
Waktu bergulir cepat sekali.
Tak terasa, hari Senin kini.
Roger masih libur. Menunggu beberapa hari lagi wisuda Viona. Tentu saja momen keberadaan Roger membuat Dzakki girang bukan main.
Setiap hari Roger mengantar dan menunggunya hingga pulang sekolah.
Roger juga tak segan menyuapi Dzakki makan yang dibawa dari rumah. Membuat semua guru Dzakki menjulukinya Ayah idaman.
Sementara Viona, lebih memilih menunggu mereka di rumah. Ia canggung dan kikuk jika harus terus-terusan berada di dekat Roger.
Cupid panah asmara dewa amor sepertinya sedang menaungi bintang kelahiran mereka, sehingga baik Roger maupun Viona sering sekali mesem-mesem sendiri mengingat tingkah mereka yang malu-malu kucing.
Apa sih, ga jelas banget sih kelakuan abstrak si pria psikopat itu!?! Senyam-senyum padaku tanpa jelas apa ada yang lucu. Bikin aku jadi insecure sendiri khan! gerutu hati Viona sebel tapi senang betul.
Sementara itu di tempat yang berbeda, Herdilan bersemangat memulai hari barunya sebagai seorang guru olahraga di Taman Kanak-Kanak Rinjani.
Kemarin ia sudah menyambangi sang Mama di RSJ. Mencuci kaki serta mencium tangan Mama agar mendapat keberkahan di hari pertama Delan bekerja. Minta doa agar ia selalu diberi kelancaran.
Tentu saja Tasya Jessica senang. Bahkan tak menyangka kalau sang putra bisa menjadi guru meski hanya mengajar murid-murid usia balita.
Tasya memberi wejangan agar Herdilan sabar dan kuat dalam menjalani tugasnya. Terlebih mengajar anak-anak.
Warungnya juga telah ada yang menungguinya. Seorang wanita paruh baya berumur 40 tahun tetangganya mau membantunya meski hanya dibayar sedikit perminggu.
Benar-benar merupakan anugerah bagi Herdilan.
Bahkan Delan juga menelpon sang kakak, Christian agar mendoakannya kebaikan diawal kerja. Tentu saja Chris menanyakan detailnya kerjaan Delan.
__ADS_1
Chris terdiam tak dapat berkata apa-apa selain mendoakan kesuksesan adik tirinya itu.
Chris kaget ketika Delan memberitahunya kalau ia kini mengambil pekerjaan sebagai guru olahraga di TK Rinjani.
Sudah pasti Christian shock namun tak mau terdengar kekagetannya oleh Delan.
Bagaimana tidak kaget, putra Delan bersekolah di kelas playgroup tempat Delan mengajar.
Apakah ini suatu kebetulan? Atau... memang rencana Tuhan untuk mendekatkan mereka? Entahlah! Christian tak mengerti. Hanya berdoa dengan tulus, semoga Allah memberikan semuanya kebaikan satu sama lain.
Dan Chris hanya termangu, melamun sendiri di depan meja makan setelah sambungan teleponnya dengan Herdilan sudah terputus.
"Mas...! Ada apa?"
Chris terkejut ditegur sang istri.
"Entahlah, Dy! Semoga semua mendapat kebaikan dan kebahagiaan dari Allah Subhana WaTa'ala."
Setiap ada masalah, Chris pasti lebih sering termenung seperti itu. Ujung-ujungnya ketika ditanya malah minta doa.
Suaminya selalu pandai menyimpan rahasia besar. Dulu ia sering salah faham dan curiga setiap saat.
Namun seiring waktu perjalanan rumah tangga mereka yang pasang surut, Mutia kini memahami karakter Chris. Sama seperti dirinya, tak pernah mau menceritakan kesusahannya pada adik-adiknya. Seperti itu pula Christian.
............
"Good morning, Miss Anya!"
"Good morning, Dzakki! Selamat pagi! Tampannya murid miss Anya hari ini!"
__ADS_1
"Berarti kemarin Dzakki kurang tampan ya, Miss? Hehehe..."
"Selamat pagi, miss Anya! Dzakki, kenapa pagi-pagi sudah goda miss Anya?" ujar Ayah Roger menegur sang putra yang suka bergurau.
"Hehehe... Maaf ya Miss! Dzakki masuk kelas dulu, ya! Bye Ayah!"
"Bye Boy! Semangat ya..., Ayah mau ke kantornya Papa Chris sebentar!"
"Okay, Ayah!"
Roger yang hampir bertubrukan dengan Delan yang baru saja datang langsung mengucapkan kata maaf.
"Maaf, pak guru Ando! Saya terburu-buru!"
Delan yang kaget mendengar Roger mengetahui namanya sontak berfikir sejenak.
Hm... mungkin Dzakki bercerita di rumahnya kemarin pada sang Ayah! gumamnya dalam hati.
Secara Dzakki adalah anak yang cerdas. Dia pasti suka menceritakan keadaan di sekolah dan nama-nama guru pada Ayah Ibunya.
Hari ini Delan ada pelajaran olah raga di kelas TK B2 atau TK nol besar.
Dia telah bertekad dalam hati. Akan menjadi tenaga pengajar yang baik. Yang bekerja dari hati. Mencoba memberikan ilmu yang ia miliki.
Dua hari kemarin Herdilan telah mengelilingi semua toko buku dan mencari buku-buku panduan penjaskes untuknya mengajar hari ini.
Setidaknya ia harus memiliki ilmu-ilmu dasar olah raga meski hanya untuk anak usia lima tahun saja.
Semangat, Herdilan! Semoga pekerjaan ini membawamu kebaikan dan berkah yang luar biasa dari Tuhan Yang Maha Esa! Doanya dalam hati.
__ADS_1
...❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤...