
dua buah helikopter terbang dengan ketinggian sedang, Valera mengendalikan Helikopter berwarna silver dengan mudah ditemani oleh Dave di dalamnya, malam ini rencana mereka adalah untuk menggempur sebuah bangunan yang mirip dengan kastil ditengah-tengah lebatnya hutan rimba.
Remigio mengendalikan Helikopter berwarna hitam ditemani oleh Garvish sang psikopat muda saat ini, beberapa orang-orang Remigio dan para anak buah Garvish maupun Cello melalui jalur darat dan akan mengepung kastil itu dari segala sudut.
Valera bisa melihat dari atas jika bangunan yang mirip kastil itu dijaga ketat oleh orang-orang berpakaian seragam yang serupa.
dua helikopter itu terbang dengan gagah dan berkeliling layaknya wisatawan, tentu saja pergerakan mereka terpantau oleh satelit milik sang tuan rumah.
valera tersenyum miring kala kedatangannya membuat orang-orang dibawah sana panik dan berlarian kocar-kacir tak tentu arah, karena tak mempunyai persiapan.
Garvish yang santai langsung menjatuhkan sebuah bom dari ketinggian sedang, Remigio terkejut di buatnya dan Garvish hanya tersenyum polos seraya menatap Remigio acuh.
DUARRRR
suara ledakan hebat menghantam kastil tersebut hingga bagian belakang bangunan itu hancur karena sebuah bom, Valera terbang mengkondisikan helikopter milik nya untuk sedikit menjauh.
keributan yang terjadi di kastil tersebut menarik perhatian seisi penghuni nya, bahkan Utera yang sedang berdiskusi dengan beberapa orang kepercayaan nya dibuat kalang kabut.
DUARRRR
" GO !! " pekik Vijay lantang saat serangan kedua menyusul dan menggetarkan kastil tersebut, Utera segera berlari mengambil beberapa senjatanya.
Beberapa senjata berjenis revolver ia selipkan di balik pinggang dan paha nya, Utera keluar dan melihat jika ada dua buah Helikopter yang sedang mengudara di sekitar kawasannya.
matanya melebar saat menangkap sosok yang sangat dikenalnya, ia mengutuk dan menggeram marah, sosok itu menyeringai dan terkesan seperti sedang mengejek.
Utera berjalan dengan langkah yang penuh amarah, menuju helipad pribadi untuk menyerang Valera dengan benda yang sama.
DODODODOR !!
DODODODOR !!
suara selongsong senjata terdengar dari arah samping bangunan, suara teriakan dan rintihan sangat jelas terdengar. Utera menulikan telinganya karena ia fokus pada target utama.
Remigio yang melihat gempuran ringan dari orang-orang nya hanya tersenyum miring, mereka sudah dibuat kalang kabut karena kehadiran Remigio dan lainnya seperti memporak porandakan kediaman kastil sang tuan rumah.
" hancurkan mereka tanpa sisa " ucap Valera melalui MH yang terhubung dengan Remigio.
" Sesuai keinginan mu sweatheart " ucap Remigio ikut menimpali perkataan sang istri dengan senyum tipisnya.
DODODORDODODOR !!
DODODODOR !!
Benar-benar seperti pesta malam yang begitu menghebohkan, dimana para orang-orang Remigio menggempur dari setiap sudut bangunan. Mereka menembak orang-orang yang menghalangi jalannya.
Tapi mata Garvish menyipit saat salah satu anak buahnya tewas di jerat oleh seorang lelaki berkulit kecoklatan. Garvish menggeram marah dan mengepalkan tangan-tangan nya hingga Remigio yang berada di sampingnya terheran seketika.
" turunkan aku. Aku ingin berduel dengan lelaki itu berani nya dia membunuh anak buah ku " ucap Garvish dengan penuh penekanan dan Remigio hanya menuruti keinginan Garvish dan mulai menurunkan burung besi itu dengan ketinggian cukup untuk kawan nya melompat menggunakan tali khusus.
Di sisi lain Valera tersenyum tipis saat melihat sebuah helikopter yang dikendalikan oleh Utera, Dave menyipitkan matanya saat melihat wanita keturunan India dari jarak yang cukup jauh.
Dave menggunakan teropong nya untuk melihat paras dari Utera, seketika Dave tertawa terbahak-bahak dengan apa yang ia lihat.
" ada apa ? " heran Valera dengan tatapan yang masih terkunci dengan helikopter yang berada jauh dengan dirinya.
" tidak. Lady, hanya saja apa itu Utera ? " tanya Dave dan Valera hanya mengangguk dengan samar. " aneh " gumam Dave dan Valera tersenyum menanggapi.
DODODORDODODOR !!
helikopter yang dikendalikan oleh Valera diberondong peluru oleh pihak musuh, Dave dan Valera terkejut bukan main.
" Dave kau fokus bidik kearah nya, aku akan mengendalikan burung besi ini sampai kita mendarat dengan sempurna. " ucap Valera mulai fokus dan mulai terlihat bersemangat
__ADS_1
" baiklah " ucap Dave lagi.
DODODODOR !!
TRANGGG
" sweatheart !! kau mendengarkan ku ? apa yang terjadi. " ucap Remigio dibalik MH yang terpasang ditelinga Valera.
" tidak ada. Utera menjadi bagian ku " ucap Valera tegas.
" baiklah, tapi berhati-hati " ucap Remigio lagi
raut wajah Valera berubah menjadi datar dengan sorot mata yang tajam aura kebengisan muncul seketika, Dave terus fokus pada bidikannya agar Utera tak dapat menyerang balik saat ini.
Valera menekan sesuatu tombol dalam alat kendali helikopter miliknya, dan seketika.
BHUSSS
DODODODOR !!
TRANGGG
valera melakukan serangan balik hingga Helikopter yang dikendalikan oleh Utera bergerak tak seimbang.
DODODORDODODOR !!!
kini giliran Dave yang tak memberikan jeda apapun, Utera hendak menghindar tapi waktunya kurang cepat peluru-peluru itu mengenai body helikopternya.
Utera bergerak menjauh dan tentu saja Valera mengejarnya dengan cepat, aksi kejar-kejaran diatas langit tentu saja membuat Dave berdebar-debar tak karuan, semula ia fokus dan kini fokusnya terkecoh karena ulah sang lady.
" dasar pengecut " geram Valera menatap Helikopter yang dikendalikan Utera menjauh dari pandangan mata.
sedangkan disisi lain Garvish berhasil melompat dengan sempurna, nafasnya begitu menderu saat melihat orang-orang nya jatuh satu persatu, Garvish tak terima dan merasa ini seperti sebuah penghinaan.
BUGHHHHHH
Garvish tiba- tiba menendang punggung Vijay dengan keras dan kasar hingga lelaki berkulit coklat itu tersungkur dan terjerembab ke depan.
Garvish mencengkram erat baju yang dipakai oleh Vijay dan seketika Vijay berbalik dan menghajar Garvish.
BUGHHHHHH
" keparat ! " pekik Garvish saat wajahnya menerima pukulan kuat dari Vijay.
kedua orang itu bergelut dan beradu dalam kekuatan, saling tendang dan saling hajar satu sama lain, lelaki berkulit coklat itu tak akan menyangka jika Garvish mampu menangkis setiap serangannya dan justru Garvish semakin buas dan beringas.
Vijay menerjang dada Garvish tepat di jantung nya, tapi Garvish menyeringai seperti sudah membaca pergerakan Vijay, Garvish memutar tubuhnya dengan cepat dan langsung memukul kepala belakang Vijay dengan kuat.
BUGHHHHHH
Vijay dibuat linglung saat pukulan itu mendarat sempurna, matanya sedikit berkunang-kunang dengan langkah yang sempoyongan.
SRAKKKK
ahhhhhhhh
teriakan Vijay sungguh menggema disana bercampur dengan suara selongsong senjata yang saling bersaut-sautan di kastil milik Utera tersebut.
Garvish bisa mencium aroma darah yang begitu pekat disana, ternyata banyak korban berjatuhan termasuk anak buahnya, Vijay masih mengerang kesakitan saat sayatan sebuah belati mengenai punggungnya.
" sialan !! benar-benar tak bisa dibiarkan " pekik Vijay berusaha bangkit dan Garvish justru menyebutnya dengan senang hati. " Siapa kau !! jangan ikut campur dengan masalah yang ada " ucap Vijay dengan penuh penekanan.
Garvish tak peduli saat ini Garvish haus akan darah, menginginkan Vijay mati dengan sangat indah itulah keinginan Garvish. Lagi-lagi keduanya bertarung dan beradu kekuatan Garvish bertambah semangat seperti nya satu buah sayatan tak membuat lelaki berkulit coklat itu menyerah justru Vijay lebih kuat dari sebelumnya.
__ADS_1
DUARRRR
suara itu membuat terkejut bukan main, Garvish sesaat menoleh dan rupanya sebuah helikopter terbakar dan meledak begitu saja, Vijay terkejut dan terbelalak saat melihat tubuh pemimpinnya bergelantungan di pintu helikopter yang sebentar lagi akan terbakar hebat.
Utera berusaha untuk mengimbangi tubuhnya, saat ini ia harus lompat, dan dengan cepat ia menekan sesuatu dibalik celana yang ia pakai, Valera memperhatikan gerak-gerik Utera dari kejauhan ternyata ia memiliki sebuah parasut anti peluru yang akan melindungi tubuhnya dari serangan siapapun.
" baiklah, mari kita berduel dengan cantik " ucap Valera lalu mulai mengendalikan helikopter miliknya untuk mendarat disebuah lapangan luas dan lebar, Dave memegang dadanya yang terasa berdebar sangat kencang dengan nafas yang sedikit tersengal.
di sisi lain Remigio terus memberikan titik temu pada seluruh orang-orang nya untuk menghancurkan kastil tersebut dengan mudah, anak buah Utera telah banyak yang tewas Remigio pun bisa melihat jika Garvish masih bertarung dan beradu kekuatan dengan Vijay.
suara ledakan dan serentetan peluru masih terdengar, bahkan burung-burung yang bertengger manis di beberapa pohon besar kini tak ada dan lebih memilih menjauh dari tempat itu.
tepat yang jauh dari pemukiman penduduk dan warga sipil membuat Remigio semakin menggila dalam menghacurkan kastil yang sangat cantik itu.
DODODODOR !!
valera bergulung-gulung saat Utera melesatkan peluru-peluru sialan nya kearah tubuh nya, Valera mengumpat marah dan Utera menyeringai penuh arti.
" sial. Awas saja kau " ucap Valera geram bukan main, lalu ia bangkit dan menajamkan mansion hazel nya pada Utera seorang. " wow lama tak berjumpa Utera " smirk Valera dan Utera hanya tersenyum tipis.
" Jadi ini semua ulah mu wanita sialan ! " geram Utera dan Valera hanya terkekeh menanggapi " aku pastikan kau akan mati ditangan ku " ucap Utera dengan lantang dan Valera hanya mengangguk saja dengan tersenyum.
" percaya diri sekali kau wanita aneh !! bertahun-tahun kau lenyap dengan menawan salah satu orang ku, lalu kau datang dan membunuh orang ku juga dan yang terakhir kau mengincar putriku !! tak akan ku biarkan, kematian L akan kau rasakan dengan beribu-ribu kali lipat " ucap Valera dengan menggebu-gebu.
Utera wanita itu tertawa terbahak-bahak seperti sedang melihat sebuah adegan yang sangat lucu didepan matanya, Valera mendecih sinis melihat kelakuan Utera yang ingin sekali ia lenyap kan.
" Nyawa dibalas dengan nyawa Utera. Kau melenyapkan salah atau orang ku maka bersiaplah dengan kematian mu sendiri. Aku sudah lama menunggu hal ini dari tahun ke tahun dan rupanya saat ini kau berani menampakkan wajah sialan mu itu " cibir Valera pedas hingga Utera mengeratkan kepalan tangannya karena menahan amarah yang menggebu-gebu.
" Diam kau sialan !! " teriak Utera lantang hingga wajah nya memerah tak karuan.
" diam ? seharusnya kau yang diam Utera kau hanya adik tiri dari pemimpin terdahulu tak ada hubungan darah antara kau dengan raja tapi ambisi mu melebihi keturunan asli " ucap Valera semakin pandai berkata-kata hanya untuk membuat percikan api dalam hati Utera dan benar saja Utera langsung melesatkan perlunya kearah tubuh valera.
DODODODOR !!!!
valera dengan lihai menghindar dan bergulung-gulung dengan gerakan kombinasi untuk mengindari peluru yang tak berarah itu, Utera terus melesatkan peluru-peluru miliknya hanya untuk menumbangkan seorang Valera.
nafas Valera tersengal karena melakukan gerakan yang cukup aktif, Utera tersenyum mencibir melihat lawannya yang mulai lelah tapi tidak dengan Valera ia hanya menampilkan wajah datar tanpa ekspresinya.
SWINGGG
JLEBBB
sebuah belati dilayangkan oleh Utera dan Valera menghindar dengan cepat walaupun ia terkena sayatan di lengan kanan nya, tapi itu semua tak membuat Valera menyerah.
Utera lawan yang cukup licik Valera pun harus berhati-hati. Utera tertawa tak karuan saat melihat darah mulai merembes di balik baju panjang Valera.
" ohh terluka ? hahahaha aku berhasil melukai mu " ucap Utera girang.
" tertawa lah sesuka mu, sebelum aku merobek mulut sialan mu itu " sinis Valera dan melirik sekilas luka di lengannya itu walaupun tertutup oleh kain berwarna putih.
DODODORDODODOR !!
kini giliran Valera yang menyerang dan Utera dapat menghindar walaupun ia terjatuh dan akhirnya membentur pohon yang tak jauh berada di dekatnya.
valera tertawa melihat itu hingga Utera menggeram marah karena ia tak begitu siap dengan serangan tiba-tiba yang menghanyutkan itu.
DODODODOR !!
ahhh
satu buah peluru berhasil bersarang di tubuh Utera Valera tersenyum sinis, fokus lawannya tak begitu kuat Valera yakin jika Utera tak begitu lihai membaca kondisi.
" imbang bukan ? " ucap Valera terkekeh dan Utera menekan lukanya dengan tangan dan menatap Valera dengan tatapan membunuhnya, Valera tak takut ia hanya menyunggingkan senyumannya dan terlihat mengejek. " rasanya aku ingin sekali membunuhmu dengan senjata ku, tapi itu semua tak asyik. Bagaimana jika kita bertarung sampai diantara kita ada yang mati " ucap Valera.
__ADS_1
" deal !! " langsung Utera dengan wajah bengis nya