serta tak berperasaan tapi Elena tau jika sang Lady mengijinkan nya. Hanya saja terselip pesan dan makna didalamnya yang tidak Ed pahami.
" terimakasih " ucap Ed dan Valera hanya menatap sekilas. Lalu Elena berterimakasih dengan wajah berbinar dan Valera hanya mengangguk kecil.
Lalu mereka keluar dari ruangan sang lady dengan senyum yang begitu lebar, bahkan beberapa jajaran kini dibuat terkejut akan kehadiran Ed yang diketahui anak buah Mrs OTO.
keduanya hanya membicarakan masalah ini lebih lanjut lagi, Elena dan Ed sepakat untuk tidak membuat pesta yang begitu besar. Mereka hanya akan mengadakan pemberkatan dan pengucapan janji suci yang hanya dihadiri oleh para jajaran king dan lainnya termasuk sang Lady.
*****
Zizi dan Vyan kini sedang makan malam bersama setelah Sang kakak meminta ijin pada Valera untuk membawa Zizi keluar dan Valera mengijinkannya.
Zizi hanya diam dari awal pergi hingga mereka selesai mengabiskan makan malamnya, padahal suasana begitu sangat romantis dan menenangkan.
Vyan mencoba untuk menggenggam tangan Zizi dan membaut sin mpunya terkejut dan manik mereka bertemu dan menatap penuh makna.
" sampai kapan kau akan menolak ku " perkataan itu sukses membuat Zizi terperangah dan vyan kini sedang menatapnya lekat-lekat tanpa ekspresi. " jawab aku. Beberapa kali aku menyatakan perasaan ku padamu, menunggu jawaban yang begitu menggembirakan darimu Zizi, jangan buat aku menjadi lelaki yang menunggu ketidak pastian. " ucap Vyan lagi.
" Aku tidak menyuruhmu untuk menunggu, hanya saja kau salah mencintai wanita seperti ku " ucap Zizi dengan pandangan menunduk membuat Vyan menatap datar pada Zizi " aku bukan wanita yang sepadan dengan seorang tuan muda seperti mu " ucap Zizi lagi.
" Omong kosong apa yang sedang kau katakan, aku benci seperti ini. Aku dan keluargaku tidak pernah memandang status sosial seseorang Zizi. Apa kau sedang mencoba untuk menghina ku " tajam Vyan membuat Zizi panik seketika.
" Tidak.. jangan berfikir demikian.. Apakah ucapan ku salah ? dan bukankah memang seperti itu kebenarannya. '' tanya Zizi lagi hingga membuat Vyan semakin marah dan murka.
Vyan memalingkan wajahnya kesamping lalu tak mau menatap Zizi yang menurutnya tak menghargai dirinya sebagai seorang lelaki dewasa.
'' Aku pun mencintaimu, tapi aku sadar aku siapa dan kau siapa ! " ucapan itu lolos begitu saja dari bibir Zizi sesaat Vyan masih mencerna ucapan Zizi yang sedikit memberi secercah harapan untuknya.
__ADS_1
Vyan menatap wajah Zizi tanpa ekspresi, wanita di depannya hanya takut akan status sosial saja. Vyan mengerti akan hal itu, tapi ia pun tak perduli dengan segala konsekuensinya.
Zizi adalah wanita yang mampu menarik perhatian seorang Vyan Harson. Vyan beranjak lalu membawa Zizi pergi dari tempat itu dan Zizi hanya bisa diam dan menurut saja tanpa mau bertanya Taupik berontak seperti bisanya.