PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)

PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)
SESSION 2 In Frame "INDAHNYA MENIKAH"


__ADS_3

Viona benar-benar merasakan kebahagiaan yang nyata. Inilah pernikahan yang diidam-idamkannya sedari dahulu.


Dua orang melebur menjadi satu. Bukan saling mengalahkan serta saling merubah sifat satu dan lainnya.


Namun saling bekerja sama dan bahu membahu dalam segala hal.


Setelah rumah sepi ditinggal para penghuni yang lain, Roger dan Viona pastilah melakukan kegiatan layaknya pasangan suami istri yang saling mendamba.


Mereka berdua saling memberi dan menerima.


Tak ada kata-kata, selain sisi hati mereka yang dipenuhi cinta dan bunga asmara.


Hati yang tulus membuat semua menjadi indah. Sangat indah.


Keduanya hanya tersenyum malu-malu dengan wajah merona. Memancarkan aura kebahagiaan yang mereka rasa.


Setelah beberapa kali berc*nta, keduanya bahkan sempat mandi bersama. Meski kembali terjadi dengan rinaian air shower yang membuat semuanya jadi lebih berbeda.


Selesai keramas dan mandi jun*b, bahkan Roger menyisirkan rambut panjang Viona serta mengeringkannya dengan hairdry. Persis di film dan drakor yang Viona sering tonton.


"Mas... Malu ih!" bisik Viona ketika mendapatkan perlakuan istimewa sang suami yang selalu ada dalam khayal tingginya setiap menonton drakor dan ada adegan seperti itu.


Roger hanya tersenyum.


Ia mengecup pipi sang istri seraya berkata lembut, "Biarkan sesekali aku melakukan ini. Tidak bisa sering, dan jangan meminta ketika ada Dzakki anak kita nantinya!"


Viona tersenyum lebar.


Benar. Hehehe... kalau ada Dzakki, pasti anak itu akan menggodaku habis-habisan! Hm... sedang apa Dzakki sekarang ya?


"Hayooo...! Pasti mikirin Dzakki!" tebak Roger membuat bola mata Viona membesar.


"Koq mas tahu, sih?"


Roger menjawil pipi Viona. Senyumnya mengembang, sengaja tak menjawab membuat Viona makin penasaran.


"Kamu tahu, Sayang?"


"Apa?"


"Ketika dua insan saling cinta dari kedalaman hati yang tulus. Ada kontak batin yang muncul tanpa terbantahkan. Dan sinyal kontak batin itulah yang menghubungkan keduanya. Hingga salah satu dari pasangan itu bisa membaca isi hati pasangannya. Entah jika sedang sedihkah, atau sedang senang. Pasti feeling bisa merasakan. Tapi bukan hanya pasangan saja, Yang! Soulmate seperti hubungan anak dan ayah, anak dengan ibu... itu juga memiliki sinyal kontak batin. Selama keduanya memiliki hati tulus mencintai!"


Viona memperhatikan perkataan Roger dengan seksama.


Pantas! Dia bisa tahu sekali isi hati Dzakki dan mampu meredam amarah serta kesedihan putraku. Padahal mereka bukan ayah dan anak kandung. Tuhan Maha Hebat, menciptakan sinyal kuat diantara suami dan juga putraku.

__ADS_1


"Mau makan diluar?" tanya Roger.


"Mau kumasakkan sesuatu? Ada banyak bahan makanan di kulkas. Lebih baik kita makan di rumah, Yang! Hehehe... Kemarin-kemarin kita agak boros. Dan baru saja habis mengeluarkan banyak uang untuk pesta pernikahan kita."


Roger mengecup kening istrinya.


Bahagia hatinya, kini ada istri yang menghandle dan mengatur pengeluarannya juga.


"Kamu segalanya bagiku, Tuan Putri! Apapun yang kamu masak, aku terima dengan senang hati!"


Hati Viona menghangat.


Hampir airmata keharuannya jatuh di pipi. Tapi segera ditahan.


Bukan bermaksud membanding-bandingkan dengan pernikahan pertamanya dahulu. Namun, rumah tangganya ini jauh lebih baik kini.


Dahulu ia dan Herdilan Firlando gagal membangun biduk rumah tangga yang bahagia. Meski tak memungkiri, ada saat-saat keindahan. Tapi tak seperti sekarang yang Viona rasa.


Mungkin karena dulu ia dan Delan sama-sama masih sangat muda. Usianya dahulu 22 tahun dan Delan 23 tahun.


Selain memang mereka yang terlalu cepat menikah tanpa saling mengenal dalam lebih dahulu, ditambah datangnya wanita lain yang hadir diantara mereka. Membuat Herdilan dan Viona tidak dapat mempertahankan biduk rumah tangga mereka yang semakin oleng karena tidak kuatnya pondasi cinta mereka.


Kini Viona sudah 32 tahun dan Roger 33 tahun.


Viona beranjak ke dapur. Ditemani Roger yang duduk manis di depan meja makan sembari membaca novel online yang sedang booming. Dan Roger sangat menyukai beberapa novel on going dari beberapa penulis.


Bahkan ia sangat penasaran untuk terus mengupdate cerita selanjutnya dari hari ke hari.


Salah satu novel favoritnya adalah MISS YETY BUKAN PSK BIASA karya author Tompealla Kriwieal. Ceritanya sangat bagus. Dan Roger seringkali geram, gereget, gemas menunggu up selanjutnya. Apalagi jika sang penulis dengan pintarnya menggantung cerita untuk part besok, membuatnya semakin penasaran pada jalan cerita selanjutnya.


"Baca apa sih, Mas? Serius amat?" tanya Viona penasaran.


Roger tertawa kecil. Ia ingin sekali menggoda sang istri.


"Baca chattan dari Gigi, Yang!" jawabnya, tentu saja itu bohong.


Viona langsung kembali ke meja kompornya. Melanjutkan masaknya tanpa banyak bicara.


Roger tahu, Viona cemburu jika ia menyebut nama Gigi. Membuatnya semakin gemas pada tingkah laku sang istri yang cemburu tapi pura-pura masa bodoh itu.


Grep.


Dipeluknya Viona dari belakang. Tiada respon.


Dikecupnya leher sang pujaan. Kini menggeliat tapi responnya dingin.

__ADS_1


"Balas dulu chattannya Mbak Gigi, nanti dia menunggu balasannya lama!"


Wow wow wow... Cemburu yang manis namun elegan dan sok dewasa! Hehehe...


Roger tersenyum. Pura-pura kembali duduk dan fokus ke layar hapenya. Tapi matanya melirik terus ke arah Viona.


Nampak dengan jelas raut wajah sang istri yang gelap dan kurang sedap dipandang. Sontak Roger tertawa ngakak sambil memeluk erat tubuh Viona dari belakang.


"Hahaha..."


"Duduk, Mas! Jangan macem-macem deh! Aku dekat kompor lho ini! Bahaya!" tegur Viona, masih tak menyadari permainan Roger.


Cup.


Pipi istrinya dikecup.


"Maaf, Sayang! Aku bohong!"


"Aih?!?"


"Aku suka baca novel online di APK Noveltoon. Ceritanya banyak yang bagus. Banyak penulis hebat yang menuangkan tulisan novel-novel berbobot di APK ini. Nih, kamu periksa sendiri hapeku. Aku tidak sedang chattan dengan Gigi. Aku juga tidak punya nomornya Gigi. Aku tak suka menyimpan nomor-nomor perempuan kecuali untuk urusan bisnis."


Viona tersenyum malu.


Roger mengusap lembut rambutnya. Mata mereka saling beradu.


"Ungkapkan saja jika kamu cemburu, Yang! Jangan dipendam! Kamu tahu, laki-laki itu tidak peka' hati dan perasaannya. Laki-laki itu butuh fakta dan juga realita."


"Ish!... Makanya laki-laki harus belajar memahami isi hati wanita. Harus bisa mengerti kalau pasangannya tidak suka pada sesuatu hal. Dan itu akan terus dipendam sampai suatu saat nanti menggunung dan meledak menjadi abu vulkanik emosi yang berdarah-darah!"


"Hahaha... begitu ya? Perempuan ternyata pendendam ya?"


Viona mencubit pinggang sang suami. Ia menciumi pipi Roger beberapa kali saking gemasnya.


"Bukan dendaman. Tapi perempuan itu sangat takut kalau pasangannya direbut orang!" balas Viona.


"Iya ya... Padahal yang merebutnya juga sesama perempuan ya!? Hhh... rumitnya pikiran para perempuan!"


"Ish Ayaaang! Ngapain kamu repot-repot mikirin pikiran para perempuan? Pikirin pikiran aku aja, perasaan aku aja! Tidak boleh mikirin perasaan perempuan lain!"


"Hahaha... Iya. Iya, Sayang! Ya ampun... andaikan ada Dzakki sekarang ya, pasti lebih seru ini nih! Hahaha... ampun Yang, ampun... jangan digelitiki terus pinggangku!"


Indahnya menikah. Sangat menyenangkan bahkan dunia serasa milik berdua.


...❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤...

__ADS_1


__ADS_2