PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)

PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)
SESSION 2 ZIARAH KUBUR, SEMOGA MENDAPATKAN KEBERKAHAN


__ADS_3

Makam Tasya Jessica satu lubang dengan sang suami. Jadi putra-putri mereka juga mendoakan serta almarhumah Tasya agar tenang di alam kuburnya.


Berbeda dengan makam Tania yang berada di Singapura. Bersama makam nenek buyut mereka disana.


Kedua orang tua mereka telah berpulang kepangkuan Illahi. Berpulang Kepada Si Penciptanya. Tenang dalam alam kuburnya menunggu kiriman doa dari anak-anaknya yang soleh dan sholeha.


Setelah ke makam Bambang Suherman, mereka juga menyambangi makam Bapak Mutia Permata Melody juga mampir ke makam Firman Setiawan.


Mereka berdoa dengan khusu' untuk kebaikan dan juga ketenangan almarhum di alam barzakh.


Mereka juga menjiarahi makam kedua orangtua Viona, yang mengalami kecelakaan lalu lintas tujuh tahun lebih itu.


Viona yang sedang hamil besar kini hanya bisa tafakur. Waktu terasa begitu cepat berlalu. Kini ia hanya bisa menggenggam jemari mungil putra sulung serta kepalan hangat sang suami yang kiri kanan mengapitnya.


Viona berkata dalam hati, kini ia telah bahagia. Bersama keluarga kecilnya yang tercinta. Berharap Ayah serta Ibunya juga bahagia, di singgasana Allah Ta'ala.


Viona juga mendoakan kedua orang tuanya, bisa bertemu di syurga nanti. Saling berpegangan tangan dengan senyuman manis yang mengembang.


Makam terakhir yang mereka kunjungi adalah makam istri pertama Diandra. Ibunda dari Dirga. Disana Dzakki memegang erat jemari Dirga yang kini telah jadi sepupunya.


Telekomunikasi mereka sangat lancar lewat bahasa kalbu dan tatapan mata.


Verrel dan Velli sendiri pernah sangat terpukau pada komunikasi kontak batin antara dua saudaranya itu. Karena mereka seringkali salah faham mengartikan ucapan Dirga ketika berbicara.


Sangat berbeda dengan Dzakki, yang langsung faham dan mengerti apa yang Dirga kata.


Setelah selesai ziarah kubur, mereka pergi makan di restoran favorit keluarga mereka.


Mereka telah menuntaskan tadabur ziarah kubur. Hanya makam sang Mama kandung yang memang karena lokasinya yang sangat jauh, yakni di Singapura.


"Kapan-kapan kita ziarah makam Mama sama-sama ya, seperti ini!" kata sang leader, Christian.


Semua bersorak kesenangan. Mengiyakan dengan fikiran sudah mengembara ke sana.


"Semoga orangtua kita semuanya bahagia, ditempat yang mulia, bersama orang-orang suci soleh sholeha. Aamiin!"


"Aamiin!!!"


Dzakki, Dirga, Verrel dan Velli... asyik bermain di taman halaman restoran setelah selesai makan lebih dahulu.


Begitu pula para dewasanya. Saling bercengkerama santai sampai tertawa cekikikan bercerita yang lucu luar biasa.


Mereka berbagi pengalaman satu sama lain. Mulai dari yang serius sampai yang tergokil dan terkocak menjadi bahan ledekan satu sama lain.


Lupa pada sejarah masa lalu hidup mereka yang kelam. Yang nyaris diantara mereka ada pertikaian dan saling jotos, adu kekuatan.

__ADS_1


Tiba-tiba...


"Pak Yosef?"


"Boleh kami gabung?"


Christian menghela nafasnya. Ia mulai menampakkan wajah tidak sukanya karena merasa distalking sedari tadi.


"Maaf, Pak! Ini adalah ruang lingkup intern keluarga kami. Maaf, kami tidak bisa menerima bapak beserta putri bapak untuk gabung!" tolaknya tegas.


Tentu saja membuat Fika bingung mendapati sikap Kakaknya yang nampak arogan dimatanya.


"Kak! Kenapa? Toh bapak ini hanya ingin gab,"


Christian langsung menatap mata Fika. Tergambar jelas ketidaksukaan terpancar di bola mata Christian.


"O Oke, maaf Pak! Urusan kantor sebaiknya nanti saja dibicarakan. Kakak saya ini sedang me time dengan adik-adiknya! Maaf, ya?"


"Even itu besok lusa ia harus hengkang dari perusahaannya?"


Semua kaget. Pak Yosef ternyata kini menyerangnya.


"Maksud Bapak apa, ya?" Roger langsung bangkit. Berdiri sejajar dengan sang Bapak karena rasa terkejut membuatnya penasaran.


"Perusahaan Christian sedang diambang kehancuran. Ia harus mengembalikan uang denda sebesar 500 miliar kepada PT Eagles King karena tender yang gagal."


"Kak Chris,... mengalami kerugian sebesar itu?" Fika berusaha meminta keterangan.


"Jika 3x24 jam pak Chris tidak bisa mengembalikan dana tersebut sesuai batas waktu yang ditentukan,... maka PT V'Lody Factory menjadi anak perusahaan PT Eagles King. Dan semua aset disita bank atas nama perusahaan kami."


"Begitukah? Tapi maaf, kami semua tidak terguncang pak Yosef!" sela Christian dengan penuh ketegasan.


"Saya akan meminimalisir keadaan, nikahkan saja putri saya. Tidak mengapa jadi istri kedua, asalkan kalian menerima putri saya dengan baik dan masuk kedalam lingkungan keluarga pak Bambang almarhum!"


Mutia terlihat pucat. Matanya langsung tertuju pada sang suami. Kemudian beralih pada perempuan yang berada disamping rekan bisnis Christian.


Wanita yang masih muda! batin Mutia langsung down perasaannya.


Auranya langsung gelap terbaca Christian, membuatnya segera menarik tangan sang istri.


"Maaf! Saya tidak tertarik poligami. Tolong, jangan ganggu keluarga kecil kami! Bukan begitu caranya mencari keberkahan, pak Yosef!"


Chris membuat hati Mutia lebih tenang. Perkataan Christian yang tegas membuat hati Mutia kembali menghangat.


Pak Yosef pergi meninggalkan sekumpulan putra-putri beserta menantu almarhum Bambang Suherman dengan penuh kekecewaan.

__ADS_1


"Maksudnya apa, Chris?" tanya Diandra sang sahabat yang kini jadi adik ipar bungsunya.


"Akan kuceritakan nanti part dua di rumah. Kumohon, waktu kalian untukku berkeluh kesah! Aku ingin minta pendapat kalian semua di forum keluarga!"


Diandra dan Fika saling bertatapan. Begitu pula Viona dengan Roger. Herdilan hanya bisa menarik nafas panjang.


....


Rumah Chris seperti biasa, jadi tempat kumpul keluarga. Apalagi kini permasalahan ada di pihaknya.


"Kita jual rumah yang di selatan itu ya, Fik?" tanya Diandra pada sang istri. Masalah yang Chris hadapi saat ini cukup pelik.


Butuh banyak jual aset sana-sini untuk menutupi hutang perusahaan agar tidak sampai gulung tikar.


Setidaknya, jika mereka menggabungkan harta yang dijual akan tertutup juga hutang piutang gagal tender pada perusahaan milik Pak Yosef.


"Kenapa bukan minta Herdilan saja buat jadi menantu? Pasti kita menerima dengan senang hati ya, Kak!?!"


"Yassalam... teganya kau Fik sama aku! Tapi... cantik juga sih Khaila itu. Beneran mirip boneka barbie. Kalau dia mau, ya aku sih ikut aja!" tutur Herdilan disambut gelak tawa.


"Herdilan padahal pas tuh, jomblo juga. Posisinya saat ini khan Arjuna Mencari Cinta. Hehehe..."


Diandra ikut melemparkan joke pada kakak tiri istrinya itu.


"Hahaha... dasar ya! Terus saja bully aku! Terus..., terus! Kirimi aku calon istri dong! Ta'aruf pun aku mau, asalkan pilihan tepat dari kalian semua."


"Papi bisa nikah sama bu Guru Kartika!"


Semua menoleh pada Dzakki yang tiba-tiba berdiri di pintu ruang kerja Christian sembari menuntun Dirga.


"Wow, Dzakki sudah punya calon yang pas rupanya buat Mama barunya!" kata Fika dengan mata berbinar.


"Ayah kurang sreg sama bu Guru Kartika, Boy!" tanggapan Roger membuat Dzakki menoleh pada Ayahnya.


Bocah itu mendekat seraya memeluk pinggang Roger.


"Kenapa Ayah? Bu Guru Dzakki itu orang yang baik! Cocok sama Papi Delan!"


"Tapi bu Guru Kartika punya masalah yang bisa membuat adik bayi hilang!"


Dzakki menatap mata Roger. Ia perlahan menggeleng, lalu sinar matanya meredup perlahan.


Ia juga mengendurkan pelukannya lalu pergi keluar. Tak dihiraukannya panggilan sang Mami yang duduk di seberang meja makan.


Dzakki agak kecewa, Ayahnya tidak dalam posisi mendukungnya kini.

__ADS_1


...❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤...


__ADS_2