PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)

PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)
BAB 99 KISAH HIDUP TASYA JESSICA PART 2


__ADS_3

Acara partai sukses besar. Para pejabat tinggi yang mengikuti acara pun banyak memberinya saweran ketika bernyanyi.


Ya. Di awal kariernya, Tasya memang mengeluarkan satu single yang ternyata tak cukup laris di pasaran.


Usia muda serta kecantikannya tak cukup hebat untuk mendongkrak karier menyanyi dengan suara cukup bagus saja.


Tasya Jessica tidak mendapat banyak keuntungan dari lagu yang saat itu cukup membuatnya banyak mengeluarkan modal. Hanya balik modal, kasarnya. Tidak membuat tabungannya menggelembung dan pundi-pundi cuannya bertambah.


Nasib baik, kakak ipar sepupunya itu mau membantu Tasya mencari peruntungan lain dengan mengenalkannya pada beberapa pengusaha film yang dikenal.


Beberapa kali mendapat peran kecil meski hanya sebagai cameo saja, Tasya cukup terbantu oleh Bambang Suherman.


Hingga suatu hari... Di sebuah acara besar lainnya, Tasya tak menyangka. Kalau ia mendapatkan sebuah tawaran yang nyatanya mengandung es*k-es*k.


Tasya muda yang baru berumur sembilan belas saat itu, terjebak pada sebuah acara hiburan yang mengharuskannya untuk menari striptis.


Sontak Tasya kaget. Ia menolak keras tuntutan pekerjaan yang tak ada di kontrak kerjanya itu.


Pengusaha yang membooking jasanya yang Tasya kira hanyalah menyanyi, marah besar. Memakinya sebagai artis yang tidak profesional.


Tasya tak kalah marah. Tasya berusaha menjalani pekerjaan keartisannya dengan jalan lurus meski ia tahu tidaklah mulus.


Pengusaha itu menyiramkan segelas wine ke wajahnya hingga basah kuyup.


Wajah-wajah munafik menertawakannya. Membuat Tasya jatuh harga diri seketika. Dan ia masih sangat ingat, ketika pengusaha itu menyumpahinya dengan julukan 'artis sok suci'.


Tasya menangis mendapatkan hinaan itu. Seorang artis pria pendatang baru sepertinya menarik tangannya. Membawanya pergi menjauh dari arena diskotik tertutup itu.


Artis itu mengajaknya duduk di kursi bartender. Menemaninya minum soda non alkohol. Mendengarkan tangisan dan keluhan Tasya Jessica tentang kehidupannya.


Mereka tidak mabuk. Tasya masih sangat ingat meski kejadian itu sudah berpuluh-puluh tahun.


Tapi kenapa tiba-tiba kepalanya pusing. Dan entah apa yang terjadi... Tasya Jessica ambruk tak sadarkan diri saat itu.


Yang ia tahu, setelah kesadarannya pulih,... tubuhnya telah polos tanpa sehelai benang pun. Dengan sesosok tubuh pria tinggi besar, tertelungkup di sampingnya. Juga dengan keadaan sama. Tak berbusana.


Tasya memekik ketakutan.


Dan pria asing itu juga terperanjat kaget. Terbangun dari tidur lelapnya.


"Tasy!!"


"Mas... Bams!?!"


Seperkian detik mata mereka saling menatap tak berkedip. Keduanya kemudian sibuk mencari-cari pakaian mereka dan berlomba memakai dengan hati serta jiwa yang kacau.


Setelah keduanya telah memakai baju lengkap, duduk dengan saling memunggungi. Tak berani melihat satu sama lain.

__ADS_1


"Kenapa... aku ada di sini?" tanya Tasya gugup gemetar.


"Aku... juga... tidak tahu!"


"Kenapa mas Bams ada di sini juga?"


Bambang diam sejenak. *******-***** rambut ikalnya yang lebat. Pusing kepalanya masih terasa. Tapi pikiran warasnya sudah kembali ke keadaan seperti semula.


"Aku..., aku tidak tahu kalau..., kalau perempuan yang kupesan itu adalah kamu!"


"A-apa??"


"Haish!... Hhh... Kenapa kamu jadi perempuan,"


"Perempuan apa? Perempuan s*k komersil maksudmu? Tidak!! Aku bukan perempuan seperti itu!!!"


Tasya spontan berteriak. Ia menangis sambil berdiri dan menunjuk-nunjuk ke arah Bambang Suherman.


"Aku tidak pernah jadi PSK! Apalagi menjual tubuhku ini pada laki-laki hidung belang seperti dirimu! Tidak, Mas!! Hik hik hiks..."


Tasya yang penuh dengan amarah tinggi, mengambil tas dan juga high heells nya.


Ia bergegas pergi dengan tergesa-gesa dan banjir airmata dari kamar hotel pesanan Bambang Suherman. Meninggalkan lelaki berumur 29 tahun itu sendirian.


Sementara Bams masih termangu. Tak lama kemudian ia menghela nafas panjangnya. Lalu berdiri, juga hendak pergi meninggalkan kamar penuh kisah pahit pertarungannya semalam dengan artis muda pendatang baru, yang tak lain dan tak bukan adalah sepupu istrinya.


Tasy masih perawan!?! Dan aku... telah merusak keperawanannya!! Hhh...


Bambang seketika galau dan cemas. Terlebih semalam ia lupa pakai pengaman.


Ia terlalu mabuk hingga tak sadar telah berbuat yang bukan-bukan.


Istrinya di kota lain dan sudah sebulan lebih tak ia sambangi.


Bambang muda, di usianya yang sedang ada di titik puncak keemasan... sebulan tak melakukan hubungan suami istri, membuatnya rindu setengah mati pada sang istri.


Tapi apalah daya. Tania tidak ingin mengikutinya tinggal sementara di ibukota. Padahal karier Bams di bidang politik sedang menggeliat berkembang pesat. Sangat disayangkan.


Tania masih ingin menetap di Solo. Christian putranya baru masuk Sekolah Taman Kanak-Kanak. Dan mereka sudah sangat kerasan tinggal di kota kecil yang indah asri alami itu.


Akhirnya Bambang berjuang sendirian di Ibukota. Menyewa sebuah rumah tipe 21 dengan dua kamar kecil namun lengkap perabotannya.


Di banding di Solo, di Ibukota hidupnya lebih sederhana. Karena ia memang berniat memulai karier politiknya dari nol. Tidak ingin membawa embel-embel pengusaha yang cukup sukses di kota asalnya, yakni Solo.


Bams ingin menjadi politikus yang bersih dan jujur. Bertekad membabat habis para tikus kotor yang sukanya korupsi serta main belakang guna memuluskan urusannya.


Bams tidak seperti itu. Cita-citanya begitu luhur dan mulia. Ingin membela Hak Asasi Manusia di muka bumi Indonesia. Itu selalu ucapan yang dia gaungkan.

__ADS_1


Bams adalah pria idealis. Menjunjung tinggi hukum, HAM dan keamanan negara. Selalu gerah dengan keadaan negara yang semrawut hingga sangat ingin ia benahi jika suatu saat dipercaya menjadi anggota dewan di pemerintahan.


Tapi ternyata... malam ini ia lepas kontrol. Bams yang sedang berbahagia karena partainya menang telak dalam pemilihan menjadi jumawa.


Tapi kebahagiaan lahirnya tak sebanding dengan kebahagiaan batin.


Bambang rindu bercinta dengan Tania Camila. Telepon dan video call tak mampu menghilangkan dahaga cintanya mereguk buah indah suatu hubungan.


Bams benar-benar ingin pulang, tapi keadaan memasungnya untuk tetap stay di ibukota. Sementara Tania yang bersikukuh tetap bertahan di kotanya karena putra mereka sedang bahagia di sekolah TK nya.


Akhirnya, ia lebih mengalah menunggu waktu agar berpihak padanya.


Seorang kawan barunya yang ia temui tadi siang di acara kebesaran partai mencandainya. Agar tak risau soal asupan imin yang ia butuhkan.


Bisiknya, jaman sekarang bisa jajan sehat. Yang penting punya uang dan berani bayar mahal. Karena yang sehat itu pastinya butuh perawatan intensif.


Bams tertawa lirih. Seumur hidup ia tak pernah jajan dalam tanda kutip apalagi 'jajan sembarang'. Selain takut penyakit kelamin yang akan membayangi, ia juga takut dosa.


Namun mendengar candaan sang kawan, hati kecilnya tergoda juga.


Dunia sudah berubah. Apalagi Ibukota yang dipenuhi banyak macam ragam karakter manusia. Jika terus berfikir cupu dan sok suci di tempat yang harusnya lebih terbuka ini, ia merasa dirinya bakal tergerus kejamnya Ibukota.


Dengan malu-malu, Bams menanyakan di mana tempat jajanan sehat itu pada temannya.


Sang teman tersenyum mengerti kebutuhan Bambang Suherman.


"Saya pasti kasih yang spesial, sebagai harga perkenalan dan ini bukan 'barang sembarangan' pula! Soal harga, cincailah... asalkan produk usaha saya dapat tender di perusahaan Mas nantinya!"


"Hmm... Hehehe...! Tolong jaga kerahasiaannya ya, Mas!?"


"Sip. Pastilah, itu!"


Hhh...


Ternyata, Bams telah bertransaksi membeli Tasya Jessica. Dan Tasya sendiri telah di jebak oleh artis pria pendatang baru yang ternyata seorang pemadat itu.


Demi uang untuk membeli barang haram, artis pria itu menaruh pil perangsang di campur pil tidur hingga Tasya pingsan di malam kejadian ributnya dengan pengusaha diskotik tertutup itu.


Tasya Jessica dijual dengan harga sepuluh juta rupiah. Sungguh harga yang murah untuk sebuah keperawanan seseorang terlebih itu artis muda pendatang baru.


Sang artis pria itu tidak mengetahui kalau Tasya masih perawan. Makanya ia setuju-setuju saja ketika teman Bams memberinya harga spesial sepuluh juta dengan catatan sang wanita penghibur itu bukan penjaja cinta kelas rendah. Apalagi sering menjaja murah dagangannya.


Jadilah Tasya Jessica 'wanita belian' Bambang Suherman.


Bambang yang gugup, malu serta nervous pun hanya bisa melampiaskan rasa kemanusiaannya dengan sebotol vodka. Hingga ia tak cukup sadar untuk mengenali siapa perempuan yang menjadi teman kencannya malam itu.


Apes akhirnya, meski cukup terbayar dengan keperawanan milik Tasya Jessica.

__ADS_1


...❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤...


__ADS_2