PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)

PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)
BAB 98 KISAH HIDUP TASYA JESSICA


__ADS_3

Mata sebelah kiri Mama Tasya lebam kena jotos Herdilan. Beliau sempat semaput beberapa puluh menit. Kemudian tersadar setelah mendengar isak tangis putranya yang terduduk di samping ranjang besinya.


"Ma! Mama... Hik hik hiks! Jangan mati dulu! Jangan tinggalin aku dengan setumpuk dosamu di dunia!"


Deg.


Hatinya bergetar hebat mendengar isak tangis Herdilan.


"Delan!"


"Mama... Mama! Ada banyak pertanyaan yang menggelayut di fikiranku sekarang! Semuanya sangat ingin jawaban jujurmu, Ma! Hik hik hiks!"


Pria yang perkasa di mata Viona juga Lady itu kini terlihat cengeng dan sangat rapuh. Mirip bocah berusia 7 tahunan yang di tinggalkan sang Mama pergi ke pasar.


Sementara Lady, nampak lebih banyak luka. Baik wajah, tangan hingga lehernya... mendapatkan banyak hantaman dari sang suami yang marah tingkat tinggi.


Air matanya mengalir deras. Tangannya sibuk mengambil foto-foto setengah bug*lnya dengan berbeda pria menjadi bukti nyata kenapa Delan memperlakukannya kejam.


Semua lembaran itu berserakan di lantai. Juga sebuah surat keterangan operasi sel selaput daranya di negeri Gajah Putih setahun lalu.


Membuat Lady semakin keras menangis sesegukan.


Ia menyesali kebodohan sendiri yang lupa menyimpan kembali 'kotak rahasia'nya di tempat ter-aman seperti biasa.


Lady pikir Delan tak kan cepat pulang. Ia kira suaminya baru akan pulang besok atau lusa. Ternyata perkiraannya salah.


Rahasianya pun kini terbongkar sudah.


Herdilan marah besar hingga melakukan KDRT penganiayaan pada wajah serta tubuhnya.


Walaupun sakit, ia tetap berusaha membuat foto dirinya sebagai bukti suatu saat Herdilan berbuat macam-macam lagi padanya.


Foto ini bisa jadi bukti penganiayaan yang jelas.


Dan harus segera ke rumah sakit, melakukan visum atas luka-luka yang Herdilan buat padanya.


Perlahan perempuan berusia dua puluh enam tahun itu pergi melipir membuat surat keterangan visum dengan bantuan pacar gelapnya.


...🕸🕸🕸🕸🕸...


"Ma... Ceritakanlah rahasiamu padaku, Ma! Apa yang selama ini Mama sembunyikan dari aku? Soal status nikah Mama dengan Papa. Soal siapa istri pertama Papa. Soal kenapa tega sekali Mama melakukan semua ini! Sungguh aku ingin dengar dari mulut Mama sendiri! Hik hik hiks..."


"Hik hik hiks...Huuu... Delan anakku! Herdilan putra kesayangan Mama satu-satunya! Huaahik hik hiks...! Apa yang kamu dapat di Bali sana? Apa Tania dan Lord melukaimu? Mereka menghinamu habis-habisan? Hah? Hik hik hiks... jangan dengar kata mereka! Aku Mamamu! Aku lah yang melahirkanmu, bukan mereka! Jangan percaya meskipun mereka berniat menghancurkanmu juga Mama! Hik hik hiks..."


"Mama! Stop it! Hentikan sandiwara Mama! Sudahi drama Mama! Katakan yang sebenarnya, kenapa Mama merebut Papa dari Tante Tania???"

__ADS_1


"Delaaan...! Delan Sayang! Jangan benci Mama, Nak! Hik hik hiks..."


"Katakan, Ma! Katakan...! Ceritakan padaku semua kebejatanmu!"


"Delan..."


"Hik hik hiks...! Aku ingin dengar semuanya dari Mama! Semuanya. Dengan kejujuran dari hati Mama yang merasa menyayangiku!"


Tasya Jessica membetulkan posisi duduknya. Mengusap tetesan air matanya yang telah sampai di bibir.


Matanya menerawang jauh ke depan. Kepada semua penderitaan yang telah ia rasakan berpuluh-puluh tahun lalu.


"Nenekmu... gagal dalam rumah tangga! Beliau kecewa karena impiannya membangun mahligai pernikahan bahagia, pupus sudah. Nenekmu pergi meninggalkan Mama, mencari kebahagiaannya sendiri tanpa pedulikan Mama, Nak! Hik hik hiks..."


Tasya terdiam sejenak. Mengatur pernafasannya yang terasa sesak. Kemudian... kembali bercerita.


"Usia Mama saat itu enam tahun. Usia seorang anak perempuan yang masih polos dan lugu, Delan! Hati Mama luka! Nenekmu meninggalkan Mama sendirian tanpa pesan sayang dan kata-kata cinta. Nenekmu hanya menitipkan Mama pada Maminya Tania dan Lordess. Pergi bekerja ke negeri sebrang.


Mereka pasangan bahagia, padahal istrinya itu orang bule. Tapi mereka bahkan memiliki sepasang anak yang cantik tampan dan baik hatinya. Yang menyayangi Mama setulus hati!"


"Kalau mereka baik, lalu kenapa Mama mencuri milik mereka?"


"Dengarkan dulu cerita Mama! Jangan potong!" bentak Tasya Jessica melotot marah pada anaknya.


"Mama sakit! Benar-benar sakit! Sampai tak tahu lagi mana benar mana salah! Bukannya membalas budi, tapi malah mengambil milik mereka yang bukan hak Mama!"


Plak.


"Diam dulu, jangan menyela cerita Mama!"


Pipi Herdilan merah kena tamparan sang Mama.


"Mama ingin sukses. Ingin memberikan mereka kebahagiaan sebagai orang yang di pandang dunia! Mama ingin jadi artis terkenal!"


"Tapi mereka malah tidak mengizinkan?"


"Ya!! Mereka mengusir Mama! Mereka bilang, tak mau lagi mengurusi Mama kalau Mama lebih memilih pindah ke Ibukota daripada melanjutkan studi kuliah di Solo!"


"Bodoh! Benar-benar bodoh! Memilih jadi artis yang belum jelas padahal kuliah lebih terjamin segalanya!"


"Mama ingin buktikan Mama bisa sukses tanpa mereka!"


"Stupid girl!"


"Ya. Mama memang bodoh! Kebencian sudah merasuk jiwa Mama yang kotor. Mama kabur dari mereka dan memulai karier keartisan dari nol."

__ADS_1


"Lalu kenapa Mama menikah dengan Papa? Sedangkan Papa adalah suami dari tante Tania!"


"Itu adalah kesalahan terbesar Mama!!!"


"Itu kebodohan yang sangat... sangat membuatku ingin membunuhmu!"


"Hik hik hiks...!"


"Mas Bams saat itu adalah aktivis dan anggota salah satu partai organisasi terbesar. Beliau sedang ada di masa jayanya. Tampan, mapan, pintar dan ulet dalam berbisnis. Suatu ketika..."


...........


...........


...........


Dua puluh tujuh tahun yang lalu...


"Tasya? Kamu... sedang apa di acara ini?"


Bambang Suherman, seorang politikus muda, pengusaha serta aktivis HAM yang mulai aktif di kancah dunia perpolitikan.


Dia adalah suami dari Tania Camila. Sepupu Tasya Jessica yang terpaut usia tujuh tahun lebih tua darinya.


Tasya saat itu, sedang berjuang mencari nama besar sebagai seorang artis muda pendatang baru. Yang tengah berusaha keras masuk ke dunia hiburan. Dan tengah mendapatkan job menyanyi di acara hiburan para politikus yang sedang bereuforia merayakan kemenangan partai mereka.


"Mas Bams? ... Wah, tak sangka kita bertemu di acara ini! Mana Kak Tania?"


"Tania tidak ikut! Masih di Solo, dia. Mana mau dia ikut-ikutan acara partai! Di tambah lagi, Christian juga tidak ada yang menjaga!"


"Oh, begitu rupanya!"


"Kamu... benar-benar berbeda sekarang, Tasy!"


Tasya tersipu malu. Hatinya bergetar mendapat panggilan berbeda dari biasanya. Terlebih dari pria tampan dan mapan sekelas mas Bambang.


Sayangnya pria itu telah beristri. Dan istrinya adalah sepupunya sendiri.


Tasya hanya tersenyum getir. Membayangkan kebahagiaan sang sepupu yang cantik jelita, memiliki keluarga bahagia serta orangtua utuh yang begitu menyayangi dan mendukung semua keinginannya.


Sangat jauh berbeda dengannya.


Seorang anak yang tak diinginkan. Yang ditinggal pergi Ayah serta Ibunya, entah kemana.


...❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤...

__ADS_1


__ADS_2