
Hari berganti hari, Viona kini telah kembali ke rumah. Rumahnya dengan Delan, pemberian dari Papa Bambang.
Atas saran kak Jonathan Lordess yang tak lain dan tak bukan adalah omnya Herdilan Firlando. Pemilik villa di Ubud Bali tempat Viona dan Delan menghabiskan bulan madu setahun dua bulan yang lalu, Viona kini 'membuka' lembaran baru untuk hidupnya.
Viona yang dulu kini telah mati. Tenggelam bersama penderitaannya di sungai tiga hari yang lalu tempat ia menceburkan diri.
Kini, Viona baru akan mulai beraksi.
Rumah mereka ternyata di jaga seorang sekuriti, yang langsung mengabari Tuannya kalau sang Nyonya telah kembali ke rumah.
Tentu saja Delan langsung meluncur pulang ke rumah setelah tahu istrinya telah kembali ke kediaman asri mereka.
"Viona! Viona sayang, bagaimana keadaanmu?"
Wajah Viona terlihat datar, menatap Delan yang panik, cemas serta khawatir padanya.
"Herdilan! Aku ingin cerai! Tolong urus sekarang juga berkas perceraian kita!"
"Viona... Please! Come on..."
"Aku tidak bisa menerima perbuatanmu padaku! Harusnya sejak awal kamu mengenal diriku! Aku... bukan orang yang menerima dipoligami."
"Vio! Viona!... Aku sungguh-sungguh minta maaf! Sumpah demi Tuhan tak ada niatku untuk menyakitimu apalagi menduakanmu, Sayang!"
Viona mendengus. Menyeringai lebar sambil menatap jijik wajah suaminya.
"Ya aku tahu. Memang tak ada niat! Itu hanyalah permainan bagimu, bukan? Kau masih sangat muda, masih pantas bermain seperti bujangan di luar sana. Bercinta bagimu seperti Mobile Legend atau Free Fire. Selingan saja! Iya khan?!? Tubuh mulus si Lady itu terlalu sayang untuk kau lewatkan begitu saja. Rugi besar jika tak kau nikmati dengan benar! Cih! Dasar... Lelaki bajingan!"
__ADS_1
Herdilan hanya menunduk tak menjawab semua ucapan istrinya yang kasar dan pedas itu. Karena ia mengakui semua kebenaran perkataan Viona.
Tapi mau bagaimana lagi, nasi sudah menjadi bubur, Viona! Dan aku harus bertanggung jawab atas janin yang kini dikandung Lady.
"Kau menikahi perempuan sundal itu karena ia hamil anakmu bukan? Begitu khan?"
Delan mengangguk.
Dihadapan Viona, ia kini bagaikan bocah berusia sepuluh tahun yang melakukan kejahatan.
"Aku punya ini!"
Viona memberikan Herdilan sesuatu.
"A-apa ini?"
Sebuah kotak persegi panjang, sebesar korek api gas. Dan... Herdilan termangu menatap testpack itu. Dua garis biru!
"Viona, kamu hamil?"
Matanya membulat besar. Ada binar keraguan di matanya.
"Tiga bulan!"
"Ti-tiga bulan???"
Sama dengan kehamilan Lady Navisha!? Jadi selama ini Viona juga hamil? Viona sudah pasti hamil anakku. Karena tak mungkin ia melakukan hubungan dengan pria lain. Begitu juga Lady! Lady ketika melakukannya denganku katanya masih virgin dan agak sulit kumasuki juga karena baru pertama kali. Jadi... sperm*ku benar-benar tumbuh dan berkembang di dalam rahim dua wanita yang berbeda. Yakni istri pertama dan istri kedua?!
__ADS_1
"Aku minta cerai!"
"Viona!"
"Kecuali, kau ceraikan wanita dajjal itu!"
"I ini benarkah, testpack ini milikmu, Vi?"
"Kau meragukannya? Ya Tuhan! Kau butuh pembuktian? Kau bisa tes DNA kalau kau tak percaya!" pekik Viona kesal sekali.
"Bukan begitu, Vi... Tapi rasanya ini seperti mimpi bagiku!"
"Ya, Lan! Ini juga seperti mimpi bagiku!"
Delan berusaha merangkul istrinya yang nampak marah berkobar-kobar itu.
"Jangan peluk aku, kecuali kau ceraikan perempuan itu! Dan jangan lupa untuk bilang, aku sedang hamil juga pada Mamamu!"
"Iya, iya, sayang! Rencana awal aku dan mama memang hanyalah untuk mengambil anakku yang dikandung Lady. Bukan dengan niatan tulus menikahinya, Viona! Aku, ingin cerita padamu sedari awal... karena aku memang hanyalah khilaf, Yang!"
Viona menahan diri... akhirnya ia diam dalam pelukan sang suami.
"Mas... ceraikan Lady segera! Hik hik hiks..."
"Pasti, Vio! Itu pasti. Aku juga sudah tak kuat tinggal bersama perempuan itu! Aku tak lagi peduli pada anak yang kini ia kandung, karena ada anakku yang lebih mulia dalam rahimmu kini!"
Ternyata... kau sangat lemah, Herdilan. Kau benar-benar pria yang lemah iman. Bahkan kau sangat mudah berubah sikap ketika aku berusaha memainkan 'peran' untuk membuatmu terjerat. Aku... bukanlah Viona yang jutek, polos dan lugu lagi. Viona yang kau kenal ketika di awal perjumpaan kita. Viona yang dulu sudah mati. Kini hanyalah Viona, istri pertamamu yang akan mengibarkan bendera perang untuk 'menghabisi' dirimu serta kearoganan kau dan mamamu.
__ADS_1
...❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤...