
Namaku Jonathan Lordess. Usia kini 41 tahun. Duda tanpa anak yang kini hidup sendiri karena sang istri menceraikanku dan kawin lari dengan pelayannya sendiri.
Miris bukan, hidupku ini?
Hhh... Begitulah!
Wajahku tampan. Blasteran Australia-Jawa. Memiliki satu kakak perempuan bernama Tania Camila.
Bapak kami masih keturunan Keraton. Otomatis kami memiliki darah biru dari Bapak. Beliau adalah anak laki-laki satu-satunya di keluarga kakek. Semua kasih sayang serta warisan jatuh numplek pada beliau.
Bapak memiliki satu orang adik yang sangat manja. Saking manjanya, bahkan sampai sudah menikah pun tetap tinggal dengan kami.
Sayangnya hubungan suami istri tante Tiara hanya seumur jagung. Mereka bercerai setelah memiliki satu orang putri yang usianya tujuh tahun lebih tua dari Tania, kakakku. Dan tujuh tahun lebih tua dariku.
Tasya Jessica namanya. Sejak kecil bagaikan saudara kandung aku dan Tania. Walau usiaku berbeda jauh (14 tahun) dari kakak, tapi aku ini adik yang songong. Alias tak pernah kupanggil kakak kepada Tania maupun Tasya.
Kami bertiga tumbuh besar bersama dalam satu atap. Di bimbing dan di besarkan kedua orangtuaku. Mamanya Tasya meninggal dunia lebih dulu ketika umurnya lima belas tahun. Sedangkan Papanya entah dimana, kami kehilangan jejaknya.
Alhasil semua keputusan hidup Tasya, Bapak dan Ibuku yang atur. Bahkan sekolah sampai selesai.
Aku dan Tania selalu berusaha menyenangkan Tasya karena iba pada hidupnya yang sebatang kara. Tasya bagaikan putri bungsu bagi kami. Hingga suatu ketika Tania menikah dengan pacar LDR-nya yang sedang kuliah di Amsterdam, Belanda. Bambang Suherman.
Sejak Tania menikah dan ikut pindah suaminya, Tasya berubah menjadi lebih pendiam. Mungkin karena Tania dan Tasya ibarat kembar tapi beda ibu bapak, jadi merasa sangat kehilangan.
Tasya yang baru lulus sekolah meminta izin untuk pindah ke ibukota. Ia ingin kuliah sambil bekerja, katanya.
"Kerja apa?" tanya Bapakku waktu itu.
"Tas mau masuk yayasan agency artis di kota, Pak!" (Sejak kecil Tasya memang memanggil Bapak dan Ibu pada orang tua kami).
"Buat apa jadi artis? Ga guna
Begitulah. Tasya Jessica di tentang mati-matian oleh kedua orangtuaku yang lebih memiliki pakem ketimuran dibanding pakem kebaratan.
Bapak meskipun menikah dengan ibu yang asli bule, tapi fikirannya tetaplah pria Jawa yang berpegang teguh pada suku, bangsa dan agama.
Walaupun begitu, Tasya tetap bersikukuh pindah ke kota di usianya yang baru 18 tahun itu.
Ia pindah seorang diri. Benar-benar belajar hidup sendiri hingga Bapak sering mengirim mata-matanya untuk membuat Tasya pulang kembali ke Solo dan melanjutkan kuliah.
Tasya bertekad, tak akan pulang sebelum berhasil. Apalagi karena dia kabur dari Solo, Bapak Ibu menutup semua transferan keuangannya. Bahkan pura-pura 'membuang' Tasya sebagai anak asuh mereka.
Sebenarnya Bapak Ibu bukanlah orang yang tega. Buktinya, walaupun mereka pura-pura marah dan cuek dengan kehidupan Tasya di kota. Tapi setiap bulan mereka sering mengunjungi kostan Tasya dan diam-diam mengirimkan uang pada pemilik kost-nya di kota. Khawatir juga jika keponakan kesayangannya itu benar-benar kelaparan di kota.
__ADS_1
Tasya ternyata tak melanjutkan kuliahnya. Uang biaya kuliah yang Bapak kirim rupanya ia pakai untuk membuat usaha bersama teman-teman kru produksi film.
Dan... lima tahun ia bertahan, kemudian pulang kembali ke Solo dengan membawa seorang bayi laki-laki.
Saat itu, Tania juga baru melahirkan Roger beberapa bulan lalu. Akhirnya kedua saudara perempuanku itu kembali bersatu.
Tasya menutupi rumah tangganya. Katanya ia menikah dengan seorang produser. Menjadi istri kedua, katanya.
Awalnya aku sangat marah, karena Tasya begitu gampangnya jatuh cinta. Bahkan berani menjadikan dirinya sebagai yang kedua.
Hhh...
Tapi apalah dayaku. Aku tidak bisa mengatur hidupnya, meski ia adalah saudara sepupuku.
Setelah Bapak dan Ibuku meninggal dunia dalam kurun waktu hanya jeda beberapa bulan saja, Tasya kembali menjauh dan lost contac lagi dari kami. Aku dan Tania.
Kupikir karena ia memang menginginkan privasi dan juga menjaga kerahasiaan soal pernikahannya dengan sang produser tersebut hingga suatu ketika...
Aku mendengar pembicaraan kakak iparku di sambungan telepon ketika aku akan menikah dengan Almira.
Aku sempat mengalami depresi ketika tunanganku meninggal dunia karena penyakit kronis yang di deritanya.
Louisa. Putri Bandung yang menawan hatiku ketika kami berjumpa di atas gunung Papandayan ketika usiaku 16 tahun.
Sempat terpuruk beberapa tahun hingga luntang-lantung Solo, Bali, Mataram. Dan suatu ketika Tasya datang dengan seorang gadis cantik bernama Almira.
Tasya jor-joran menjodohkanku dengannya. Mengatakan kalau Almira cocok sekali jika menjadi pasanganku.
Aku percaya pada saudaraku. Dan tak mungkin juga Tasya memberiku jodoh yang buruk. Ucapannya juga tak seratus persen salah. Almira gadis baik, aku juga menyukainya.
Sehari sebelum aku menikahi Almira, aku mendengar percakapan mereka via telepon.
"Apa maksudmu kalau Almira adalah orangmu, juga Tasy?"
Aku terkejut. Bams, kakak iparku ternyata... memiliki kedekatan khusus dengan saudara sepupu kami.
Sejak saat itu, aku mulai sadar sepenuhnya dan menyelidik satu persatu tirai rahasia itu.
Ternyata... Tasya Jessica menikah dengan Bambang Suherman setelah pernikahan Bambang dan Tania menginjak lima tahun. Tania sudah memiliki satu anak saat itu yakni Christian. Tania tengah mengandung anak kedua ketika Bams dan Tasya menikah. Roger lahir, dan Herdilan juga lahir setelah dua bulan berselang.
Aku... padahal sangat menyayangi Herdilan Firlando, putranya Tasya. Bahkan aku lebih sering membela anak selingkuhan dari suami Tania itu ketimbang membela ponakanku sendiri, Christian dan Roger.
Aku memanjakan si Delan bahkan secara khusus membuatkan acara ulang tahun yang berkesan ketika anak itu berumur sepuluh tahun.
Aku stres memikirkan keruwetan saudara-saudaraku. Mereka sedarah, tapi kenapa harus menikahi orang yang sama? Mereka bersaudara, namun haruskah saling menyakiti dalam diam dan rahasia?
__ADS_1
Hhh...
Aku tak tahu, kenapa Tasya yang dulu hidup bersama kami menjadi seperti ini kini? Seperti menyimpan dendam padaku juga Tania. Hingga Almira buka mulut sendiri, kalau Tasya menyuruhnya membuatku terpikat dan menikah nanti untuk minta semua barang berharga. Untuk membuatku bangkrut, katanya.
Aku tak hilang akal, meski otakku koslet memikirkan tingkah Tasya. Bahkan aku gila menjaga keseimbangan keluarga ini agar hubungan rumah tangga kakakku Tania, tetap harmonis.
Aku takut, mereka cerai. Karena kakakku bukanlah perempuan perkasa yang bisa cari uang sendiri.
Kakakku hanyalah perempuan yang mudah beranak-pinak. Bahkan kini telah memiliki tiga anak yang butuh kehidupan layak dari papa kandungnya.
Jika Tania cerai, aku tak sanggup membayangkan kehidupan kakakku dengan ketiga anaknya nanti.
Itu sebabnya aku bungkam. Tutup mulut demi menjaga semuanya. Bahkan dihadapan Tasya sendiri. Aku bersandiwara seolah aku pun artis naungannya.
Aku bertekad, suatu saat nanti,... kedok Tasya dan Bambang akan kubongkar. Makanya aku bekerja mati-matian. Demi mengangkat derajat serta perekonomianku nanti. Untuk membantu hidup kakak kandung serta ketiga ponakanku.
Hhh...
Aku sendiri hancurkan pernikahanku dengan Almira karena kadung mengetahui sepak terjang niat awal gadis cantik yang sempat kukhayalkan mampu membuatku melupakan Louisa. Ternyata...
Tapi beberapa tahun belakangan ini, aku mendapati kakakku yang sering sakit-sakitan. Hingga kedua tulang kakinya rapuh dan nyaris di vonis akan lumpuh permanen.
Apa penyakitnya? Osteoporosis? Sedangkan kakakku tidak mengalami kejadian kecelakaan patah tulang.
Rupanya Tania menceritakan kalau sudah tiga tahun belakangan ini Tasya mengiriminya obat herbal setiap bulan untuk di konsumsinya.
Bagaikan petir di siang bolong. Ternyata sebegitu bencinya Tasya padaku dan Tania. Kenapa? Apa salah kami? Apa? Hingga ia dengan sangat picik dan liciknya perlahan merampas hakku dan juga Tania? Bahkan... kakek kami juga menjadi membenci kami. Hingga nama raden dan ratu kami di hapus kakek dari silsilah keturunan darah biru yang kami sandang.
Tapi kali ini Tasya sudah sangat kelewat batas. Ia menginginkan nyawa Tania dan aku juga mungkin.
Aku tak akan tinggal diam. Kali ini aku akan usit tuntas semua kejahatanmu, Tasya! Dan Tania sudah kuceritakan kalau kau lah batu sandungan dalam kehidupan rumah tangganya.
Ternyata Tuhan membalaskan jua kesakithatian Tania, walaupun hanya sedikit. Bams ternyata menikah lagi dengan guru SMP Fika. Konon sang guru itu adalah pacar pertama Bambang Suherman.
Bams menikah lagi untuk ketiga kali atas anjuran guru spiritualnya. Karena pria paruh baya yang gila harta dan jabatan itu menuruti paranormal/dukun yang ia jadikan panutan.
Konon katanya, Bams akan semakin melambung namanya sebagai pejabat penting jika bisa menikahi tiga orang wanita. Itu syarat untuk kesuksesan kariernya. Hm... Gila!
Walaupun terkesan gila, nyatanya itu terbukti juga. Bams makin menjulang terkenal namanya di jagat politik bumi nusantara ini.
Ia adalah politikus papan atas yang cukup di segani para petinggi negara lainnya.
Dan kesuksesan pastinya mengalir berikut pundi-pundi cuan yang semakin membutakan mata dan hati pasangan Bams dan Tasya.
...❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤...
__ADS_1