
Hari ini hari Rabu, pukul delapan pagi. Aku dan Roger telah bersiap ke rumah sakit. Setelah semalam Dzakki menyuruhku pulang karena ia ingin bersama ayah kandungnya.
Jujur, kala itu hatiku benar-benar hancur.
Dzakki... Putra yang lima tahun lalu aku lahirkan kedunia ini..., memilih Herdilan untuk menjaganya malam ini.
Airmataku tumpah ruah. Tapi apa daya. Dzakki memintaku pergi.
Aku hanya menuruti kemauannya. Demi kebaikan Dzakki, apapun rela kulakukan. Walau hati ini tidak ikhlas sebenarnya.
"Viona!..."
Delan memanggil namaku.
Aku hanya diam. Berdiri sesaat, tapi malas menoleh. Hanya menunduk.
"Datanglah besok pagi pukul sembilan kurang bersama Roger! Aku akan mentalakmu disaksikan mas Christian, mbak Mutia juga Mama. Aku ingin Roger juga hadir menyaksikannya!"
Hhh...
Hanya helaan nafas yang bisa kulakukan. Lalu melangkah kembali menuju pintu keluar rumah sakit umum.
Aku pulang,... pulang ke rumah almarhum kak Jonathan. Dengan hati luka, perih dan sakit yang tak tertahankan.
Putraku... putraku ingin bersama ayah kandungnya.
Mataku telah berhenti mengalirkan airnya. Hanya sayu memandang ke depan dan jauh menerawang.
Setelah apa yang kulakukan selama ini... Semua seperti sia-sia.
Ketakutanku, kecemasanku, juga pelarianku hingga ke Bali pun ternyata tak membuahkan hasil.
Dzakki ingin bersama ayah kandungnya.
Lemas lunglai tubuh ini. Senada dengan kehancuran hati yang berkeping-keping.
Bi Tini menyambutku dengan pelukan hangatnya.
Beliau memberiku segelas ovaltine agar aku fight kembali.
Ira juga menelponku. Mengucap hamdalah karena putraku telah terselamatkan meski harus darah Delan yang menjadi penolongnya.
Hhh... Kutumpahkan keluh kesahku pada Ira seketika. Ira, andai kamu ada di sini! Aku pasti melihat ekspresi wajahmu yang kesal karena tingkah Herdilan! Sehat-sehat selalu ya, sahabat!
__ADS_1
Setelah bercerita banyak via telepon kepada Ira, hatiku lebih tenang dan kuat kini.
Aku istirahat sebentar dengan rebahan di kamar. Roger pun sedari tadi tak nampak batang hidungnya. Sepertinya ia juga sedang mengurung diri di kamar.
"Viona!"
"Ya, Kak?"
"Saya sama Kenken mau ke Thamrin City dulu ya? Mau beli barang dagangan!"
"Iya. Hati-hati di jalan ya, Kak!"
Tini memelukku. Mereka pergi untuk belanja keperluan dagangan online yang sudah berjalan selama satu bulan itu. Dan syukurlah, usaha baru mereka berjalan lancar.
...........
Roger dan Aku telah sampai di rumah sakit. Kupeluk erat tubuh mungil Dzakki.
"Dzakki rindu Mami, tak?" tanyaku menggoda Dzakki. Senyumnya terlihat manis sekali.
"Rindu Mami, rindu Ayah juga!"
Roger tersenyum senang. Ia langsung menggendong tubuh putra kesayangannya dengan hati-hati. Khawatir jarum infusan Dzakki terlepas.
"Pagi ini juga pasti dilepas. Dzakki akan pulang hari ini, khan!" jawab Roger lembut.
Kak Christian juga sudah datang bersama kak Mutia.
Herdilan yang keluar dari kamar mandi mengangguk sopan pada kak Chris juga Roger. Kak Chris membalas dengan senyuman tipis. Sementara Roger justru melengoskan wajahnya ke arah lain. Sepertinya ia masih kesal pada si Herdilan.
Mama Tasya mendekatiku, tangannya mengusap lembut jemariku.
"Apa semalam Dzakki rewel, Ma?" tanyaku pelan.
"Dzakki sangat manis. Dia sama sekali tidak rewel, Vi!"
Aku menatap wajah Dzakki. Menghela nafas pendek sembari meraih jari Dzakki untuk kucium.
"Mas, Mbak... Terima kasih telah hadir menjadi saksi untukku dan Viona!"
Roger terkesiap. Ia langsung melayangkan pandangannya pada Herdilan, beralih ke Christian lalu ke padaku.
"Viona!... Mulai saat ini, aku... Herdilan Firlando 32 tahun, menjatuhkan talak kepada Viona Yuliana 31 tahun. Mulai saat ini, kamu bukan istriku lagi. Kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. Kecuali untuk urusan anak!"
__ADS_1
Hhh...
Bagai petir dan kilat saling menyambar di atas kepala. Aku sedih, tapi lega. Herdilan mentalakku. Dan dia juga mengeluarkan sertifikat cerainya, lalu membubuhkan tanda tangannya.
"Ini surat cerai yang ada padaku, Vi!" katanya. Dia kembali menyimpan selembar kertas akta cerai itu kedalam mapnya.
Rupanya satu surat yang ada ditangannya tidak pernah ia tandatangani sehingga ia tak merasa menceraikanku. Sedang surat cerai yang diberikan mama padaku dulu telah ada tandatangan Herdilan.
Kulihat mama Tasya juga berurai airmata. Mata dan hidungnya merah. Ia menundukkan kepalanya sesekali sembari mengusap butiran yang jatuh di pipi.
Mungkin penyesalan telah berada diujung hatinya. Karena menurut cerita Delan, mama dan Lady yang mengirimkan akta cerainya padaku.
Roger menatap wajahku dengan lega meski tanpa senyuman.
"Viona,... Maafkan semua kesalahanku ya? Aku bukan lelaki terbaik dalam hidupmu. Aku selalu menyakitimu selama kita bersama. Semoga kamu bahagia, dalam menjalani kehidupanmu selanjutnya. Aku selalu mendoakanmu. Dan jika... kamu mau kembali,"
"Viona tidak akan kembali padamu," sela Roger tiba-tiba.
Christian menoleh ke arah Roger.
"Papa Chris...! Dzakki pingin punya adik dari Ayah dan Mami!" celetuk Dzakki membuat semua orang yang ada di ruang itu langsung menoleh kepadanya.
Bocah imut itu hanya tersenyum kecil.
"Kak,... aku akan menikahi Viona, setelah kontrak kerjaku di Surabaya selesai. Kumohon... restuilah kami! Kami ingin hidup bersama, dalam suka maupun duka. Dalam sehat juga sakit. Kami akan selalu bersama. Sampai maut yang memisahkan kami dan mempertemukan lagi kami di surga nanti!"
Ucapan Roger menjadi puncak kebahagiaan hati ini.
Lelehan airmata dengan pandangan tertuju pada wajah Roger yang sedang menggendong Dzakki.
Prok prok prok
"Horeee... Dzakki senang sekali!" pekik Dzakki kegirangan.
Kak Chris tersenyum seraya mengangguk. Kak Mutia juga pecah tangisnya. Ia langsung menghambur ke arahku. Memelukku sembari membisikkan ucapan selamat padaku.
"Permisi...!!! Pasien anak Dzakki Boy Julian. Hari ini bisa pulang. Saya cabut dulu infusannya ya!"
Seorang perawat masuk ke dalam ruangan Dzakki. Tersenyum mengangguk sopan pada kami. Lalu berjalan menuju Dzakki untuk mencabut selang infus dari urat nadi pergelangan putraku tersayang.
Tuhanku Allah Azza Wazzalla... Terima kasih banyak atas segala nikmat yang Kau Beri padaku! Terima kasih ya Allah! Aku sangat bahagia!
...❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤...
__ADS_1