
Mobil meluncur dan berhenti tepat di depan villa milik Christian.
Viona turun dan membukakan pintu mobil untuk Ivanka. Bahkan ia memapah wanita itu membuat Roger menarik nafas, serba salah.
Viona benar-benar tidak mengetahui apa-apa.
Mutia membukakan pintu setelah mendengar ketukan Viona.
"Aih? Dikira kalian pergi bersenang-se,"
Mutia langsung menghentikan kalimat ucapannya.
Christian yang menghampiri langsung berubah raut wajahnya.
"Ivanka?"
Christian memang mengenal betul perempuan yang dipapah Viona. Bahkan mereka sempat dekat satu sama lain dahulu karena Roger.
Viona justru jadi bingung dengan keadaan yang terjadi. Ia hanya menatap wajah Chris yang terkejut dan mengenali wanita yang ditolongnya, sedangkan dia sendiri belum mengenalnya.
"Invanka? Kalian... sudah saling kenal?"
Mutia hanya berusaha menyelidik. Matanya menatap tajam wajah Ivanka yang bonyok-bonyok.
"Yang! Ambilkan kotak P3K! Maaf!" ujar Christian pada sang istri.
"Anak-anak kemana, kak?" tanya Roger mengalihkan perhatian.
"Dikamar. Tadi sih masih terdengar suara obrolan mereka. Tapi sekarang sunyi tuh! Sudah tidur barangkali!" jawab Christian setelah mempersilakan Ivanka duduk.
"Apa yang terjadi, Viona?" tanya Chris setelah Roger masuk ke kamar anak-anak.
Chris tahu isi hati adik kandungnya itu.
Pasti sangat sulit bagi Roger melihat wajah Ivanka lagi. Mantan tunangan Roger yang memutuskan tali pertunangan tiba-tiba dan keluarga mereka justru menikahkannya dengan pria lain jodohannya selang waktu tak berapa lama.
Ivanka sendiri kini lebih jelas terlihat wajah bonyoknya. Airmatanya mengalir tanpa suara.
"Mau saya antar ke kantor Polisi terdekat?" tanya Chris dengan sopan.
"Kak Chris... apa kakak mengenal mbak ini?" tanya Viona penasaran. Mutia keluar dengan kotak P3K. Wajah Mutia tampak tegang. Tapi bibirnya tak berkata sepatah katapun. Seolah takut melihat kejadian lain setelah Viona tahu siapa perempuan yang ditolongnya itu.
"Iya, Vi! Aku kenal Ivanka secara pribadi beberapa tahun lalu. Oh iya, Lody Sayang! Tolong bersihkan wajah Ivanka!"
__ADS_1
"Biar Viona saja!"
"Kenapa sampai seperti ini, Ivanka?" tanya Chris lagi, sementara yang ditanya hanya diam seribu bahasa.
"Tadi di jalan, Mbak Ivanka menyebrang sembarangan. Hampir tertabrak mobil kami. Tapi tiba-tiba ada seorang pria yang berteriak-teriak sambil mengacungkan pisau panjang. Mas Roger yang kaget, langsung menarik mbak Ivanka masuk mobil dan kami kesini! Tadinya mas Roger malah hendak menurunkan dipinggir jalan. Tapi Viona pikir kasihan kalau diturunkan di jalan malam-malam dengan wajah bengap-bengap seperti ini!"
"A-aduh!"
"Maaf, ya Mbak! Saya berusaha pelan membersihkannya!" kata Viona lagi.
Ivanka selesai dibersihkan dan obati wajahnya.
Mutia menyediakan teh manis hangat untuknya serta Viona juga. Sedangkan Roger tak kunjung keluar dari kamar.
"Apa yang terjadi, Vanka?" tanya Chris setelah semua dirasa mulai stabil.
"Kak...! Hik hik hiks... terima kasih banyak, mbak juga. Saya sangat berterima kasih pada kalian! Saya permisi saja!"
Christian menahan tangan Ivanka.
"Sudah pukul sembilan lewat. Tidurlah disini! Kamu boleh pergi besok pagi. Kami semua khawatir dengan keadaanmu ini! Apalagi, wajahmu..."
"Ini... hasil perbuatan suamiku, Kak! Hik hik hiks..."
"Pernikahan kami sudah berjalan hampir tiga tahun. Tapi, saya belum juga hamil dan mengandung anaknya. Dia kesal. Marah dan seringkali seperti ini! Tabiatnya agak..."
"Pergilah ke kantor Polisi, Vanka! Laporkan tindakan suamimu yang saya rasa sudah diluar batas. Apalagi jika dilakukan seringkali. Bisa kena pasal KDRT. Kalau kamu membiarkan suamimu melakukan kekerasan terus menerus, yang rugi adalah kamu sendiri. Tapi,... maaf... Saya hanya memberi saran saja. Keputusan ada ditanganmu. Mungkin saja waktu bisa merubah sifat suamimu lebih baik. Dan tetaplah meminta kebaikan Allah Ta'ala!" nasehat Chris.
"Hik hik hiks... Iya, Kak! Saya sebenarnya ingin menggugat cerai sejak lama... tapi tak punya keberanian,"
Ivanka langsung terdiam setelah menyadari kalau Christian adalah kakak dari mantan tunangannya dulu.
Viona menghela nafas.
Mutia berempati sembari menyodorkan teh manis hangat agar Ivanka merasa lebih baik.
"Minumlah dulu, Vanka!" tutur Mutia.
"Kak Mutia juga kenal mbak Ivanka?" tanya Viona masih bingung.
"Ivanka adalah mantan tunanganku, Viona!"
Semua kaget. Terlebih Viona.
__ADS_1
Roger keluar dari kamar. Dan membuka semua tabir yang tidak Viona ketahui.
Tentu saja hati Viona jadi ketar-ketir. Antara kasihan pada Ivanka, juga takut kalau sang suami kepincut lagi mantan tunangan.
Karena ia tahu kasus Roger. Yang diputuskan sepihak oleh tunangannya yang tak lain ialah Ivanka Kamelia, sedangkan hatinya masih sangat cinta.
Roger menatap wajah istrinya yang pucat pias.
Ia mengerti isi hati Viona.
Segera ditariknya jemari sang istri. Didekapnya tubuh Viona, berharap istri tercintanya tahu isi hatinya. Kalau itu semua adalah masa lalu.
Meski pahit dan sakitnya masih terasa, namun kini Roger hanya menapaki masa kini untuk menjelang masa depan bahagia bersamanya.
Seperti sinyal kontak batinnya yang begitu kuat, Viona akhirnya mengerti.
Ia mempererat genggaman tangan sang suami. Berusaha memberi Roger kekuatan cintanya.
Ia ingin seperti Roger. Yang juga bisa menerimanya meski dirinya adalah mantan istri dari saudara tiri Roger sendiri.
Semua hanyalah masa lalu.
Seberapa kuat dan besarnya keinginan melupakan masa lalu, tetaplah akan menjadi bagian masa kini dan masa depan.
Masa lalu harus dilewati dan jangan diingat lagi. Tapi sesekali menoleh ke masa lalu, itu juga perlu. Tapi hanya sebagai pengingat kesalahannya saja. Agar tak kembali terjerumus kedalam lubang kenistaan di masa kini, seperti masa lalu.
"Katanya kangen kepingin peluk Dzakki. Yuk, tengok buah hati kita yang menggemaskan!" ajak Roger dijawab senyuman manis Viona.
Viona dan Roger masuk ke kamar sang putra.
Terlihat wajah polos Dzakki diantara Verrel, Dirga. Sementara Velli tidur di kasur yang berbeda, tapi masih dalam kamar itu juga.
Mereka sudah terlelap dalam mimpi indah bocah-bocah yang bahagia.
Viona menghela nafasnya. Merapatkan pelukan sang suami. Dan tak lupa berdoa dalam hati. Semoga Tuhan selalu menjaga rumah tangganya bersama Roger dalam keberkahan.
Meski ia tadi sempat shock mendengar Ivanka adalah mantan tunangan suaminya dari bibir Roger sendiri, tapi Viona senang. Roger sudah berani berterus terang mengatakan status Ivanka.
Viona sadar, semua hanyalah masa lalu.
Seperti dirinya yang juga memiliki sejarah masa lalu bersama Herdilan. Bahkan ada seorang malaikat kecil yang justru memberikan Viona serta Roger kebahagiaan luar biasa. Dzakki Boy Julian. Pengikat cinta suci mereka.
...❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤...
__ADS_1