PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)

PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)
SESSION 2 FIRASAT DZAKKI


__ADS_3

Percaya atau tidak, manusia itu lebih menakutkan ketimbang jin, hantu dan sebangsanya.


Mereka memang makhluk tak kasat mata. Yang Tuhan ciptakan dari api dan memang tugasnya adalah mengganggu manusia.


Namun mereka memiliki kekurangan yakni akal. Berbeda dengan manusia. Yang justru diberikan akal untuk berfikir. Itu sebabnya manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna dari ciptaan-Nya yang lain.


Tetapi perlu diwaspadai. Jika jin telah menjadi budak peliharaan manusia berhati iblis, maka kekuatan mereka berkali-kali lipat.


Karena jin itu dirasuki otak jahat manusia sehingga makhluk itu semakin bernafsu mengobrak-abrik klan manusia yang memang turun temurun sangat dibenci klan mereka.


Tapi bodohnya manusia yang lupa akan fungsi otaknya, mereka jadi pandir hingga justru lebih suka melakukan perjanjian dengan para jin iblis sebangsanya.


Semua itu sangat menyeramkan.


Entah percaya atau tidak, tapi sesuatu telah terjadi pada Kartika kini.


Perempuan berusia 30 tahun itu hanya bisa meneteskan air mata meratapi nasib buruknya di ruang IGD rumah sakit umum dan masih menunggu hasil pemeriksaan selanjutnya.


Dokter masih mengobservasi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi sehingga Kartika mengalami kelumpuhan tiba-tiba.


Bisa saja Kartika terkena serangan stroke, atau gangguan aliran darah pada sel jaringan otak. Atau ada kelainan saraf tulang belakangnya.


Bisa jadi ada gangguan kimia darah, bahkan gangguan psikis juga mampu membuat seseorang tiba-tiba tidak bisa menggerakkan anggota tubuhnya terutama bagian kaki.


Dokter sedang melakukan pemeriksaan medis pada kondisi kaki Kartika hingga menjadi seperti ini.


............


Sementara ditempat yang berbeda, sepasang suami istri yang sudah berusia matang sedang duduk tepekur diantara puing sisa-sisa kebakaran harta mereka.


Mereka adalah Bu Jamilah dan Pak Taufik Hidayat pemilik rumah dan bisnis jasa katering yang cukup terkenal. Usahanya maju pesat selama beberapa tahun ini, bahkan mereka memiliki kerjasama dengan beberapa perusahaan besar dalam mengelola katering makan siang para karyawannya.


"Haish!!! Ini benar-benar tidak bisa dibiarkan! Ada orang yang sentimen sepertinya sama kesuksesan kita ya, Pak!"


"Hm...! Besok kita harus ke Mbah Jambrong, Bu! Jangan khawatir masalah kerugian yang kita harus tanggung gara-gara kebakaran ini. Mbah Jambrong sudah menjamin kita bakalan tambah sukses meskipun harta kita ludes dilalap si jago merah!"


Bu Jamilah mendengus kesal. Namun kemudian bibirnya kembali menyunggingkan senyuman.


"Aku belum rela kalau demit betina itu dilepas si gerandong begitu saja! Dia harus terus jadi tumbal kita! Dia yang menyebabkan Chintia meninggal dunia! Harusnya dia yang mati, bukan putri kita, Pak!"


Wanita setengah baya itu terus-terusan ngedumel. Bibirnya bahkan semakin maju karena emosinya bertambah tinggi hingga tak sadar monyong sampai dua-tiga sentimeter.


Mereka benar-benar telah bersekutu dengan setan. Hawa nafsu mereka telah diluar nalar hingga berhasil kena bujuk rayu dan tipu daya muslihat iblis jahanam.


Mbah Jambrong adalah dukun penganut ilmu hitam aliran sesat.


Berbekal kelebihan yang Tuhan beri, lelaki berumur 52 tahun itu semakin haus akan ilmu yang negatif.


Ia semakin rajin berpuasa, tapi niatnya bukan untuk niat yang baik. Puasa 40 hari, puasa mutih, puasa ni'is... bahkan puasa tiga hari tiga malam dan berdiam diri di atas atap rumah joglonya adalah puasa yang menyalahi aturan karena niatnya bukan untuk memuja Allah Ta'ala.


Niatnya adalah ingin mendapat sanjungan dan penghormatan dari manusia lain karena memiliki ilmu kanuragan yang berasal dari karuhunnya yang memang ada garis keturunan para petapa sakti di jamannya.


Bahkan rumornya, beberapa moyangnya dulu seorang sakti mandraguna hingga memiliki ilmu ajian rawa rontek yang tersohor di masa itu.

__ADS_1


Dan kini Mbah Jambrong sangat berambisi sekali ingin melanjutkan ilmu-ilmu yang pernah dikuasai para leluhurnya walaupun kini jaman telah berubah.


"Setan alas!!! Bangs*t cacing kremi!!! Kurang ajar itu sekumpulan bocah-bocah songong berani merempugku secara keroyokan!" umpatnya dengan mata merah nanar menatap kosong ke depan.


Jin siluman yang menjadi peliharaan kebanggaannya karena selalu berhasil menjalankan semua misi yang ia perintahkan kali ini gatot alias gagal total.


Bahkan jin bodoh berwujud gondoruwo hitam, tinggi besar dengan rambut legam kasar hitam menutupi seluruh tubuh seperti seekor macan ompong yang teronggok dihadapannya kini.


"Hei setan gobl*g!!! Kemana tajimu, hah??? Beraninya kau pulang kembali ke rumah ini setelah dipermalukan dan diolok-olok manusia-manusia tol*l itu! Bangkit, set*n! Permaisurimu kenapa kau tinggalkan? Kembali segera, kau butuh asupan makanan! Cepat bangkit!!!"


Percuma saja.


Meskipun Mbah Jambrong memaki-maki sampai laklakannya turun naik, tetap saja iblis siluman itu seperti singa tua yang terluka parah.


Hanya erangan dan racauan tak jelas yang keluar dari sela bibir hitamnya.


Makhluk itu butuh asupan darah segar ayam cemani yang biasa bu Jamilah teteskan pada masakannya dan dikirimkan kepada Kartika Sari.


Kartika Sari ternyata telah ditumbalkan Jamilah dan suaminya untuk kesuksesan usaha katering mereka dengan dijadikan permaisuri alias istri sang genderuwo itu selama belasan tahun.


Pantas saja jodoh Kartika seperti terhalang. Padahal perempuan itu manis cantik, baik, sopan, berbudi bahasa tutur katanya.


Kartika juga seorang yang taat ibadah. Bersyukur gadis itu selalu dekat dengan Tuhan meskipun ia tak sadar telah ditumbalkan oleh sepasang suami istri yang dianggapnya baik dan menyayanginya setulus hati seperti putri mereka sendiri.


Begitulah hati manusia.


Tak bisa diselami dan tak bisa ditebak isinya.


Mereka kadung tenggelam dalam kekecewaan. Tertarik oleh emosi yang tinggi hingga tak punya fikiran yang jernih lagi.


Padahal jika mereka mau membuka mata dan hati mereka, kalau semua itu sudah Takdir Illahi. Mereka tidak akan terlarut kesedihan dan tersesat semakin dalam.


Namun balik lagi, Tuhan Maha Kuasa. Tuhan Maha Mengatur. Semua ini adalah Takdir-Nya.


Mungkin Tuhan sengaja membiarkan tindakan sepasang pasutri itu untuk terus menguji mereka sampai dimana batas kesadaran dan ketakutan mereka pada Sang Pencipta.


Nyatanya,... mereka masih terus bergelimang dosa dengan menambah lagi deretan kelakuan kotor mereka yang semakin membusukkan hati.


Kembali lagi, semua terjadi atas izin dan Kuasa Tuhan pastinya.


Seperti Kartika saat ini. Kini terpuruk dan tak bisa menggerakkan kakinya karena separuh jiwa serta kekuatan raganya telah diambil oleh jin siluman yang menjadi suaminya selama ini.


....


"Bu Guruu!!!"


Dzakki tersentak bangun setelah berteriak kencang karena mimpi buruk di tidur siangnya pukul satu waktu Indonesia bagian barat.


"Dzakki! Kenapa, Boy?"


Roger yang tak pernah meninggalkan putranya lama bergegas mendekat.


"Ayah!"

__ADS_1


Roger memeluk Dzakki. Mengangkat dan memangku tubuh bocah imut itu.


Bibirnya menahan suara doa-doa almaul husna yang ia dawamkan dalam hati dan perlahan segera ia tiupkan ubun-ubun sang putra. Seraya mengusapkan punggung Dzakki pelan-pelan.


"Dzakki mimpi buruk?" tanyanya lembut.


Dzakki mengangguk.


"Tidak apa-apa. Dzakki mimpi di siang hari. Itu hanyalah bunga tidur. Pertanda tadi Dzakki baca doa tidurnya kurang khusu'! Hehehe...! Ada Ayah disini temani Dzakki!"


Roger adalah Ayah yang super. Dan Dzakki mengakui itu.


Viona dan Tini sedang pergi ke Tamrin City membeli belanjaan dagangan online milik Tini yang perlahan semakin berkembang pesat.


Roger sendiri sengaja mengambil cuti mengajar hari ini. Ia masih khawatir dengan keadaan Dzakki. Dan ternyata benar saja.


Dzakki teriak keras karena mimpi buruk menghantuinya.


"Bu Guru, dalam keadaan tidak baik, Ayah!"


Roger menelan saliva. Ada rasa kesal karena Dzakki selalu saja peduli dan beberapa kali menyebut nama Bu Guru disela obrolan mereka.


"Dzakki mau Ayah seduhkan energen rasa kacang hijau?" tanya Roger berusaha mengalihkan perhatian putranya.


Namun Dzakki menggeleng.


"Dzakki boleh telepon Bu Guru, Yah?" tanyanya lagi masih dengan kegigihan tingkat tinggi.


Roger mendengus kesal.


"Kamu tahu, Boy? Kalau kamu sudah bertingkah seperti ini, Ayah cuma bisa bilang,... ini sifat ngeyel Mami banget!"


Dzakki tersenyum. Terlihat deretan giginya yang putih berbaris rapi.


"Maaf, Ayah!" jawabnya dengan malu-malu.


"Hari ini Dzakki harus istirahat total. Ingat kata dokter kemarin? Besok Dzakki masih harus ke RSUD lagi. Harus general check up! Jadi,... Ayah menolak permintaan Dzakki!" kata Roger tegas.


"Walaupun ini menyangkut hidup dan mati seseorang? Dzakki tidak boleh jadi anak baik?"


"Yassalam!!!"


Roger mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya setelah menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Sementara wajah polos Dzakki yang imut dengan bola mata menatap penuh kepastian pada Roger, tak ayal membuatnya tak tega juga.


"Nanti ya? Tunggu Mami pulang? Setuju?"



Dzakki menunduk. Wajahnya terlihat suram. Meski akhirnya bocah itu mengangguk setelah lama berfikir.


Hhh... Syukurlah! Semoga Dzakki lupa, nanti! Gumam hati kecil Roger sedikit lega.

__ADS_1


...❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤...


__ADS_2