
Roger terkejut ketika mendengar cerita sang kakak yang perusahaan sedang di titik nadir.
Ia memang dihubungi adik tirinya, Herdilan...untuk berdiskusi bertiga perihal cara menyelesaikan masalah perusahaan Christian.
Awalnya Chris tak mau buka suara. Ia merasa kalau ini adalah urusan pribadi yang cukup dirinya beserta keluarga kecilnya saja yang boleh tahu.
Akan tetapi Herdilan berusaha bijak, menjelaskan kalau Chris memiliki dua orang adik laki-laki serta satu adik perempuan.
Jadi tidak ada salahnya untuk serta merta berbagi keluh kesah selain bahagia.
Chris malu, tapi bangga. Adik-adiknya sangat peduli padanya. Bahkan disaat giginya ompong sekalipun.
Roger bahkan memberikan villa serta cottagenya yang ada di Seminyak dan aset-aset lainnya berupa dua buah mobil sport yang memang jarang sekali ia gunakan.
"Ger, obrolkan dulu dengan istrimu. Ini bukan perkara kecil! Sebelum mengambil keputusan, diskusikan dengan Viona. Pasanganmu adalah tonggak kehidupanmu! Aku tidak ingin dikemudian hari kalian jadi ribut karena membantu usahaku yang sedang pailit."
"Jangan khawatir, Kak! Viona pasti akan mendukungku. Dan lagi, itu hartaku sebelum beristrikan dia!"
"Mau harta sebelum menikah, apalagi harta setelah menikah, tetap harus kau diskusikan. Jangan pernah meremehkan posisi istrimu. Dia mengurusimu lahir batin, apalagi sekarang Viona sedang mengandung. Pasti butuh tabungan untuk nanti persalinan dan juga masa depan anak kalian!"
"Kau mengurusiku dalam segala hal, sudah sewajarnya aku membantumu, Kak! Jangan terlalu banyak ceramah. Dan jangan terlalu jadi orang baik. Karena orang baik akan Tuhan ambil lebih dahulu ketimbang orang jahat. Dan aku masih ingin kau hidup, Kak! Karena aku pasti akan selalu menyusahkan dan membutuhkan bantuanmu!"
"Is that clear! I am agree!" Herdilan menjentikkan jemarinya.
Ketiga pria dewasa itu saling berpandangan. Binar mata mereka memancarkan kekuatan. Yang menyiratkan, mereka akan bisa menangani setiap permasalahan yang ada jika bersama-sama.
"Kalian benar-benar jahat! Mentang-mentang aku perempuan, kalian sisihkan dari akta keluarga! Huh!!!"
Ketiganya terkejut. Fika masuk tanpa mereka ketahui dan langsung menyemprot ketiga kakaknya.
"Fika? Kapan kau datang?" tanya Roger langsung berdiri seraya merangkul bahu adik kesayangannya.
"Jangan peluk-peluk! Jahara kalian, selalu bersenang-senang tanpa aku ya?" tutur Fika sembari tersenyum. Rupanya ia hanya bercanda.
"Ish, ish, ish... Adik kita yang imut ini sekarang auranya berbeda sekali setelah jadi pengantin baru!"
"Heleh! Mulai khan, khan...! Senang betul kalian goda-goda aku!"
"Mana suamimu?" tanya Chris setelah menyalami Fika yang langsung mencium punggung tangannya.
"Itu, diruang makan. Sama kak Lody dan juga Dirga."
"Hm... cantiknya adikku dengan hijabnya!" puji Delan membuat Fika menggebug pangkal lengannya.
"Jangan rese' deh, kerudung perdana ini. Hahaha...! Eh, kau gimana? Dapat pacar di Kuala Lumpur?" kata Fika. Kini ia sudah nyaman bercanda dengan Herdilan Firlando. Kakak tirinya yang dulu sangt ia benci.
"Dapat,... tapi kecil-kecil!"
"Hahaha... aku jadi ingat iklan masa kanak-kanak dulu!"
"Ya. Itu iklan yang pernah booming yang pernah Mama Tasya buat!"
Semua diam, saling berpandangan.
"Besok kita jiarah kubur!" ujar Chris seolah perintah bagi ketiga adik-adiknya.
Dan mereka semua mengangguk setuju.
__ADS_1
Keluarga adalah segalanya. Saudara adalah yang utama. Christian sangat bersyukur sekali, kini ia bisa menyatukan ketiga adik-adiknya setelah banyaknya peristiwa.
Semua masalah adalah pembelajaran hidup. Segala musibah, pasti membawa hikmah.
Dan inilah hikmah yang Christian peroleh. Keakraban serta kerukunan putra-putri Bambang Suherman. Yang tak kan pernah bisa ia dapatkan dengan cuma-cuma.
Penuh cerita dan airmata di belakang kisah ini. Yang orang lain mungkin tak kan bisa mengerti dan memahami kisah-kisah mereka semua.
...○○○○○...
Keesokan hari, seperti yang dikatakan Christian. Tiga mobil konvoy melaju di jalan ibukota.
Mereka adalah keluarga kecil Roger, keluarga kecil Christian dan keluarga kecil Fika. Herdilan sendiri ikut menumpang di mobil Fika yang dikemudikan suaminya, yakni dokter Diandra. Sahabat dari Christian.
Fika memang menikah dengan Dokter Diandra Alexander di Singapura. Mereka kini menetap di sana. Diandra mengalah demi mengejar cinta adik bungsu Christian itu.
Pernikahan mereka memang digelar sangat sederhana. Hanya keluarga ini saja dari kedua belah pihak, karena Fika masih dikejar deadline pekerjaannya sebagai kontraktor di negeri Singa itu.
"Carilah pasangan baru, Kak!" ujar Fika pada Herdilan. Membuat kakak tirinya itu tersipu namun tak menjawab.
"Jangan menekan Herdilan, Fika Chan!" sela sang suami, Dokter Diandra mengedip pada istrinya.
"Ish, aku ga menekan. Cuma menodong!"
"Hahaha... Mama, Mama!" Mereka tertawa termasuk Dirga.
Putra Diandra tampak terlihat lebih gemukan dan semakin pintar berbicara kini. Sudah pasti semua itu adalah peran penting Fika.
"Ya khan, siapa tahu... kak Herdilan sudah punya cem-ceman. Ya lebih baik disegerakan! Aku aja sekarang udah bahagia! Udah punya suami, meskipun suamiku paket murah! Hihihi..."
Diandra juga sangat berbeda kini. Ia jadi suami bucin istri. Apapun itu, selalu mengikuti langkah Fika. Bahkan dalam hal berbusana, Diandra kini terlihat lebih muda dan bergaya.
....
Mereka menjiarahi makam Bambang Suherman, ayah kandung keempat bersaudara itu.
Disana ternyata ada pak Yosef dan juga putrinya. Khaila Aidenia.
Christian hanya termangu, ketika mereka berpapasan. Bahkan Herdilan ikut shock karena ia sajalah yang baru mengetahui masalah Chris dengan pak Yosef.
"Kamu istrinya Christian?" tanya pak Yosef pada Mutia. Wanita beranak dua itu tersenyum dan mengangguk.
"Bisa kita ketemuan empat mata?" tanya pak Yosef membuat Chris meradang.
"Maaf, Pak! Saya tidak mengizinkan istri saya bertemu dengan Anda. Terlebih lagi untuk ketemuan empat mata!"
"Jangan khawatir, Chris! Istrimu sudah kuanggap seperti anakku sendiri juga! Aku tidak punya niat jahat sama sekali! Jangan takut!"
"Dengan senang hati, Pak Yosef!" sela Mutia. Sekilas Mutia bisa menerka, kalau ada yang tidak beres dalam hubungan diplomatik keduanya.
"Saya akan menunggu, silakan jiarah kubur terlebih dahulu!" tutur pak Yosef ditahan Chris seketika.
"Maaf, Pak Yosef! Kami masih banyak urusan lain. Sebaiknya bapak pulang dan tidak menunggu istri saya. Karena saya tidak akan mengizinkan dia untuk berbincang dengan Bapak! Terima kasih telah mengunjungi makam Papa saya!"
Yosef tersenyum tipis. Lalu memberi kode pada sang putri untuk pergi meninggalkan putra-putri dari almarhum Bambang Suherman. Sahabatnya yang satu perguruan.
Dan kenapa ia sangat ingin menikahkan putrinya dengan Christian, karena memang ternyata ia mengetahui semua kelebihan putra sulung sahabatnya itu.
__ADS_1
Bahkan ia mensinyalir, kekuatan bisnis dan usahanya akan semakin maju jaya jika ia benar-benar bermenantukan Christian. Yosef bahkan kini mulai merambah pula masuk kancah politik. Ia ingin terkenal disisa umurnya mendedikasikan diri di dunia perpolitikan negara ini yang carut-marut.
Ternyata tekadnya sangat kuat. Apalagi keinginannya itu disambut oleh sang putri dengan dukungan penuh.
Karena Khaila punya cerita juga di masa kanak-kanaknya.
Christian adalah cinta pertamanya rupanya.
Perbedaan usia sepuluh tahun, tidak menjadi masalah bagi Khaila. Karena Chris adalah penolong hidupnya dimasa pubertasnya.
Saat itu ia masih duduk di kelas enam Sekolah Dasar. Disaat usianya 13 tahun.
Beberapa preman melingkunginya di sebuah gang sepi di area sekolahnya.
Ia yang pucat pasi, sangat ketakutan karena tubuhnya dipepet oleh seorang preman bermuka codet.
"Anak manis! Sinikan hapemu, uang dan harta berhargamu!" kata preman itu semakin memepet tubuh mungilnya.
"Wah, dadanya ternyata sudah lumayan besar! Hahaha..."
Khaila hanya bisa menahan tangis ketakutan, ketika preman gila itu meraba-raba tubuh bagian atasnya.
Matanya hanya bisa ia pejamkan ketika moncong bau milik si preman menciumi wajah dengan beringas.
Khaila sangat takut, dan selalu bermimpi buruk jika mengingat peristiwa tragis itu.
Hingga preman itu membuka kemeja putih seragamnya. Hingga tinggal dalemannya saja. Sorak sorai para preman lain semakin membuatnya lemas lunglai. Khaila nyaris jadi korban pemerkosaan.
Dan Christian datang bagaikan pahlawan yang gagah perkasa.
Menghajar semua preman hingga lari kocar-kacir bahkan preman yang berwajah codet itu kena luka libas pisau yang ia bawa sendiri ketika bertarung dengan Christian.
Chris membuka kemejanya, lalu menyuruh Khaila memakainya.
Sampai saat ini, kemeja itu masih tergantung rapi di lemari pakaian Khaila.
Khaila terus mencari tahu, kabar serta keberadaan Christian lewat orang-orang bayarannya.
Hingga ia tahu, kalau Chris salah satu anggota taekwondo di sebuah perguruan ilmu bela diri.
Khaila sampai mengikuti Chris. Mendaftar di perguruan taekwondo demi mengenal Chris lebih dekat.
Chris yang saat itu berumur 23 tahun, seorang mahasiswa perguruan tinggi swasta ternama. Namun tiba-tiba, Khaila kehilangan Christian yang pergi entah kemana tanpa sempat ia mengenal pemuda tampan baik hati itu.
Tuhan tidak memberinya kesempatan mendekat pada Christian.
Bertahun-tahun Khaila memendam perasaan penasaran. Mencari kabar berita dimana Christian kini berada. Ia sama sekali tidak mengetahui dan mendeteksi kampus tempat Christian melanjutkan S2nya.
Dan ketika dua tahun belakangan, Khaila yang sempat putus asa sampai berjanji dalam hati, tak akan pernah menikah dan bermain cinta dengan pria manapun kembali melihat Christian.
Ternyata Chris telah menikah dan memiliki dua anak. Membuat Khaila terluka kembali hatinya.
Papanya tak disangka-sangka menginginkan ia mengikuti permintaannya untuk mau menikah dengan pria pilihan sang Papa nanti jika tiba waktunya.
Khaila terkejut ketika sang Papa memperlihatkan foto Christian padanya. Khaila langsung menyetujuinya saat itu juga.
...❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤...
__ADS_1