PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)

PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)
BAB 137 BOLEHKAH AKU BAHAGIA?


__ADS_3

"Viona!"



"Kak Jo!"


Aku tersenyum. Bahagia sekali hati ini, bisa melihat wajahnya lagi. Setelah satu purnama nyaris kulewati tanpa melihat senyum indahnya.


Kenapa pria ini bertambah tampan? Apakah mataku memang sudah tak normal? Ya Tuhan... Tatapannya... Hhh... Jantungku berdebar-debar!


Aku tak berani berkedip. Hanya berusaha menjaga kesadaranku tetap pada batas kewajaran karena hati ini sangat ingin berlari ke arah pelukan hangatnya.


"Apa kabar?" tanyanya lembut.


Aku menghela nafas pendek. Dihadapannya aku seperti bocah usia lima tahun yang suka sekali mengadu dan merajuk.


"Kak Firman,..."



Kak Jo menarik tanganku. Lalu mengusap kepalaku perlahan. Membiarkan wajah ini terbenam di bahunya yang bidang.


"Yang tabah ya, Viona! Semua orang akan meninggal. Kita juga. Hanya waktu saja yang membedakannya!"


"Iya."


Aku hanya mencoba berdamai dengan keadaan. Membiarkan perasaan hangat ini lebih lama bersarang di jiwa ketika bersama pria yang akan 42 tahun beberapa bulan lagi itu.


"Aku minta maaf, tidak bisa menemanimu di masa-masa sulit kemarin. Ada banyak kerjaan yang kuurus termasuk kedua ponakanku di Singapura!"


"Tak apa. Ada Ira yang menemaniku, Kak!"


"Hhh...! Sudah ke klinik Lena?"


"Belum. Tapi aku suka chattingan kalau malam dengan dokter Lena, koq!"


"Apa katanya?"


"Iya. Berisiko tinggi naik pesawat diusia kandunganku ini!"

__ADS_1


"Hhh... Lalu keputusanmu?"


"Bolehkah aku melahirkan di sini saja?"


"Tentu boleh! Tini akan menjagamu 24 jam! Tapi aku... masih harus bolah-balik Bali Jakarta Singapura. Apa... kamu ga apa-apa jika terus-terusan kutinggalkan?"


Aku tersenyum padanya. Mengangguk memberi jawaban, kalau aku mengerti kesibukannya. Kak Jo memelukku lagi.


Makan malam telah siap. Bi Tini seperti biasa, tersenyum melihatku dan kak Jo kembali bersama dengan canda penuh kehangatan.


"Tuan... Kayaknya Nona sudah masuk delapan bulan lebih ya kehamilannya? Berarti... bulan depan kita bisa menggendong bayi Nona Viona!"


Aku tersenyum tapi hati ini deg-degan.


Ya. Masa melahirkanku tinggal menunggu minggu. Aku... harus menyiapkan mental dan juga kesehatan yang bagus. Demi sang buah hati.


Tanpa sadar, kak Jo langsung turun dari kursinya. Mendekati dan mengelus perutku lembut.


"Jagoan Papi Jo coming soon!" katanya membuat aku dan bi Tini tersenyum lucu.


Tuhan... Apakah aku boleh bahagia? Setelah untuk beberapa bulan ini otakku seperti Kau kocok 'nyaris gila' dan hampir kubunuh diriku sendiri? Tuhan... aku takut. Takut bahagia ini hanya semu.


"Kemana?"


"Vio mau kemana? Aku antar dua puluh empat jam."


Mata ini menatap lekat wajah kak Jo.


"Terserah Kakak! Tapi aku sangat ingin nonton konser, Kak!"


"Hah??? Hahaha... Ya ampun bumil mau nonton konser?"


"Iya! Seumur hidup aku ga pernah lihat artis konser. Apalagi artis luar negeri!"


"Besok? Dadakan? Emang ada artis konser besok? Hehehe... Kamu nih, ada aja yang difikiranmu itu! Lucu! Hehehe..."


Aku ikut tertawa. Tentu saja mentertawakan diri sendiri. Aneh memang ya!? Hehehe... Apakah ibu hamil itu pemikirannya seperti aku begini? Yang tiba-tiba punya keinginan yang tak jelas? Yang sangat ingin diwujudkan saat itu juga? Ngidam juga rasanya bukan. Apalagi usia kandunganku yang sudah masuk delapan bulan.


Berbincang santai menjadi rutinitas kami setelah makan malam.

__ADS_1


Kak Jo menyediakan air hangat di sebuah bak kecil. Menaruhnya taburan kelopak mawar merah nan harum. Juga tak lupa beberapa tetes minyak kayu putih di dalamnya.


"Sini, rendam kaki Vio!"


Aku terhenyak. Pria itu merawatku dengan sangat telaten. Membasuh kedua kakiku dengan air hangat dan melapnya perlahan sehingga peredaran aliran darahku kembali lancar. Sangat nyaman rasanya.


Apakah Herdilan akan melakukan ini padaku, andaikan ia masih suamiku? Ya Tuhan... Tolong jangan terbangkan diri ini ke langit yang tinggi, lalu kau hempaskan lagi dengan kesedihan yang lebih dalam lagi. Please Tuhan...! Aku ingin bahagia bersama kak Jo!


"Kakak... Jangan terlalu memanjakanku!" kataku baru tersadar... kalau perlakuannya teramat manis padaku.


"Kamu sudah sangat hebat, Vio! Mengandung... tapi jarang sekali kudengar keluhanmu tentang kehamilanmu ini! Bahkan... perut yang semakin membuncit, kaki yang terlihat bengkak-bengkak. Itu saja sudah membuatku sedih ketika melihatnya!" jawabnya.


"Jadi kakak malu ya, jalan sama aku yang gendut dan bengkak kakinya besok?"


"Aih? Kenapa jadi ngomong gitu? Maksud Viona?"


"Kakak merawatku. Mengurusi bengkak dikakiku biar besok tidak bikin malu kakak karena kita jalan bersama!"


"Hahaha... Aku ga punya fikiran gitu, Vio! Malah kalau bisa, Vio kugendong saja! Kemana maunya? Tapi gendong gimana? Gendong punggung,... ada dede bayi di perut. Gendong ala pengantin baru,... aneh ya kelihatannya?!"


"Aaah... terus aja godain ibu hamil! Terus aja gitu! Terus!!!"


"Hahaha...!"


Cup.


"Aku ingin kita segera menikah!"


Aku malu sekali.


Kak Jo mengecup keningku. Membuat dadaku bergemuruh. Debaran jantungku terdengar kencang.


Aku pun ingin sekali... bersamamu, kak! Selamanya. Bahkan mungkin kalau bisa, aku ingin waktu berhenti saat ini juga. Agar semua kebahagiaan ini selalu ada. Di antara kita. Di setiap waktu. Selalu untuk selamanya.


"Selamat malam pemirsa! Berita terkini, apartemen model dan selebgram yang baru saja ketuk palu perceraiannya dengan putra pemilik PH Pesona Tasya, Jelita Lara disantroni orang tak dikenal. Selain mengalami kerugian sekitar seratus juta rupiah karena barang-barang berharganya raib digondol pencuri, kamar sang seleb juga ternyata dipenuhi dengan ratusan pecahan telur busuk. Bahkan pihak kepolisian yang tengah mengadakan penyelidikan pun tak kuat menahan bau busuk hingga menunda waktu penyelidikan esok hari. Kini kamar apartemen Jelita Lara sudah dipasangi police line demi menjaga pemeriksaan polsek setempat. Sekian berita terkini bersama Gossip Hot Comel TV. Sampai jumpa lagi pemirsa, dan selamat beristirahat!"


Hmmm... Suara televisi yang ditonton bi Tini di ruang tengah terdengar sampai kamarku. Lady Navisha, mendapatkan penghakiman lebih kejam di masyarakat. Ck ck ck...


...❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤...

__ADS_1


__ADS_2