
"Papa, Vio sejak dulu memimpikan mobil Honda Jazz warna putih. Tapi... nanti di simpan di mana? Apa nanti mas Delan tak kan curiga? Juga Mama Tasya?"
"Jangan khawatir, mobil ini akan langsung papa oper alih nama pemiliknya yakni kamu. Dan ini bukan kredit, tapi cash! Jadi Viona tak perlu cemas Delan atau Tasya menyelidikinya. Papa cuma minta, Vio untuk tetap silent pada ibu Tania istri pertama Papa ya? Karena sepertinya Fika dan Tania menyukai Viona. Pastinya mereka akan sering menghubungi Vio lewat Jo!"
Aku mengangguk, tanda mengerti maksudnya. Ini sogokan!
"Boleh Vio titip mobil ini di rumah teman, Pa? Nanti kalau Vi sudah lahiran, baru Vi bawa kerumah dan bisa dengan bangga pamerkan pada mereka kalau ini hadiah dari Papa. Dan mereka tak kan banyak tanya!"
"Boleh. Papa terserah Vio! Yang penting menantu kesayangan Papa senang. Hehehe..."
Ya ampun, Pa! Kini aku jadi menantu kesayangan kah? Wah... ternyata seru juga ya memegang kartu rahasia papa Bambang! Begini ya, horang kaya menghambur-hamburkan uang. Hanya untuk suatu sogokan saja bukan hadiah 'kaleng-kaleng'. Hiks... Tapi, bolehlah bolehlah!
............
Dapat mobil baru Honda Jazz putih metalik, hanya karena aku mengetahui rahasia besar dari papanya si Delan. Hm...
Mobil baru tersebut tentu saja tak 'kan kubawa pulang ke rumah pribadiku dan Delan. Tapi sementara waktu kusimpan di rumah ayah ibu. Untuk kemudian kutitip kak Jonathan saja. Khawatir si Delan mencium bau-bau tak sedap.
...[Bagus. Akhirnya pelan-pelan hibahan hartanya satu persatu menjadi milikmu, Vi]...
"Sejujurnya Vi kurang nyaman dengan semua harta itu, Kak! Tapi untuk niat pembalasan dendam, Vi akan coba kondisikan hati dan jiwa ini."
...[Ini untuk anak yang ada dalam kandungan. Daripada diberikan kepada perempuan lain yang aku sendiri ragu, kalau itu anaknya si Delan!]...
Aku termenung, kak Jonathan adalah orang yang blak-blakan. Dan aku sefaham dengan pemikirannya. Karena Lady bisa jadi bukan saja tidur dengan Herdilan seorang saja.
__ADS_1
...[Hallo? Viona??]...
"Iya? Viona masih mendengar suara kak Jo! Iya. Baik, Kak! Tetap beri Viona saran ya?"
...[Tapi saranku, mobil pemberian Bams lebih baik di simpannya jangan di rumahku. Khawatir si Bams nanti tahu, kalau ini adalah kerja sama antar kita!]...
"Di simpan di mana ya Kak? Hmm... apa titip di rumah Ira ya? Temannya Vio, Kak! Sahabat lebih tepatnya. Ira paling tahu masalah hidupnya Viona!"
...[Oke. Asalkan sahabatmu itu orang yang bisa di percaya, kenapa engga' untuk kita jadikan tempat titip sementara!]...
"Iya. Oke!"
...[Aku juga sedang melakukan pengintaian, Vi! Doakan semua berjalan lancar ya? Nanti kita bisa bertemu lagi. Aku kangen pingin ketemu!]...
"Hehehe... Aamiin! Siap kak! Kalau ada waktu dan kesempatan, Vi pasti chat kakak deh!"
"Bye."
...Klik....
Kak Jo mengakhiri panggilannya. Sedangkan aku kembali merenung. Dan segera tersadar, kalau aku harus ke rumah Ayah Ibu dahulu. Untuk membubuhkan tanda tangan penerima mobil Honda Jazz putih kiriman dealer showroom.
Tak perlu aku memberi kabar si Delan soal ini. Tak wajib ku chat dia walaupun ini sudah jam pulang kantornya.
Pukul tujuh malam, aku masih di rumah kedua orangtuaku. Ditemani tante Widia yang seorang janda dengan dua anak lelakinya. Beliau tinggal tak jauh dari rumah Ayah Ibu. Hanya berjarak sekitar 400-500 meter saja. Selang 5 rumah saja.
__ADS_1
Treeet... treeet... treeet
Herdilan calling.
Aku diamkan sesaat. Pukul tujuh lebih ternyata dia sudah pulang ke rumah.
Kemarin-kemarin dia pulang selalu di atas pukul sembilan sepuluh malam. Alasannya adalah untuk menengok Mama Tasya yang kesepian. Padahal, untuk menengok maduku yang gatal kebangetan. Shiit!
Dan gilanya lagi, aku selama ini positif thinking. Kalau mamanya memang butuh di temani. Ternyata, mamanya juga tinggal serumah kini dengan istri simpanan anak kesayangannya.
Ya Tuhan... Jahatnya pemikiran mereka!
Tapi tidak. Aku harus bangun dari tidur panjangku selama ini. Aku harus sadar dari kebodohanku yang selalu mereka tertawakan pastinya di belakangku.
Tidak.
Tidak akan lagi!
Aku, Viona Yuliana... akan membalaskan dendamku bersama kak Jonathan Lordess. Om dari Herdilan Firlando sendiri. Yang ternyata juga sempat di buat sinting oleh mama Tasya, sepupunya yang gila harta.
Kak Jonathan Lordess, sempat dalam keadaan stres karena di tinggal mati tunangannya Louisa Rosalina. Ia kemudian di kenalkan pada seorang model cantik temannya Mama Tasya bernama Almira. Rencana mereka, selain menguras harta madunya yakni mama Tania, juga ingin mengeruk harta pria yang sedang patah hatinya itu.
Ternyata kak Jo lebih jeli. Almira ketahuan belangnya. Dan semua harta Jo, tak ada satu pun yang perempuan itu dapatkan. Hingga Almira kesal dan pecah kongsi dengan Mama Tasya.
Almira menceritakan soal rencana demi rencana mama Tasya pada kak Jo, hingga sepupunya itu benar-benar terbuka melihat sepak terjang mama Tasya selama ini. Yang dengan tega menjadi istri simpanan sepupunya selama puluhan tahun.
__ADS_1
Ternyata mamanya Delan menyimpan keinginan untuk memiliki Papa Bambang sepenuhnya. Termasuk harta mama Tania hingga dengan tega mengirimi obat yang katanya gingseng shinse terkemuka di negaranya. Padahal obat itu justru membuat kesehatan mama Tania perlahan memburuk dan lumpuh permanen dalam waktu beberapa tahun ini.
...❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤...