PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)

PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)
BAB 188 IN FRAME "DARI BENCI JADI CINTA"


__ADS_3

Dzakki mengikuti langkah Fika.


"Aih? Kukira bocil ini takut!"


"Kata Ayah, Dzakki harus jadi anak pemberani. Dzakki harus bisa jaga Mami karena Ayah kerja jauh dan suka pergi!"


"Ulala...! Hm... Pintar juga anak ini! Siapa Ayahmu?"


"Ayah Roger. Maminya Mami Viona!"


"Oh gitu! Kenapa Tante baru tahu?"


"Karena kita baru sekali ini ketemu!"


"Oh... Ck ck ck! Berapa umurmu?"


"Empat tahun tiga bulan!"


"Berarti sudah besar dong ya? Jadi bisa jaga Mami?"


"Iya."


"Hmmm... gitu ya?!?"


Fika terlihat seperti orang yang serius ketika mengerjai Dzakki. Padahal dalam hati, ia gemas melihat tingkah polah bocah imut itu.


"Kamu berani lawan Tante pakai apa? Tante khan orang dewasa. Kamu bocil! Tante sentil telinga kamu, pasti kamu nangis!"


"Dzakki bisa lawan Tante, pakai ilmu bela diri!" jawab Dzakki membuat Fika tambah geregetan.


Boleh ga ya, kalau bocil ini kupinjam. Kubawa pulang buat jadi teman di Singapura? gumam hatinya.


"Oooh..., kamu bisa ilmu bela diri?"


"Bisa!"


"Siapa yang ajarin?"


"Ayahku!"


"Pakai jurus apa? Jurus dijitak nangis?"


"Bukan Tante! Mana ada jurus model gitu?"


"Hahaha...! Ish bocil! Aku juga punya ilmu bela diri. Kamu ilmu bela diri apa?"


"Taekwondo!"


"Hm...! Mari kita tanding! Tapi kalau kalah jangan nangis!"


"Boleh!"



Fika nyaris tertawa terbahak-bahak.


"Baiklah! Tunggu, aku ganti pakaian dulu ya bocil!"

__ADS_1


"Tante Fika, namaku Dzakki. Bukan bocil!"


"Oh iya Daki! Tante lupa!"


"Ck ck ck... Tante cantik! Tapi sayangnya bolot ya?"


"Aih? Kamu tahu bolot dari mana?"


"Dari Wawa Ken! Tante jadi tanding khan? Jangan-jangan Tante takut ya sama Dzakki? Jadi ulur waktu?"


"Hahaha... sombongnya! Kamu berguru sama siapa?"


"Ayah Roger lah!"


"Kamu tahu, guruku siapa?"


"Siapa?"


"Guruku adalah guru Ayahmu! Dan aku ini adiknya Ayahmu, bocil!"


Dzakki termangu. Seolah sedang berfikir, mencerna ucapan sang Tante.


"Tante adiknya Ayah. Tapi kenapa jahat dan bully Dzakki?"


"Auw auw auw... ucapannya! Seperti orang dewasa saja. Jadi tanding ga nih?"


"Ayo!"


"Oke, tunggu Tante di gazebo taman!"


"Assyiap!"



Pantas saja kak Roger sangat menyukai anak ini! Ternyata Dzakki sangat imut dan cerdas. Hhh...! Bisa membuat orang jatuh cinta tanpa diminta. Sifat Viona yang numplek padanya. Meski Viona sedikit bodoh dan lemot, tapi anaknya ternyata sangat cerdas! Apa... itu sifat si kunyuk Herdilan?


"Dzakki!!!"


"Iya?!"


"Mana jurusmu?"


Dzakki benar-benar melakukan kuda-kuda.


Hm... Kak Roger telah mengajarinya taekwondo sedari kecil rupanya.


"Ish... ilmumu segini ilmuku!" ledek Fika.


"Tante memang sudah sabuk hitam?"


"Ini, lihat khan?"


"Tante baru DAN I, jadi jangan sombong! Ayah DAN III tidak sombong! Kata Ayah, Dzakki kalau rajin latihan, bisa jadi saboeum seperti Papa Chris!"


Hahaha... Pintarnya ini bocil!


"Tapi Tante bisa kalahkan Dzakki!"

__ADS_1


"Walau Dzakki kalah, tapi kalahnya Dzakki terhormat!"


"Aih? Kata siapa itu? Kalah ya kalah! Tak ada istilah kalah terhormat!"


"Tante sering bolos sekolah ya?"


"Tidak! Kenapa?"


"Koq ga tahu kalah terhormat?"


"Ya ampuun..., ni bocil!" umpat Fika sambil menggaruk-garuk kepalanya.


Mutia yang baru datang dan ikut duduk bersila hanya bisa tertawa melihat pertempuran Dzakki versus Fika yang sangat heboh.



"Aku baru tahu lho, Kak... Anak Viona sepintar ini!"


"Horeee! Akhirnya Tante mengakui Dzakki pintar!"


"Ya ya ya...! Bersoraklah kamu bocil! Awas jangan jadi sombong! Bisa seperti,"


"Sstt... Fika! Jangan berbicara asal di depan anak-anak! Juga dihadapan Dzakki! Tidak boleh!"


"Maaf, Kak! Hehehe... peace! Ngomong-ngomong, memangnya si bocil ini sering menginap di sini ya?"


"Ada sesuatu...! Nantilah Mas Chris yang cerita!"


"Ada apa sih? Kak Lody bikin aku penasaran!"


"Hhh... Ini semua atas inisiatif mas Chris! Aku sendiri kurang setuju sebenarnya. Tapi katanya, benang kusut ini memang harus diurai biar kembali berfungsi. Entah ah, tak faham aku juga pada ucapannya!"


"Dzakki! Kamu main dulu di kamar ya? Tante mau ngobrol sama Mama Mutia!"


"Dzakki tidak boleh dengar pembicaraan Mama Mutia dan Tante Fika, ya?"


"Bukan begitu. Ini obrolan orang dewasa!"


"Dzakki bisa minta tolong ambilkan buku cerita Nabi-Nabi milik kak Verrel pada bibi Hani?"


"Iya."


Fika menghela nafas. Akhirnya bocil itu menurut juga pada kak Melody! begitu gumam hatinya.


"Herdilan sudah keluar dari penjara!"


"What???"


"Dia kemari, menanyakan keberadaan Mamanya!"


"Kenapa kemari? Apa urusannya dia, tanya-tanya ke kalian?"


"Mamanya ada di Rumah Sakit Jiwa tempat Viona sekarang bekerja!"


"Jadi, selama ini Viona mengurus mantan mertuanya? Hhh... Ngapain sampai segitunya? Dasar!"


"Sebenarnya Mas Chris yang menempatkan tante Tasya di sana, Fik! Hhh... Sudahlah! Daripada kita su'udzon terlalu jauh, nanti malam sebaiknya kamu tanyakan langsung sama Mas Chris! Karena setiap aku yang tanya, jawabannya tak kufahami. Dan kata mas Chris..., kita harus memutus rantai kebencian yang akan berimbas terus jika tak kita selesaikan. Begitu selalu, katanya!"

__ADS_1


"Hhh... Mas Christian aneh!!!" umpat Fika kesal.


...❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤...


__ADS_2