PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)

PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)
BAB 186 MASIH POV CHRISTIAN SUHERMAN PART 3


__ADS_3

Aku termangu, melihat aura gadis itu berwarna bagaikan pelangi. Membuatku justru terpana bukan sakit hati pada perkataan dan sikap ketusnya.


Hari berlalu dan bulan pun berganti.


Tak pernah lagi kutemui gadis bernama Melody itu. Hingga suatu ketika, di bulan ketiga peristiwa itu... Gadis itu mendatangi perusahaanku.


Aura wajahnya yang dulu warna warni kini terlihat kuning menyala. Sangat terang dan indah.


"Aku hamil!"


Begitu katanya. Dan aku bukannya kaget, tapi menawarkan diri untuk menikahinya.


Dia diam tak menjawab. Hanya merem*s-rem*s jemarinya pertanda sedang bingung.


"Beri aku waktu!"


Hanya itu. Lalu dia pergi lagi entah kemana. Sebulan kemudian dia datang lagi. Tapi ada secarik kertas ditangannya.


SURAT PERJANJIAN.


Ternyata ia ingin menikah denganku tapi dengan catatan dan perjanjian yang harus kupenuhi serta kutaati.


Aku tersenyum geli. Seumur-umur baru kali ini ada perempuan yang meminta pertanggungjawaban tapi dia pula yang mengajukan kesepakatan perjanjian.


Tapi aku terpesona pada auranya yang kuning cerah itu. Indah sekali. Bahkan berpendar dengan sangat bagusnya mengubah aura gelapku menjadi lebih terang karena ada dia.


Aku sendiri tidak tahu. Teramat sulit untuk dimengerti orang awam. Tapi bagi orang yang memiliki kelebihan sepertiku, akan mengerti maksud ucapanku ini.


Seperti ucapan Rara si pawang hujan MotoGP di Mandalika yang viral karena ucapannya di podcash Deddy Corbuzier tentang penjelasannya yang sangat tidak masuk akal dan mirip ucapan orang (maaf) kurang sehat.


Tapi seperti itulah, para manusia yang mendapat karunia kelebihan dari Tuhan. Berbeda-beda cara penyampaiannya. Dan berbeda-beda pula cara terima kasihnya pada sang Tuhan Penguasa Seluruh Alam Raya. Semua sudah Allah Ta'ala atur dengan sebaik-baiknya. Juga tergantung pada individu itu sendiri dalam menyikapi kelebihan yang Tuhan beri.

__ADS_1


Aku menandatangani surat perjanjian yang dia buat. Menyetujuinya dan menikahinya resmi di Kantor Urusan Agama.


Isi perjanjiannya antara lain: kami tidak akan tidur satu kamar. Kami juga tidak akan main fisik atau saling bersentuhan.


Tapi dia berjanji, akan menjaga nama baik suami di luar mengingat diriku adalah seorang CEO. Dia juga akan setia mengikuti langkahku selama aku memegang teguh dan mengikuti aturan pada point yang di atas.


Kami akan bercerai setelah anak yang dikandung Melody berusia satu tahun. Dan mengikuti proses perceraian serta pengaturan hak asuh anak pada siapaku.


Aku menyetujui.


Rumah tangga kami tidaklah seperti yang orang fikirkan. Aku menjunjung tinggi isi perjanjian.


Meski dalam perjalanan waktu aku telah jatuh cinta pada pesona dan auranya dalam melebur ke jati diriku, namun aku berusaha kuat memegang teguh.


Tak disangka, ternyata anak kami kembar sepasang. Mereka adalah anugerah terindah dalam hidupku. Benar-benar suatu keajaiban. Diriku yang suram, bisa memiliki keluarga lengkap membuat semua warna bersatu dalam aura kehidupanku dan Melody.


Melody punya masa lalu yang cukup suram. Aku pun... meski terlihat baik-baik saja dengan kedua orangtua yang berada bergelimang harta. Namun kenyataannya aura keluargaku tampak suram.


Aku semakin mengagumi Melody. Ia membesarkan kedua adiknya seorang diri. Mengirim satu adik laki-lakinya yang bernama Wildan ke pesantren. Dan kini justru sudah jadi staf pengajar honorer di sana.


Pantas warna auranya begitu berwarna. Ternyata pribadinya sangat terhandle rapi dan balance antara dunia serta akhirat.


Melody-ku yang hebat.


Kejadian demi kejadian semakin mendewasakanku. Membuatku makin bisa memilah jalan mana yang terbaik yang harus kuambil.


Menjaga Mama adalah tujuan utamaku. Terlebih setelah kenyataan Papa memiliki istri-istri lain diketahui omku juga.


Hhh... Keluarga kami memang rumit. Entah berawal dari mana.


Apakah kutukan tujuh turunan? Atau memang hukuman atas kelakuan nenek moyang kami di masa lalu? Entah.

__ADS_1


Yang pasti keadaan keluarga kami memang benar-benar sulit dipahami orang lain.


Mamaku dimadu tante Tasya, sepupunya sendiri. Dan mereka melahirkan satu putra yang otomatis adalah saudaraku juga. Hhh...


Mama sakit. Ternyata semua berawal dari kiriman jamu tradisional yang sering dikirim Tante Tasya.


Ada kesal juga menggelayut di dada. Mama tahu kalau sepupunya itu adalah madunya. Tapi mendapat kiriman obat herbal yang katanya baik bagi kesehatan dari mamanya si Herdilan, malah diminum tanpa pikir panjang.


Mamaku adalah orang yang selalu lurus fikirannya. Tak ada sedikitpun otaknya nyeleneh ke arah yang tak baik. Dia selalu ber-khusnudzon.


Disitulah amarahku bangkit.


Seperti ada gerakan yang kuat dari dalam hatiku, kalau ini adalah waktu yang tepat untuk membuat Papa dan Tante Tasya sadar akan kelakuannya.


Apalagi Om Jonathan Lordess juga kini sangat mendukungku. Bahkan beliau juga melakukan banyak pergerakan lain yang membantu langkahku melakukan tuntutan hukum atas nama Mama.


Tuhan benar-benar memudahkan jalanku. Kebencianku pada tante Tasya dan putranya mendapat respon Allah Ta'ala.


Perlahan tapi pasti, kehidupan tenang mereka terkuak satu persatu.


Semua berawal dari seorang perempuan bernama Viona, istri dari si Herdilan. Pertama kali aku melihatnya di sebuah cafe tempat dia melakukan press conference perihal perceraiannya dengan Herdilan.


Aku terhenyak melihat aura wajahnya yang kuning menyala. Sangat indah bercahaya.


Bodohnya si Herdilan jika sampai melepaskan Viona demi kesenangan sesaat saja dengan perempuan lain yang juga kulihat suram aura masa depannya.


Hhh...


Kusudahi dulu ceritaku ini sampai disini. Karena memang hidupku jadi berwarna dengan adanya Mutia Permata Melody serta dua buah hati kami yang membawa warna baru.


Semua semakin indah pastinya, meski aku harus menahan diri berapa lama pun agar Melody mau tetap disampingku.

__ADS_1


Karena jika Melody pergi,... aku tak tahu Takdir buruk apa yang akan menimpaku. Melody adalah penyeimbang hidupku.


...❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤...


__ADS_2