PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)

PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)
BAB 136 PERTARUNGAN HERDILAN DAN LADY DI PERSIDANGAN


__ADS_3

Hari ini berita gosip pertelevisian ramai membicarakan kasus sidang perceraian sang model Jelita Lara alias Lady Navisha dengan Herdilan Firlando sang putra pemilik Production House of Pesona Tasya.


Saling adu kekuatan antar pengacara kondang Ibukota. Saling pamer kemampuan dalam hal bela-membela klien kini menjadi tontonan pergosipan Indonesia yang kian miris.


Sang Pemenang tersenyum puas. Lady Navisha, model majalah pria dewasa yang kini sedang hamil delapan bulan itu mendapatkan komfensasi sebesar satu miliar dari Herdilan atas kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang dialaminya.


Ia benar-benar tenar dalam sekejap dan dikelilingi para wartawan yang menanyai langkah selanjutnya.


Tetapi masyarakat khususnya haters sangat membenci perempuan cantik yang sedang hamil besar itu dan mencapnya sebagai PELAKOR tersadis abad ini. Bahkan bullyan demi bullyan Lady dapatkan di akun media sosialnya yang baru. Karena akun yang lama telah ia tutup diserang para hacker.


Namun Lady tetaplah Lady. Yang tak punya empati dan sikap peduli bahkan pada dirinya sendiri.


Dia kepala batu. Baginya, harta dan kekayaan di atas segalanya. Semua berawal dari kesengsaraan hidupnya selama ini. Yang tak pernah Lady dapatkan kebahagiaan hidup yang ia impikan.


Konon ada pepatah, orang jahat berawal dari orang lemah yang sering dibully. Entahlah!


Yang pasti Lady hanya diam dan tersenyum penuh kemenangan meski ada salah seorang wanita yang geram hingga melemparkan sebuah telur busuk ke wajahnya ketika di wawancara banyak wartawan.


"Membusuk kau di neraka, pelakor iblis!!!"


Apesmu hanya segitu, Lady? Hhh... Semoga kau cepat insaf dan bertobat Lady Navisha. Karena hukuman dunia masih lebih baik dari hukuman akhirat.


Herdilan dituntut dua bulan penjara dengan denda sebesar seratus juta kepada pihak kejaksaan negeri serta wajib memberi uang kompensasi sebesar satu miliar kepada mantan istrinya, Jelita Lara atau Lady Navisha.


Aku dan Ira hanya bisa geleng-geleng kepala menyaksikan kesombongan Lady yang kian menjadi lewat layar televisi.


"Benar-benar apes nasib si Delan! Bangkrut dia diperas habis-habisan perempuan bajingan itu! Ck ck ck... Harusnya kamu ngelakuin itu, Vi! Otakmu tak sepintar si Lady dalam menipu laki-laki!"


"Aku ga pernah punya fikiran sejahat itu. Ga sangka ternyata si Lady beneran akan melakukan hal sekeji itu pada mantan suamiku! Hhh...!"

__ADS_1


"Hah? Mantan suami?... Masih pula kau akui lelaki model gitu sebagai 'mantan suami'? Hello bestie...! Sadarlah! Lelaki model kecoa kecebur got gitu gak pantas kau anggap!"


"Hehehe...!"


Aku hanya bisa tertawa. Miris mengingat nasib burukku yang lalu. Yang pernah bersuamikan seorang Herdilan Firlando. Yang dahulu kukira adalah seorang pangeran berkuda putih. Yang memberiku banyak keberuntungan bertubi-tubi.


Hhh... Ternyata..., dia adalah penjahat cinta. Yang bahkan sampai hari ini jika kumengingat kejahatannya menduakan cintaku, tak ingin aku percaya mulut manis laki-laki lagi.


Tak ingin aku bercinta lagi.


Bahkan terkadang melihat kebaikan kak Jonathan selalu membuatku tersadar dan harus berfikir berulang-ulang.


Apakah semua pria seperti Herdilan Firlando? Apakah ada pria yang memang baik sebaik kak Jonathan Lordess? Dan bagaimana harus menyikapi kenyataan ini? Ketika mantan suamimu adalah keponakan calon suami?


Haish...! Njelimet sekali, bukan?


Treeet... treeet... treeet


"Hallo? Ya kak?"


...[Viona dimana? Kenapa belum menemui aku untuk kita pindah ke Ubud?]...


Suara merdunya terdengar di balik ponselku.


"Iya Kak! Vio pasti akan datangi Kakak! Sabar ya, masih bersama Ira koq ini!"


...[Viona khan janji sama aku, akan menjalani proses lahiran di Bali? Kamu sudah memasuki usia kandungan delapan bulan, besar kemungkinan akan sulit diizinkan naik pesawat terbang, Vi!]...


"I-iya kah?... Kalau begitu,... Viona coba cross cek dulu ke dokter Lena, Kak! Gimana baiknya nanti!"

__ADS_1


...[ Oh... Ya sudah. Kalau sudah ada kabar, segera hubungi aku ya? Have fun, Vio! Dan jangan lupa jaga kesehatanmu juga bayi yang ada dalam kandunganmu, Viona!]...


"Iya, Kak! Makasih sudah mengkhawatirkanku! Have anice day!"


...Klik....


Hhh...


"Kamu punya rencana lahiran di Bali, Vi?" tanya Ira, kaget.


"Entahlah, Ra! Kak Jo mengajakku tinggal di sana. Tapi aku... agak ragu. Secara tante Widya dan om Tama sudah mempersiapkan waktu lahiranku di Jakarta. Aku sebenarnya ingin juga tinggal di Ubud. Tempat yang tenang dan damai. Jauh dari keramaian. Kak Jo juga stay di sana akhir-akhir ini. Makanya ia jadi lebih tenang kalau aku ikut dia!"


"Uhhuy... Sugar daddy perhatian sekali!" ledek Ira menggodaku.


"Sugar daddy, sugar daddy! Apaan sih, Ra!?"


"Om ganteng itu sepertinya benar-benar jatuh cinta pada Vionaku! Bahkan sampai semua tentang dirimu, dia begitu detail memperhatikan! Benar-benar 'sugar daddy'!"


Aku tersenyum. Merah merona wajahku seketika.


Ya. Kak Jo memang pantas dijuluki 'Sugar Daddy'. Dia dewasa, matang sesuai usianya. Manis, seperti gula. Baik hati dan selalu mengerti keinginan serta kebutuhanku.


Serasa mimpi, bisa mendapatkan perhatian kak Jo yang seperti ini.


"Husss... jangan melamun! Tar kangen,... berat tahu memendam kangen itu!"


Aku tertawa lirih. Hhh... Ira selalu bisa menggodaku dengan sangat tepat.


Di setiap malam, di atas pembaringan... ingatanku memang selalu melayang memikirkan kak Jo seorang. Membayangkan kehidupan kami kedepan. Berumah tangga dengan baik. Memohon keberkahan dan kebahagiaan dari Tuhan Yang Maha Esa. Mengurus putraku bersama-sama. Hhh... Khayalan tingkat tinggi, mungkin!

__ADS_1


...❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤...


__ADS_2