PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)

PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)
SESSION 2 (EPISODE TERAKHIR)


__ADS_3

"Hoek, hoek!"


"Kenapa, Kak?"


Viona melihat wajah Tini yang pucat pias. Sedari tadi kakak angkatnya itu seperti mual dan mau muntah tapi tidak.


Feelingnya mengatakan akan ada kabar gembira yang ia dengar beberapa waktu lagi.


"Tini! Tin..."


"Apa sih, Mas?"


Perempuan itu masuk kamarnya karena sang suami memanggil.


"Ini..., pembalut kamu dari bulan lalu koq belum terpakai ya? Tapi ini sudah beli lagi!" kata Kenken sembari menunjukkan barang yang baru saja mereka beli di swalayan.


Tini diam sesaat.


Mereka memang baru pulang berbelanja kebutuhan bulanan seperti biasa.


"Apa iya, aku belum menstruasi?"


"Kayaknya memang belum! Badan kamu juga agak..."


"Agak apa? Jangan bikin aku berharap deh, Mas!" Tini membentak Kenken yang memiliki kecurigaan kalau istrinya itu sedang...


"Ada apa?" tanya Viona.


"Sepertinya..., ah! Cuma fiktif mungkin. Sebentar lagi juga pasti halangan deh!"


"Coba periksa ke bidan, Kak!"


"Engga' ah, takut PHP!"


Tini memang sangat mengharapkan segera memiliki momongan. Begitu juga Kenken. Meskipun pria itu terlihat cuek dan tidak memperlihatkan keinginannya itu, tapi hati kecilnya merindukan buah hati yang lahir dari rahim istrinya itu. Tapi... terserah Tuhan saja. Karena mereka tetap bisa mengasuh kedua buah hati Viona.


...๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ...


Sementara Mutia juga diam-diam ternyata sedang degdegan. Dia berkali-kali mencoba alat testpack dan hasilnya dua garis biru.


Mutia sudah hampir tiga bulan tidak datang bulan. Dadanya juga terlihat lebih mengkal dan padat. Itu yang membuatnya penasaran dan membeli alat tes kehamilan di apotik.


Ternyata, hasilnya benar-benar positif.


Christian yang menerima benda plastik berbentuk pipih yang Mutia sodorkan langsung tersenyum lebar.


"Alhamdulillah. Allah kasih kita amanat lagi!" serunya dengan suara lembut. Direngkuhnya tubuh sang istri yang selalu dicintanya itu.


"Terima kasih sayang, kamu telah membuatku menjadi pria paling sempurna dimuka bumi ini!"

__ADS_1


Cup.


Hati Mutia seketika menghangat. Bahagia menyeruak memenuhi relung batinnya. Sebentar lagi, akan ada anak ketiga yang lahir dari rahimnya.


"Yang!"


"Hm?"


"Tapi jangan bocorin dulu ke grup what'sApp keluarga ya? Aku mau tunggu sampai bulan keempat! Pamali katanya!"


"Hehehe...! Apa itu pamali? Baiklah...kalau itu mau kamu, Yang!"


...๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ...


Sementara, Fika yang satu rumah dengan Kartika sedang terbaring di atas pembaringannya.


Sudah seminggu ini, asam lambungnya naik. Dan harus bedrest di atas kasur. Karena ia bisa tiba-tiba mual dan muntah tiba-tiba.


Kartika yang telaten menunggui Fika dengan penuh kesabaran. Sampai-sampai Fika jadi tidak enak hati karena Tika begitu peduli padanya.


"Sudah, Tik! Kamu jangan terlalu capek mengurusku! Istirahat sana! Lagipula aku cuma asam lambung aja, koq!"


"Ga apa, Fika! Aku juga khan ga ada kerjaan juga. Apa salahnya menemani kamu yang bete dikamar sendirian. Lagipula, penyakitmu tidak akan menular juga! Hehehe..."


"Thanks ya Tik! Aku sangat bersyukur memiliki saudara ipar sepertimu!"


"Tenang aja! Aku malah lebih senang, tinggal bersama kamu di negara yang sama sekali tidak kuketahui peraturan dan segala-galanya ini!"


Keduanya saling menggenggam jemari untuk saling menguatkan satu sama lain. Sementara para suami mereka sedang bekerja mencari nafkah diluar sana.


Tiba-tiba, Kartika merasa kepalanya pusing bukan main. Dan...


Gubrak


"Kartika!!!"


Mendengar kabar sang istri jatuh pingsan, Herdilan segera pulang kerumah.


Rupanya asisten rumah tangga Fika sudah menelpon dokter Diandra. Suami Fika langsung menghubungi pihak rumah sakit dan membawa Kartika serta Fika untuk didiagnosa. Ambulan datang dan membawa keduanya yang dalam keadaan kurang fit.


Herdilan pun langsung pergi ke rumah sakit yang menangani Kartika juga Fika.


Tetapi baik Herdilan maupun Diandra justru mendapat kabar yang membahagiakan.


Kartika dan Fika ternyata sedang mengandung. Dan ternyata sudah masuk enam minggu usia kandungan keduanya.


Dan hamilnya, nyaris dalam waktu bersamaan.


Seketika Herdilan dan Diandra mengumumkan kabar bahagia itu di grup WA keluarga mereka.

__ADS_1


Hingga suasana grup WA menjadi heboh. Terlebih Mutia dan Christian yang juga ikut memberikan stiker tertawa ngakak.


Kedua pasangan suami istri itu hanya mengucapkan kalimat selamat dan semangat kepada Fika juga Kartika.


Satu rumah dan hamil berbarengan. Suatu anugerah Tuhan yang luar biasa.


...Dan kita akan bertemu dua bulan kedepan ya, dikediamanku (emoji dua tangan disatukan)...


...Pastinya dengan kabar bahagia lainnya (chat tambahan dari Mutia)...


Begitu isi dari chat keduanya. Pasangan itu hanya bisa menahan tawa dan saling menatap wajah satu sama lain.


"Keluarga kita amat bahagia. Semoga kebahagiaan ini membawa keberkahan untuk kita semua ya, Mas?!"


"Aamiin..."


...๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ...


Bu Fajar tak kalah gembira hatinya. Putrinya membawa kabar bahagia. Pernikahan mereka langsung membuahkan hasil dan kini Kartika sedang mengandung.


Dengan penuh sukacita sepasang suami istri itu mengadakan selamatan untuk kesehatan dan keselamatan sang putri serta calon cucu.


Dzakki telah menepati janji dengan sering menyambangi Kakek Neneknya setiap minggu diantar Kenken untuk berolahraga di GOR tak jauh dari kompleks perumahan pak Fajar.


Begitulah... Kebahagiaan itu sejatinya datang dari diri sendiri.


Kita yang harus ciptakan, bukan dengan menunggu apalagi mencari kebahagiaan.


Bersyukur dengan apa yang kita punya, adalah satu apresiasi kepada sebuah kebahagiaan.


Dan bukankah Tuhan telah berjanji, Tuhan akan menambah lagi nikmat-Nya jika engkau pandai bersyukur.


Seperti keluarga besar putra-putri Bambang Suherman, yang selalu berjuang dengan mensyukuri nikmat Tuhan.


Apapun yang telah Tuhan gariskan, qodha dan qodhor-Nya... mereka terima dengan lapang dada.


Sehingga hasil akhirnya harapan mereka, bahagia selamanya. Dan kalaupun ada cobaan, ujian, musibah juga bencana yang datang menghantam, rasa syukur selalu mereka utamakan.


...๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผTAMAT๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ...


EPILOG


Mutia melahirkan anak perempuan yang diberi nama Jasmine Intan Suherman. Sebulan kemudian, Tini melahirkan anak laki-laki bernama Fadlan Ardiansyah sesuai dengan nama belakang sang suami, Kenken Ardiansyah.


Fika dan Kartika lahiran hanya berbeda waktu lima hari saja. Keduanya melahirkan bayi perempuan yang imut dan cantik seperti ibunya.


Kartika dan Herdilan pindah ke Jakarta dengan membuka cabang usahanya setelah sang putri berumur enam bulan.


Keduanya membeli sebuah rumah mewah dan mengajak kedua orangtuanya tinggal bersama. Rumah bapak dan ibu Fajar dikontrakkan sehingga mereka masih bisa menyambangi para tetangganya yang surprise dengan kemajuan usaha Keluarga Kartika dan Herdilan.

__ADS_1


Dzakki sendiri tetap dalam pengasuhan Viona dan Roger, meski sesekali menginap di rumah besar Papi dan Mamanya untuk menengok adik perempuan cantiknya.


Tetapi Dzakki lebih memilih tinggal menetap bersama Viona juga Roger, juga adik lelakinya Elzhar Ghivaro Suherman.


__ADS_2