
Dua hari Mama Tasya seperti sengaja bermain kucing-kucingan denganku juga mas Delan.
Hhh...
Begitulah Mama. Kata Mas Delan, sifat Mama kadang memang agak kekanakan.
Ya...mau bagaimana lagi. Anaknya saja tak mampu meluluhkan amarah mama yang tinggi, apalagi aku. Cuma menantu.
Tapi syukurnya setelah tiga hari, akhirnya beliau kembali seperti biasa. Meskipun masih agak pendiam tak seramai dulu.
"Viona!"
"Ya, Ma?"
"Sini!..."
Aku senang mendapatkan kembali panggilan lembutnya. Tak kusia-siakan kesempatan ini untuk bermanja-manja pada beliau lagi.
"Apa Ma?" Aku memasuki kamar luasnya yang sangat cozy. Dan itu adalah tindakan yang jarang kulakukan.(Masuk kamar Mama, apalagi tanpa ada pemiliknya)
"Eh, lihat nih! Baju-baju lama mama! Bagaimana pendapat Viona?"
Aku terpukau pada keindahan kostum Mama yang tergantung rapi di capstok lemari jatinya.
"Keren-keren, Ma!"
"Ini baju tahun berapa?"
__ADS_1
"Entah... Mama lupa, yang! Tahun berapa ya ini?! Hmmm... Ini dari usia mama 25 tahun ada juga lho ini!"
"Waah... Si Mama hebatnya! Ini sejarah saksi bisu hidup Mama!"
Aku berusaha menarik perhatian Mama lagi meski terdengar lebay. Demi untuk kenyamananku sendiri pastinya selama masih tinggal menumpang dengan beliau.
"Hehehe... Iya betul, Vi! Ini baju banyak kenangannya! Dari kenangan senang sampai sedih. Dari kenangan suka sampai kenangan duka. Lengkap!"
"Iya ya... Mama hebat bisa menyimpan semua memori sampai saat ini!"
"Iya. Termasuk rumah ini, Vi! Ini... rumah warisan orangtua Mama!"
Hm... Ternyata begitu. Mama Tasya rupanya memang keturunan orang kaya raya.
Ya. Aku tahu Mama anak tunggal, sama sepertiku. Dan ternyata... beliau memang orang kaya dari lahir. Keturunan para ningrat rupanya.
"Vi..."
"Ya, Ma?"
"Bukan begitu, Ma! Viona ga ada masalah tinggal di sini! Justru Viona senang sekali. Punya Mama mertua sekeren dan sebaik Mama Tasya. Sungguh!"
"Tapi Viona ingin pindah dari sini!"
"Bukan, Ma! Bukan begitu!"
"Mama faham, Vi! Sangat paham. Memang dalam berumah tangga itu yang paling utama adalah suami istri. Tidak ada campur tangan dari orangtua masing-masing. Mama juga pasti pilih begitu."
__ADS_1
"Ma... Maafin Viona, Ma! Maafin mas Delan juga karena sudah menyakiti hati Mama. Tapi demi Tuhan kami tak bermaksud ke arah sana. Sungguh! Itu hanyalah option obrolan konyol mas Delan! Ia ingin memiliki hunian sendiri. Dan berkhayal tinggi tentang rumah kami."
"Mama sudah obrolin semuanya sama Papa juga, Vi! Papa setuju jalan pemikiran Delan!"
Aku diam. Menyimak serius perkataan Mama.
"Papa punya rumah kecil di bilangan selatan. Rumah itu sudah kosong sekitar dua tahun dan terbengkalai juga pembangunan lanjutannya kata Papa! Kalau kalian tetap mau pisah dari Mama, kalian bisa urus rumah Papa yang itu!"
"Ma..."
"Mama tak bisa larang Delan-Vio juga tak menyuruh kalian untuk ambil rumah itu. Semua terserah kalian! Tapi saran Mama... Itu bagus. Berarti Papa juga memperhatikan kalian. Bukan hanya anak-anaknya saja yang dari Mama Tania dan Katliya. Iya khan?"
Aku termangu. Ternyata... ada 'sesuatu'. Kecemburuan sosial antar sesama istri. Begitu Aku mengindikasikannya. Terlebih Papa memiliki tiga orang istri.
"Ma..."
"Biar nanti Mama bilang Delan. Kalian bisa ambil dan renov rumah itu secepatnya. Bagus juga khan? Setidaknya... ada yang Papa beri untuk anak cucunya dari Mama khan?!"
Aku diam kembali. Memegangi jemari Mama dengan erat, dan memberinya anggukan kalau aku mendukungnya serta.
Seperti tersambung telepati kami. Mama Tasya memelukku erat. Namun tiba-tiba ia menangis tersedu sedan.
"Nasib Mama seperti ini, Viona! Hik hik hiks..." kata Mama di sela isaknya.
Aku hanya bisa mengusap-usap punggungnya lembut. Berusaha mengerti jalan fikirannya yang tak kufahami.
Mama... Andaikan Mama merasa ini tak baik untuk diri Mama sendiri,... kenapa kau ambil jalan sesulit ini? Menjadi istri siri, istri simpanan yang selalu harus diam seolah di rampas 'suaranya'. Apalagi Mama bukanlah wanita sembarangan pula. Mama cantik, pintar cari uang, juga keluarga bangsawan. Kenapa Mama bisa-bisanya terus bertahan di samping Papa yang jelas-jelas pastinya milik istri dan anak-anaknya yang sah di mata hukum serta agama.
__ADS_1
Hhh...
...❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤...