
"Kak Firman di suruh siapa?"
Ira memukul bahuku.
"Eh, Vi? Kenapa kamu malah jadi kasar ke kak Firman?"
"Ga, Ra! Aku cuma mau kejujuran kak Firman!"
"Aku inisiatif sendiri. Aku ga rela kamu diduain si Delan dengan perempuan model si Lady itu!"
Deg.
Jawaban kak Firman menjadi tolok ukurku berfikir, kalau ternyata suamiku ada main dengan Lady Navisha... sang artis talent yang bergabung di perusahaan production housenya itu.
Fix ini mah! Aku mendapat clue-nya.
"Kak Firman! Tolong buktikan kalau ucapanmu bukan fitnah sembarangan!"
"Oke. Aku terima tantangan Viona! Kalau kamu mau... Aku bisa jadi mata-mata selama beberapa minggu ini. Aku sedang off juga saat ini, karena perusahaan media tempatku kerja sedang ada sedikit masalah."
"Bukannya kakak sedang cari berita terpanas yang pastinya bakal dibayar mahal perusahaan? Dan berita perselingkuhan pemilik PH Pesona Tasya bisa mendongkrak nama perusahaan media kakak khan?"
__ADS_1
Kak Firman menatapku tajam seperkian detik. Kemudian binarannya melemah menjadi riak-riak indah dilengkapi senyuman dibibir indahnya.
"Aku memang orang media. Jurnalis pencari berita. Tapi aku juga tahu, kapasitasku sebagai teman diantara kalian sedang kupertaruhkan. Dan apakah elok bagiku, memancing di air keruh hubungan rumah tangga kalian? Apakah jika sampai kalian *di*vorce, kamu akan langsung jatuh dalam pelukanku yang miskin ini? Tidak bukan? Satu hal Viona, kalau aku mau,... aku bisa menghancurkan Herdilan Firlando dan keluarganya dalam sekali tepuk. Rahasia keluarga mereka aman di sini!"
Kak Firman menunjuk ke arah dadanya. Ia terlihat sedikit tersinggung pada tuduhanku yang sebenarnya ia akui ada benarnya.
"Tuduhanmu padaku tiada salah, Vi! Dan kamu berhak menjaga privasy keluarga suamimu yang rumit. Tapi... aku juga disini hanya menjelaskan posisiku yang sebenarnya kebetulan saja menangkap gambar dan rumor tak sedap suamimu!"
Aku terdiam. Menunduk malu karena sangat ceroboh langsung menuduhnya seperti itu. Alih-alih aku berhati-hati untuk tidak su'udzon pada suami, ternyata malah aku dengan sangat tidak berperasaan menuduh kak Firman yang bukan-bukan. Dan fikiranku tertuju karena kak Firman butuh uang.
"Maaf kak! Maafin aku yang sangat jahat menuduhmu yang bukan-bukan! Maaf kak Firman!"
Aku menunduk terus, tak berani menatap wajah tampannya. Sedari dulu hingga sekarang, dia yang terbaik dalam urusan kesopanan dan tutur bahasa lembutnya.
Ira tersenyum lega. Mengapit lenganku dan menyodorkan segelas es jeruk pesananku yang sedari tadi nganggur belum kusentuh.
"Kak Firman... maaf,... aku ini orang yang sangat kurang ajar dimata kakak, mungkin! Setelah menuduh yang bukan-bukan, lalu kini malah mengajak kerja sama untuk menjebak sendiri kelakuan suamiku dengan si Lady."
"Ga koq! Aku ga ada kepikiran begitu. Aku faham, cinta kadang memang membutakan. Aku juga pernah ada di posisi Viona, ketika calon tunanganku melakukan perselingkuhan dengan sesama rekannya di lingkungan kerja. Aku mau bilang apa, pada akhirnya ia memilih pria yang lebih mapan pastinya ketimbang aku!"
Aku dan Ira melongo. Sulit percaya, pria baik hati yang pengertian setampan kak Firman bisa diselingkuhi sang tunangan dengan begitu kejamnya.
__ADS_1
"Lantas, kakak memilih pergi?" tanya Ira hati-hati sekali.
Kak Firman tersenyum, kepalanya perlahan mengangguk.
"Toh dia sendiri telah memilih jalannya. Aku bisa apa? Hehehe... mungkin ia bukan jodohku. DanTuhan masih memproses jodoh terbaik yang mau menerimaku apa adanya. Iya khan Ra?"
Kulirik Ira yang terisak. Tangannya menggenggam tissue yang sesekali ia seka di ujung matanya yang basah. Ira menangis.
Aku langsung memeluk tubuh sahabat terbaikku yang juga pernah gagal menikah karena sang pacar tiba-tiba memutuskan hubungan tanpa sebab.
"Susah ya, mencari pasangan yang mengerti kita apa adanya. Bukan ada apanya! Hik hik hiks..."
Kak Firman tersenyum. Lalu ia mengganti topik pembicaraan yang serius menjadi tawa ceria kembali di antara kita bertiga.
Aku dan kak Firman saling menukar nomor pribadi. Berjanji akan berbincang lagi untuk suatu urusan yang kami sepakati tadi. Tapi dengan syarat, tidak ada apa-apa di antara kita. Pure, murni hanya pertemanan biasa.
Kak Firman berjanji, dia akan menjaga hubungan pertemanan ini dengan baik. Dan tak punya niat jahat padaku juga Herdilan. Karena katanya, andaikan dia mau...dia bisa saja menghancurkan keluarga Delan.
Dia justru menjadi teman pria terdekatnya Herdilan di masa kuliah, sudah pasti ada rahasia-rahasia suamiku yang dipegangnya. Yang justru aku sendiri tidak tahu. Dan tak ingin dia bagi juga padaku.
It's okay. Berarti untuk meminta bantuan kak Firman, aku tak perlu banyak pengorbanan yang bisa menjadi bumerang di suatu hari nanti.
__ADS_1
...❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤...