
Prang
Gubrak!
Pyaaarrr!!!
"Aaaaaaarrrrrrrggh!!!"
Tasya Jessica melampiaskan amarahnya pada barang rumah yang dahulu sangat diagung-agungkan itu.
Satu persatu pecah berkeping-keping akibat lemparannya yang sengaja.
Pengacaranya mengiriminya email kalau namanya kini sudah tercatat di buku lapor kantor polisi sekitar tempatnya tinggal.
Tania Camila, yang diwakili oleh putra pertamanya Christian Suherman telah membuatnya berstatus 'terlapor'.
Hanya menunggu waktu bergulir pemeriksaan pihak kepolisian, ia bisa naik status menjadi 'tersangka'.
"Hiyaaaaa!!!"
Amarahnya kembali meletup-letup mengingat perkataan sang pengacara via sambungan telepon.
"Kenapa, Miss? Kenapa jadi seperti ini?" tanya Lady yang kaget ketika pulang dari jadwal syutingnya melihat rumah besar sang mertua bagaikan kapal pecah.
"Diam kamu!!! Semua ini berawal dari kamu!"
"Eih? Apa maksud mama bilang begitu?"
"Apa salahku?"
"Kau! Kau biang keladinya! Sampai kasus ini keluar dan jadi merembet kemana-mana!"
"Maksudnya ini semua salahku? Salah mantan menantu mama yang sok elegan itu! Bukan salahku! Kenapa aku kena semprot juga sih?"
__ADS_1
Lady sangat marah. Emosinya jadi meninggi dan akhirnya ikutan mengeluarkan kata-kata yang cukup sengit.
"Telepon Delan!"
"Hhh... Tadi marah-marah sama aku! Sekarang, malah nyuruh aku nelpon suamiku! Dasar labil!"
"A-apa kamu bilang?"
"Aku juga kena imbas dari semua kasus di keluarga bobrok ini! Karierku hancur, kontrak-kontrakku semuanya dibatalkan setelah tahu aku hamil dan jadi selingkuhan putra kesayangan Mama itu! Belum lagi akun IG ku harus kututup karena banyaknya netizen yang menghakimiku! Apa Mama tahu itu?"
Tasya Jessica melotot kepada menantu keduanya.
"Berani kau menyalahkan aku? Padahal semua ini karena kehadiranmu!!! Dan aku lebih sial lagi! Semua karier serta kerja kerasku hancur sia-sia karena adanya dirimu!!!" teriaknya lantang.
"Sstt... Diam dong! Aku lagi telpon mas Delan, Ma!" bentak Lady tak kalah ketus. Benar-benar menantu luar biasa.
Wanita berusia 25 tahun itu menelpon sang suami. Namun tiba-tiba suaminya malah menutup sambungan setelah sepatah dua patah kata keluar dari bibirnya.
"Hhh... no respon! Malah hapenya dia matikan juga!"
Akhirnya Tasya Jessica sendiri yang berinisiatif menelpon Herdilan, putranya.
"Pulang, Delan! Pulang! Sekarang!!! Mama butuh kamu, se-ka-rang!!!"
Anaknya itu akhirnya menurut juga. Herdilan mengiyakan akan segera pulang ke rumah untuk mendapati kejelasan cerita dari sang mama.
...๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ...
Herdilan pulang. Sempat ada perdebatan di antara ibu dan anak itu.
Bisa ditebak, sepertinya Delan kurang mengetahui duduk perkaranya. Bahkan permasalahannya pun ia tak mengerti.
Siapa itu Tania, apa hubungannya dengan Papanya. Kenapa putra sang Tante namanya mirip dengan putra pertama papa kandungnya dari istri yang pertama.
__ADS_1
Herdilan sendiri tidak pernah mengetahui siapa istri pertama sang Papa.
Selain mendapatkan ancaman serius dari kedua orang tuanya itu, Papa Bambang juga nyaris tak pernah muncul terlihat dengan istri sahnya.
Bahkan disetiap kesempatan sekalipun, Papa Bambang yang seorang pejabat penting lebih suka datang sendiri keacara-acara penting kenegaraan. Hanya putra pertamanya saja, yakni Christian Suherman yang ia kenali dan Delan lihat di televisi.
Sang Mama sendiri lebih suka silent daripada menceritakan kisah hidupnya pada anak semata wayang dari pernikahan sirinya dengan Bambang Suherman.
Herdilan bahkan tak pernah mau ikut campur urusan orangtuanya dalam berumah tangga.
Tetapi ia tahu kalau sang Mama adalah istri kedua papanya sejak masih SD. Lebih tepatnya ketika ia suka bingung karena papa lebih sering keluar rumah berhari-hari bahkan bisa satu dua minggu baru mereka kembali bertemu.
Mamanya menceritakan karena ia berkali-kali memaksa sebab musabab sang papa jarang di rumah. Itu pun dengan tangis bombay ciri khas mama.
Herdilan kini memutuskan untuk meminta bantuan dari om Lordess. Adik kandung dari tante Tania, sepupunya Mama Tasya. Om Lordess tinggal di Kuta Bali.
Ia sedikit kesal dengan ulah Lady, istri keduanya itu. Lady memaksa ikut Delan ke Bali, padahal kondisinya tidak dalam kapasitas berlibur.
Malam pun berjalan terasa panjang. Sepanjang emosinya pada Lady yang ngambek dan uring-uringan seraya sumpah serapah tak jelas pada Herdilan.
Dasar perempuan aneh! Aku pergi bukan untuk senang-senang. Tapi untuk membereskan suatu masalah yang cukup besar. Bukan main-main karena berurusan dengan pihak kepolisian dan menyangkut nama baik serta nama besar mama Tasya! Tapi perempuan ini malah ngambek menuduhku ingin senang-senang sendiri! Haish... Masa' aku harus bilang ini perempuan ga ada 'otak'!? Hadeuh!
Herdilan kesal. Tidurpun tak peduli lagi dengan saling memunggungi.
Menikah dengan Lady adalah suatu 'kesialan' baginya kini. Bahkan lamunan Delan kembali kepada Viona, wanita yang sangat pengertian padanya.
Memang Viona terlihat dingin dan cuek padanya. Tapi Viona nyaris tak pernah membantah kata-katanya, bahkan tipikal istri manut perintah suami.
Tidak seperti Lady. Dia seringkali membantah bahkan membangkang Herdilan. Kadang kala di saat mereka tengah bermesraan pun, Lady tak bisa menyimpan kata 'berbisa'nya barang sekejap saja.
Sering membuat Delan illfeel dengan kata-kata ngasal Lady Navisha.
Namun saat ini ia tak mau ambil keputusan menceraikan Lady. Selain sedang mengandung, tinggal istri keduanya-lah yang masih setia di sampingnya. Sedang istri pertamanya telah meninggalkan tanpa perasaan.
__ADS_1
Hhh...
...โคโคโคBERSAMBUNGโคโคโค...