PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)

PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)
BAB 55 Haruskah Selingkuh Di Balas Selingkuh?


__ADS_3

Aku benar-benar bagaikan layangan yang putus dari benang. Seperti kapal yang lupa haluan. Ibarat panas matahari di musim kemarau.


Dada ini bergemuruh karena amarah.


Hati ini panas terbakar api cemburu yang berkobar besar.


Semua tak pernah terfikir sejauh ini. Aku hanya menerka kalau memang benar 'ada api' diantara mas Delan dan Lady Navisha. Tapi tak seperti ini.


Kenyataan membuat fikiranku seperti terhempas jauh. Bahkan mendengar sendiri pengakuan mereka kalau mereka telah resmi menjadi suami istri dan sedang menanti kelahiran sang buah hati yang kini bersemayam di janin sang betina.


Ya Tuhan...


Prang


Brak!


Srak!!


Segalanya kujadikan pelampiasan. Satu persatu barang dalam kamar hotel jadi sasaran. Kamar hancur berantakan kukacau balaukan.


Terlebih, ketika kak Firman mengirimiku foto-foto keromantisan mereka.





Prank!!!


Handphoneku hancur berantakan di lantai kamar. Serpihannya bertebaran di penjuru ruangan. Dan aku tanpa sadar menangis meraung menyesali nasib burukku diperlakukan sebegitu hinanya oleh mas Delan.


Mas Delan... benar-benar pria yang kejam. Selama ini aku telah salah menilainya. Sangat salah. Salah besar.

__ADS_1


Tok tok tok


Hingga kamar tempatku menginap diketuk seseorang.


"Permisi...! Nyonya! Tuan! Bisa tolong buka pintunya?"


Aku menghentikan tangisku. Sesak dada ini makin menjadi. Tak sadar lagi, diriku semaput seketika.


...............


Aku bangun juga akhirnya. Dengan Kak Firman yang tengah duduk di samping ranjangku. Rupanya dia telah kembali dari penelusurannya menyelidiki mas Delan di hotel seberang.


Airmata ini kembali berderai. Aku bangkit dari tidurku dan menangis sesegukan.


Kak Firman diam tak berani mengusikku yang larut dalam kesedihan. Setelah itu, ia baru berdiri mendekat dan merangkul tubuh ringkihku yang lemah.


Menangis aku dipelukan lelaki lain yang bukan mahromku. Tanpa sadar kami berpelukan erat sekali.


"Sekarang bagaimana rencanamu, Viona? Apa ada jalan lain yang sudah kamu fikirkan?"


"Aku mau pulang ke Jakarta, Kak! Hik hik hiks... Aku akan ajukan perceraian! Aku tidak mau dipoligami seperti ini!"


"Hhh... Kamu mengalah mundur begitu saja?"


"Maksud Kakak?"


"Mengapa kita tidak buat permainan yang sama seperti mereka?"


"Maksud Kak Firman?"


"Mata di bayar mata, nyawa di bayar nyawa. Selingkuh ya di bayar selingkuh!"


__ADS_1


Sontak mataku terbelalak. Ucapan kak Firman membuatku mendekap mulutku yang ternganga lebar.


"Aku tidak mau! Itu permainan kotor! Dan aku bukan bagian dari mereka!"


Kurapikan tas koperku yang baru saja keluar separuh isinya.


Kami bahkan belum menghabiskan satu kali dua puluh empat jam di hotel ini. Tapi aku sudah buat keributan fatal, menghancurkan barang-barang properti hotel. Alhasil Kak Firmanlah yang harus membayar kerugian atas semua barang yang kurusak tadi.


"Aku sangat bangga melihat keteguhanmu sebagai seorang wanita terhormat!"


"Aku tidak bangga, tapi justru aku sangat ternoda kak! Keangkuhanku sebagai wanita beristri yang selalu menjunjung tinggi nama suami dan keluarga kini hancur porakporanda, Kak! Hik hik hiks..."


Kak Firman berusaha merengkuh bahuku. Tapi kutolak dengan alasan tak ingin 'salah berbuat'.


"Aku akan pulang sore ini juga. Aku harus pulang segera. Biar Mama Tasya dan Papa Bambang mengetahui prilaku bejad anaknya!"


"Viona! Ini sudah mau sore, tahan emosimu ya? Besok pagi kita pulang. Mereka bisa saja berbohong soal status hubungan mereka!"


"Tidak mungkin! Mereka jujur menurutku. Mereka benar-benar telah menikah, Kak!"


Aku lelah dengan keadaan ini. Dan ingin segera pulang kerumah kedua orang tuaku.


"Baiklah, mari kita pulang!"


Kak Firman akhirnya mengikuti keinginanku. Waktu bagiku sangat berharga. Kedua orangtua kami harus segera mengetahui hubungan gelap mas Delan dengan Lady Navisha.


Aku dan Kak Firman sore itu juga cek out dari hotel tempat kami rencana menginap. Tapi gagal karena kedok mas Delan telah terbongkar.


Jadi untuk apa pula aku mengikuti mereka lagi. Justru akan menambah rasa sakit dihati ini.


Pesawat terbang yang akan kami taiki ternyata harus delay hingga aku dan kak Firman terpaksa menginap di roombox bandara setempat. Karena pesawat baru akan terbang pukul enam tiga puluh pagi.


...❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤...

__ADS_1


__ADS_2