
Setelah dirasa semua mulai bisa menghandle perasaan masing-masing, Christian pun mengumpulkan semuanya termasuk Fika di meja makan pada pukul dua belas lewat tanpa anak-anak.
"Makan malam yang membagongkan, hiks! Dietku gagal gara-gara kak Chris!" gerutu Fika membuat semua tersenyum lebar.
"Badan kurus begitu masih lakukan diet?" ledek Roger pada adik perempuan satu-satunya.
"Ish! Ya namanya bodygoals itu dibentuk, Kak! Bukan datang sendiri!" timpal Fika membuat suasana kembali ceria. Kecuali Ivanka yang sesekali menunduk malu.
Malu pada kelakuannya tempo dulu. Memutuskan Roger hanya karena dia dijodohkan oleh seorang pria yang lebih segala-galanya dari Roger Ghibran Suherman.
Kini hanya ada penyesalan mendalam dihati Ivanka Kamelia.
Andai dulu aku tidak memutuskan tali pertunanganku dengan Roger, mungkin saat ini aku bahagia bersamanya! Hhh... Bodohnya aku! rutuk hati kecil Ivanka.
Viona melayani Roger dengan telaten. Begitu juga Mutia pada Christian. Membuat Fika langsung bersuara.
"Wooy klean para orang dewasa! Berempatilah sedikit, wooy! Ada jomblowati disini! Tidakkah klean-klean kasihan melihat jiwa ini berontak kepanasan?"
Viona dan Mutia tertawa berbarengan. Chris hanya senyum-senyum sementara Roger memeletkan lidahnya.
"Salah sendiri jomblo!"
"Ish, ish ish! Tak sadar rupanya, kak Roger nih! Ck ck ck... berapa tahun kamu menyandang gelar jomblo akut. Hah?!?!"
Sindiran Fika jelas-jelas menohok Roger serta Ivanka.
Roger menjomblo karena diputus tiba-tiba oleh perempuan yang kini duduk dihadapannya dengan wajah menunduk.
Hhh... Andaikan kau dulu tidak memutuskan hubungan pertunangan kita tiba-tiba, aku tak kan mengenal perempuan berhati mulia disampingku ini, Vanka! Terima kasih, atas semua pembelajaran yang mendewasakan aku! Juga terima kasih, akhirnya aku menemukan cinta sejatiku. Viona Yuliana! batin Roger tenang.
Jiwanya kini jauh lebih dewasa. Seiring dengan umur yang sudah 32 tahun. Apalagi Tuhan baru mempertemukan jodoh sejatinya setelah banyaknya kejadian demi kejadian.
Membuat cintanya semakin tertancap dalam pada Viona Yuliana. Janda manis beranak satu yang luar biasa.
Mampu membuatnya belingsatan, jungkir balik mengejar cinta Viona.
"Satenya, Mas!?" tawar Viona membuat Roger terbangun dari lamunan.
"Boleh, Yang! Terima kasih ya?!"
Terima kasih Tuhan, kau berikan aku pasangan yang mengerti diriku apa adanya. Luar dalamku dan baik burukku. Semoga hubungan kami selalu Engkau jaga dari segala marabahaya dan musibah. Serta dari segala cobaan dan godaan syeitan yang terkutuk! Doa hati kecil Roger.
__ADS_1
Mereka menyelesaikan makan malam yang penuh keharmonisan. Ditambah tawa canda serta celoteh asal Fika, yang malam itu seperti bocah cilik yang minta perhatian lebih.
Hubungan persaudaraan tidak akan pernah tergantikan. Meskipun ada hubungan-hubungan lain, justru semua itu menambah keharmonisan hubungan kakak adik mereka. Karena usia serta pengalaman dan pelajaran hidup pula lah yang mendewasakan. Hingga semakin mempererat hubungan persaudaraan mereka.
...........
Azan Subuh berkumandang.
Mutia yang bangun terlebih dahulu, terkejut melihat selembar kertas dan pena tergeletak di atas meja makan mereka.
...Kakak dan Mbak... Terima kasih telah merawat luka di wajah saya dengan kebaikan kalian. Semoga Tuhan membalasnya berlipat ganda. Mohon maaf, saya pergi tanpa pamit. Saya sangat malu pada diri saya sendiri. Saya pernah menyakiti hati kalian semua. Mohon maaf sebesar-besarnya, Kak!...
...Ivanka...
Mutia hanya bisa menarik nafas. Ia menoleh mendengar suara sang suami yang menyapanya dengan lembut sekali.
"Vanka sudah pergi, Mas!" ceritanya pada Chris.
"Biarlah, itu pilihannya. Semoga Ivanka bisa merubah nasibnya menjadi lebih baik."
"Aamiin!"
Cup.
"I love you so much, Melody!"
"I love you too, Mas Chris!"
Keduanya tersenyum saling berpandangan.
"Uhuk uhuk...! Lagi-lagi aku mataku ternoda pada kebucinan kalian! Hiks!... Tuhaaan, angkatlah kejombloanku segeraaa! Aku mau ada seseorang yang menjadi teman hidupku seumur hidupku, Tuhaaan!!!" teriak Fika di pukul lima pagi. Menghebohkan hingga anak-anak terbangun dan...
Tok tok tok
Semua menoleh ke arah suara ketukan pintu.
Tok tok tok
Christian bergegas membukakan pintu.
"Diandra???"
__ADS_1
"Aku gak bisa tidur, memikirkan Dirga yang takutnya membuat kalian semua jadi tidak nyaman liburannya!"
Christian dan Mutia saling bertatapan. Bibir mereka menyunggingkan senyuman penuh arti.
"Haish!... Aku minta berondong, yang datang aki-aki!" celetuk Fika tanpa sadar. Membuat Diandra hanya garuk-garuk kepala tak mengerti.
"Jadi aku ini aki-aki, ya?!?"
"Hehehe... Maaf, Din... adikku itu kalo ngomong suka asal jeplak. Maaf ya? Tapi ucapannya tadi tidak dari dasar hati koq! Hehehe..." ucap Chris membuat Fika langsung berlari ke kamae mandi sambil teriak, "Maaf!!!"
Hadeeh... Fika! Bagaimana kalau ternyata Diandra adalah jodohmu, Fik?!? suara hati Christian.
"Tak apa. Aku selalu suka Fika sedari dulu! Sudah tahu juga semua sifatnya! Dia khan si Fika lebah madu yang suka gemes gigit ekor kucing hingga akhirnya kucingnya marah dan cakar bibirnya. Iya khan?"
"Ya ampun...Hahaha! Kau masih saja ingat kejadian itu, Din!"
"Hahaha..."
Semua tertawa. Juga Roger dan Viona yang baru keluar dari kamarnya pun ikutan tertawa.
"Aku malah selalu ingat gadis mungil polos berkuncir dua di pasar rakyat yang lidahnya berdarah digigit keong! Hahaha... ya ampun, apa kabar ya gadis imut itu sekarang?"
"Hei!... Gadis kuncir dua di pasar rakyat yang lidahnya berdarah digigit keong? Yang karena seorang bocah keriting menyuruhnya meniup-niup cangkang keongnya agar si keong mau jalan?" tanya Viona.
"Iya. Hahaha... dan bocah laki-laki keriting itu adalah aku. Hahaha...! Eh? Yang? Perasaan aku gak pernah ceritain kisah itu sama kamu deh? Koq kamu bisa tahu?"
"Gadis kecil kuncir dua itu akuuu!!!" pekik Viona membuat riuh suasana pagi.
"Iya kah? Hahaha... Maaf, Viona Sayang! Maafkan aku ya? Hahaha..." ucap Roger ngakak.
"Ya Allah, hahaha... gustiii! Kalian berdua ini ternyata jodoh dari kecil ya?!? Hahaha..."
Semua tertawa terbahak-bahak hingga Chris menyadarkan semuanya.
"Hei, hei! Ayo segera ambil wudhu! Waktu Subuh hampir habis! Ayo cepat!"
Semua tersenyum sembari bergegas pergi untuk sholat berjama'ah. Dengan Christian yang menjadi imam.
Awal pagi yang ceria, membahagiakan.
...❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤...
__ADS_1