PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)

PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)
BAB 160 KEHIDUPANKU


__ADS_3

Ibukota menyambut kepulanganku dari Singapura dengan wajah duka.


Hujan gerimis seolah mengerti perasaanku yang miris.


Roger pun yang biasanya gahar dan suka marah-marah kalau melihatku banjir airmata, kini hanyalah diam seribu bahasa. Bahkan terkesan membiarkanku mengeluarkan semua unek-unek hati ini dengan deraian di pipi.


Aku kembali pada kehidupanku yang dingin dan sepi.


Tawa ceria Dzakki tak mampu membuat duniaku jadi indah.


Cinta... yang dulu kudamba akan mengikatku dalam rumah tangga bahagia bersama kak Jo, kini musnah sudah.


Cinta... yang pernah hilang terhempas jauh ketika Delan melakukan pengkhianatan, namun kembali muncul karena kesabaran kak Jo mencintaiku dengan tulus. Kini membuat luka hati ini semakin dalam.


Membuatku malas mendengar kata CINTA.


Malas mendengar lirik CINTA.


Tertawa sinis jika ada yang bilang CINTA.


Secara umurku 26 tahun. Masih muda dan masih banyak kesempatan untuk CINTA. Tapi tidak. Tidak bagi pemikiranku yang sudah terluka banyak.


...🌲🌲🌲🌲🌲🌲...


Setahun telah berlalu, Aku dan Dzakki masih menetap di rumah mendiang kak Jo.


Bertahan dari kerasnya kehidupan. Berjuang dari hantaman badai-badai.


Aku mencoba tetap bertahan.


Roger, seperti biasa... sibuk dengan kerja dan kerja. Jikalau ia pulang ke rumah Kak Jo, fokusnya sudah pasti adalah Dzakki.


Aku dan Roger sudah seperti keluarga. Maksudku, adik dan kakak. Tiada cinta. Murni tali persaudaraan saja.


Hanya satu tujuan, membahagiakan Dzakki sampai besar nanti. Setidaknya, Dzakki tidak akan kekurangan kasih sayang yang jomplang meskipun Mami dan Papinya cerai.


Suatu hari nanti, saat Dzakki telah dewasa dan menanyakan dimana Papi kandungnya, baru aku akan ceritakan semuanya. Yang sebenar-benarnya.

__ADS_1


Aku juga meminta Roger untuk tidak terlalu menempel padaku apalagi Dzakki. Khawatir omongan orang juga nanti. Secara, kami bukan mahrom yang bisa tinggal satu atap meskipun berbeda kamar. Karena kami tak ada hubungan darah.


Aku juga takut, bila suatu saat nanti Roger memiliki kekasih. Dan kekasihnya mempertanyakan hubungan kami yang rumit. Pasti akan bingung menjelaskannya nanti.


Tapi jawaban Roger membuatku hanya diam membisu.


"Tak ingin menikah dan punya istri!" katanya sambil berlalu.


Fika masih seperti kemarin. Baik padaku tapi dingin pada putraku. Tak bisa kupaksa juga Fika untuk menyayangi Dzakki. Ia punya hak juga, sama sepertiku.


Christian dan Mutia, ternyata melakukan pernikahan ulang. Setelah itu, mereka bulan madu dengan melakukan ibadah umroh ke Tanah Suci Mekkah.


Rumah tangga mereka tak seperti yang kubayangkan pada awalnya.


Dulu aku dan Ira suka mencibir Mutia. Sebagai perempuan yang sadis dan tak berperasaan. Karena tega memutuskan tali pertunangannya dengan almarhum Firman.


Hhh... Mengingat Kak Firman buatku semakin sedih. Jodoh, rezeki, maut... hanya Tuhan Yang Tahu. Aku sendiri tak tahu, bagaimana kisah hidupku dan Dzakki nanti. Akankah ada jodoh yang datang lagi? Hm... Saat ini tak ada itu dalam fikiranku. Meski kadang dalam lamunan, ingin sekali seperti kak Mutia dan juga Ira. Bahagia akhirnya membangun rumah tangga. Walau di awal, begitu banyak cobaan dan rintangan. Tapi akhirnya mereka bahagia. Ada seseorang yang menjadi belahan jiwa.


Aku masih kuliah. Semester empat kini. Dan tetap fokus juga menjadi ibu muda dari Dzakki Boy Julian.


Teman kampus yang satu jurusan denganku rata-rata mengetahui kalau aku adalah seorang ibu muda beranak satu umur satu setengah tahun.


Itu memang yang kuinginkan. Hidup tenang tanpa konflik percintaan.


Hari ini ada tugas kelompok dari kampus. Membuat laporan survey dengan turun langsung ke RSJ Grogol.


Menela'ah dan mengolah data, tentang psikologis para ODGJ. Observasi, menganalisa juga mewawancara. Juga menuliskan kisah sebab musabab objek menjadi terganggu mental, jiwa serta psikisnya.


Aku dan empat orang teman satu kelompok menyambangi Rumah Sakit Jiwa pukul 3 sore setelah pulang ngampus.


Berada di antara para penderita gangguan jiwa membuat kami tertawa dan geleng-geleng kepala.


Aku hanya membayangkan diriku sendiri. Dengan carut-marutnya masalah yang bertubi-tubi, andai saja tipis sekali imanku, mungkin... aku bisa jadi salah satu seperti mereka.


Dan aku tersedak air ludahku sendiri. Tatkala penglihatanku menengok ke arah pojok bangsal kamarnya.


Seorang wanita setengah baya. Yang meskipun kini berpenampilan amburadul tak jelas puguh juntrungan dan tak karuan, aku masih sangat mengenalinya.

__ADS_1


Wanita itu adalah... Tasya Jessica!!!


Mantan Mertuaku.


Mataku tak berkedip menatap kearah beliau yang hanya duduk di kursi bangsal sendirian.


Mama Tasya terlihat sedang asyik mengobrol sendirian tanpa lawan bicara.


Melihatnya seperti itu, miris sekali hati ini.


Tasya Jessica. Artis lawas, cantik dan baik hati itu kini tak lagi dikenal orang setelah ingatannya terganggu dan jiwanya kacau balau.


Kini wajah cantik itu terlihat agak hitam dan kucel meskipun pakaiannya tak compang-camping seperti para ODGJ yang banyak berkeliaran sana.


Aku... akhirnya berinisiatif untuk menghampiri beliau.


Dengan menguatkan mental dan juga hati, takut juga kalau tiba-tiba ia mengenali dan menyerangku.


"Mama Tasya..."


Kusebut namanya dan beliau menoleh ke arahku.


Deg.


Jantungku serasa mau copot, mendapati tatapan tajam darinya.


"Siapa kamu anak cantik? Mau masuk ke PH ku?" tanyanya lembut membuatku makin miris.


Mama Tasya tak mengenaliku!


"Apa kabar?" tanyaku pelan seraya menelan saliva. Perlahan aku duduk, mendekatinya.


"Baik. Bagaimana kabarmu? Sini. Catat dulu namamu ya? O iya... Jangan lupa nomor kontaknya. Biar nanti asisten saya bisa menghubungimu lagi jika ada kontrak yang pas!"


Mama...! Mama Tasya!


Beliau seperti memiliki dunia sendiri. Mengoceh pelan, tersenyum lalu tertawa seraya menutup mulutnya dengan sangat elegan. Seperti masa-masa superstarnya. Dimana ia dulu adalah seorang pemilik Production House Pesona Tasya. Yang cukup terkenal dikalangan artis dan para pesohor tanah air.

__ADS_1


Hiks...


...❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤...


__ADS_2