PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)

PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)
BAB 96 POV Herdilan "Siapakah Aku Dan Mamaku?"


__ADS_3

Bagai petir menyambar dan kilat yang menghantam. Badai mengguncang jiwa serta hatiku ketika mendengar Om Lordess mengatakan sesuatu yang tak bisa kupercaya.


"Mama menikahi suami tante Tania???"


"Nah... Akhirnya otakmu sampai juga ke arah situ!"


"O-om??? Kamu tidak bohong bukan? Kamu pasti bohong!!"


"Apa untungnya aku bohong padamu? Mamamu yang telah membohongimu berpuluh-puluh tahun. Dia juga membohongiku dan sepupu perempuannya! Dia mengambil semua hak kakak kandungku serta putra putri Tania! Jadi,... apa salah ketika putra putri Tania kini melaporkan Mama tercintamu itu?"


Gubrak.


Aku lemas seketika. Lututku tremor membuat keseimbangan tubuhku hancur seketika.


Mata ini hanya menatap lekat mata Om Lordess. Berharap perkataannya tadi hanyalah gurauan belaka. Bukan nyata.


Tapi ternyata...


Tetesan air mataku mewakili kegundahan hati ini.


Sakit, teramat sakit menerima kenyataan kalau Papaku adalah suami dari kakak kandung Om Lordess, sepupu Mamaku sendiri.


Jadi, selama ini Mama benar-benar telah membohongiku! Membohongi publik tentang jati dirinya sebenarnya.


Dan tragisnya... Mama 'mengambil' Papa dari tangan sepupunya!


Gila! Gila! INI GILA!!!

__ADS_1


Aku menangis bagaikan bocah berumur lima tahun yang histeris karena ditipu mentah-mentah. Dibohongi terang-terangan oleh Mama dan Papaku sendiri.


Dulu aku sangat bangga pada keluarga kecilku. Meskipun Mamaku istri kedua, tapi hidupku nyaman, damai dan tenteram.


Tak pernah sekalipun kudengar ada keributan antara istri pertama Papa dengan Mama dan juga istri ketiganya.


Aku sendiri tak mau ambil pusing soal statusku sebagai anak dari 'Istri Kedua'. Yang kutahu Papaku memiliki tiga anak dari pernikahan dengan istri pertamanya, lalu satu anak (yakni aku) dari istri keduanya. Dan dengan istri ketiga, katanya mereka tidak memiliki.


Selama Papa masih mengurusku dan Mama, menafkahi semua keperluan kami, aku tak peduli dengan yang lain.


Yang kutahu, putra Papa adalah kak Christian. Karena seringnya diajak Papaku untuk undangan kenegaraan. Istri pertama dan putra putri lainnya aku tidak tahu dan tidak kenal.


Ceklek.


Om Lordess menyalakan televisi besarnya. Risih mungkin mendengar tangisan kerasku yang bikin sakit kepala.


Tiba-tiba mataku tertuju pada acara televisinya...



"Jadi... Mamanya mas Christian kini di vonis dokter lumpuh permanen karena kiriman ramuan dari miss Tasya Jessica?"


"Begitulah..."


"Jadi maksudnya Tasya Jessica kini sudah resmi terlapor di pihak kepolisian setempat dengan tuduhan yang sangat serius, yaitu pembunuhan berencana?... Dalam kasus ini, memangnya apa tujuan dari miss Tasya Jessica sampai hati melakukan tindakan tak terpuji itu?"


"Saya rasa, kasus ini akan panjang urusannya!"

__ADS_1


"Panjang bagaimana?"


"Biarlah pihak kepolisian nanti yang mengungkapkannya! Saya di sini hanya berkapasitas sebagai seorang anak yang melaporkan dugaan pembunuhan yang Tasya Jessica lakukan pada Mama saya yang notabenenya adalah sepupu beliau!"


"Wah? Berarti ini kasus keluarga ya? Apa tidak ada jalan lain yang lebih enak gitu? Jalan kekeluargaan misalnya? Secara kalian masih berhubungan darah juga khan?!"


"Saya rasa... kasus ini harus diselesaikan dengan jalur hukum. Karena ada banyak kejanggalan yang saya tidak bisa mengerti! Untuk lebih jelasnya, mbak bisa tanyakan sendiri pada yang bersangkutan. Itu lebih jelas nantinya. Hehehe..."


!!!!!?????!!!!


Itu adalah cuplikan wawancara antara kak Christian dengan sang pembawa acara!


Benar-benar hantaman palu godam yang sangat dahsyat.


Membuat kepalaku sakit sekali. Luar biasa sakitnya tak tertahankan.


Ingin rasanya aku menghilang dari muka bumi ini. Ingin teriak sekeras-kerasnya. Ingin berlari sekencang-kencangnya. Ingin terbang sampai langit ketujuh.


"Aaaaaaarrrrrrggggghhh!!!"


Aku tak tahu kini harus bagaimana. Di depan om Lordess pun aku telah hilang muka. Apalagi di depan semua orang?


Mama!!! Mamaku tersayang!!! Kejamnya kau padaku, Ma! Kau membohongiku!! Bahkan sampai kini usiaku mau 25 tahun! Mama membuat harga diriku anjlok dan tenggelam jatuh kelautan lepas! Hik hik hiks


"Om... Bisakah Om menceritakan semua kisah Mama padaku? Kumohon..., tapi tolong ceritakan semua jalan ceritanya yang sebenarnya. Bukan untuk memojokkan atau menghakimi Mama sebelah pihak!"


"Hhh... Sampai saat ini pun kau masih ada di kubu Mamamu! Mana mungkin kau akan menerima ceritaku secara netral? Sudah kubilang, tanya Mamamu sendiri, Delan! Apa yang sudah ia lakukan selama ini!"

__ADS_1


Segitu saja Om-ku berkata. Dan aku akhirnya menyerah juga. Hanya menunggu Mama saja, menceritakan yang sebenarnya.


...❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤...


__ADS_2