
"Waaah... Anak Mami ganteng sekali!"
Aku terkesima menatap buah hatiku yang sudah berdandan rapi. Satu stel tuxedo yang Roger pesankan untuk Dzakki, membuat putra kebanggaanku itu ganteng maksimal.
"Dzakki sudah siap antar Mami!"
Kuciumi pipi gembulnya yang lembut dan kenyal.
Ya Tuhan! Terimakasih banyak atas segala rahmat dan nikmat yang Kau berikan padaku! Terima kasih, Tuhan!
"Ganteng mana, Ayah atau Dzakki?"
Tiba-tiba Roger berdiri di depan pintu dengan pose alaynya yang membuatku dan Dzakki tertawa.
"Ganteng Dzakki lah!" jawabku membuat Dzakki berjingkrak-jingkrak senang.
"Kalian koq dandannya keren-keren. Ini khan yang nanti naik podium itu Mami, bukan kalian!" godaku gemas melihat keduanya.
"Kata Ayah, biar Mami bangga punya kita! Ya khan, Ayah?"
Roger tersipu malu. Begitu pula aku.
"Sudah siap semuanya?" tanya Kenken yang tak kalah gantengnya.
"Waaah... Calon pengantin juga keren sekali nih!" godaku pada Kenken dan juga Tini yang keluar dari kamarnya.
Mereka memakai kebaya encim berwarna senada.
"Couple-an dia bajunya. Biar ga salah gandeng nanti ya, Ken!"
Kami semua tertawa gembira. Lalu berjalan ke luar rumah menuju kendaraan yang akan dikemudikan Kenken ke tempat tujuan.
Hotel bintang lima tempat acara penuh mahasiswa-mahasiswi yang tampil all out semua. Juga para keluarga yang mendampingi, memadati parkiran dan juga halaman hotel.
"Reoo..., Reinaa! Noer sama Hendra mana?" tanyaku pada sahabat yang empat tahun ini setia bersama dalam kelas dan jurusan.
"Noer masih di salon kata si Hendra! Mau pasang sanggul dulu!" jawab Reina.
"Memang mereka mau nikahan ya?" tanya Reo, masih dengan kepolosannya yang angkuh.
sontak kami tertawa terbahak-bahak.
"Oiya, kenalin nih... Ini jagoanku Dzakki Boy Julian!" kataku sembari mengelus pipi Dzakki.
Roger, Bi Tini dan Kenken yang datang menghampiri tersenyum pada teman-temanku.
"Vi,"
"Hm?"
"Suamimu... hiks, bikin aku mengiri menganan!" bisik Reina padaku.
__ADS_1
Semburat merah jambu merona diwajahku.
"Gandengan dong, gandengan! Ish... Nyesel aing, tadi nolak diantar my baby! Hiks... Reo, mana keluargamu? Jangan-jangan bawa kursi emas sendiri ya, buat duduk kamu?"
Aku tertawa mendengar celotehan Reina. Seperti biasa, gadis itu sangat manis meski candaannya suka bablas dan bikin perut sakit tertawa terus.
Reo hanya diam dengan wajah dingin dan sorot mata tajam. Dia memang begitu. Mirip vampire tampan di film twilight. Ya, Robert Pattinson yang sekarang banting stir jadi Batman.
Hendra dan Noer datang dengan bawa cerita tak kalah heboh. Pasangan ini membuatku terispirasi pada anak artis yang menikah dengan youtuber. Atta dan Aurel. Kadang kompak, kadang somplak, namun selalu saling gaplok.
Begitulah... kebersamaan manis ini akhirnya hanya jadi kenangan. Masing-masing memiliki kesibukan nantinya. Dan satu persatu menjauh walau hati tak bisa dibohongi.
Pastilah memori indah pertemanan itu akan dikenang sepanjang masa. Silih berganti dengan teman-teman baru di lingkungan berikutnya.
Acara wisuda berjalan lancar. Dan kini gelarku bertambah satu lagi dibelakang namaku.
Sarjana Manajemen dan Sarjana Psikologi.
Akan jadi kebanggaan dalam hidupku pastinya. Kuhaturkan doa pada Ayah dan Ibu yang telah melahirkanku serta membesarkanku hingga seperti sekarang ini.
Walaupun mereka telah tiada, kuyakin di alam sana mereka tersenyum bahagia melihat kesuksesan pendidikanku kini.
Kak Jo juga... semoga semua kebaikannya padaku menjadi ladang amal bagi beliau. Kak Jonathan Lordess tersayang.
Juga kak Firman Setiawan. Kawan, sahabat, kakak terbaik yang pernah ada dalam hidupku. Semoga Allah memberi tempat yang indah.
Tanpa sadar airmataku turun satu persatu. Dan terkejut ketika Roger menyodorkan saputangannya padaku.
"Jangan menangis dihari bahagia!" bisiknya pelan di telinga kiriku membuatku memukul pelan bahunya.
Aku bahagia, Tuhan! Terima kasih!
...🌼🌼🌼...
...In Frame "Hari Yang Sepi"...
Di sekolah Taman Kanak-Kanak, Herdilan tampak menoleh ke kanan dan ke kiri. Matanya mencari-cari sosok imut yang biasanya rajin mendatanginya meski untuk say hello saja.
Dzakki tak terlihat hadir hari ini.
"Cari siapa, Pak Ando?"
"Cari Dzakki, miss Anya!"
"Oh, Dzakki Boy Julian ya? Anak playgroup B itu ya?"
"Iya, betul Miss!"
"Hari ini Maminya wisuda. Izin tidak masuk sekolah jadinya."
"Oh begitu rupanya!"
"Dzakki itu anaknya yang manis, memang! Celotehannya bikin kami para tutor gemas. Bapak juga ya, pastinya!? Hehehe..."
"Iya, betul Miss!"
"Betul betul melulu, kapan salahnya pak Ando? Hehehe..."
__ADS_1
Miss Anya mencoba menggoda Herdilan. Namun yang digoda hanya tersenyum tipis. Lalu pamit kembali ke kantor dengan alasan masih banyak kerjaan.
"Ish... misterius sekali pak Ando itu! Apa... dia punya pasangan ya di rumah? Sehingga takut kalau istrinya marah dan menuduhnya aneh-aneh nanti, jadi tak mau dekat-dekat dengan para guru perempuan?" gumam Anya gemas sendiri.
Sebenarnya bukan seperti itu juga. Tapi memang Herdilan tak begitu tertarik untuk mencari cinta lain, selain mengumpulkan uang demi untuk diberikan pada buah hatinya nanti sebagai ganti dari waktunya yang hilang terbuang.
Herdilan mengamati satu persatu data-data siswa di buku absensi pegangannya.
Satu persatu ia perhatikan dan pindahkan ke buku besar miliknya. Untuk data nanti pengisian nilai raport.
Nama, tanggal lahir dan juga nama orang tua.
Dan...
Matanya terbelalak kaget melihat satu nama yang tak asing baginya.
Dzakki Boy Julian, tempat tanggal lahir : Jakarta 14 September ...., Nama Ibu : Viona Yuliana, Nama Ayah : (alm. Jonathan Lordess)
Dug dug dug
Dug dug dug
Dug dug dug
Jantung Herdilan Firlando berdegub kencang.
Dia sangat terkejut melihat keterangan biodata Dzakki muridnya.
Dzakki... adalah putranya Viona? Viona Yuliana dan... kenapa nama ayahnya adalah... almarhum Jonathan Lordess? Apakah??? Apakah mereka telah menikah sebelum kematian Om ku itu?
Lemas seluruh persendian tubuh Herdilan. Keringat dingin bercucuran disekujur tubuh. Bibirnya gemetar. Dia menyandarkan tubuhnya pada bantalan kursi kayu yang ia duduki.
Dzakki... Dzakki adalah putraku. Dzakki benar-benar anak kandungku dengan Viona!
Airmata perlahan membasahi pipi.
Rasa sesal pada diri sendiri menyeruak. Betapa ia adalah pria terjahat di dunia ini. Melepaskan istrinya yang tengah hamil hingga melahirkan tanpa perhatian sedikitpun.
Dirinya yang buta hati kala itu benar-benar tidak peduli pada Viona.
Hingga bayi itu lahir, dia tak pernah tahu dimana rimbanya.
Dan kini Tuhan rupanya ingin mempertemukan mereka dengan cara yang luar biasa.
Dzakki... adalah penolong hidupnya.
Dzakki Boy Julian.
Tapi, tapi... siapa laki-laki yang selalu mengantar dan menunggui putraku itu? Apakah dia suami Viona yang baru? Berarti... Berarti Viona telah menikah lagi setelah Om Jo meninggal dunia? Karena Dzakki memanggilnya dengan sebutan 'Ayah'!!!
Herdilan merasakan pelipis kanannya sakit sekali. Sehingga ia merebahkan kepalanya di atas meja kerja.
"Pak Ando, Pak Ando!"
Miss Geraldine memasuki ruangan Herdilan setelah mengetuk pintu beberapa kali namun tak ada jawaban.
...❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤...
__ADS_1