PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)

PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)
BAB 54 Kedok Mas Delan Yang Terbongkar


__ADS_3

Aku... masih berlaku biasa pada mas Delan suamiku. Tetap manis dan melayaninya layaknya seorang istri pada suami.


Mas Delan juga tetap sama. Manis dan romantis dirumah walau tetap pulang pukul sepuluh malam setiap harinya.


Mama Tasya katanya kini dalam keadaan baik. Dan sebagai imbalan karena aku adalah istri terbaik diseluruh dunia katanya, mas Delan mentransfer uang lima puluh juta rupiah ke rekening tabunganku.


Agak membingungkan memang.


Tapi katanya bulan ini ia mendapatkan bonus dari perusahaan Mama Tasya.


Alhamdulillah... Aku bersyukur meski tak terlalu senang juga. Khawatir ini uang nantinya jadi batu sandungan.


Mas Delan juga meminta izin padaku kalau lusa akan ada kerjaan di luar pulau. Urusan bisnis penting katanya. Ia akan di pulau itu untuk lima hari kedepan.


Aku segera menghubungi Kak Firman, karena ini adalah waktu yang tepat untukku mengikuti mas Delan pergi tugas kemana dan dengan siapa.


Sebenarnya ada rasa takut, tapi... aku perlu pembuktian dari semua kegelisahan dan penasaran yang menyergap hati ini.


Berharap apa yang kak Firman lihat hanyalah cover kedekatan biasa saja di antara mas Delan juga Lady Navisha.


Kak Firman menghubungiku, menurut penyelidikannya mas Delan memang benar ke luar pulau. Tak tanggung-tanggung, Raja Ampat pilihannya.


Aku setelah dipaksa Ira akhirnya menurut, membeli tiket pesawat untuk ke Raja Ampat juga. Dan kali ini bersama kak Firman, mata-mata sekaligus bodiguard aku.


Sebelum berangkat, kuyakini hatiku sepenuhnya. Berharap tindakan ini benar adanya serta tidak membuatku salah langkah.


Aku menelpon ibuku, mengatakan keluh kesahku tentang sikap suamiku yang mencurigakan.


Sudah pasti Ibu menasehatiku, menyuruhku untuk tidak berbuat kelewat batas dalam segala hal termasuk menyikapi curiga cemburu yang berlebihan. Beliau hanya saran, kalau ada masalah... selesaikan dengan baik dan bicara empat mata. Bukan dengan emosi tinggi yang akhirnya menghancurkan diri sendiri.


Tapi aku sudah mengambil sikap. Perasaanku agak kacau juga melihat gelagat Lady Navisha. Dan aku ingin pasti. Bukan selalu was was curiga tanpa tindakan. Hanya main perasaan yang menyakitkan diri ini.


...............


Seperti yang aku dan kak Firman rencanakan, kami pergi menguntit suamiku yang katanya dinas ke Raja Ampat selama lima hari.


Ternyata... Mas Delan benar-benar pergi berduaan dengan Lady Navisha, sang artis talentnya.

__ADS_1


Aku hanya bisa diam termangu di kelas ekonomi bersama kak Firman sedangkan suamiku duduk nyaman di kelas bisnis bersama teman akrabnya.


Aku masih harus berfikir waras. Kemungkinan mas Delan mengajak Lady Navisha diperjalanan dinasnya untuk menemui rekanan dan memuluskan kerjasama jika model majalah dewasa itu ikut serta. Who knows ya khan? Ada bisnis yang lancar karena wanita cantik ikut andil di dalamnya.


Aku mencoba menahan gejolak rasa. Dan syukurnya kak Firman ternyata seorang yang profesional. Ia sama sekali tak membuatku risau apalagi tak nyaman 'jalan' bersamanya.


Kini kami berusaha menetralisir perasaan kami masing-masing dengan silent dan sibuk berkutat pada fikiran sendiri.


Hingga tak sadar jika pesawat yang kami tumpangi akhirnya lepas landas di bandara Internasional Marinda Raja Ampat.


Sempat kami kehilangan jejak beberapa puluh menit, tapi ternyata kak Firman bukanlah mata-mata yang amatiran dan dadakan. Ia terlebih dulu mencari informasi tentang hotel dan juga travel mana yang Mas Delan pesan.


Ternyata hotel Meridian adalah pilihan mereka. Dan kami memilih tempat murah yang tak jauh dari hotel itu. Letaknya cukup dekat dan mampu dijangkau tanpa kendaraan.



Tuhan Maha Baik padaku dan berpihak sekali sepertinya. Aku menempati kamar yang letaknya persis tepat di kamar hotel mas Delan yang mahal sehingga dengan mudah, bisa meneropong kegiatannya lewat jendela.


Kak Firman gerak cepat dengan mencari informasi kamar hotel mas Firman dan juga Lady Navisha.


Ia langsung menyambangi hotel dengan berpura-pura sebagai seorang yang sedang liburan juga.


Aku duduk di kamar dengan perasaan gamang. Jantung ini tak henti-hentinya berdegub kencang. Merasa kalau firasat buruk ini akan jadi nyata dan...


"Kak Firman!"


Deg.


Aku tersentak, suara mas Delan terdengar jelas menyapa kak Firman.


"Hei... Delan? Kamu sedang apa di sini?" terdengar kak Firman pura-pura kaget bertemu mas Delan.


"Hehehe... biasalah! Liburan, merehat fikiran untuk refresh sejenak Kak! Kakak sendiri sedang apa, liburan juga kah? Atau... kak Firman kerja di kota ini?"


"Aku ada kunjungan ke rumah kenalan di sekitar sini, Lan! Ya... begitulah. Aku ini nomaden, pindah-pindah tempat. Hei... ini... istrimu, hm...siapa ya aku lupa namanya?!"


"Lady Navisha! Kita dulu juga satu kampus satu angkatan. Masih ingat? Saya masih adik angkatan kakak! Sayangnya aku gak sampai lulus dan pakai toga seperti kalian!" Terdengar suara Lady. Membuat bulu alisku menaik, memfokuskan pendengaranku lebih seksama.

__ADS_1


Istri? Istri...?


"Ah maaf, Lady! Ya ya, baru ingat. Kamu teman dekatnya Viona Yuliana yang satu kelas dan jurusan sama si Delan ya? Hehehe... Kalian beneran udah nikah? Lagi bulan madukah?"


"Hehehe... begitulah! Istriku ini lagi ngidam kepingin diving di laut bersih Raja Ampat. Padahal usia kandungannya masih sangat muda. Tapi merengek terus tiap malam minta keinginannya dipenuhi segera. Pake alasan takut ngiler nanti anak kami pas lahir!"


"Hahaha... Iya ya, ngidam itu sesuatu yang wajib dituruti!"


"Kakak sendiri? Sudah menikah?"


"Gagal Lan! Hehehe... Masih jadi bujang nih, kerjaan juga belum jelas. Kau sendiri kerja apa sekarang?"


"Ya... terusin usaha orangtua aja, aku mah! Terdengar mas Delan merendah.


"Pengusaha pastinya kak, hubbyku ini!" terdengar suara Lady lagi.


Sungguh aku tak mampu menahan airmata yang turun dengan derasnya.


Istri...? Jadi mereka telah menikah, dan bukan hanya hubungan dekat saja? Bahkan... Lady sedang hamil? Lady hamil? Benarkah? Bukankah ia seorang selebgram dan model majalah dewasa?


Apakah mereka tidak sedang berbohong pada kak Firman? Tapi... untuk apa mereka berbohong jika itu semua tidak benar?


"Sudah berapa lama kalian menikah? Kalian membuatku iri saja!"


"Sudah tiga bulan! Hehehe... ini juga termasuk bulan madu pertama bagi kami karena aku sangat sibuk dengan pekerjaanku, Kak!"


"Wah... pengantin baru rupanya. Tapi langsung tokcer hahaha!"


"Bobol sebelumnya! Hahaha," bisik suamiku jelas terdengar di telinga kak Firman. Membuatku segera membanting headset penyadap yang ada di telingaku.


Seketika aku teriak histeris tak lagi sanggup mendengar kegilaan mereka.


Habis semua pernak-pernik pajangan di kamar hotel itu kuobrak-abrik. Kulempar untuk melepaskan emosi ini.


Gila! Ini gila! Ini permainan yang super super gila yang mas Delan mainkan bersama si Lady itu!


Menikah sudah tiga bulan? Berarti... berarti itu terjadi belum lama ini! Ya. Itu... mungkinkah mas Delan menikahi Lady ketika kami akan pergi liburan ke Lombok? Saat itu mas Delan sempat menunda keberangkatannya dan menyuruhku tetap pergi dengan ditemani Ira! Ya. Pasti waktu itu.

__ADS_1


Bangsat! Bajingan... Setan alas! Benar-benar permainan sandiwara murahan yang menjijikkan!


...❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤...


__ADS_2