PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)

PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)
BAB 9 Kehidupanku


__ADS_3

Aku senang, kak Firman membuat gerai ayam geprek tante Widya di siang yang cukup terik itu menjadi ramai para pembeli.


Beberapa orang teman kak Firman yang ternyata tampan-tampan ditambah Ira serta Delan membuat para pengunjung mall yang rata-rata cewek muda langsung melipir ikutan mampir demi melihat wajah-wajah keren itu dari dekat.


"Gila ya!? Sebegitu dramatisnya punya wajah tampan!" gumam Ira dekat telingaku.


Aku hanya tersenyum geli menanggapinya.


Memang wajah tampan itu membawa keuntungan.


Padahal hari ini hari Rabu. Biasanya kedai ayam geprek tanteku sepi pengunjung. Kecuali hari libur sabtu dan minggu.


Kini, seperti ada diskon besar-besaran. Para wanita pemuja pria tampan seolah berlomba membeli ayam geprek demi bisa melihat segerombolan cowok-cowok berwajah innocent itu.


Aku sangat senang, terutama tante Widya. Untungnya ibuku tidak sedang berada di gerai itu karena sedang ada urusan lain.


Tante Widya tak henti-hentinya selfie dengan para katingku yang rata-rata baby face semua.


"Sering-sering mampir ke sini ya, kakak-kakak ganteng! Pasti nanti Tante kasih banyak diskon dan bonus!" kata tanteku pada kak Firman dan kawan-kawan sebelum mereka pamit pulang.


Ira kuberi traktiran alias tanpa bayar. Karena dia adalah bagian dari kehidupanku di kampus setelah Lady.


Hehehe... sedikit lebay memang kedengarannya. But begitulah. Aku meminta tante agar membebaskan Ira dari tagihan ayam geprek yang dimakannya.


Sedangkan Delan kuberi diskon setengah harga. Setidaknya, ia termasuk teman juga bagiku. Walau tak dekat seperti Ira dan Lady karena Delon anak laki-laki.

__ADS_1


Kami semua terpisah satu sama lain. Pulang kerumah masing-masing.


Sedangkan aku masih akan stay di gerai tante Widya sambil menunggu dijemput ayah.


Hm... beginilah kehidupanku. Terkesan datar meski kadang juga ada getaran.


Tapi jujur aku berusaha enjoy menikmati hidup. Tak kurisaukan karena aku punya ayah dan ibu. Juga kuharap masa depanku sesuai harapan orangtua. Jadi wanita karier yang sukses dan bisa menemukan cinta setelah cita tercapai.


...........


Kukira kak Firman akan mengejar untuk mendapatkan cinta dariku. Nyatanya, hm...


Kak Firman kembali menjadi seperti biasa. Tak terlihat ada di area kelasku seperti kemarin. Bahkan setelah kumpul dan makan bersama di gerai ayam geprek tanteku, kami tak pernah lagi bertemu muka.


Tapi aku dituntut untuk jadi pribadi yang dewasa, mandiri dan tidak akan bermain cinta ketika statusku masih mahasiswa.


Begitulah. Cinta kak Firman sepertinya mekar sebelum berkembang.


Mungkin aku yang kege'eran, atau memang kak Firman termasuk pemuda yang tak terlalu suka tantangan yang berbahaya.


Secara kehidupan normalku lumayan berbahaya. Jika seseorang ingin mendapatkan hatiku, setidaknya ia mampu meluluhkan hati ayahku lebih dulu. Dan tentunya karena masa kuliah yang cukup panjang yakni empat tahun mayoritas untuk bisa menyandang gelar sarjana, pasti butuh waktu dan tenaga yang lumayan ekstra.


Usiaku juga masih sangatlah muda. Delapan belas tahun menjelang sembilan belas. So'... Masih sangat panjang langkah hidupku kedepan.


Ini hari minggu.

__ADS_1


Seperti yang lalu-lalu, minggu adalah hari terbaikku. Rebahan sepanjang hari di kamar.


Mendengarkan musik, menonton drakor, membaca komik, novel... kadang sesekali menggambar. Aku suka sekali manga. Bahkan waktu SMP sempat mau ikutan les melukis manga (gambar komik ala Jepang). Tapi dilarang ayah karena itu tak guna.


Ya sudahlah. Hanya sekedar hobi juga menurutku. Memang tak penting, kuakui kata-kata ayah.


Tapi yang namanya hobi... mau bagaimana pun tetaplah terus digeluti. Meski secara diam-diam tanpa diketahui ayah ibu.


Hingga tanpa sadar, komik-komik Jepangku memenuhi ruangan kosong dibawah ranjang tidurku.


Aku memang sengaja menempatkan satu peti bekas buah yang kumodif hingga seperti kotak ajaib alias kotak rahasia tempat menyimpan semua komik yang kubeli dari sisa uang jajanku.


Lumayan banyak. Dan aku selalu suka komik, meski usiaku kini beranjak dewasa.


"Viooo...! Vioo!!!"


Tok tok tok


Suara ibu terdengar dari balik pintu kamarku.


Segera kurapikan komik manga-ku.


"Iya, Buuu... Bentaaaar!!!!"


...❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤...

__ADS_1


__ADS_2