PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)

PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)
SESSION 2 PERANG DUA DUNIA


__ADS_3

Brak brak brak


Suara keras terdengar dari arah dapur.


Seketika Roger dan Kenken berjalan cepat ke arah sana. Tapi tidak ada apa-apa. Bahkan suasana hening dengan lampu gelap seperti biasa.


Mereka memang selalu mematikan lampu di seluruh ruangan setelah para penghuninya masuk kamar.


Klak, klik, klak


Suara saklar lampu yang dimainkan. Bahkan lampu dapur menyala, mati, lalu menyala lagi.


Seperti ada orang yang sengaja menekan.


Bulu kuduk Roger dan Kenken langsung berdiri. Keduanya lagi-lagi diam, dengan mata bertatapan.


Roger kini semakin faham akan ucapan kakaknya.


Jadi saat ini kediaman mereka memang sedang disambangi makhluk lain yang tak kasat mata.


"Ken!"


"Hm?"


"Bantu doa dan minta pertolongan Tuhan untuk keselamatan kita semua, terutama Dzakki Boy Julian!"


Kenken tersentak. Ia yang sudah bertahun-tahun ikut keluarga kecil Viona mengerti.


Sejujurnya Kenken sudah menyadari kalau putra Viona itu memiliki kelebihan lain sedari bayi. Karena ia pernah menyaksikan Dzakki bermain dan tertawa sendirian, tapi seolah disekitarnya banyak teman.


Keduanya kembali masuk kamar masing-masing. Bergegas ke kamar mandi, mengambil wudhu dan membentangkan sejadah panjang.


Roger tercekat menyaksikan sendiri kejadian aneh dengan mata kepalanya setelah menaruh sajadah di lantai.


Tubuh Dzakki nampak diangkat seseorang, tapi tak terlihat. Seperti terbang dan melayang diudara. Membuat Roger berlari cepat ke arah sang putra, namun...


Tubuhnya terhempas keras hingga tulang punggungnya membentur lemari kayu jati dan Roger memekik kesakitan.


Gubrak!


"Auw!!!"


Tubuh Dzakki seperti ditaruh di atas hamparan sajadah yang Roger bentangkan. Tapi terlihat dengan gerakan pelan.


Dan Dzakki juga masih dalam keadaan tertidur pulas.


Roger segera meraih tubuh putranya. Diangkat dan dipeluknya erat tubuh Dzakki.


Treeet treeet treeet


Roger melonjak kaget ketika handphonenya tiba-tiba saja berdering.


Treeet treeet treeet


Ia segera menggendong tubuh Dzakki meskipun agak terhuyung karena punggungnya yang nyeri terbanting dan kena ujung pinggiran lemari.

__ADS_1


"Hallo, assalamualaikum!"


...[Waalaikumsalam, Roger, ini aku!]...


"Kak!?"


...[Apa kalian baik-baik saja? Perasaanku tidak tenang!]...


"Aku... aku tidak,...(Roger menarik nafas sebentar) baik-baik saja! Ini pertama kali seumur hidupku, merasakan dan melihat langsung serangan makhluk halus. Tapi aku tidak bisa melihatnya langsung! Dan Ken juga tahu!"


...[Dzakki dan Viona bagaimana?]...


"Mereka justru sedang tertidur pulas, Kak! Aku sendiri, baru akan sholat malam mencoba meminta pertolongan Tuhan!"


...[Ya sudah, segera laksanakan!]...


...Klik....


Chris mematikan panggilan teleponnya.


Jantungnya berdebar tak karuan. Membuatnya kebingungan hendak berbuat apa. Seketika ia mengingat Herdilan.


Pukul 01 dini hari.


Chris akhirnya tetap mencoba menghubungi Herdilan meski kini sudah larut malam. Terlebih perbedaan waktu satu jam antara Malaysia dan Indonesia. Sehingga di tempat Herdilan tinggal saat ini sudah pukul dua dini hari.


Treeet treeet treeet


Treeet treeet treeet


Treeet treeet treeet


...[Hallo, Mas Chris! Ada apa, Mas?]...


Suara Herdilan terdengar parau dari ujung telepon.


"Hallo, Lan! Sorry, aku ganggu! Aku minta tolong, bangun dan tahajud dua raka'at. Setelah itu dzikir sambil terus sebut nama Dzakki untuk minta perlindungan dari Allah Ta'ala."


...[Hah?!? Dzakki kenapa, Mas? Dzakki kenapa?]...


"Dzakki sedang mengalami sesuatu yang cukup membahayakan dirinya!"


...[Dzakki sakit? Sekarang dimana? Boleh aku bicara dengan Mas Roger atau Viona? Biar lebih jelas!]...


"Bukan, bukan sakit normal seperti itu! Dzakki sedang diikuti makhluk halus yang terusik. Dan makhluk ini sudah berubah menjadi makhluk siluman, karena sudah jadi peliharaan manusia jahat. Hei, bangun cepat! Kita bantu Dzakki dengan doa!"


Herdilan segera bangkit. Ponselnya ia taruh di atas nakas. Matanya yang tadi terasa sepat kini seolah terbuka lebar dengan jantung berdegub kencang.


Putraku, mendapat gangguan dari makhluk halus!


Ia benar-benar bergetar hatinya. Antara kesal, sebal sekaligus bingung.


Namun dengan cepat mengikuti perintah sang kakak untuk segera sholat tahajud dan berdzikir membantu Dzakki.


Kekuatan segitiga doa Christian, Roger dan Herdilan seperti terkoneksi. Dan aura cahaya terang benderang segitiganya sangat luar biasa.

__ADS_1


Dilangit gelap nan luas milik Tuhan Semesta, seperti ada sebuah cermin gelap yang tiba-tiba pecah berhamburan terkena cahaya doa tiga bersaudara itu.


Hanya makhluk-makhluk ciptaan Allah yang diberi wasilah kelebihan saja yang bisa merasakan adanya kekuatan alam gaib yang terpental, terhempas jauh berpendaran.


Hampir satu jam, Christian pun bisa bernafas lega. Makhluk itu sudah pergi dari kediaman Roger dan tak berani lagi mengganggu keponakan imutnya yang belum mengerti apa-apa.


Chris menchat Roger, juga Herdilan. Mengabari kalau sekarang keadaan sudah aman. Sehingga semuanya bisa beristirahat kembali dengan tenang.


Roger lega, namun lututnya gemetar seketika.


Ia segera mencium dan meniup ubun-ubun Dzakki. Lalu beralih kepada Viona yang masih tertidur pulas seolah tak mendengar dan tak merasakan suasana panas tadi disekitarnya.


Keduanya Roger tiupkan ubun-ubunnya bergantian. Berdoa dengan khusu' semoga Tuhan menjaga keluarga kecil mereka dari segala bencana dan marabahaya.


....


Herdilan malam itu benar-benar bergadang hingga adzan Subuh menjelang.


Meski ia telah membaca pesan dari Christian kalau keadaan kini telah stabil, namun Herdilan takut sekali kalau terjadi sesuatu pada putra tunggalnya itu.


Ia tak sanggup membayangkan sesuatu terjadi pada Dzakki.


Ia juga takut terjadi sesuatu pada Viona.


Walau mereka telah lama berpisah dan bercerai, namun nama Dzakki juga Viona selalu tertulis di sukmanya.


Jika Tuhan mengizinkan ia menikah lagi, kedua nama itu tetap takkan tergeser posisinya. Begitu tekad hati kecilnya.


Kontrak kerjanya tinggal empat bulan lagi. Sebentar lagi ia akan bisa kembali memeluk sang putra. Kemudian membuka lembaran baru untuk dirinya sendiri, nanti. Begitu niat Herdilan Firlando.


...○○○○○...


Christian mengambil remote televisi kamarnya. Seperti biasa, rutinitas hariannya di pukul enam pagi setelah menyelesaikan kegiatan subuh dan absensinya pada Tuhan.


"Berita terkini, kebakaran hebat terjadi di sebuah rumah mewah pemilik usaha catering terjadi sekitar pukul dua dini hari di bilangan kawasan selatan ibukota. Kebakaran terjadi diduga akibat koslet listrik dan menghanguskan dua bangunan mewah milik pengusaha jasa katering tersebut. Tidak ada korban, namun diperkirakan total kerugian sekitar tiga miliar. Sekian berita terkini. Selamat pagi dan selamat beraktivitas!"


Christian mematung. Ada perasaan aneh mendengar kabar berita di televisi.


Mungkinkah jin siluman yang mengganggu ponakanku itu adalah jin pemilik jasa katering yang kebakaran itu?


Chris diam, termangu.


"Ada berita kebakaran, Mas?" kata Mutia Permata Melody, istrinya. Membuat Chris tersentak.


Senyumannya mengembang. Mendekati tubuh langsing sang istri seraya berbisik, "Aku juga kebakaran melihat tubuhmu yang menggoda!"


Istrinya itu baru selesai mandi. Dan hanya menggunakan selembar handuk membalut tubuh indahnya.


Benar-benar menggoda mata Christian yang mulai nakal memainkan jari jemarinya merayapi leher jenjang sang istri.


"Mas... Ish, anak-anak sudah bangun!" jawab Mutia dengan senyuman tipis. Mengelak permainan yang sebenarnya sangat ia sukai juga.


Begitulah perempuan. Terkadang gengsinya lebih tinggi demi menutupi malu karena libido dan nafsu kaum perempuan cenderung lebih besar ketimbang kaum laki-laki.


...❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤...

__ADS_1


__ADS_2