PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)

PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)
BAB TAMBAHAN IN FRAME "PENGANTIN BARU"


__ADS_3

Roger dan Viona gagal melakukan hubungan intim di malam pertama. Selain keduanya seperti masih takut dan malu, ternyata Dzakki mengawasi Ayah dan Maminya itu untuk membuatkan adik untuknya.


Alhasil, malam pertama pengantin baru mereka pun gatot alias gagal total.


Ini hari Senin. Tapi Dzakki masih mengambil libur sekolah karena kemarin kedua orangtuanya baru saja menikah.


Sementara Tini dan Kenken ternyata tak berhasil membujuk Dzakki agar menginap di kamar mereka dahulu.


Tin tin tin


Tin tin tin


"Siapa yang datang itu?" seru Viona sembari membuka celemeknya karena sedang menyiapkan sarapan pagi bersama Tini.


Dzakki menoleh ke arah jendela.


"Kak Verrel! Kak Velli!" pekik Dzakki kegirangan.


"Assalamualaikum..." Terdengar suara salam dari luar.


"Waalaikumsalam..."


Dua anak kembar yang sangat keren dandanannya. Satu cantik satu tampan berdiri di balik pintu rumah Dzakki.


"Dzakkiii!!!"



"Kak Verrel, Kak Velli? Mau kemana? Waw, kerennya!" pekik Dzakki senang bukan kepalang. Kakak-kakak sepupunya mendatangi rumahnya lagi.


"Ayo Dzakki, ikut kita liburan ke Gunung Mas!" kata Verrel.


"Hah? Gunung Mas? Ada ya gunung emas?"


"Bukan gunung emas, tapi... Gunung Mas Puncak!" ralat Velli membuat semua tertawa.


"Oh bukan gunung emas ya!?!"



Dzakki ikutan tersipu malu-malu.


Mereka bertiga masuk ke kamar Dzakki. Membantu sang adik sepupu berbenah mencari pakaian yang mau dibawa ke villa mereka.


"Mau kemana, Kak?" tanya Viona pada Mutia dan Chris yang masuk belakangan.


"Kalian pasti belum begituan khan!?"


"Begituan apaan?!?" Viona tertawa mendengar kata-kata tak jelas dari kakak iparnya itu.


"Verrel-Velly khan besok ulang tahun yang keenam. Kita mau bikin acara kecil di villa. Mumpung masih ambil cuti dari sekolah mereka karena kemarin nikahan kalian. Oiya, Dzakki kami bawa biar kalian bisa gaspol bikin adik buat Dzakki!"


"Hahaha... ish, kakak nih! Bikin kita jadi malu! Lagipula kenapa bilangnya dadakan? Dzakki belum bungkus kado buat Verrel Velli khan!?"


"Ga usah lah! Yang penting anak-anak senang!"


"Aku siap-siap dulu, ya Kak! Mau bangunkan mas Roger!"


"Eit, kamu dan Roger gak perlu ikut! Aku cuma bawa Dzakki aja koq!"


"Ealaa... Pengertiannya ya kak Mutia sama boss Chris ini! Hihihi... Kasian pengantin baru! Semalam tidur ditemani Dzakki, Kak!" ledek Tini seraya menceritakan malam pertama Viona dengan Roger.

__ADS_1


Viona yang malu langsung mencubit pinggang Tini hingga perempuan yang kini sudah 35 tahun itu tertawa terbahak-bahak.


"Mau kemana?" tanya Roger yang baru saja bangun tidur setelah kembali ke ranjang sehabis sholat Subuh.


Viona menarik kursi untuk sang suami.


"Duduk, Mas! Minum sereal dulu...Viona buatkan yang rasa vanila!"


"Makasih banyak, Sayangku!" jawabnya lengkap dengan senyum manis.



"Uhuk uhuk... Jadi batuk kalau dengar pengantin baru sayang-sayangan! Apakabar dengan kita ya, Pa... Pengantin lama!" goda Mutia membuat sang suami langsung mencubit pipinya lembut.


"Ssstt...! Jangan mau kalah, dong! Kita bisa tempur di villa nanti, Yang! Biar pengantin lama tapi rasa selalu baru khan!?"


Perkataan Chris mengundang tawa semuanya.


"Terus... kita ditinggal gitu?" tanya Roger dengan wajah memelas.


"Heleh, gayamu! Padahal kau kesenengan tuh kita tinggal berduaan dengan Viona!" jawab Mutia dengan anggukan Christian.


Pasangan yang kompak! bisik hati Roger dengan senyum mengembang.


"Pengertian sekali, kalian!" ujar Roger pada akhirnya. Viona langsung menjawil tangan Roger yang segera berkedip senang.


"Berapa lama di Puncak, Kak?" tanya Viona.


"Hanya dua hari. Verrel Velli khan harus sekolah. Belum libur panjang juga!"


"Iya sih!"



Viona langsung mencium pipi putranya yang tampan. Roger mengacungkan dua jempolnya pada sang putra.


"Keren dan ganteng!" puji Roger. Dzakki langsung merangsek kepelukan Roger.


"Ayah ikut ya?" rengeknya pada sang Ayah.


Spontan Chris, Mutia, Viona dan Tini saling berpandangan.


Senyum melebar di bibir Viona.


"Nanti Ayah menyusul, ya Boy!"


"Janji ya?"


"Janji! Besok Subuh, Ayah Mami ke Puncak jemput Dzakki! Kita ke Taman Matahari!"


"Beneran Om? Aku juga ikut dong!" sela Verrel.


"Iya. Semua ikut. Besok kita ke Taman Matahari naik kuda!"


"Asiiik!"


Viona tersenyum.


Roger memang paling bisa mencairkan suasana.


Roger selalu bisa menenangkan hati buah hatinya. Membuat Viona tersenyum dan menunduk.

__ADS_1


Terima kasih Tuhan! Kau berikan aku jodoh yang bisa mengerti aku juga putraku. Doanya dalam hati.


"Ya sudah! Dzakki sudah siap?"


"Siap Papa Chris!"


"Let's go, kita berangkat!"


"Berangkaaat...!!!" Verrel, Velli dan Dzakki kompak berjalan beriringan.


Membuat Viona tersenyum bahagia.


"Kakak, aku titip Dzakki ya?" katanya seraya cipika cipiki dengan Mutia.


"Take it easy, Vi! Selamat menjalankan kewajiban istri ya! Hihihi..."


"Ya ampuuun... selalu diingatkan!"


"Hahaha... suami bahagia jadi pahala istri lho! Jangan lupa itu sabun manjakaninya ya, biar keset!"


Viona menyeringai menutup separuh wajahnya yang malu terus-terusan digoda kakak ipar.


Tin tin tin


"Bye, Mami! Bye, Ayah! Jangan lupa besok!"


"Bye Sayang, jangan nakal ya Nak!"


"Yo'i, Boy! Besok Ayah kesana!"


Viona dan Roger hanya bisa berpandangan dengan sorot mata menyirat sesuatu.


"Mas Keen... Antar yok ke Bandung!" Tini teriak masuk ke dalam rumah. Mencari-cari suaminya yang ada di taman belakang. Membuat Roger dan Viona tertawa berbarengan.


"Ada apa sih, penghuni rumah ini koq mau pada kabur semua?"


Roger dan Viona ikut masuk ke dalam. Lalu melanjutkan duduk-duduk santai menikmati sarapan paginya yang ringan. Sepotong roti gandum dan segelas sereal.


Viona menatap lagi sang suami. Hatinya menghangat. Hidupnya perlahan membaik dan bahagia selalu kini.


Viona bersyukur sekali, atas karunia yang Tuhan beri.


Ia yang lemah namun egois, memiliki suami yang keras dan tegas namun penyayang.


Tuhan selalu punya cara untuk menjodohkan orang-orang yang pas menurut-Nya.


Viona hanya bisa takluk sifat egois dan keras kepalanya jika dihadapan Roger.


Begitupun sebaliknya.


Roger yang terbiasa kasar, jutek dan lugas dalam segala hal. Akhirnya luluh hanya oleh Viona.


Jodoh sudah diatur Yang Maha Kuasa. Dan kita manusia hanyalah berdoa serta berikhtiar untuk mendapatkan jodoh yang terbaik.


Jodoh sejati adalah yang mendampingi kita sampai mati. Sampai ajal menjemput dan tetap bertumpu pada kesejahteraan hati pasangan.


Semoga jodoh kita adalah yang terbaik yang Tuhan kirimkan dikehidupan kita ini.


Aamiin...


...❤❤❤❤❤TAMAT❤❤❤❤❤...

__ADS_1


__ADS_2