
Tak kan selamanya, tanganku mendekapmu.
Tak kan selamanya, raga ini menjagamu.
Seperti alunan detak jantungku.
Tak bertahan melawan waktu.
Dan semua keindahan yang memudar.
Atau cinta yang tlah hilang.
Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi
Biarkan aku bernafas sejenak
Sebelum hilang.
Tak kan selamanya, tanganku mendekapmu
Tak kan selamanya, raga ini menjagamu
Jiwa yang lama, segera pergi
Bersiaplah para pengganti...
Alunan suara Ariel Noah yang menggetarkan kalbu Viona. Entah mengapa, sore itu perasaannya sangat tidak enak. Seperti ada sesuatu yang mengganjal.
Memutar musik, hampir semua lagu mengalunkan nada sendu. Lirik-liriknya yang syahdu dan dalam sekali membuat hati Viona seolah kosong dan berlubang hampa.
__ADS_1
Entahlah.
Cuaca juga terasa panas. Padahal matahari bersinar tak terlalu terik. Bahkan cenderung redup menggelayut mendung namun tak turun hujan.
Dinyalakannya tombol remote televisi LED 100 inch di ruang tengah. Dan...
Berita televisi menayangkan sesuatu yang membuat jantungnya seolah menciut dan hilang.
"Selamat sore para pemirsa. Berita terkini di Comel gossip. Telah terjadi penembakan di sebuah villa di Ubud Bali, yang dilakukan dengan sangat sadis oleh residivis KPK yang melarikan diri dari sel tahanan sementara Kantor Pemberantasan Korupsi dengan inisial BS. Seorang terdakwa kasus KKN dan tiga minggu lalu tertangkap tangan dengan barang bukti korupsi suap untuk pembelian alutsista senilai sepuluh milyar rupiah. Tersangka BS menembak adik iparnya sendiri yang bernama Jonathan Lordess dengan empat peluru. Dua peluru menembus dada dan perut korban, satu peluru tepat mengenai pelipis hingga korban meninggal dunia. Saksi lain adalah putra dari tersangka yang kebetulan ada di tempat kejadian perkara, saat ini masih dimintai keterangan pihak penyidik. Sekian berita terkini Comel Gossip. Selamat sore dan selamat berakhir pekan!"
Gubrak!!!
Seketika remote control yang berada di tangan Viona terjatuh di lantai hingga terbelah dan berhamburan batu batrenya.
Kak Jo! Itu... Villa kak Jo!!! Itu..., itu papa Bambang!!! batin Viona masih menerka-nerka.
"Bi Tiniii... Bi Tiniii!!!"
"Iya Nona? Ada apa?" tanya Tini tergopoh-gopoh masih memegang spatula menghampiri sang Nona Muda yang pucat pasi wajahnya dan menggelosor duduk di bawah.
Telunjuk kanan Viona mengarah ke layar datar televisi Jonathan yang besar.
Spatula yang Tini pegang seketika terlepas dari genggaman.
"Tu-Tuan! Tuan Jo!!! Tuan Jooo...!!!"
Viona hanya termenung menatap layar tivi dengan pandangan kosong ke depan.
"Itu prank khan ya, Bi? Itu hoaks khan? Itu cuma syuting khan? Pura-pura aja itu!!! Pasti bohongan itu! Itu gak mungkin!!! Ga mungkin!!! Hik hik hiks..."
"Nona...! Hik hik hiks...Nona Viona! Nonaaa..."
Bi Tini bergerak merangkul Viona. Wajahnya telah basah. Begitu juga tubuhnya, penuh peluh seluruh tubuh.
"Kenken! Kenkeeen!!!"
__ADS_1
Pria yang dipanggil namanya tak lama keluar dari dalam kamarnya dengan wajah pias dan handphone di tangan.
"Boss Jo!" katanya pelan.
"Kenken!!! Itu bohongan khan? Itu bukan kak Jo! Bukan, ya khan? Hik hik hiks..."
Kenken hanya menundukkan kepala. Lalu ikut menggelosorkan tubuhnya, tangisnya pecah. Meraung-raung membuat Vio dan Tini pun akhirnya down juga.
Entah... Viona benar-benar blank. Fikirannya seolah tak lagi berputar karena beku.
Perutnya terasa sakit, dadanya sesak. Hingga ia tersengal-sengal.
Tini yang lebih dulu melihat keadaan Viona, langsung teriak memanggil Kenken.
Dengan sigap pengurus rumah tangga yang dipekerjakan Jonathan Lordess itu mengangkat tubuh Viona ke atas sofa. Kenken menelpon dokter Lena dan bergegas keluar memanaskan mobil Tuan Besarnya di garasi belakang.
"Apa Nona mau melahirkan?" tanya Kenken sebelum pergi meninggalkan Tini dan Viona.
"Ga tahu. Tapi... sepertinya beberapa minggu lagi kalau tak salah dengar!" jawab Tini yang kebingungan juga melihat sang Nona terlihat mengkhawatirkan.
"Ada apa?"
Seseorang yang baru masuk pintu depan membuat Tini menoleh kaget.
"Den Roger! Tolong Nona, Den! Tolong diangkat keluar. Sepertinya Nona Viona mau melahirkan!"
Roger Gibran Suherman. Putra kedua Bambang Suherman dengan Tania Camila, baru saja tiba dari Singapura. Dan datang masih menyeret tas kopernya yang cukup besar ikutan panik.
Ia langsung memangku tubuh Viona dengan kekuatannya. Bahkan Viona seperti kapas ringan tanpa beban berat bagi Roger.
Tin tin tin
Kenken membunyikan klakson mobil yang dikendarainya.
Roger dan Tini langsung membawa Viona masuk ke dalam mobil. Mereka berempat segera meluncur ke klinik bersalin dokter Lena.
__ADS_1
...❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤...