PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)

PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)
SESSION 2 KARMA KAH ITU NAMANYA?


__ADS_3

Turun naik hidup seseorang memang pasti akan selalu ada.


Yang suka berbuat jahat pasti akan terkena balasan dari perbuatan jahatnya sendiri.


Bak bumerang, kini bu Jamilah merasakan kepahitan atas apa yang ia lakukan pada Kartika.


Suaminya benar-benar pergi meninggalkannya. Pak Saiful pergi dan tak kembali lagi. Bahkan kini sudah sebulan lebih.


Awalnya bu Jamilah cuek, tidak peduli. Merasa bisa berdiri sendiri dan gagah perkasa membangun kerajaan bisnis kateringnya yang sempat jatuh karena kebakaran tempo hari.


Ia bolak-balik mendatangi Mbah Jambrong. Meminta pengasihan agar usaha kateringnya kembali maju seperti dulu.


Ternyata, ajian Mbah Jambrong tak lagi seampuh dulu.


Satu persatu para pelanggannya memutuskan hubungan kontrak. Masakannya banyak dikomplain. Membuat bu Jamilah pusing tujuh keliling.


Ia mencoba memberanikan diri menelpon sang suami. Nyatanya nomor pribadi pak Saiful tak lagi aktif.


Bu Jamilah mencoba berkomunikasi dengan dua putranya yang telah menikah dan pisah rumah itu untuk menanyakan keberadaan pak Saiful. Tapi, tak ada yang tahu.


Bu Jamilah sangat geram.


"Dasar aki-aki tua! Beraninya dia beneran pergi ninggalin aku! Cuih! So iye banget tuh orang! Dikiranya aku ini gak akan laku lagi apa! Huh!!! Aku ini cantik! Meskipun umurku sekarang sudah 50 tahun, tapi masih banyak yang naksir aku! Dulu waktu muda itu aku ini primadona! Dia sendiri ngejar-ngejar aku sampe berkali-kali ditolak tapi tetep ga punya malu, masih nembak aku!"


Bu Jamilah belingsatan.


Ia menggerutu, bersumpah serapah tapi hatinya gegana. Gelisah galau merana.


Ia mulai berfikir yang tidak jelas. Mencoba bermain kesana-kemari layaknya anak abege labil.


Berharap ada cinta lain yang datang, menjadi pengobat rindu melupakan sang suami yang berpuluh-puluh tahun sudah menemaninya selama ini.


Bu Jamilah lupa. Masa jayanya telah lewat. Jaman keemasannya yang dahulu digandrungi oleh pria-pria tampan dan kaya raya sudah lama berlalu.


Usianya sudah tak muda lagi.


Keriput halus di jari jemari serta tampilan wajahnya tak mampu dibohongi. Justru orang illfeel dengan tingkah lakunya yang mirip nenek lincah.


Mencari pembenaran kalau cinta itu mudah menghampirinya. Ia lupa, bahwa usia telah menggerus kecantikan paripurnanya yang dulu penuh pesona.


Terlambat menyadari.


Bu Jamilah kini minta Mbah Jambrong untuk memberinya jampi-jampi pelet. Berharap sang suami kembali dan mencintainya lagi.

__ADS_1


Mbah Jambrong yang kini pincang jalannya, juga lelaki normal seusia bu Jamilah.


Tubuh sawo matangnya yang dulu bersih dan terlihat gagah kini nampak ringkih. Bahkan separuh kulitnya terkelupas. Terkena luka bakar tempo hari. Sewaktu gubuknya tersambar petir dan kebakaran di sore menjelang maghrib beberapa waktu lalu.


Tiga istrinya yang cantik-cantik, satu persatu pergi. Ada yang merasa jijik karena tubuh mbah Jambrong yang kini mengeluarkan bau amis yang menyengat. Ada yang beralasan faktor ekonomi karena kini Mbah Jambrong tak sejaya masa dulu, dan tamu yang datang tak banyak lagi.


Sehingga posisi mbah Jambrong sebelas-dua belas dengan bu Jamilah yang ditinggal pergi pasangan.


Mbah Jambrong melihat bu Jamilah dengan mata lelaki keranjangnya, yang menilai tampilan serta keseluruhan wanita itu masih layak pakai.


Sehingga, dengan ilmunya membodohi orang-orang yang selama ini meminta bantuannya, Mbah Jambrong pun mulai melancarkan aksi tipu-tipunya pada bu Jamilah.


"Kamu bisa kembali memiliki aura cantik luar biasa. Dan juga usaha kateringmu kembali berjaya... Tapi, ada syaratnya!"


"Apa syaratnya, Mbah?"


"Kamu harus melakukan sesuatu, kalau kamu benar-benar bertekad!"


"Aku mau! Aku mau lakukan apapun itu! Asalkan, usahaku maju kembali seperti dulu. Dan... aku mau si Saiful yang sombong itu berlutut meminta maaf padaku karena berani meninggalkanku, Mbah!"


"Jangan khawatir! Selama kamu mengikuti ritual yang aku perintahkan, kamu bisa mendapatkan kebahagiaan!"


Bu Jamilah menyeringai. Wajahnya kembali cerah setelah Mbah Jambrong mengiming-imingi dirinya halusinasi yang indah.


"Belilah kembang tujuh rupa. Jangan lupa minyak wangi kasturi, juga baju tidur yang bagus. Ingat, yang seperti kebanyakan orang-orang pasangan muda pakai untuk dinas malam!" tutur Mbah Jambrong dengan suara pelan.


"Apa itu, Mbah? Baju tidur dinas malam?"


"Beli yang warnanya merah menyala!"


"Gitu ya? Mmm... berarti aku harus beli juga ya? Apa ga bisa diganti sama baju tidur piyama, Mbah? Aku punya banyak piyama di rumah!"


"Modelnya gimana? Terusan dan transparan?"


"Banyakan setelan celana, Mbah! Ada juga yang one set. Bisa pakai itu, Mbah?"


"Ga boleh, lah! Itu tidak bisa memancing!"


"Uang tabunganku habis, Mbah! Untuk beli baju seperti itu, mana dapat seratus ribu," tutur bu Jamilah seraya menunduk.


"Ya sudah! Nih, kukasih modal dulu nih, dua ratus ribu. Tapi cari yang bagus! Yang benar-benar halus bahannya. Tipis tapi kuat!"


"Iya, Mbah! Makasih banyak! Aku langsung berangkat ke pasar kalau begitu! Oiya, ini ritual untuk nanti malam khan, Mbah?"

__ADS_1


"Iya lah! Lebih cepat, lebih baik!"


"Baik, Mbah!"


Begitulah. Bu Jamilah yang polos tapi pintar. Mbah Jambrong yang licik, namun ternyata bodoh. Keduanya sepakat untuk melakukan ritual mandi tengah malam.


Mereka mempersiapkan semuanya dengan khayalan dan niat masing-masing.


Bu Jamilah yang berkhayal usaha kateringnya maju lagi serta sang suami yang bersimpuh dikakinya, jadi senyum-senyum sendiri.


Begitu juga Mbah Jambrong. Ia tak kalah lebar senyumannya, mengingat malam ini ia akan dilayani bu Jamilah karena sudah sebulan lebih ia ditinggal istri-istrinya.


Keduanya telah dirasuki setan iblis yang bergembira ria, karena kemaksiatan akan segera terjadi dan jiwa-jiwa para manusia pandir masih ada yang memuja mereka.


.....


Sementara itu, Pak Yosef sangat kesal melihat putri kesayangannya yang tengah menangis meraung sendirian di kamar mewahnya.


Khaila Aidenia, benar-benar merasa sangat sedih juga kesal. Tapi apa daya. Meskipun harta Papanya berlimpah ruah, namun cinta Christian gagal ia dapat.


Fahrurrozi menghancurkan semua harapan Yosef.


Membuatnya berinisiatif menelpon rekan bisnisnya itu dan mengambil keputusan, tidak melanjutkan hubungan kerja lagi dengan pria yang kini sedang sibuk menerima panggilan dari beberapa stasiun televisi dan podcast beberapa artis serta youtuber.


Fahrur memang sedang naik daun. Sedang mencari popularitas untuk pengajuan dirinya sebagai balon/bakal calon Bupati wilayah Selatan.


Namun kini masyarakat semakin pintar memilah dan menilai. Orang-orang seperti apa yang berbobot yang bisa dipercaya untuk maju menjadi pemimpin wilayah mereka.


Apalagi kini, kartu As-nya telah terbuka.


Masa lalunya yang tak kalah hitam juga menambah deretan kelam akibat perbuatan Ayahnya, Abdul Kadir Rozak.


Kini semakin banyak orang nyinyir menyebarkan konten ketidaksukaannya pada Fahrur dan Ayahnya. Terutama rivalnya di pencalonan Bupati periode masa sekarang.


Begitulah hidup. Ada yang pro, pasti juga banyak yang kontra.


Ada yang jahat, tak sedikit juga orang yang baik.


Yang jahat tak selamanya jahat. Yang baik juga tak selalu baik.


Semua melakukan tindakan demi untuk bertahan hidup dan demi mencapai hidup yang lebih baik lagi.


...❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤...

__ADS_1


__ADS_2