PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)

PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)
SESSION 2 IN FRAME "Dirga Versus Dzakki"


__ADS_3

Fika akhirnya membawa Dirga ikut bersamanya ke Puncak. Menyusul para ponakan yang sedang merayakan kebahagiaan hari ulang tahun besok.


Dirga terlihat kalem sekali. Duduk manis disamping bersama Fika yang ada di belakang kemudi.


Fika memang kini sudah memiliki SIM sendiri. Membawa mobilnya sendiri ke Puncak tanpa didampingi sopir.


Setelah dua tahun berjibaku, bekerja sebagai seorang kontraktor di negara Singapura. Dan berhasil mengumpulkan pundi-pundi uang hingga mampu membeli honda jazz baru secara tunai.


Pencapaian yang luar biasa. Untuk kariernya yang perlahan menanjak.


Bahkan kini ia sedang menunggu beberapa tender. Fika menjanjikan hadiah umroh untuk Tasya Jessica jika bisnis besarnya kali ini berhasil goal.


Sesekali Fika melirik Dirga yang masih asyik dengan keripik tempe yang Fika beli tadi di supermarket.


Mata Dirga terlihat merem melek, membuat Fika tersenyum kecil. Ia mencoba menurunkan jok tempat duduk Dirga hingga bocah itu semakin nyaman dan perlahan tertidur.


Hhh... Anak yang manis. Semoga kamu senang ketemu Dzakki, Verrel dan Velli di sana. Gumam Fika dalam hati.


Fika sebenarnya baru beberapa kali bertemu Dokter Diandra. Tapi ia tahu kalau Papanya Dirga itu adalah teman sekolah SMA-nya kak Christian.


Soalnya dulu sekali, ia pernah mengingat wajah pria dewasa itu. Saat itu Fika masih sangat imut. Sekitar lima tahunan.


Jadi lupa-lupa ingat juga. Hanya yang dia ingat adalah senyuman dokter Diandra sembari memberinya permen gulali berbentuk lingkaran warna-warni kala itu. Ketika kakaknya sedang belajar kelompok di rumah dengan beberapa orang teman sekolahnya termasuk Diandra.


Sehingga diotaknya kenangannya, Diandra adalah orang baik. Sehingga hati kecilnya ada sedikit kedekatan meski sekian lama mereka kembali bertemu.


Usia Fika kini 26 tahun. Dan Diandra kini 37 tahun. Terpaut 11 tahun jarak umur antara mereka.


............


Tin tin tin


Tin tin tin


Mobil yang dikendarai Fika telah sampai di villa milik Christian. Sengaja dibunyikannya klakson beberapa kali untuk memancing para ponakan.


Benar saja. Verrel, Velli serta Dzakki langsung bersorak keluar bangunan kokoh tersebut.


"Yeeaay... Tante Fika datang!"


Mereka sangat gembira mendapati sang Tante keluar dari mobil dengan senyuman mengembang.


"Lihat, Tante bawa siapa itu?"


"Siapa, Tan?" tanya Verrel penasaran.


"Ssstt...! Masih tidur rupanya!" bisik Fika membuat Velli dan Dzakki makin penasaran dan mindik-mindik mendekati mobil Fika.


"Abang Dirga!" pekik Dzakki senang.


Fika tersenyum dan mengangguk.


"Bangunkan. Tapi pelan-pelan, ya?" kata Fika sambil membuka bagasi belakang mobilnya.


"Verrel... Tolong bantu Tante!"


"Siap, Boss!"


Fika tersenyum. Senang hatinya memiliki keponakan-keponakan yang baik hatinya dan mau membantunya jika diminta.


"Taraaa...! Ini untuk Verrel, ini untuk Velli... Ini untuk Dzakki!"


"Horee... terimakasih, Tante!"

__ADS_1


"Waaah... Dzakki juga dapat kado? Terima kasih tante Fika cantik!"


"Uluh-uluh! Ini anaknya Viona! Pinternya ya muji-muji tante Fika yang memang cantik seperti bidadari!"


"Tapi bo'ong! Hahaha... !" sela Verrel menggoda sang Tante.


"Eh meledek ya!? Sini kadonya! Tante pinta balik!"


"Hehehe... maaf Tante! Maaf Tante Fika yang cantik!"


"Hei kamu, kapan mau sunat?" tanya Fika pura-pura ketus menunjuk Verrel.


Yang ditunjuk hanya cengengesan. Mutia keluar dari rumah, langsung tertawa.


"Nah tuh, pertanyaan bagus!" katanya membuat Verrel memonyongkan bibirnya seraya berlari masuk ke dalam.


"Kami ada rencana bulan depan. Katanya sih Dzakki juga ya? Mau barengan disunat?"


Dzakki yang masih polos hanya termangu, bingung.


"Hahaha... ! Dzakki belum pernah lihat orang disunat ya?" tanya Fika.


Dzakki menggeleng cepat. Perhatiannya kini pada Dirga yang masih tertidur pulas di jok mobil.


"Abang! Abang Dirga! Abang..., bangun!"


Dirga membuka matanya. Ia mengunyah sisa-sisa keripik tempe yang masih ada dalam mulutnya. Kesadaran belum sepenuhnya hingga akhirnya...


"Adek Dzakki!" pekiknya kegirangan melihat wajah Dzakki dihadapannya.


Ia langsung bangkit. Bocah-bocah tertawa kegirangan. Mereka berlarian masuk rumah paviliun.


"Oh, ada Dirga juga!" ucap Mutia terkejut mendengar suara anak lain dari dalam mobil Fika.


"Lha? Papanya mana?"


"Papanya ada kerja, shift siang katanya!"


"Tumben-tumbenan Diandra membiarkan putranya ikut orang lain selain kedua orangtuanya!" tutur Mutia membuat Fika melongo.


"Sampe segitunya?"


"Ya. Begitulah! Diandra itu sangat protektif pada Dirga. Ya bisa difahami, Dirga memiliki keterbatasan."


"Iya. Tapi anaknya manis juga. Tidak terlalu banyak tantrum dan gerasak-gerusuk. Mungkin karena lebih besar usianya, ya!?" ujar Fika.


Keduanya mengobrol sambil membawa beberapa kantong belanjaan yang Fika beli tadi di supermarket mall ibukota.


"Sudah masak, Kak?" tanya Fika pada kakak iparnya sembari mengedipkan mata.


"Lapar ya?"


"Iya, Nih!"


"Yok, mas Chris sedang bikin kebab!"


"Iya? Emang bisa dia?"


"Wee jangan salah! Kebab buatan mas Chris itu dabest tau! Dia khan pernah kerja di Turki dulu sewaktu tamat S1."


"Kerja dagang kebab! Hahaha..."


"Bukanlah! Ish..."

__ADS_1


"Iya, kak Lody! Fika tahu... Hahaha! Marah juga ya kalau suaminya dicela adeknya sendiri!?!"


"Hahaha...! Kalau tidak sesuai kenyataan ya marah lah! Soalnya mas Chris kerjanya sebagai bartender, bukannya jadi kang kebab! Hahaha..."


"Hahaha... Ya ampun! Istri ga da akhlak ya," ledek Fika tertawa ngakak.


"Hei, hei...! Kalian ini kalau sudah bersama, selalu suka ngakak. Tertawa terlalu keras dan berlebihan itu dilarang dalam agama. Apalagi mentertawakan dan membawa-bawa orang lain didalamnya. Menghibah serta membicarakan keburukan orang, dosa itu!" kata Christian.


"Iya, pak Ustadz!"


Ketiganya langsung tertawa. Christian menggelengkan kepala seraya menepuk dahinya.


"Kalian ini! Aku hukum tak boleh menikmati kebab buatanku!"


"Yaaa... koq jadi melebar ini sampai dendam ga mau kasih adik cantiknya kebab teristimewa buatan kakak tercinta!"


"Heleh! Tadi ngeledek, sekarang memuji!"


Begitulah kakak dan adik itu. Ada canda, tawa serta banyolan konyol diantara mereka. Kadang bagi sebagian orang agak aneh karena terkesan saling menjatuhkan. Tetapi tidak bagi mereka.


Kekuatan cinta sebagai saudara kandung membuat mental mereka kuat terbentuk. Bahwa itu hanya candaan. Tak ada baper-baperan. Yang ada hanyalah tumpahan kasih sayang lewat banyolan aneh mereka.


"Itu gimana ceritanya Dirga bisa kamu bawa?"


"Ketemu dokter Diandra di mall! Mukanya bete'. Anaknya sedang nangis-nangis merajuk pingin ketemu Dzakki."


"Oh iya, keduanya memang akrab!"


"Kasihan juga lihatnya. Kebetulan Fika khan memang mau kesini. Jadinya, Fika ajaklah Dirga! Ternyata mau!"


Treeet... treeet... treeet


Handphone Christian berbunyi. Ia tersenyum seraya mengambil hape dari saku celananya.


"Pasti si Diandra!" tebaknya.


Dan benar saja.


...[Hallo! Chris... anakku ikut Fika. Apa sudah sampai kesitu?]...


"Ada, bro! Baru saja sampe!"


...[Ufffh... Syukurlah! Chris...aku titip Dirga ya? Maaf... anakku agak berbeda! Tolong fokusmu lebih dalam pada Dirga ya? Please... maaf! Kalau anakku jadi merepotkan!]...


"Woles saja, bro! Tenanglah! Dirga sedang bermain bersama anak-anakku! Juga Dzakki. Mereka aman koq! Villa ini tidak memiliki permainan yang bisa membahayakan Dirga!"


...[Bukan apa-apa. You tau sendiri lah, anak gua seperti apa ya khan! Takutnya Dirga main ketempat-tempat yang berbahaya gitu, Chris!]...


"Siap, siap! Jangan khawatir. Kami akan menjaga Dirga!"


...[Oh iya, maaf... Dirga juga alergi daging sapi, Chris! Mohon perhatiannya ya? Please...!]...


"Oh gitu ya? Alergi daging sapi?"


...[Iya. Dia alergi susu sapi, daging sapi, sosis sapi sampai keju juga! Itu sebabnya aku agak worry melepas Dirga dengan orang lain. Oh iya, sekali lagi titip Dirga ya? Makasih bro, sorry...gua ada panggilan darurat nih!]...


...Klik....


Fika melongo. Suara Diandra memang diloadspeaker oleh Christian.


Terlebih melihat Dirga sedang melahap kebab daging sapi buatan Christian dengan sangat antusiasnya bersama para ponakannya.


Yassalam...

__ADS_1


...❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤...


__ADS_2