
Namaku Diandra. Diandra Alexander, pekerjaan dokter spesialis jiwa dengan gelar sarjana psikiatri.
Aku... adalah seorang duda tiga puluh lima tahun dengan satu anak laki-laki berusia sepuluh tahun yang berkebutuhan khusus.
Istriku Asyarani, meninggal dunia terkena serangan jantung ketika putra kami berumur tiga tahun. Tepatnya setelah seminggu dokter menvonis Dirga Akmal autis.
Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Anak adalah anugerah terindah dan juga titipan Tuhan.
Bila Tuhan sudah Berkehendak, kita umat-Nya hanya bisa menerima suratan takdir dari-Nya.
Tentu saja aku sedih, putra kami lahir dalam kondisi yang memprihatinkan. Dirga Akmal memang lahir prematur. Sehingga untuk berjuang hidup sehat dan normal, sangat sulit untuk kami pertahankan.
Sejak kecil sudah sering sakitan. Bahkan bisa dibilang langganan opname rumah sakit.
Aku dan istri berjuang keras untuk kesembuhan serta kesehatan Dirga. Tapi... pengaruh obat kimia serta latar belakang riwayat kehamilan Asyarani yang awalnya menolak keras kehadiran Dirga dirahimnya.
Hhh...
Aku tidak bermaksud menyalahkan almarhumah istriku. Kembali lagi, semua takdir Illahi. Itu saja.
Syukurlah, kini kondisi putraku dalam keadaan sehat wal'afiat tak kurang suatu apapun. Bahkan tubuhnya tinggi besar dan pesat meski ia baru menginjak usia sepuluh tahun.
Dirga juga sekolah di rumah autis seperti anak-anak yang sebaya lainnya. Serta dapat mengikuti kegiatan meski memiliki kelebihan berkebutuhan khusus.
__ADS_1
Cuma satu yang aku sedihkan. Putraku tidak sempurna hidupnya karena kurang kasih sayang seorang Ibu.
Tujuh tahun diriku menduda, masih bisa kutahan kesedihannya. Tapi tujuh tahun putraku tak mendapatkan belaian dari perempuan yang dipanggilnya 'ibu' membuatku luluh lantah, hanya bisa menangis disetiap sujud lima waktuku.
Untungnya kedua orangtuaku masih sehat dan kuat mengurus dan menjaga Dirga hingga aku pulang bekerja dari rumah sakit.
Telah banyak perempuan yang orangtua dan juga saudara kenalkan padaku. Banyak pula diantara mereka yang tertarik, mau menjadi istriku.
Tapi... aku memikirkan perasaan buah hatiku. Akankah mereka menerima keadaan putraku yang tidak seperti anak lain. Akankah mereka tulus menyayangi Dirga seperti anak sendiri.
Hhh... Aku selalu ragu setiap hendak melangkah lebih serius lagi. Takut terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Itu saja.
Secara putraku keadaannya berbeda. Dan mampukah nanti istri baruku, menjaga dan merawat Dirga yang punya banyak kekurangan.
Christian Suherman, teman lamaku menceritakan seorang perempuan single parent beranak satu yang dia rasa cocok untuk pasanganku selanjutnya. Dan ingin ia kenalkan padaku jika aku menyetujuinya.
Kekuasaan Tuhan, ternyata perempuan itu kini dihadapanku. Sedang melakukan tugas kuliahnya bersama empat teman, ia berdiri begitu dengan dengan pasien istimewa yang Christian titip secara khusus padaku.
Aku tahu, pasien itu adalah mantan mertuanya. Tapi sebagai seorang yang baru dia kenal, aku mencoba berpura-pura tidak mengetahuinya.
Kukira awalnya perempuan itu akan sama seperti perempuan lain diluaran sana. Ternyata semakin aku memperhatikannya, Viona memang sangat berbeda dan istimewa.
Ibarat buah, dia itu seperti durian. Keras dan kasar diluarnya, tapi manis dan lembut didalamnya.
Aku memang sudah mendengar tentang pribadinya dari Chris. Juga sudah melihat kecantikannya lewat foto yang ditunjukkan kawan lamaku itu.
__ADS_1
Sebelum mengenal langsung, aku tidak terlalu merespeknya. Tapi kini, Viona sangat menarik hatiku untuk lebih mengenalnya.
Cuma,... lagi-lagi aku meragu untuk lebih mengenal Viona dekat. Selain ia masih kuliah, aku juga bisa melihat hatinya yang tertutup dan sengaja ia sembunyikan dari banyaknya cinta yang datang menggoda.
Kesan pertamaku menggodanya, dia seperti tidak ada ketertarikan untuk memulai hubungan baru dengan lawan jenis.
Entahlah, apa memang karena tak ingin. Atau mungkin Viona takut untuk memiliki suami lagi. Secara, ia adalah mantan istri dari pria kejam yang cukup terkenal empat tahun lalu di dunia pergosipan Indonesia.
Aku akan perlahan sekali untuk memulai pendekatannya. Sampai Viona sendiri tidak menyadari kalau aku ada rasa, dan ingin mempersuntingnya menjadi 'ibu' buat Dirga putraku.
Bersyukur rekomendasiku menawarkan pekerjaan sebagai konselor di rumah sakit tempatku bekerja juga telah disambutnya dengan baik.
Kini kami satu pekerjaan di rumah sakit yang sama.
Namun ternyata untuk mendekatinya, bukanlah hal yang mudah.
Selain waktu yang belum mendukung, Viona juga sangat fokus dengan pekerjaan serta kuliah dan putra semata wayangnya.
Hingga kupikir, dia termasuk wanita yang ambisius untuk mencapai target cita-citanya.
Akankah ia bisa menjadi ibu bagi putraku? Dan mampu menjadi ibu yang baik nanti kedepannya, sedangkan putraku bukanlah seperti anak sehat pada umumnya.
Apa Viona bisa mengurus Dirga Akmal yang berkebutuhan khusus? Bahkan untuk putranya sendiri kudengar masih sering dihandle Roger, adiknya Christian yang kini mengajar di Surabaya.
Hhh...
__ADS_1
Lagi-lagi aku meragu.
...❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤...