Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
* Menemui Deniz.


__ADS_3

" apa..kau sedang mengandung ? ohh tuhan.. Sungguh ini kabar yang membuatku bahagia sweatheart " ucap Remigio dengan wajah bahagian nya dan tak lupa senyum manis ia berikan untuk Valera, tapi detik kemudian wajah Remigio menatap Valera dengan tatapan tajam.


" Ada apa ? " ucap Valera bingung sekaligus heran, baru saja ia melihat betapa bahagianya Remigio kala mendapatkan kabar jika dirinya kembali mengandung dan kini tatapan manik hitam itu kian menajam.


" kembali dan batalkan misi mu ! " ucap Remigio terdengar sangat tegas dan tak ingin dibantah, Valera sesaat terdiam dengan perkataan yang baru saja ia dengar dari suaminya. " Jangan banyak berfikir, kau masih bisa menyuruh jajaran mu untuk melakukan misi selanjutnya, jika perlu aku akan mengerahkan anak buah ku untuk ikut membantu " ucap Remigio lagi dengan sorot tajam menatap sang istri.


" Remi.. tapi aku tak bisa berbuat seperti itu, aku tau apa yang harus aku lakukan saat kondisiku sedang seperti ini " ucap Valera bingung.


" sweatheart !! " ucap Remigio dengan penuh penekanan.


" aku akan memikirkannya kembali " ucap Valera seraya mematikan panggilan Vidio yang sedang berlangsung itu, hingga membuat Remigio terkejut bukan main dan menghubungi kembali sang istri tapi sayang ponsel milik istrinya justru non-aktif sehingga Remigio tak dapat menghubungi Valera.


Valera kesal bukan main, tapi ia sebisa mungkin mengontrol emosinya agar stabil, sebenarnya perkataan Remigio tak salah dan justru benar sebagai seorang suami dan calon ayah beranak dua dirinya sangat khawatir dengan keadaan Valera dan sang janin yang kini sedang dikandungnya.


Valera merebahkan kepalanya disandaran ranjang dan memejamkan matanya perlahan, jika seperti ini terus justru misinya tak akan pernah selesai, White dan Blue akan tiba nanti malam, setelah itu mereka akan bertolak menuju Turki menggunakan pesawat pribadi sang Lady.


Gold mansion.


Remigio tampak kesal dan marah setelah panggilan Vidio nya diputus begitu saja oleh sang istri, ia mengusap wajah serta rambutnya kasar.


Hari ini Athena berada di mansion utama bersama nyonya sofhia dan pengasuh nya yang baru satu Minggu ini bekerja, Remigio tak mungkin menyerahkan segala kebutuhan sang putri sepenuhnya kepada sang mertua setidaknya seorang pengasuh dapat membantu mengurusi bayi cantik yang belum genap satu tahun itu.


Remigio akhirnya memutuskan untuk menyusul Valera menuju Thailand menggunakan pesawat pribadi miliknya sendiri, perasaan tak tenang menghampiri nya begitu saja terlebih ada nyawa yang harus dijaga.


" James kau handle perusaahan selama aku tak ada " ucap Remigio berbicara setelah panggilan nya terhubung dengan seseorang disana.


" baik tuan, tapi jika boleh tau anda akan kemana ? kenapa mendadak sekali " ucap James sopan.


" Aku ada urusan bersama istriku " ucap Remigio " oh ya minta Leo untuk membantumu selama aku tak ada " ucap Remigio lagi.


" baik tuan saya mengerti " ucap James disembarang sana, setelah itu panggilannya terputus begitu saja.


Remigio segera mengemas beberapa barang keperluannya, dan ia pun segera menghubungi ibu mertuanya untuk mengatakan jika ia ada urusan penting.


awalnya nyonya sofhia dan tuan Ramius begitu heran karena baik Valera maupun Remigio sangat sibuk dan terus bepergian mengurusi berbagai masalah yang terjadi.


Thailand, malam hari waktu setempat.


White dan Blue akhirnya tiba di kediaman nyonya Mecca, dua lelaki Anggota black road didikan mendiang Marcell terlihat menunduk hormat saat berpapasan dengan sang Lady.


Valera menyambut kedatangan dua lelaki itu dengan ramah, bahkan nyonya Mecca sang tuan rumah pun tak kalah menyambut nya dengan hangat.

__ADS_1


" Maaf jika menganggu waktu kalian berdua " ucap Valera menatap White dan Blue bergantian.


" Tak perlu sungkan Lady, bukan kah kami telah berjanji akan mengabdi padamu. Maka jangan sungkan untuk memanggil kami " ucap Blue dan Valera mengangguk saja dan tersenyum tipis.


" Jadi Turki misi kita selanjutnya " ucap white dan Valera mengangguk " Adakah seseorang yang akan menjadi target disana " ucap White lagi.


" Tentu saja, Mehmet atau bisa disebut Glen. Putra dari paman Jiro " ucap Valera hingga White dan Blue terkejut bukan main.


Jiro satu nama yang membuat White dan Blue terkejut sekaligus bingung apakah selama ini Jiro membelot ? entahlah.


" persiapkan semuanya, kita akan terbang besok pagi " ucap Valera tegas dan semua orang yang terlibat mengangguk antusias terlebih Edgar wajahnya sungguh bahagia setelah beberapa hari berdiam diri di rumah ia rasanya rindu kembali dengan arena pertarungan.


" senyum mu sungguh mengerikan Edgar " celetuk Elion dan Edgar hanya mendelik sinis kepada Elion hingga semua orang terkekeh dibuatnya.


Ornaf datang dengan membawa nampan kecil berisi berbagai pil obat untuk sang Lady, White dan Blue mengerutkan dahinya pelan lalu melirik kearah Dave.


" ini vitamin anda lady '' ucap Ornaf lagi dan Valera mengucapkan terimakasih nya untuk Ornaf, sebagai seorang dokter Ornaf hanya ingin yang terbaik untuk Valera dan janin yang dikandungnya agar kuat, Ornaf lebih mirip dengan baby sitter sang lady semenjak Valera tak sadarkan diri selama dua hari.


Valera segera meminum beberapa butir pil dengan cepat, lalu ia mengetuk air putih hingga tandas.


'' maaf lady jika kami lancang. Apakah anda sakit ? '' ucap White hati-hati


'' selamat atas kehamilan kedua anda Lady, kami turut bahagia. '' ucap Blue dan Valera terkekeh lalu mengangguk pelan.


" baiklah, hari sudah malam. Kalian berdua pasti lelah bukan, begitupun dengan kalian semua. Sebaiknya kita beristirahat karena besok kita akan bergerak '' ucap Valera terdengar ramah namun tersirat nada ketegasan dalam setiap kata perhatiannya.


semua orang mengangguk patuh, Valera segera naik ke sebuah ruangan dimana ia tempati selama ini, nyonya Mecca segera menyuruh pelayan nya untuk menyiapkan dua buah kamar untuk White dan Blue, tapi kedua anggota black road itu menolak berpisah kamar, mereka memilih satu kamar dengan ranjang yang berbeda dan tentunya Mecca pun menyanggupinya tanpa ragu.


keesokan harinya Valera dan para jajarannya telah bersiap untuk pergi, terlihat nyonya Mecca mengantar kepergian Valera hingga bandara dengan ditemani anak buahnya.


pesawat pribadi milik sang Lady itu telah siap untuk mengudara, beberapa kali mereka melakukan pemeriksaan semenjak kejadian di kediaman Wilson kala itu.


Valera yang memakai kacamata hitam serta topi dan rambutnya yang diikat itu berjalan dengan santai kala beberapa pihak berwajib memeriksa dirinya dan juga lainnya.


beberapa polisi wanita menatap penuh selidik terhadap rombongan king itu tapi Valera justru menatap balik dengan wajah datar tanpa ekspresi seperti seseorang yang sedang menantang, entah mengapa wanita itu justru merasakan aura hitam dari tatapan yang dilayangkan oleh Valera.


" Lain kali perhatikan tatapan mu '' ucap Valera tiba-tiba menatap wanita berpakaian polisi itu hingga semua orang ikut menatap kearah nya, Valera lalu tersenyum miring dan melanjutkan langkahnya kembali meninggalkan sejuta pertanyaan di benak para pihak berwajib.


perjalan yang akan mereka tempuh cukup memakan waktu yang lama, Valera memilih mengistirahatkan tubuhnya untuk sesaat mengingat kini kondisinya sedang berbadan dua dimana ia pun harus memperhatikan kesehatan serta kandungannya.


Turki, waktu setempat.

__ADS_1


Perjalanan yang menempuh waktu beberapa jam itu cukup melelahkan bagi jajaran king terlebih Valera yang kini baru saja bangun dari tidur nya, ia meruntuki obat pemberian Ornaf yang membuat dirinya bisa mengantuk dan tertidur dengan sangat pulas.


beberapa mobil SUV dengan tipe yang sama telah menunggu kedatangan mereka, ya sebelumnya Valera telah menghubungi Deniz terlebih dahulu perihal kedatangannya ke Turki sontak salah satu anggota ORTAXS itu terkejut bukan main, pasalnya tumben sekali istri dari sahabat sekaligus pemimpin ORTAXS itu menghunginya.


" Nyonya Adomson ? '' tanya seorang lelaki bertubuh tegap dan Valera mengangguk tegas '' kami utusan dari tuan Deniz untuk menjemput anda beserta rombongan '' ucap lelaki itu sopan dan Valera mengangguk saja. '' silahkan nyonya '' ucap lelaki itu lagi.


Valera dan jajaran nya di jemput oleh para anak buah Deniz menuju penginapan elit yang telah disewa oleh Elion sebelumnya. Ornaf dan Ellara memilih satu mobil dengan Valera maupun Dave dan sisanya menaiki mobil yang lain dibelakang.


setelah menempuh perjalan selama kurang lebih dua jam, akhirnya mereka semua telah tiba disebuah bangunan elit yang cukup luas.


Valera langsung masuk kedalam begitupun dengan yang lain, dirinya memiliki janji bertemu dengan Deniz disebuah bar ternama dibawah naungan Deniz nanti malam.


'' Ornaf apa vitamin yang kau berikan memiliki kandungan obat tidur didalamnya ? '' tanya Valera tajam dan Ornaf mengangguk polos '' hentikan sementara waktu, obat itu selalu membuatku mengantuk dan akhirnya tertidur dengan pulas '' ucap tegas Valera hingga Ornaf bingung bukan main.


'' tapi lady bagaimana jika..'' ucapan nya terpotong karena Valera sudah menatap tajam pada salah satu orangnya itu.


'' jangan konyol Ornaf. Kau mau aku mengantuk saat waktu yang mendesak dan tak memungkinkan ? '' Picing Valera lagi dan Ornaf tentu saja menggeleng '' jangan khawatir bahkan pada kehamilan ku pertama aku masih bisa bertarung '' ucap Valera lagi.


'' baiklah saya mengerti '' ucap Ornaf akhirnya mengalah dan Valera mengangguk saja tanpa menjawab nya.


Malam hari nya, di Turki.


Valera memakai sebuah dress berwarna hitam dengan mantelnya yang berwarna putih ditemani oleh para jajaran king tentunya. Ellara yang malam ini hanya memakai pakaian kasual dengan mantel berwarna coklat cukup membuat orang-orang king itu tampak elegan dan berkelas.


" Permisi nyonya, anda harus melalui pemeriksaan terlebih dahulu bersama dengan rombongan " ucap seorang lelaki berwajah tegas dan Valera mengeryitkan dahinya pelan.


" Silahkan " ucap Valera akhirnya mempersilahkan dan mempermudah pekerjaan orang-orang itu sesuai prosedur yang berlaku, setelah melewati berbagai serangkaian pemeriksaan akhirnya Valera dan rombongan memasuki gedung tersebut.


" ohh lihatlah siapa yang datang " ucap tiba-tiba seorang lelaki dan Valera langsung menoleh kearah sumber suara. Dion ? dia ada disini. " lama tak berjumpa nyonya Adomson " kekeh Dion dan Valera membalas jabatan tangan dari salah satu anggota ORTAXS itu.


" rupanya kau tuan Dion " kekeh Valera " Deniz ? " ucap Valera memicingkan matanya.


" ayo " ucap Dion seakan sudah tau kedatangan Valera beserta rombongannya, bar milik Deniz cukup ramai pengunjung bahkan mereka bukan orang-orang sembarangan.


Kedatangan Valera dan lainnya menjadi buah bibir para tamu disana, untung saja Valera memakai kaca mata hitamnya jadi wajah nya tak terlalu tersorot oleh lampu yang gemerlapan disana.


Elion, Dave Ellara serta Ornaf memperhatikan keadaan sekitar begitupun dengan keempat anggota predator dan dua anggota black road yang ikut serta, seketika jiwa kewaspadaan mereka meninggi begitu saja.


Valera berbincang ringan dengan Dion sebelum mereka tiba disebuah ruangan yang berada di lantai empat milik Deniz. Saat mereka hendak menaiki lift mereka berpapasan dengan seorang lelaki lengkap dengan dua orang bodyguard nya yang berada dibelakang, jantung Valera berpacu cepat saat lelaki itu bilas menatapnya begitupun dengan Elion dan lainnya yang mendadak terdiam dengan manik yang berkedip polos.


Dia...??.

__ADS_1


__ADS_2