PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)

PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)
SESSION 2 HARI BAHAGIA PART 2


__ADS_3

Kartika turun dari mobil pengantin yang membawanya sampai ke gedung tempat pernikahan di gelar.


Mata indahnya berbinar. Sangat indah. Karena terpesona pada pemandangan yang terhampar di depannya.


Mobil-mobil pengiringnya juga menurunkan para kerabat dan sahabat Kartika. Semua kurang lebih sama reaksinya melihat gedung megah yang disulap cantik bak istana kerajaan.


"Ya Allaaah!... Ini beneran ini di sini, Tik? Kita ga salah turun khan?"


Bu Fajar terperanjat. Mulutnya yang menganga tidak bisa menipu semua orang disana kalau ia benar-benar kaget bukan kepalang.


Kartika tersenyum manis, sosok pria yang muncul dari balik pintu utama gedung seolah mengatakan kalau ia tak salah tempat.


Herdilan Firlando, pria yang akan menikahinya berdiri dengan sangat gagahnya.



"Benar, ini gedungnya!" Bu Fajar kembali bersorak. Calon menantunya telah menyambut rombongannya.


"Waaah...!!!"


"Gusti nu Agung!"


"Masya Allah!!!"


"Ini beneran pesta besar-besaran!!!"



Kartika tersenyum manis sekali.


Jemarinya yang terhias oleh henna pengantin segera menyambut bunga pemberian Velli yang juga berdandan sangat cantik.



"Mama Dzakki cantik sekali!" puji Velli membuatnya merona.


"Velli juga sangat cantik hari ini, makin cantik!" bisik Kartika di telinga kiri Velli yang rambutnya di sanggul sederhana melengkapi dress cantik yang dikenakannya.


Kini Velli yang bersemu merah jambu pipinya.


Kartika berserta rombongan masuk ke dalam gedung. Menyusuri koridor indah aulanya, masuk ke ruang utama dimana sang penghulu dan para saksi telah siap di tempat duduknya masing-masing.


"Ya Allaaah, beruntungnya putri kita ya Pa?!" Bu Fajar berbisik pada sang suami yang terpukau pada semuanya.


"Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh! Selamat pagi dan selamat datang kepada para rombongan mempelai wanita. Kami pihak panitia keluarga mempelai pria, mempersilakan para hadirin untuk mengambil tempat karena acara yang paling ditunggu-tunggu akan segera kita mulai. Tanpa mengurangi rasa hormat kami sebagai wedding organizer yang mengurus hari bahagia Mas Herdilan Firlando dan Mbak Kartika Sari, kami menghaturkan banyak terima kasih kepada para hadirin sekalian untuk duduk di tempat yang telah disediakan!"


Suasana seketika riuh. Heboh karena sebagian rombongan Kartika Sari adalah para tetangga dan juga warga perumahan tempat tinggalnya yang beragam sifat dan karakternya.


"Waaah, aku bener-bener baru lho...masuk gedung dan ngikutin pernikahan model cinderella begini!"


"Iya. Ayo, ayo duduk. Jangan keliatan noraknya!"

__ADS_1


"Sstt...! Sini, duduk sebelah sini! Deket sama meja prasmanan jeng!"


"Eh, menu makanannya banyak banget!"


"Iya betul!"


"Ssst... Jangan berisik! Acara mau dimulai!"



"Saya, Fajar Budiman bin Abdul Aziz dengan ini menikahkan dan mengawinkan Engkau, Herdilan Firlando bin Bambang Suherman almarhum, kepada putri saya yang bernama Kartika Sari binti Fajar Budiman, dengan mas kawin seperangkat perhiasan emas murni 24 karat seberat seratus gram dibayar tunai!"


"Saya terima nikah dan kawinnya Kartika Sari binti bapak Fajar Budiman dengan mas kawin seperangkat perhiasan emas murni dua puluh empat karat seberat seratus gram dibayar tunai!"


"Sah? Sah?"


"Saaah!!!"


"Alhamdulillahirobbil'alamiin... Baarokallohu laka wabaroka alaika wa jamaa bainakumaa fii khoir!"


"Alhamdulillah..."


Bu Fajar banjir airmata.


Putri tercintanya kini telah sah dipersunting seseorang yang selama ini begitu ia harapkan.


Ternyata Kartika melepas masa lajang diusianya yang telah menginjak tiga puluh tahun lebih.


Kartika Sari, putri satu-satunya... yang bahkan pernah diduga menjadi tumbal istri makhluk ghaib oleh orang yang tak menyukainya selama ini. Sehingga jodoh dan kecantikannya seolah terhalang. Dan Kartika menjadi jauh jodoh. Membuatnya sering dijuluki perawan tua oleh sebagian tetangganya selama ini.


Kini... semua kekhawatiran itu telah sirna.


Seiring status Kartika kini yang telah sah menjadi Nyonya Herdilan.


Walau Herdilan seorang duda beranak satu, tapi tampangnya yang ganteng keren dan juga anak orang terpandang, membuat kebanggaan Mama dan Papanya Kartika.


Herdilan mengecup kening sang istri setelah gadis itu mencium punggung tangannya.


Sebuah tandatangan pertanda hubungan mereka telah resmi dan halal dimata negara serta agama, tertera dalam pasangan buku nikah.


Saling menyematkan cincin di jari manis tangan kiri masing-masing dengan senyum tersungging.


Ada mitos, cincin adalah suatu perhiasan yang berbentuk ring bulat. Bentuknya yang bundar dan tiada ujung, dianggap sempurna dan menyimbolkan sebuah siklus yang abadi serta tiada akhir dalam sebuah hubungan.


Kartika rupanya telah meminta waktu kepada MC pernikahan, untuknya memberi tempat podium. Ia ingin membagikan cerita indahnya pada semua hadirin tentang isi hatinya pada sang suami.


"Mohon perhatiannya kepada para hadirin sekalian, sang mempelai wanita rupanya ingin membagi kisah kasihnya kepada kita semua. Untuk Mbak Kartika, saya persilakan waktu dan tempatnya!"


Herdilan melirik Kartika dengan tatapan penuh tanda tanya. Senyumannya terlihat seperti sebuah pertanyaan, mau baca apa? begitu kira-kira.


"Assalamualaikum... terima kasih untuk Kakak MC, yang bersedia memberikan saya waktu untuk membacakan sebuah kisah yang sebenarnya sederhana saja. Tapi... kisah ini sangat berkesan bagi saya, bahkan seumur hidup saya pastinya! Untuk para hadirin sekalian, terima kasih banyak karena telah menjadi saksi dari hari bahagia saya bersama Abang Herdilan Firlando, yang kini menjadi suami saya. Terima kasih banyak,"

__ADS_1


Sorak sorai hadirin memberikan tepukan tangan yang meriah.


"Dua tahun yang lalu, disebuah biskota di jalanan Ibukota. Masih teringat dengan jelas, biskota Mayasari Bakti 507 jurusan Pulogadung Tanah Abang. Saat itu saya masih menjadi staf tutor lepas di salah satu tempat bimbel di daerah Banteng Utara.


Masih terekam dengan jelas dalam memori ingatan saya, ketika kaki saya menjejak turun di bus tersebut karena telah tiba di halte tujuan saya... Seorang lelaki tiba-tiba menjambret tas saya. Spontan saya berteriak keras, meneriakkan kata "Copeeet!!!" kepada si pencopet itu. Saya gemetar dan gugup sekali. Lalu turun seorang pria bertubuh tinggi tegap meloncat dari dalam bis...mengejar si pencopet dan berhasil melumpuhkannya dalam sekejap.


Pria yang gagah perkasa itu adalah yang kini telah resmi menjadi suami saya tercinta.


Saya sama sekali tidak percaya, bahwa keajaiban cinta dan jodoh rupanya telah mempertemukan kita di pelaminan ini, Abang!


Hingga suatu ketika kami dipertemukan lagi di sebuah sekolah dasar dimana saya adalah seorang guru dan beliau adalah wali murid dari murid saya. Padahal kejadian dua tahun lalu itu tidak menghasilkan apa-apa, dan saya hanya mengucapkan terima kasih dengan tangan gemetar tanpa ada kelanjutan apalagi kenalan saling menyebut nama. Tidak. Sama sekali tidak.


Hingga Allah mempertemukan kembali kami di sekolah dasar Cempaka Putih Raya. Entah bagaimana akhirnya, Allah menjodohkan kita dengan Kekuasaan dan Kelembutannya. Saya, Kartika Sari...sangat bahagia, telah Allah kirimkan seorang pria baik hati, tampan dan pekerja keras, dan satu lagi yang sangat paling membuat saya bahagia adalah... saya menikah dan mendapatkan bonus seorang putra yang baik, paling tampan di seluruh dunia, namanya adalah Dzakki Boy Julian. Untuk suami saya, Abang Herdilan Firlando dan putra saya, Dzakki Boy Julian... izinkan saya untuk meminta keduanya naik ke atas panggung. Sebuah lagu untuk kalian berdua, kesayangan saya... akan saya coba nyanyikan!"


Herdilan dan Dzakki naik ke panggung musik live dengan wajah sumringah. Kartika menyambut keduanya dengan tarikan jemari tangan kiri dan kanan.


Disuatu hari tanpa sengaja kita berjumpa


Aku yang pernah terluka kembali mengenal cinta


Hati ini kembali temukan senyum yang hilang


Itu semua karena dia...


Oh Tuhan..., kucinta dia


Kusayang dia, rindu dia, inginkan dia


Utuhkanlah rasa cinta dihatiku


Hanya padanya, untuk dia


Jauh waktu berjalan kita lalui bersama


Betapa disetiap hari, kujatuh cinta padanya


Dicintai oleh dia kumerasa sempurna


Semua itu karena dia...


Prok prok prok


Semua bertepuk tangan. Senang, haru...bercampur menjadi satu.


Pernikahan sejatinya adalah mubah hukumnya. Wajib bagi yang sudah dewasa dan siap lahir batin daripada nantinya berbuat zina. Sunah bagi yang menginginkan karena ada pahala surga bagi yang menjalankan.


Tetapi menjadi makruh bila ia melakukannya karena ada niatan tertentu dalam membina rumah tangga.


Dan haram hukumnya pernikahan jika ada niat jahat ingin menyakiti salah satu pihak yang menjadi pasangan. Misalnya karena ada dendam.


Begitulah Tuhan Maha Pengatur. Tuhan Maha Segalanya.

__ADS_1


...❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤...


__ADS_2