PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)

PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)
SESSION 2 BAHAGIA MENANTI


__ADS_3

Jodoh itu Rahasia Illahi.


Pertemuan Khaila dengan pria fotografer itu kembali terjadi. Kali ini dalam pasar Beringharjo.


Khaila keheranan melihat pria yang semalam berbincang santai dengannya kali ini sedang memanggung barang besar berisi buntalan kain-kain batik dan dibawa ke dalam pasar.


Khaila memang berencana berburu kain batik asli Jogja untuk oleh-oleh Mama serta Tante dan sepupu-sepupunya.


"Kamu... pekerja keras juga ya?" tegurnya setelah keduanya saling berpapasan dan melempar senyuman.


"Hahaha... beginilah, Mbak! Kerja saya serabutan. Yang penting halal dan menghasilkan uang, tak ada salahnya. Untuk tabungan di hari depan!"


"Wah! Kamu keren. Oiya, gimana keadaan bapak kamu, Mas? Sudah baikan?"


"Bapak? Bapak saya sudah meninggal dunia tiga tahun lalu, Mbak!"


"Aih? Yang semalam itu?"


"Ooh... itu! Itu bapaknya teman saya yang kerja di toko kain di pasar Beringharjo sini! Masuk rumah sakit, tapi sekarang alhamdulillah sudah lebih baik keadaannya."


"Oh, syukurlah!"


Khaila tersipu. Ia tertawa kecil dan malu-malu kucing mengakui kebodohannya yang sok akrab serta sok tahu itu.


"Mbak! Boleh saya kenalan dengan Mbak?"


Khaila terpaku. Cukup lama ia membisu dan tersadar. Jemarinya menyambut uluran tangan pria itu.


"Bastian!"


"Khaila!"


"Nama yang manis, semanis orangnya! Hehehe... maaf, terdengar seperti gombalan ya?"


"Hehehe... iya! Tapi saya senang juga dengar pujiannya. Meskipun entah itu dari hati terdalam atau cuma dimulut saja!"


"Hahaha...! Biasalah, Mbak! Mulut laki-laki kalau sedang berusaha menarik perhatian wanita, ya kayak saya ini!"


"Ulala...! Hati-hati, pasangan Mas Bas nanti cemburu!"


"Hahaha...! Kalau boleh jujur, saya ini jomblo. Dan baru saja ditinggal tunangan naik kepelaminan!"


"Aih? Iyakah? Bukan cerita bohong khan?"


"Ya, begitulah kira-kira. Karena kesalahan saya sendiri sih, terlalu lama membiarkannya gamang dalam hubungan. Hehehe...! Perempuan butuh kepastian khan!"


"Hehehe... iya lah! Turut prihatini ya!"


"Hehehe...! Terimakasih prihatininya!"


Khaila tertawa kecil. Hatinya merasa hangat setelah sekian lama ia menutup hati membuka diri untuk pertemanan baru dengan lawan jenis.


Ternyata memulai suatu hubungan pertemanan juga tiada salah.


Mereka berdua semakin intens berbicara. Saling ledek, saling goda. Kemudian tertawa bersama dan berakhir dengan makan siang bersama setelah seorang pria datang sambil membungkuk-bungkuk hormat pada Bastian.


"Boss, maaf! Maaf banget sudah bikin boss turun tangan sendiri mengurus toko!"

__ADS_1


"Ssst..., jangan begitulah, Di! Oiya, gimana Bapak? Sama siapa sekarang?"


"Sama adikku, Boss! Ya sudah, boss silakan bawa nona cantik ini makan di resto. Biar coba menu baru yang sekarang lagi jadi best seller di sana!"


"Hehehe...! Oke!"


"Makasih, Boss!"


"Bas bos bas bos! Emangnya aku bos! Hehehe..."


Khaila hanya tersenyum simpul. Bastian ternyata orang yang low profil. Seketika ia membandingkan pria itu dengan Christian.


Sebelas dua belas dalam urusan kebaikan! batin Khaila dengan hati senang.


Begitulah. Awal kedekatannya dengan pria asli kota Jogjakarta yang manis dan baik hati itu.


Sejak pertemuan itu, mereka saling bertukar nomor pribadi dan berjanji untuk tetap menjalin pertemanan walaupun dengan jarak yang cukup jauh. Jakarta-Jogjakarta.


Jodoh manalah kita tahu.


Berharap mendapatkan cinta tulus Christian, tetapi ternyata Tuhan mengirimkan jodoh lewat jalan yang tak disangka Khaila.


Pria seumurannya yang single ternyata adalah jodoh kiriman Tuhan.


Hubungan manis itu berlanjut setelah saling mengenal satu sama lain lewat candaan dan obrolan yang makin ke arah ranah pribadi.


Yakni mengenalkan diri sendiri serta teman keluarga dan sanak keluarga.


...☆☆☆☆☆...


Waktu bergulir tanpa terasa.


Waktu benar-benar memulihkan segalanya.


Christian beserta adik-adik hanya diam menerima banyak hujatan sana-sini perihal keluarganya yang aneh.


Mereka tak berusaha membela diri, karena semua itu adalah takdir Illahi yang memang harus mereka jalani.


Mereka telah pasrahkan semua pada Tuhan Yang Maha Esa.


Berdoa semoga Tuhan kuatkan mental serta fisik untuk melewati ini semua.


Biarlah semua menjadi satu pelajaran. Bahwa setiap langkah yang kita ambil, bisa betimbas di masa depan. Bahkan bisa menjadi cap buruk juga untuk keturunan anak cucu nantinya.


Berfikirlah sebelum berbuat. Berhati-hatilah sebelum bertindak. Seperti itulah kini yang mereka rasa.


Seperti dahulu papa Bambang alami. Beliau kurang bisa membawa dan menempatkan diri. Sehingga mudah bagi orang lain untuk menilai menjadikannya sebagai manusia yang gampang kena bujuk rayu setan.


Kehidupan rumah tangga yang harmonis bersama istrinya, Tania Camila yang tak lain adalah Mama Christian, Roger serta Fika, harus goyah karena keinginan hidup yang lebih baik dan lebih tinggi lagi derajatnya.


Bambang yang ingin maju menjadi orang terkenal di ibukota, meninggalkan istri dan putranya hingga kesepian mendera. Dan hasutan bermain api menjadi langkah pertama kesalahannya.


Kembali lagi, semua atas izin dan kehendak Yang Maha Kuasa.


Hingga Bambang ternyata menggagahi Tasya Jessica, atas kejahatan orang lain yang juga sedang mengambil keuntungan dari semuanya itu.


Begitulah hidup. Tak selalu sesuai dengan keinginan. Bahkan tak jarang, bertolak belakang dari harapan.

__ADS_1


Semua kejadian demi kejadian memberikan pelajaran bagi putra-putri Bambang kini. Dalam melangkah dan melanjutkan hidup kedepannya.


Berdoa adalah yang utama. Meminta ridho Illahi agar semua langkah Tuhan berkahi dan menjadi kebaikan di kemudian hari.


...🌼🌼🌼🌼...


Christian sudah mendapatkan rumah baru. Ia juga memulai kembali usaha tradingnya yang sempat hancur karena perusahaannya kini telah jadi milik orang lain.


Chris dengan bantuan dana para saudaranya kini melebarkan sayap pula untuk membuka pabrik batako dan genteng sebagai penunjang usaha properti perumahan kecil-kecilan sebagai usaha awalnya.


Semua dia buat berkesinambungan. Mulai dari perusahaan bahan bangunan, genteng, batako dan juga usaha jasa bangunan semua ia bikin untuk membangun kembali kerajaan bisnisnya yang pernah hancur.


Doa, serta urunan modal para saudara. Juga dukungan moril pasangan dan anak-anak serta ponakan membuat kepercayaan diri Chris kembali menaik.


Bahkan Herdilan dan Fika turut bergabung dalam usaha bisnis yang kini benar-benar menjadi usaha keluarga.


Ternyata harapan Bambang muda dalam menyatukan kekuatan putra-putrinya menjadi kenyataan. Perusahaan itu kini menyatukan semua keturunannya. Bahkan meredam dan menghilangkan konflik yang pernah ada dahulu kala.


Mereka berkumpul kembali di kediaman mendiang Jonathan Lordess. Makan bersama menjadi kebiasaan baik bagi mereka.


Viona kini sudah memasuki usia kandungan sembilan bulan. Tinggal menghitung hari untuk masa persalinan.


Kali ini ada tamu yang spesial diacara makan bersama keluarga besar klan Bambang Suherman.


Ada Kartika ditengah-tengah mereka.


Chris membuka percakapan sedikit serius pada gadis berusia 30 tahun itu.


Chris meminta Kartika Sari untuk berta'aruf dengan Herdilan Firlando. Tapi juga meminta Kartika untuk menyampaikan keinginan keluarga besarnya itu pada kedua orangtuanya terlebih dahulu, sebelum keluarga mereka mendatangi kediamannya untuk meminta secara resmi.


Tentu saja wajah Kartika Sari merona berseri. Antara senang, juga malu hati. Namun Chris berharap Kartika mengatakan sejujurnya. Tidak perlu malu menolak jika memang merasa Herdilan tidak sesuai dengan kriteria calon suami yang diidamkannya.


Kartika tidak melihat itu sebagai bahan pertimbangan.


Justru ia sangat tertarik dan tertantang untuk mengetahui kisah masa lalu Herdilan. Mengapa Herdilan bisa menikah dengan Viona, mendapatkan buah hati yang luar biasa. Lalu bercerai dan kini mantan istrinya menjadi istri dari saudara tirinya. Bahkan mereka kini bisa makan bersama sambil bersenda gurau di satu meja makan tanpa ada gesekan masalah satu sama lain.


Kartika merasa suatu keanehan. Bahkan keajaiban baginya.


Dibutuhkan ketegaran hati serta kebesaran jiwa yang tinggi untuk bisa melewati fase ini.


Tak banyak orang dimuka bumi ini bisa menerima takdir yang luar biasa aneh dari Tuhan jika kisah yang harus dilalui seperti kisah keluarga klan Bambang.


"Kami tidak memaksakan kehendak, jadi... Kartika tidak perlu merasa terbebani karena keinginan kami ini!"


"Iya. Saya akan coba bicarakan dahulu dengan Papa juga Mama. Kalau saya pribadi, saya merasa senang sekali. Bisa masuk ke keluarga Kakak yang hebat ini!"


"Bukan hebat, Tika! Tapi ancur minah, amburadul, acak adul ga jelas juntrungan tapi semoga mendapat keberkahan dari Allah Ta'ala!" tukas Fika dengan bahasa ngasalnya.


"Aamiin..."


Semua tertawa termasuk Dzakki.


Wajah bocah imut itu terlihat bersinar bahagia. Tinggal selangkah lagi, Papinya bisa menjemput kebahagiaannya. Dan dia akan lega kini perasaannya. Karena semua orang yang Dzakki sayangi dalam keberkahan Allah.


Kartika Sari menggenggam jemari mungil anak didiknya itu.


Berharap ia bisa menjadi ibu sambung untuk Dzakki dalam waktu dekat ini.

__ADS_1


...❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤...


__ADS_2