
Viona mendatangi rumahnya Christian, setelah setengah jam bergerak cepat membereskan urusannya di kampus.
Bahkan beberapa teman akrab kuliahnya pun ditolak ajakan makan malamnya karena sudah sangat rindu pada sang buah hati.
Dzakki sudah menginap selama tiga hari dirumah mantan kakak ipar tirinya itu.
"Dzakkiii...!!!"
"Mamiii!!!"
Keduanya berangkulan seperti sudah berbulan-bulan tak berjumpa.
Fika yang melihat kedekatan Viona pada anaknya membuatnya iri dan langsung meledek.
"Viona! Anakmu ta' tuker tambah ya?"
"Fikaaa!!!"
Kini Viona berlari ke arah Fika. Merangkulnya erat, tak lupa cipika cipiki.
"Apa kabarmu, mahmud!"
"Hahaha... baik! Kamu sendiri?"
"Seperti yang kau lihat! Aku masih seperti yang dulu!" jawab Fika membuat Viona tersenyum dan melepas rangkulannya.
Viona memeluk Mutia juga menyalami Christian juga mencium pipi si kembar.
"Mami, Mami... lihat! Tante Fika membelikan Dzakki mobil remote control besar! Ini keren, Mi! Lihat deh! Ini juga, ada dinososurus!"
"Dinosaurus, Sayang!..."
Viona mendengarkan cerita heboh sang putra yang membuat dirinya lupa pada permasalahan hidupnya akhir-akhir ini. Dia senang sekali, Fika telah menghapus rasa dendam pada putranya. Air matanya menetes sebutir sembari mengangguk hormat pada gadis manis yang sangat ia kagumi itu.
__ADS_1
"Dzakki sudah ucapkan terima kasih belum pada tante Fika?"
"Sudah. Kata Tante Fika, Dzakki kapan-kapan mau diajak ke Singapura. Boleh, Mi?"
Viona mengangguk. Dipeluknya Dzakki sekali lagi. Mencoba menghilangkan semua rasa rindunya pada Dzakki setelah beberapa hari tak ia temui.
Tiba-tiba...
"Dzakkiii...!!!"
Roger langsung menubruk Dzakki ketika pintu rumah Christian dibuka paksa olehnya.
"Roger?!"
Semua orang terkejut melihat kedatangan Roger yang sekonyong-konyong.
"Ayah!!!" sorak Dzakki kesenangan.
Bug bag bug.
"Tega kau pada putraku! Lihat saja kalau sampai sesuatu terjadi pada Dzakki! Tak kan kuampuni!"
Roger menuntun tangan Viona dan Dzakki kanan serta kiri.
"Ayo!"
Viona sendiri tak mampu berkata apa-apa. Hanya melongo melihat tindakan Roger yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Roger membawa Viona dan Dzakki pergi.
Baik Viona maupun Dzakki tak ada yang berani berkata-kata. Keduanya takut melihat wajah Roger yang suram dan gelap.
Mobil yang dikendarai Roger memasuki area parkir pantai Ancol dipukul enam lewat dua puluh menit.
__ADS_1
Sementara itu setelah lima menit Roger membawa Viona dan Dzakki keluar dari rumah Chris, Herdilan datang.
Fika dan Mutia langsung pucat wajahnya. Hatinya berdegub kencang mengingat baru saja mantan istri dan anak lelaki yang kini berdiri dihadapannya itu ada disini.
"Mas! Maaf... jika kedatanganku kembali mengganggu ketenteraman kalian. Maaf, Mas!"
"Ada apa, Delan? Bukankah aku sudah memberimu semuanya untuk kembali memulai hidup barumu?" tukas Christian.
Sebenarnya Chris sudah tahu, Delan pasti akan mendatanginya lagi. Tapi dia pun terkejut melihat Delan yang datang nyaris bertemu dengan Viona.
"Mas! Aku butuh bantuanmu! Viona mengundurkan diri dari rumah sakit. Apakah karena sudah mengetahui kepulanganku?" tanya Herdilan membuat Chris diam.
Fika yang sedari tadi pasif tidak ikut terlibat pembicaraan akhirnya gatal ingin ikut bicara.
"Untuk apa kau ingin tahu kehidupan Viona? Apa belum puas ingin menyakitinya? Hah? Masih ingin melampiaskan emosi tolol-mu karena kau fikir karmamu datang akibat Viona?"
Fika puas sekali bisa meluapkan unek-uneknya pada pria yang juga kakak tirinya itu.
"Bukan, bukan!... Aku hanya ingin bertemu Viona, juga anak kami. Ingin minta maaf padanya karena telah menyengsarakan hidupnya selama ini!"
"Telat! Viona baru saja pergi dari sini lima menit yang lalu!" gerutu Fika membuat Herdilan mendekat.
"Pergi kemana? Boleh aku minta alamatnya?"
"Tidak untuk saat ini, Delan!" sela Christian membuat Delan termangu.
"Saat ini Viona sedang dalam keadaan tertekan. Jangan tambah bebannya dulu! Kalau kau mau menurut padaku, pulanglah! Tata dulu keadaanmu. Begitu juga Viona! Biarkan dia menata perasaannya yang galau karena shock mengetahui kepulanganmu dari penjara. Itu sebabnya dia menarik diri serta putranya!"
"Anakku, laki-laki, Mas?... Anakku laki-laki, Mas? Sungguh, Mas?"
Herdilan memeluk Christian bahagia.
Ia terisak sendiri diantara pandangan-pandangan sinis Fika dan Mutia juga diamnya Christian.
__ADS_1
Tuhan belum mau memberinya kesempatan untuk Delan bertemu Dzakki walau nyaris sedikit lagi. Hhh...
...❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤...