PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)

PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)
SESSION 2 IN FRAME "Kebahagiaan Tasya Jessica"


__ADS_3

Hari berganti cepat sekali. Semua kini telah menjadi pribadi yang baik. Dan hidup berjalan sesuai yang diharapkan.


Seperti biasa, Dzakki kadang juga menginap di rumah Omanya. Tasya Jessica, jika libur sekolah.


Sang Oma kini tinggal sendiri, karena Papinya yang mengambil job kerja di Malaysia untuk satu tahun. Dan tidak bisa pulang sebelum habis masa kontraknya.


Kadang Fika menginap di rumah Tasya, jika sedang pulang ke Indonesia. Viona dan Roger sesekali menyambangi rumahnya juga. Bahkan menitipkan Dzakki meski hanya semalam saja dan keesokan harinya di jemput kembali.


Hubungan kekeluargaan mereka kini telah lancar, tanpa menengok ke masa lalu yang suram.


Hanya mengingat kebaikan demi kebaikan. Dan apalagi kini Tasya sudah jauh berubah.


Ia lebih kalem dan lebih memilih ikut kajian dan pengajian agama di masjid-masjid sekitar disela-sela usaha dagang sembakonya.


Roger dan Viona sudah satu bulan menikah. Dan Roger juga sudah mendapatkan kontrak baru di sebuah kantor pendidikan. Ia memang tidak tertarik untuk mengikuti jalur kepemerintahan dengan mengajukan diri sebagai Pegawai Negeri Sipil karena lebih memilih menjadi tenaga swasta agar ruang geraknya lebih leluasa.


Sebenarnya usaha Roger bukanlah hanya sebagai dosen saja. Namun banyak usahanya tersebar di seluruh pulau di Indonesia. Salah satunya adalah usaha milik mendiang Jonathan Lordess yang jatuh ke tangannya dan Dzakki.


Makanya ia lebih memilih mengambil kerjaan kontrak ketimbang stuck untuk satu kerjaan.


Mengajar hanyalah hobi baginya. Karena ilmu yang telah didapatnya ingin ia bagi-bagi.


Sedari dulu, Roger bercita-cita menjadi profesor. Berdiri di kelas, memberi pelajaran pada para murid dengan wajah antusias karena pengetahuan yang luas.


Makanya diotaknya masih tersimpan keinginan melanjutkan kuliah S3-nya. Namun saat ini, terpendam dulu karena kebahagiaan tengah memuncah dihidupnya.


Roger bahagia. Hidupnya kini sempurna.


Memiliki istri yang luar biasa, juga putra yang sangat ia bangga.


Tinggal meningkatkan rasa syukurnya saja pada Yang Maha Kuasa. Itu saja. Selain mempertahankan apa yang telah ada padanya.


Fika menelpon Roger, tendernya berhasil. Dan minta tolong agar sang kakak mengurus keperluan umroh Tasya Jessica.


Fika pernah berjanji, jika usahanya goal... ia ingin menghadiahkan ibadah umroh untuk sang Tante. Dan Dia ingin menepati janjinya.


Christian Kakak sulungnya sedang sangat sibuk. Usahanya semakin berkembang pesat dengan membuka cabang baru. Makanya Fika tak ingin membuat Chris tambah pusing. Jadi kali ini ia meminta bantuan Roger.


Roger memang tak sehumble Chris dalam berhubungan dengan Tasya. Roger lebih pendiam. Bersyukur ada Dzakki yang menjembataninya, hingga perlahan Roger pun bisa menempatkan dirinya tidak sekaku dulu. Masa lalu membuatnya sedikit kesulitan untuk bermanis-manis, meski hatinya telah memaafkan.


Dan Tasya pun sangat mengerti. Hingga Tasya sendiri tak berani membecandai Roger seperti ketika ia bersama Chris dan Fika.


...○○○○○...


Hari ini hari Rabu. Setelah Roger mendapatkan amanat dari Fika, sore hari pukul lima ia bersama istri dan anaknya meluncur menuju kediaman Tasya Jessica.


Rumah nampak sepi.

__ADS_1


Tok tok tok


"Omaaa... Assalamualaikum!"


Seperti biasa, Dzakki selalu yang terdepan.


Bocah imut yang makin tampan itu menengok kiri kanan halaman rumah sang Oma. Ia menoleh ke warung sembako di samping rumah. Terlihat tutup rolling doornya.


"Apa Oma pergi mengaji di Masjid ya, Mi?" tanyanya pada sang Mami.


Viona menatap suaminya.


Tok tok tok


Tok tok tok


"Mama...! Mama Tasya! Kami datang berkunjung, Ma!"


"Dzakki datang, Omaaa!"


Krieeet...


"Oma? Kenapa?... Koq,"


"Oma sakit bukan?" Viona melihat wajah mantan mertuanya yang sangat pucat. Ia segera meraba dahinya.


Tasya tersenyum kecil. Ia membukakan pintu lebar-lebar.


"Sudah, Vi! Mama sudah ke dokter Marwah kemarin. Sudah minum obat juga! Sini, masuk sini!"


"Kenapa tak kabari Viona kalau Mama sakit?" tanya Viona cemas.


"Ah, cuma masuk angin biasa koq! Hehehe... Nanti sore juga baikan! Uhuk uhuk uhuk...! Sayang,... jangan dekat-dekat Oma, Nak! Nanti Dzakki ketularan sakitnya, Oma!"


Tasya mundur agak menjauh dari Dzakki.


"Kata dokter apa?" tanya Roger.


"Iya, cuma masuk angin sama kecapean saja, Mas! Tante sudah umur juga! Hehehe..., biasa untuk orang seumuran Tante!"


"Hhh..."


Viona dan Roger saling menghela nafas.


Tasya tersenyum senang mendapati mantan menantu, cucu serta keponakannya mengunjunginya.


"Senangnya Oma lihat Dzakki tambah sehat. Tambah besar, tambah ganteng! Sayang selalu sama Ayah dan Mami ya, Nak?!?"

__ADS_1


"Iya, Oma. Oma juga semoga cepat sembuh ya!?"


"Aamiin...! Oiya, Tante dengar Abang Verrel akhir bulan mau sunat ya?"


"Oh iya, Ma! Viona juga sudah dapat kabar dari kak Mutia. Verrel maunya dilaser disunatnya."


"Dzakki kapan sunat?"


Yang ditanya hanya senyum-senyum kecil sembari ngumpet dipangkuan sang Ayah.


"Dzakki juga mau sunat, Oma! Nanti ya? Mau ya?" ucap Roger seraya meraih dagu Dzakki dengan gemas. Sementara sang putra hanya tersenyum menyeringai.


"Dzakki mau sunat kalau Mami sudah hamil!"


"Ya ampun...anak ini!" gerutu Viona membuat Tasya dan Roger tertawa lepas.


"Iya ya. Semoga Dzakki cepat punya adik ya Sayang! Oma selalu minta sama Allah, adik yang lucu untuk Dzakki. Mmm... Dzakki mau adik perempuan atau laki-laki?"


"Mmmmh...Maunya keduanya, boleh ya Mi? Adik perempuan manis dan cantik seperti kak Velli. Adik laki-laki ganteng buat teman tanding Dzakki!"


"Ya Tuhan... Mas, kenapa Dzakki ini makin pintar ngomongnya ya!?!" Viona menepuk dahinya.


"Hahaha... Anak Ayah gitu loh! Hahaha..."


Viona memijit pundak Tasya pelan seraya berkata, "Kami kemari ada kabar baik untuk Mama dari Fika!"


"Iya kah? Alhamdulillah! Fika akan pulang ya?"


"Fika minta kami mengurus surat-surat Mama untuk umroh ke Tanah Suci!"


Tasya Jessica bengong seketika. Wajahnya bersinar, matanya berbinar. Senang sekali hatinya.


Dikedua sudut matanya turun tetesan bening pancaran kebahagiaan hatinya.


Dipeluknya tubuh mantan menantunya. Menangis terisak ia dibahu Viona. Lama dan terdengar sangat menyayat hati.


"Tante tidak tahu harus berkata apa pada kalian semua. Terutama pada Fika. Hik hik hiks...! Ya Allah, betapa jahatnya tante di masa lalu. Tapi kalian sangat baik dan berbesar hati memaafkan semua kesalahan Tante! Hik hik hiks, ya Allah... semoga menjadi ladang amal yang tak putus-putus untuk kalian semuanya, terutama Fika!"


Tasya bersyukur sekali. Ia bahagia di sisa hidupnya. Memiliki banyak cinta dari putra-putri Bambang Suherman dan Tania Camila.


Sujud syukurnya tak pernah putus. Tuhannya Maha Baik.


Semua jalan dipermudah seiring ia menyadari kesalahan-kesalahannya dan bertobat serta berjanji tidak akan menjadi manusia yang tak tahu diri lagi.


Tasya benar-benar merasa sangat bersyukur.


...❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤...

__ADS_1


__ADS_2